Showing posts with label Gubernur. Show all posts
Showing posts with label Gubernur. Show all posts

Biografi I Wayan Koster | Gubernur Provinsi Bali

Biografi Profil Biodata I Wayan Koster | Gubernur Provinsi Bali instagram ig Wikipedia IndonesiaWayan Koster yang lahir 20 Oktober 1962 di Singaraja adalah ekonom dan Gubernur Bali yang menjabat sejak 5 September 2018. Wayan Koster pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI Fraksi PDIP sejak 1 Oktober 2004 hingga 26 Februari 2018.

Wayan Koster mengenyam pendidikan di SMA Negeri Singaraja dan berkuliah di Institut Teknologi Bandung. Gelar S2 nya didapat pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi International Golden Institute di Jakarta tahun 1995. Sementara itu S3 nya dari Universitas Negeri Jakarta tahun 1999.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia berkecimpung di dunia pendidikan. Wayan Koster pernah menjadi peneliti di Balitbang Depdikbud dari 1988-1994, dan juga dosen di beberapa universitas negeri maupun swasta dari 1994-2004.

Dia menjadi tokoh dari komunitas Hindu dengan pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris jendral Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia dan Sekretaris jendral DPP Prajaniti Hindu Indonesia.

Pada bulan November 2017, Wayan maju mencalonkan diri sebagai Gubernur Bali pada Pilkada Serentak 2018. Pada Pemilihan Gubernur Bali 2018, Wayan Koster berhasil menang menjadi Gubernur Bali dengan 57.68% suara.

Demikian sekelumit profil dan biodata Wayan Koster, seorang ekonom dan Gubernur provinsi Bali yang menjabat sejak 5 September 2018. Terima Kasih.

Profil Awang Ferdian Hidayat bin Faroek Ishak

Biografi Profil Biodata Awang Ferdian Hidayat instagram ig Awang Faroek Ishak Wikipedia IndonesiaH Awang Ferdian Hidayat kelahiran Malang, Jawa Timur pada 3 April 1975 adalah putra mantan Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak. H Awang Ferdian Hidayat merupakan alumni Universitas 17 Agustus Samarinda juga STIE Artha Bodhi Iswara Surabaya.

Awang Ferdian merupakan anggota DPR-RI periode 2014-2019, dilantik menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019 pada 2 Oktober 2014. Diriya ditunjuk jadi wakil rakyat di tingkat pusat setelah menggantikan Marten Aphuy sebagai pejabat Pergantian Antar Waktu (PAW) dan bertugas di Komisi VII pada masa kerja 2014-2019 yang membidangi energi dan sumber daya mineral dan lingkungan hidup.

Awang Ferdian Hidayat aktif di berbagai organisasi di Kaltim diantaranya sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Rukun Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Timur, Majelis Pemuda Indonesia, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri di KONI Kaltim.

Selama berkarir di dunia politik, almarhum sempat empat kali mengikuti persaingan sebagai kepala daerai diantaranya di Samarinda pada Pilkada 2005, Pemilihan Bupati Kutai Kartanegara tahun 2010, Pemilihan Gubernur Kaltim tahun 2018 dan terakhir pada Pemilihan Bupati Kutai Timur tahun 2020.
H Awang Ferdian Hidayat meninggal dunia diduga karena serangan jantung pada Minggu (5/9/2021) malam pukul 19.00 WITA di kediamannya Jalan Basuki Rahmat, Samarinda. Kepergiannya sangat mengejutkan, mengingat sang ayah yang sempat memimpin Benua Etam selama dua periode (2008-2013, 2013-2018) sedang sakit dan dalam perawatan. Dunia media sosial WhatsApp (WA) pun dipenuhi kabar kepergian Awang Ferdian. 

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..... Telah berpulang ke rahmatullah Awang Ferdian Hidayat bin Awang Faroek Ishak pada pukul 19.00 WITA malam ini di rumah kediaman almarhum Jalan Basuki Rahmat Samarinda,” demikian pesan yang beredar di media sosial tak hanya WA tapi juga Instagram dan Facebook. 

Foto almarhum Awang Ferdian pun terpasang dibanyak platform media sosial malam ini. Hingga berita ini diturunkan, kediaman almarhum masih dipenuhi pelayat. Keluarga, saudara dan sahabat serta kolega lainnya berdatangan memenuhi kediaman almarhum di Jalan Basuki Rahmat.

Profil Herman Deru - Gubernur Sumatera Selatan

Biografi Profil Biodata Herman Deru ayah Percha Leanpuri instagram ig Gubernur Sumatera Selatan Wikipedia IndonesiaH. Herman Deru, S.H., M.M. (lahir di Belitang, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan, 17 November 1967; umur 53 tahun) adalah Gubernur Sumatra Selatan yang menjabat sejak 1 Oktober 2018 sekaligus ayah dari Percha Leanpuri Anggota Dewan Parlemen RI 3 Periode dan Ketua Umum PBI 2019-2024. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Ogan Komering Ulu Timur 2 periode yakni 2005-2010 dan 2010-2015.

Herman Deru memiliki seorang istri bernama Febrita Lustia dan pernikahannya telah dianugerahi empat orang anak perempuan yaitu Percha Leanpuri (Anggota DPD RI dari Sumatra Selatan (2009-2015) dan DPR RI periode 2019-2014 dari Partai Nasdem), Samantha Tivani (istri dari Anggota DPRD Sumatra Selatan periode 2019-2024 dari PAN Muhammad Yaser ZL,SE), Leony Marezza Putri, dan Ratu Tenny Leriva.

Herman Deru lahir pada tanggal 17 November 1967 di Belitang dan merupakan anak ke-6 dari 14 bersaudara. Namanya merupakan akronim dari "Lahir Zaman Orde Baru". Ia meniti pendidikan di SD Negeri 1 Sidomulyo Belitang. Setelah itu, Ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Belitang kemudian ke SMA Negeri 3 Palembang. Beliau mendapatkan gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Syakyakirti Palembang pada tahun 1995 dan Magister Manajemen dari STIE Trisna Negara pada tahun 2008.

Ia sempat menjadi calon Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) pada tahun 1999 sebelum kalah oleh Syahrial Oesman dengan selisih hanya satu suara saja di DPRD Ogan Komering Ulu. Kemudian, pada Pilkada 2005 Ia maju menjadi calon bupati berpasangan dengan Kholid Mawardi dan diusung oleh PBB-PNBK. Pasangan ini kemudian keluar sebagai pemenang mengalahkan pasangan dari PDIP Amri Iskandar-Sugiyanto.
Ada julukan unik yang disandang Herman Deru yaitu “Bupati 25”. Julukan tersebut bukan tanpa alasan karena terkait dengan kebiasaan Herman Deru yang unik menurut takaran cara kerja Bupati pada umumnya dan sangat berbeda. Ia hanya 2 hari saja kerja di kantor dan 5 hari selebihnya ia gunakan turun ke lapangan, mengunjungi desa-desa, berdialog dengan warga, menyerap berbagai aspirasi dan masalah yang dihadapi warga. Itu pula mengapa Herman Deru lebih suka tinggal di rumah peninggalan almarhum ayahnya, H. Hamzah, di Belitang, ketimbang di rumah dinasnya di Martapura. Di Belitang, warga tak sungkan datang dan pergi menyampaikan bermacam-macam masalah. #Lihat pula : Biodata Percha Leanpuri Anggota DPD RI Sumsel

Soerjadi Soedirdja - Mantan Gubernur DKI Jakarta

Biografi Profil Biodata Soerjadi Soedirdja meningal dunia instagram ig Mantan Gubernur DKI Jakarta Wikipedia IndonesiaJenderal TNI (HOR) Soerjadi Soedirdja (EYD: Suryadi Sudirja) (lahir di Batavia, 11 Oktober 1939 – meninggal di Jakarta, 3 Agustus 2021 pada umur 81 tahun) adalah salah satu tokoh militer dan politikus Indonesia. Soerjadi Soedirdja juga menjabat Gubernur DKI Jakarta periode 1992–1997.  

Pada masa kepemimpinannya, ia membuat proyek pembangunan rumah susun, menciptakan kawasan hijau, dan juga memperbanyak daerah resapan air. Adapun proyek kereta api bawah tanah (subway) dan jalan susun tiga (triple decker) yang sempat didengung-dengungkan pada masanya belum terwujud. 

Ia berhasil membebaskan jalan-jalan Jakarta dari angkutan becak, suatu program yang telah dimulai sejak gubernur sebelumnya (Bang Wi). Selain itu Peristiwa 27 Juli 1996 terjadi pada masa Jakarta di bawah kepemimpinannya.

Selain itu, Soerjadi juga memberlakukan Sistem Satu Arah (SSA) pada sejumlah ruas jalan. Untuk mendukung laju mobilitas penduduk, Jakarta pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta pihak swasta membangun sejumlah jalan tol yaitu Tol Dalam Kota, Tol Lingkar Luar, Tol Bandara, serta ruas tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Bogor-Ciawi, dan Jakarta-Merak, yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya.

Soerjadi juga menerapkan peningkatan disiplin dan kualitas sumber daya aparat dalam Lima Pedoman Kerja Aparat Pemerintah DKI Jakarta. Dari program tersebut, Pemerintah Provinsi Jakarta menerima Penghargaan 'Samya Krida Tata Tenteram Karta Raharja'. Penghargaan itu merupakan apresiasi atas hasil karya tertinggi dalam melaksanakan Pembangunan 5 Tahun.

Profil Ahmad Riza Patria Wagub DKI Jakarta

Biografi Profil Biodata Ahmad Riza Patria Wagub DKI JakartaIr. H. Ahmad Riza Patria, M.B.A. yang lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 17 Desember 1969; umur 50 tahun adalah Anggota DPR RI Fraksi Gerindra 2 periode yakni 2014–2019 dan 2019–2024. Ahmad Riza Patria (Ariza) pernah tercatat sebagai Ketua DPP KNPI 2002 – 2005 dan periode 1999 – 2002. Ia juga pernah menjabat Ketua DPD KNPI Provinsi DKI Jakarta, 2002 – 2005. Pada Kongres KNPI 2008 di Bali, Ariza bertarung melawan Aziz Syamsuddin (Anggota Komisi III DPR RI) dalam memperebutkan posisi Ketua Umum DPP KNPI. Sebelumnya, pada Kongres KNPI di Bekasi 2002, Ariza juga sempat bertarung pada putaran kedua, melawan Idrus Marham yang kini menjabat sebagai Sekjen Golkar.

Pria yang menamatkan S1 nya di ISTN ini, banyak berkecimpung di organisasi lain. Sampai saat ini, Ariza masih tercatat sebagai Ketua Umum DPN Garda Muda Merah Putih (GMMP), dan Komandan Nasional Menwa Indonesia, Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (SEKJEN DPN IARMI) Ia juga pernah tercatat sebagai pengurus DPP GEMA MKGR, Wasekjen KAHMI DKI Jakarta, Wakil Kepala Humas PBSI, Director IRInYI for Young MDGs (International Relationship of Indonesian Youth Institute for Young Millenium Development Goals), Sekjend DPP Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI), Anggota Indonesian Council of World Affair (ICWA), dan berbagai organisasi lainnya. Bakatnya di organisasi memang terlihat sejak sekolah. Mantan anggota KPU DKI Jakarta ini pernah menjadi Ketua OSIS SMA Islam Al-Azhar Jakarta, tempatnya sekolah dulu.

Disela kesibukannya sebagai aktivis, putra Ketua MUI, Drs. H. Amidhan Shaberah ini juga menggeluti dunia bisnis. latar belakang keilmuannya sebagai insinyur dikembangkan dalam dunia bisnis. Direktur Utama PT. Gala Ariatama tersebut, saat ini juga tercatat sebagai pengurus Kadin Indonesia dan sempat menjadi pengurus BPD HIPMI Jaya 2001 – 2003. Pria yang tamat studi magister nya di ITB Bandung ini tercatat sebagai Deklarator Ormas Nasional Demokrat DKI Jakarta, dan kini aktif di Partai Gerakan Indonesia Raya, sebagai Ketua DPP Partai Gerindra bidang Penanggulangan Bencana.

Profil Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian

Biografi Profil Biodata Syahrul Yasin Limpo Menteri PertanianSyahrul Yasin Limpo adalah Menteri Pertanian Republik Indonesia. Syahrul Yasin Limpo (lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 16 Maret 1955; umur 64 tahun) adalah seorang politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan sejak tanggal 8 April 2008 hingga 8 April 2018. Ia memenangi pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 2007 dan 2013 bersama pasangannya Agus Arifin Nu'mang. Syahrul Yasin Limpo adalah anak kedua dari pasangan Muh. Yasin Limpo dengan Nurhayati Yasin Limpo.

Syahrul Yasin Limpo adalah mantan Gubernur Sulawesi Selatan yang pertama kali dipilih secara langsung. Sebelum menjabat sebagai Gubernur, Syahrul Yasin Limpo pernah menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Gowa selama dua periode, kemudian menjabat Wakil Gubernur selama satu periode mendampingi Amin Syam, sebelum akhirnya memenangkan pertarungan dengan Amin Syam dalam pilkada Sulsel pada tahun 2007 setelah keduanya sama-sama maju bertarung sebagai calon petahana.

#lihat pula : Profil Singkat 38 Menteri Kabinet Indonesia Maju

Ayahnya Kolonel (Purn.) H.M. Yasin Limpo (lahir di Bontonompo, Gowa, Sulawesi Selatan, 17 April 1924 – meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 4 Agustus 2009 pada umur 85 tahun) adalah seorang tokoh pejuang kemerdekaan menentang pemerintahan Hindia Belanda di Sulawesi Selatan. H Yasin Limpo adalah tokoh pendiri partai Golkar Sulsel yang telah memperoleh berbagai bintang jasa seperti Bintang Gerilya, Bintang Sorindra, Lencana Bintang Tertinggi Gerakan Pramuka, Satya kencana Kesetiaan 8, 16, 24, Gerakan Operasi Militer (GOM) 3 dan 4, Sapta Marga, Satya Dwi, Dharma, Satya Dwi Widyasista, serta Penghargaan Perang Dunia.

Solihin G. P. Gubernur Jawa Barat 1970-1975

Biografi Profil Biodata Solihin G. P. Gubernur Jawa Barat 1970-1975Solihin Gautama Purwanegara atau Mang Ihin (lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 21 Juli 1926; umur 92 tahun) adalah Gubernur Jawa Barat periode 1970 sampai 1975. Ia memiliki perhatian yang besar untuk mengatasi rawan pangan di wilayah Indramayu, dengan cara memasyarakatkan padi gogo rancah. Upayanya memperlihatkan hasil sehingga terus dikembangkan. Lahir dalam keluarga bangsawan, dikenal sebagai tokoh yang merakyat. Karier militernya dimulai ketika pecah revolusi, sebagai komandan TKR Bogor, kemudian bergabung ke Kodam Siliwangi.

Solihin hendak sowan ke Ali Sadikin di Jakarta. Sebagai Gubernur Jawa Barat yang baru, Mang Ihin merasa perlu berkonsultasi dengan Bang Ali, sapaan Ali, tentang bagaimana membangun wilayah. Saat Mang Ihin menjadi Gubernur Jawa Barat pada 1970, Bang Ali sudah empat periode memimpin Jakarta. Prestasi-prestasi Bang Ali membangun Jakarta itulah yang membuat Mang Ihin merasa perlu berkonsultasi dengan gubernur ibu kota negara itu. Nah, pada saat berbincang-bincang itu Mang Ihin merasa dilecehkan. Dalam 'Cendramata 80 Tahun Solihin GP' diceritakan, Mang Ihin tersinggung karena Bang Ali ingin 'mengambil' wilayah perbatasan yang menurutnya tidak bisa diurus oleh Jawa Barat.

"Jawa Barat tidak bisa melakukan pembangunan, sedangkan saya didesak oleh masyarakat agar memperluas daerah perbatasan antara DKI Jakarta dan Jawa Barat. Untuk itu, agar diikhlaskan saja saya membangun daerah perbatasan itu. Apalagi kan kita sama-sama dilahirkan di Jawa Barat," kata Bang Ali sambil menunjuk peta Kabupaten Bekasi, Tangerang dan sebagian wilayah Kabupaten Bogor. "Wah ini kurang ajar banget," kata Mang Ihin dalam hati. Meski merasa dilecehkan oleh Bang Ali, Mang Ihin tetap tersenyum. Alih-alih naik pitam, dia justru menyindir balik Bang Ali kenapa dia tidak sekalian saja menyatukan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. "Kalau Bang Ali ahli strategi yang ulung dan hebat, jadikan saja Jawa Barat dan DKI Jakarta satu provinsi," sindir Mang Ihin kepada Bang Ali. Tidak jelas, bagaimana selanjutnya kisah saling sindir itu. Namun, yang jelas perbincangan itu membawa kebaikan bagi dua provinsi. Baik Mang Ihin, maupun Bang Ali kemudian saling berlomba-lomba untuk membangun wilayahnya.

Saat itulah, terjadi istilahnya 'perang daerah' atau 'perang wilayah' di perbatasan Jawa Barat dan DKI Jakarta. Setelah itu, wilayah Jawa Barat tak kalah maju. Industri semen Kaisar dan Tiga Roda dibangun di Bekasi. Kemudian pabrik tekstil di Tangerang. Menyadari cuaca Puncak yang sejuk, Mang Ihin juga membangun tempat rekreasi Taman Safari. Setelah berhasil membangun wilayah perbatasan, Mang Ihin pun mengajak Bang Ali ke Puncak. Dia memperlihatkan bagaimana arus lalu lintas dari Jakarta ke Jawa Barat juga tidak kalah dari arah sebaliknya. Artinya, tiap provinsi sudah punya magnet masing-masing sebagai hasil dari pembangunan. Sungguh persaingan yang positif bagi kemajuan rakyat.

Profil Zumi Zola Zulkifli Putra H Zulkifli Nurdin

Biografi Profil Biodata Zumi Zola Zulkifli Putra H Zulkifli NurdinH. Zumi Zola Zulkifli, S.TP., M.A. (lahir di Jakarta, 31 Maret 1980; umur 38 tahun) adalah politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Jambi sejak tanggal 12 Februari 2016 sampai 10 April 2018 untuk periode 2016–2021. Sebelum masuk ke dunia politik, ia lebih dahulu dikenal sebagai aktor yang telah membintangi beberapa film dan sinetron di Indonesia. Ayahnya Zulkifli Nurdin (lahir di Muara Sabak, Tanjung Jabung Timur, 28 Maret 1948; umur 70 tahun) adalah mantan Gubernur Jambi. Sebelum menjabat sebagai gubernur untuk periode 2005-2010, ia menjabat pada tahun 1999-2005 yang kemudian mundur untuk mencalonkan diri kembali sebagai gubernur untuk masa jabatan yang kedua.

Zumi Zola merupakan anak pertama dari ayah Zulkifli Nurdin dan ibu kandung Harmina Djohar serta memiliki 5 saudara yaitu, Zumi Zoftan, Zumisha Nadia Zaquita, Zumi Laza, Amalia Saslika Maharani, dan Amalia Azra Maharani. Zumi Zola yang memiliki keturunan Melayu Jambi ini merupakan alumni SMAI Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta, ia melanjutkan pendidikan S1 di Institut Pertanian Bogor (2002) dan S2 di London Metropolitan University (2007). Zumi Zola sempat bertunangan dengan Ayu Dewi, namun akhirnya pada tanggal 16 Maret 2012 ia menikah dengan Sherrin Tharia seorang pemain biola dan putri dari Tengku Malinda mantan penyiar TVRI. Pada tanggal, 1 Agustus 2014 Zumi dikarunai anak laki-lakinya, Zameer Zahid Abyadh Zola. Pada tanggal, 22 Juni 2016 Zumi Zola dikaruniai anak kedua yang juga seorang laki-laki bernama Zhafran Ziyadh At-Thahirah Zola.

Ayahnya Zulkifli Nurdin mantan Gubernur Jambi dikabarkan tutup usia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018). Zulkifli yang merupakan ayah dari Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola tersebut meninggal karena sakit. "Benar, menghembuskan napas terakhir sekitar jam 20.00 tadi," ujar pengacara Zumi Zola, M Farizi saat dikonfirmasi, Rabu malam. Menurut Farizi, pada Rabu siang, Zumi telah mengajukan izin kepada majelis hakim untuk membesuk ayahnya yang sedang dalam kondisi kritis. Saat ini, Zumi masih berstatus sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Daftar 9 Gubernur-Wagub Terpilih Dilantik Jokowi

Biografi Profil Biodata 9 Gubernur Terpilih Dilantik JokowiPresiden Joko Widodo melantik sembilan gubernur dan wakil gubernur hasil pilkada serentak 2018. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). Pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden (Keppres). Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan oleh rohaniwan dan dipandu langsung oleh Presiden Jokowi. Acara kemudian dilanjutkan kembali dengan penandatanganan berita acara pelantikan serta penyematan tanda pangkat dan jabatan. Setelah itu, Presiden Jokowi dan para tamu undangan memberikan selamat kepada para gubernur dan wakil gubernur.

Berikut daftar sembilan gubernur terpilih dan wakilnya yang dilantik Presiden Jokowi:

1. Gubernur Sulawesi Selatan terpilih Nurdin Abdullah dan wakilnya Sudirman Sulaiman
2. Gubernur Sumatera Utara terpilih Edy Rahmayadi dan wakilnya Musa Rajekshah
3. Gubernur Sulawesi Tenggara terpilih Ali Mazi dam wakilnya Lukman Abunawas
4. Gubernur Jawa Tengah terpilih Ganjar Pranowo dan wakilnya Taj Yasin Maimoen
5. Gubernur Bali terpilih I Wayan Koster dan wakilnya Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
6. Gubernur Kalimantan Barat terpilih Sutarmidji dan wakilnya Ria Norsan
7. Gubernur Nusa Tenggara Timur terpilih Viktor Bungtilu Laiskodat dan wakilnya Josef Nae Soi Video Pilihan
8. Gubernur Papua terpilih Lukas Enembe dan wakilnya Klemen Tinal
9. Gubernur Jawa Barat terpilih Ridwan Kamil dan wakilnya Uu Ruzhanul Ulum

Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi

Biografi Profil Biodata Muhammad Zainul Majdi - Tuan Guru Bajang - TGB Dukung Jokowi jadi PresidenDr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A. atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) (lahir di Pancor, Selong, 31 Mei 1972; umur 46 tahun) adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat 2 periode, masa jabatan 2008-2013 dan 2013-2018. Pada periode pertama dia didampingi oleh Wakil Gubernur Badrul Munir dan pada periode kedua didampingi oleh Wakil Gubernur Muhammad Amin. Sebelumnya, Majdi menjadi anggota DPR RI masa jabatan 2004-2009 dari Partai Bulan Bintang yang membidangi masalah pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian dan kebudayaan (Komisi X).

TGH. Muhammad Zainul Majdi adalah putra ketiga dari pasangan HM Djalaluddin SH, seorang pensiunan birokrat Pemda NTB dan Hj. Rauhun Zainuddin Abdul Madjid, putri dari TGH. M. Zainuddin Abdul Madjid (Tuan Guru Pancor), pendiri organisasi Islam terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan (NW) dan pendiri Pesantren Darun-Nahdlatain. Pada tahun 1997 Majdi menikah dengan Hj. Robiatul Adawiyah, SE, putri KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, pemimpin Ponpes As-Syafiiyah, Jakarta. Pernikahan cucu ulama besar di NTB TGH. KH. Zainuddin Abdul Majid dan cucu ulama besar kharismatik Betawi itu telah dikaruniai 1 putra dan 3 putri, yaitu Muhammad Rifki Farabi, Zahwa Nadhira, Fatima Azzahra dan Zayda Salima.

Pada tanggal 31 Mei 2013, Zainul Majdi mengajukan berkas permohonan talak terhadap istrinya Rabiatul Adawiyah di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, dengan nomor perkara 1409/pdt.G/2013/PA.Jaksel, dan akan disidangkan mulai bulan Juli. Istri TGH M Zainul Majdi saat ini adalah Erica Zainul Majdi dan telah dikaruniai dua orang putri, Azzadina Johara Majdi dan Khadija Hibbaty Majdi. Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi diajukan pada pemilihan gubernur NTB oleh PKS dan PBB. Berpasangan dengannya adalah Ir. Badrul Munir yang kelahiran Sumbawa 11 Agustus 1954. Lawan-lawannya adalah pasangan gubernur menjabat Lalu Serinata dengan M. Husni Djibril, Zaini Aroni-Nurdin Ranggabarani, dan Nanang Samodra-M. Jabir. Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 7 Juli 2008, ia berhasil mengumpulkan suara terbanyak. Namun kemenangannya digugat oleh pihak Lalu Serinata dan Nanang Samodra ke MA dengan alasan penggelembungan suara dan pencoblosan ganda. MA memutuskan gugatan tidak terbukti.

Pelantikan dilakukan 17 September 2008 oleh Mendagri Mardiyanto di Mataram, NTB. Pada Pemilukada Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar Minggu, 13 Mei 2013 dalam rangka untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2013 - 2018, pasangan calon yang diusung oleh partai Demokrat ini, TGH M Zainul Majdi dan Muhammad Amin (TGB-Amin) dinyatakan sebagai pemenang dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB. Pesaingnya pada Pemilukada ini adalah Harun Al Rasyid berpasangan dengan TGH Lalu Muhyi Abidin (Harum), kemudian DR KH Zulkifli Muhadli dengan pasangan Prof DR H Muhammad Ichsan (Zul-Ichsan), serta H Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan (SJP-Johan). Hasil rekapitulasi perolehan suara TGB-Amin meraih 1.038.642 pemilih atau 44,36 persen suara.

Biografi Irwandi Yusuf - Gubernur Provinsi Aceh

Biografi Profil Biodata Irwandi Yusuf Ditangkap KPK Gubernur Provinsi Acehdrh. H. Irwandi Yusuf, M.Sc. (lahir di Bireuen, Aceh, Indonesia, 2 Agustus 1960; umur 57 tahun) adalah Gubernur Provinsi Aceh periode 2007–2012 dan 2017 sampai sekarang. Bersama wakilnya Muhammad Nazar, S.Ag, ia dilantik pada 8 Februari 2007 oleh Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma'ruf di hadapan 67 anggota DPR Aceh.

Hadir dalam pelantikan itu adalah beberapa mantan kombatan dan sipil GAM juga para aktivis Sentral Informasi Referendum Acheh (SIRA), Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil dan sejumlah anggota DPR-RI seperti Ferry Mursidan Baldan, Ahmad Farhan Hamid, serta Nasir Djamil. Undangan dari luar negeri di antaranya Duta Besar Inggris, Duta Besar Kanada, Duta Besar Finlandia, serta Wakil Duta Besar Amerika Serikat, perwakilan lembaga internasional, seperti Bank Dunia dan perwakilan dari Uni Eropa.

Pada 11 Januari 2007, bersama wakilnya didampingi oleh Plt Gubernur Aceh Mustafa Abubakar, diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden (Jakarta). Presiden didampingi Menko Polhukam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono, dan Menko Kesra Aburizal Bakrie. Sebelumnya, ia bertemu dengan Menko Polhukam dan Mendagri Muhammad Ma'ruf. Ia juga bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada kesempatan itu, ia meminta agar komitmennya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dipersoalkan karena sudah jelas dan sudah ditandatangani dalam Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf (IY) sebagai tersangka kasus dugaan suap pengucuran Dana Otonomi Khusus Aceh 2018. Selain Irwandi, lembaga antirasuah itu juga menetapkan tiga tersangka lainnya yaitu HY (Hendri Yuzal/Ajudan Gubernur Aceh), TSB (Teuku Syaiful Bahri/Dirut PT Tamitana), dan AMD (Ahmadi/Bupati Bener Meriah).

Profil Ali Baal Masdar Gubernur Sulawesi Barat

Biografi Profil Biodata Ali Baal Masdar Wikipedia dan Video Gubernur Sulbar Salah Baca PancasilaAli Baal Masdar adalah seorang politikus Indonesia. Dia adalah gubernur provinsi Sulawesi Barat saat ini, dan sebelumnya adalah Bupati Polewali Mandar. Mantan Bupati Polewali Mandar, Ali Baal maju bersama Anggota DPR-RI yang juga istri Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, Enny Anggraeni Anwar dengan didukung oleh Partai Gerindra, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia

Video Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar salah membaca teks Pancasila pada upacara peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2017, beredar luas di sejumlah media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan grup WhatsApp. Sejumlah warganet membela gubernur dan menganggap hal tersebut manusiawi. Sebagian lain mencibir dan menganggap hal tersebut tidak wajar. Bahkan, ada yang berkelakar bahwa Gubernur Sulbar tidak layak mendapat hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo. Dalam video berdurasi 40 menit itu, mantan Bupati Polewali Mandar dua periode itu tampak melakukan kesalahan dalam membaca teks Pancasila.

Sila kedua, misalnya, yang isinya "kemanusiaan yang adil dan beradab” tertukar dengan sila kelima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Anehnya, kekeliruan ini dibiarkan ratusan peserta upacara yang juga dihadiri sederet pejabat di lingkup Pemprov Sulbar. Para peserta tampak mengikuti pembacaan teks Pancasila yang urutannya keliru itu. Pejabat Humas Pemprov Sulbar, Dian Afrianti, yang dimintai konfirmasi terkait video tersebut hanya mengirim pernyataan Sekretaris Daerah Pemprov Sulbar Ismail Zainuddin. Ismail menegaskan, kesalahan gubernur dalam membacakan teks Pancasila itu murni karena kekhilafan dari Gubernur Sulbar. Ismail juga mengatakan kesalahan tersebut adalah manusiawi dan tidak ada kaitannya dengan keprotokoleran Gubernur Sulbar.

Ratu Atut Chosiyah - Gubernur Wanita Pertama

Biografi Profil Biodata Ratu Atut Chosiyah - Gubernur Wanita PertamaHj. Ratu Atut Chosiyah, S.E (lahir di Ciomas, Serang, Banten, 16 Mei 1962; umur 55 tahun) adalah Gubernur Banten yang menjabat dua periode sejak 11 Januari 2007 hingga resmi dinonaktifkan pada 13 Mei 2014. Ia adalah Gubernur Wanita Indonesia pertama. Pada 4 Januari 2007, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengirim radiogram tentang keputusan presiden (keppres) penetapan gubernur melalui Depdagri.

Radiogram No 121.36/04/SJ tertanggal 4 Januari 2007 ditandatangani Sekjen Depdagri, Progo Nurjaman. Radiogram berisi permintaan kepada ketua DPRD Banten agar mengadendakan dan menetapkan jadwal rapat paripurna istimewa DPRD dalam rangka pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih. Bersama wakil gubernur terpilih, Mohammad Masduki, ia dilantik pada 11 Januari 2007 dalam Sidang Paripurna Istimewa di Cipocok Jaya. Pelantikannya dipimpin oleh Ketua DPRD Banten, Ady Surya Dharma.

Pelantikan yang dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Ma'ruf di Gedung DPRD Provinsi Banten dengan dihadiri sekitar 2700 undangan. Selain Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, hadir juga Ketua DPR-RI Agung Laksono dan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad serta bupati/wali kota se-Provinsi Banten dan sejumlah tokoh nasional lain. Sidang paripurna mendapat pengamanan sedikitnya 2500 anggota kepolisian, Tentara Nasional Indonesia, Satuan Polisi Pamong Praja, serta petugas Dinas Perhubungan di sekitar Gedung DPRD dan sepanjang jalan menuju lokasi pelantikan.

Sebelumnya, Ratu Atut terpilih sebagai wagub berpasangan dengan Djoko Munandar pada 11 Januari 2002. Ketika Djoko Munandar dicopot dari jabatannya karena terkait kasus korupsi, ia ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Banten. Ia adalah wanita pertama yang menjabat sebagai gubernur sebuah Provinsi di Indonesia. Pada 17 Desember 2013, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam pengadaan alat kesehatan di Banten. Ia resmi dinonaktifkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 13 Mei 2014 terkait kasus suap pilkada di MK.

Biografi Basofi Sudirman - Gubernur Jawa Timur

Biografi Profil Biodata Basofi Sudirman - Gubernur Jawa TimurMayor Jenderal TNI (Purn.) Moch. Basofi Sudirman yang lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 20 Desember 1940; umur 76 tahun, adalah Gubernur Jawa Timur periode 1993-1998. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kasdam Bukit Barisan (1986-1987) dan Wakil Gubernur Jakarta tahun 1987-1992. Ia pernah berkarier sebagai penyanyi, dengan single Tidak Semua Laki-laki. Basofi Sudirman merupakan Putra dari Letjen TNI (Purn) H. Soedirman yang merupakan tokoh terkenal di Bojonegoro, dan merupakan pahlawan nasional dari Kabupaten Bojonegoro.

Biografi Profil Biodata Basofi Sudirman - Gubernur Jawa TimurBasofi Sudirman lahir di desa yang tidak begitu subur: Ngrawuh, Bojonegoro, dari pasangan ayah bernama Soedirman dan ibu Masrikah binti Syakur, 28 Desember 1940. Berkat pengaruh ayahnya, sejak kecil ia sudah bercita-cita menjadi tentara. Sebagian cara hidup yang biasanya dialami tentara juga sudah sering dialaminya sejak kecil. Pada masa revolusi, Basofi kecil sudah sering harus ikut mengungsi. Setelah Belanda mengakui kedaulatan RI pun, ia masih harus berpindah-pindah karena tugas ayahnya selaku tentara menghendaki begitu.

Sekolah Rakyat (SR) hingga SMA ia selesaikan di Surabaya. Lulus SMA pada tahun 1960, pemuda Basofi melanjutkan ke Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, Jawa Tengah, yang kemudian diselesaikannya pada tahun 1963. Setelah lulus AMN, karier militernya tergolong lancar, terutama setelah melalui berbagai pengalaman tempur. Pengalaman memimpin pasukan yang pernah dilaluinya adalah Komandan Detasemen Tempur Kopasandha (1971-1972), Komandan Batalyon 412 Brawijaya (1973-1974), Komandan Brigade Infanteri 18/Kostrad (1981-1983).

Biografi Profil Biodata Basofi Sudirman - Gubernur Jawa TimurSelain itu Basofi juga punya pengalaman teritorial yang cukup. Misalnya, ia pernah menjadi Komandan Kodim 0824/Jember (1977-1978), Asisten Teritorial Kodam IV Brawijaya (1983-1984), Komandan Korem 083/Baladhika Malang (1984-1986), dan Kasdam Kodam I Bukit Barisan (1986-1987), sebelum akhirnya ditarik ke Mabes. Pengalaman lainnya adalah menjadi Dosen Seskoad, tahun 1979-1981. Ia sendiri mengikuti Seskoad pada tahun 1978, dan Seskogab tahun 1979.

Sebagai prajurit Basofi tergolong cepat pensiun. Lulusan Seskoad 1978 dan Seskogab 1979 ini pensiun pada usia 47 tahun, dengan pangkat Mayor Jenderal TNI. Meskipun karier militernya kalah dibanding ayahnya—ayahnya bisa pensiun dengan pangkat Letnan Jenderal TNI dan pernah menjabat Komandan Jenderal Seskoad—karier sipilnya tergolong bagus. Sebelum menjadi Gubernur Jawa Timur, jabatannya adalah Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, dan pada tahun 1987 diangkat menjadi wakil gubernur DKI Jakarta Bidang pemerintahan. Itulah jabatan terakhirnya, sampai April 1993, sebelum menjadi Gubernur Jawa Timur.

Profil Biodata Ridwan Mukti - Gubernur Bengkulu

Biografi Profil Biodata Ridwan Mukti - Gubernur BengkuluDr. Drs. H. Ridwan Mukti, M.H. (lahir di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, 21 Mei 1963; umur 54 tahun) adalah Gubernur Bengkulu masa bakti 2016 - 2021, dia mantan Bupati Musi Rawas, Sumatera Selatan, mantan anggota DPR RI dua periode, dan hingga kini juga tercatat sebagai fungsionaris DPP Partai Golkar. Ridwan merupakan salah satu putera daerah Sumatera Selatan yang cukup banyak berkiprah di lingkup nasional. Ketika masih di parlemen, dia selalu dipercaya menjadi Pimpinan Sidang pada Pertemuan Internasional Parlemen Muda Asia Eropa di Portugal, Bali, dan Italia. Lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dan Universitas Sriwijaya (Unsri) ini sebelum menjadi politisi di Senayan, memiliki karier profesional yang mantap dengan berbagai jabatan eksekutif. Dia malang-melintang sebagai auditor pada kantor akuntan publik di Yogyakarta maupun Jakarta, kemudian akuntan senior sejumlah perusahaan BUMN dan management senior di BUMN-penanaman modal asing (PMA), dan menjadi advisor di berbagai perusahaan daerah PMDN/PMA bidang jasa keuangan, anggaran, perpajakan, sistem akuntansi, dan manajemen.

Ridwan juga sebelumnya pengurus dari berbagai organisasi massa dan profesional, di antaranya Asosiasi AITTI dan APPI, Pengurus Pusat Kadin Indonesia, Sekretaris Dewan Pakar PSSI, GAKPI, AMPG, AMPI, dan masih banyak lagi. Saat ini dia juga dipercaya menjadi Ketua Orwil Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sumatera Selatan. Kemampuan manajemen dan kepemimpinan, didukung pengalaman legislatif dan profesional, serta kemampuan dalam berkomunikasi dan membangun harmoni dengan semua kelompok menciptakan stabilitas politik yang sangat utama dalam pembangunan di Musi Rawas. Kinerja yang penuh dedikasi, kerja keras dan disiplin, membuatnya banyak mendapat pujian atas keberhasilan pembangunan di Musi Rawas. Dia bukan hanya mampu mengejar ketertinggalan daerahnya dari sisi fisik dan ekonomi, tetapi juga membangun sebuah budaya kerja di birokrasi, penguatan sumber daya manusia, dan peradaban baru masyarakat yang berkarakter. Langkah-langkah itu telah banyak memberikan inspirasi bagi daerah lain dalam konteks kepemimpinan di daerah. Tak heran jika ada orang yang menyebutnya sebagai "Mutiara dari Musi Rawas".

Biografi Profil Biodata Ridwan Mukti - Gubernur BengkuluSebenarnya dengan kesuksesan yang diraihnya dalam dunia politik di Senayan, dan dunia profesional serta jabatan penting di berbagai perusahaan, Ridwan Mukti seharusnya semakin "naik gunung" atau setidaknya bisa menikmatinya saja sambil memperluas jaringan usahanya. Itu sebabnya banyak pihak heran dan bingung ketika dia justru memilih "turun gunung" ke daerahnya, yang ketika itu memang dikenal sebagai daerah yang tertinggal. Ridwan memang banyak melakukan terobosan penting di Musi Rawas. Dia tak tanggung-tanggung dalam pengembangan infrastruktur dasar seperti jaringan jalan dan jembatan serta listrik, pengembangan pendidikan yang berkarakter, dan bukan hanya sekadar gratis tetapi juga berkualitas, pembangunan universitas, rumah sakit, dan sarana/prasarana kesehatan yang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, dan pengembangan sektor-sektor lainnya secara progresif.

Sebagai seorang pemimpin, Ridwan Mukti sangat dekat dengan rakyat, seperti rakyat juga mencintainya dengan kinerja yang ditunjukkannya selama ini. Meskipun mampu mewujudkan pengembangan transportasi udara yang menjadikan daerahnya semakin tak berjarak dengan Jakarta, serta pengalaman interaksi dengan banyak kalangan tinggi di dalam maupun di luar negeri, dia juga tak segan-segan untuk mengendarai motor ke kantor maupun dalam kunjungan ke pelosok-pelosok desa di daerahnya. Dia adalah pemimpin sederhana yang tidak suka disekat dengan protokoler saat berhubungan dengan masyarakat.Dia juga dikenal membawa budaya kerja yang cepat dan disiplin di semua lini pemerintahan Musi Rawas. H Ridwan Mukti terpilih menjadi bupati pada pemilihan kepala daerah (pemilukada) tahun 2005, untuk periode 2005-2010, lalu dipilih kembali untuk kedua kalinya pada pemilukada 2010 untuk periode pemerintahan 2010-2015. Selama itu, dengan speed yang tinggi, dia membangun banyak prestasi yang mendapat berbagai apresiasi secara nasional.Dia ingin mewujudkan daerahnya yang Darussalam, sesuai program Musi Rawas Darussalam yang dibangunnya sejak awal. Sebuah daerah yang aman, damai, maju dan sejahtera, yang menjadi berkah bagi daerah lain.

#Lihat pula : Profil Biodata Lily Martiani Maddari - Istri Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti

Olly Dondokambey - Gubernur Sulawesi Utara

Biografi Profil Biodata Olly Dondokambey - Gubernur Sulawesi Utara - Dolfie MaringkaOlly Dondokambey, S.E. yang lahir di Manado, Sulawesi Utara, 18 November 1961; umur 55 tahun adalah Gubernur Sulawesi Utara sejak 12 Februari 2016. Pada Tahun 2004 Ia memutuskan untuk menjadi calon legislatif dari PDI Perjuangan untuk daerah pemilihan Sulut. Sosok Olly rupanya dipercaya oleh para pemilih di Bumi Nyiur Melambai. ia pun lolos ke Senayan dan terpilih menjadi wakil rakyat untuk periode 2004-2009. Saat itu dia dipercaya menjadi anggota Komisi XI. Satu tahun menjadi anggota dewan, ia dipercaya menjabat Wakil Ketua Komisi XI.

Tahun 2009 ia kembali mencalonkan diri menjadi wakil rakyat untuk periode 2009-2014. Olly yang dikenal sangat ramah ini kembali mendapat kepercayaan rakyat Sulut. Sama seperti periode sebelumnya, Ia kembali duduk di Komisi XI dan dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Anggaran. Olly kembali terpilih menjadi wakil rakyat periode 2014-2019. Dari 560 anggota DPR, Olly menempati peringkat 7 wakil rakyat yang mendapat suara terbanyak. ia meraup 237.620 suara.

Kapasitasnya rupanya bisa tercium para petinggi PDIP. Sejak 2009, Ia dipercaya menjadi Bendahara Fraksi PDI Perjuangan. Setahun kemudian, dia malah diberi jabatan strategis, sebagai Bendahara Umum DPP PDIP. Jabatan itu tetap diembannya hingga tahun 2015. Pada Kongres ke-IV PDIP di Bali, April 2015, Ia kembali dipercaya menjabat Bendahara Umum PDIP untuk periode 2015-2020. Ia mendampingi Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum dan Hasto Kristianto sebagai Sekretaris Umum.

Di tingkat lokal Sulut, Olly terpilih menjadi Ketua DPD I PDIP Sulut sejak tahun 2012. Olly kembali terpilih menakhodai PDIP Sulut untuk periode 2015-2020. Olly satu-satunya kader PDIP di Indonesia yang menjabat Ketua DPD sekaligus petinggi DPP. Kabar dari laman Kompas, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey diduga terlibat dalam kasus korupsi e-KTP. Politisi PDI Perjuangan itu disebut menerima uang 1,2 juta dollar AS dalam proyek senilai Rp 5,9 triliun itu. Hal itu terungkap dalam surat dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dua terdakwa mantan pejabat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Biografi Cornelis - Gubernur Kalimantan Barat

Biografi Profil Biodata Cornelis - Gubernur Kalimantan BaratDrs. Cornelis, M.H. (lahir 27 Juli 1953; umur 63 tahun) adalah Gubernur Kalimantan Barat saat ini. Cornelis memenangi Pilkada Gubernur Kalimantan Barat yang diadakan pada 15 November 2007. Ia dilantik oleh Mendagri Mardiyanto pada 14 Januari 2008, berpasangan dengan Christiandy Sanjaya. Pada Pemilukada 2012, masih berpasangan dengan wakilnya Christiandy Sanjaya, ia terpilih kembali untuk periode 2013–2018. Cornelis juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat dan Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Kalimantan Barat. Karier pemerintahannya dimulai sebagai staf di Kantor Camat Mandor, Camat Menyuke (Darit), dan kemudian menjadi Bupati Landak selama dua periode, yakni 2001–2006 dan 2006–2008. Setelah menjadi Gubernur Kalimantan Barat, posisinya sebagai Bupati Landak digantikan oleh Adrianus Asia Sidot. Ia adalah Gubernur Kalimantan Barat bersuku Dayak serta beragama Katolik kedua setelah J.C. Oevaang Oeray.

Cornelis lahir di Sanggau, pada 27 Juli 1953. Ia merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Ayahnya bernama Josep Rofinus Djamin dann ibunya bernama Maria Christina Uko'. Ia masih berkerabat dengan Panglima Sidong, seorang tokoh masyarakat di Sanggau. Sepupunya, Frans Anes menceritakan bahwa ayahnya tidak ikut disungkup oleh Jepang karena seorang pendiam dan cengeng. Sebaliknya, Panglima Sidong merupakan orang yang melawan Jepang. Karena dianggap berbahaya, ia disungkup dan di bokongnya dikenai besi panas dikarenakan Panglima seorang yang punya kanuragan yang tinggi. Frans Anes selanjutnya merekomendasikan supaya Alif Sidong menjadi narasumber tentang Peristiwa Mandor karena dia tahu banyak tentang kejadian itu.

Karena ayahnya seorang polisi, masa kecil Cornelis hidup berpindah-pindah tempat. Ia mulai mengenyam pendidikan dasar di Sekolah Rakyat (SR) di Sukadana pada tahun 1960. Pada tahun 1966, tahun terakhirnya di SR, ia pindah ke Ngabang mengikuti ayahnya dan menamatkan SR di Ngabang. Kemudian Cornelis melanjutkan pendidikan di SMP Gotong Royong di Senakin hingga tahun 1969. Setelah SMP, Cornelis melanjutkan pendidikan di Kota Pontianak. Awalnya, ia bersekolah di SMA Santu Petrus, namun karena keterbatasan biaya, Cornelis pindah ke SMA Kapuas yang iuran sekolahnya lebih murah.

Biografi Profil Biodata Cornelis - Gubernur Kalimantan BaratTamat SMA pada tahun 1972, Cornelis melanjutkan pendidikan tinggi di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN). Usai menyelesaikan pendidikan di APDN pada tahun 1978, Cornelis meniti karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dimulai dari staf di pemerintahan di tingkat desa. Seiring berjalannya waktu, karier Cornelis sebagai PNS kian menanjak dan membawanya menduduki jabatan Camat Menjalin pada tahun 1989–1995 dan Camat Menyuke pada 1995–1999. Pada tahun 1999, Cornelis dipercaya menduduki jabatan di tingkat provinsi, yakni sebagai Kepala Sub Dinas Pengawasan di Dinas Pertambangan dan Energi.

Semasa bersekolah di APDN, Cornelis bertemu dengan banyak pejabat pemerintahan daerah yang membawanya berkenalan dengan Frederika, putri dari seorang camat. Ia kemudian menikahi Frederika pada 20 April 1980. Pernikahannya dengan Frederika dikaruniai dua orang putri yang masing-masing diberi nama Karolin Margret Natasa dan Angelina Fremanco. Putri sulungnya, dr. Karolin Margret Natasa merupakan anggota DPR-RI dari PDI Perjuangan untuk Daerah Pemilihan Kalimantan Barat. Ia terpilih pertama kali melalui Pemilu 2009 dengan perolehan suara terbanyak ketiga secara nasional, setelah Edhie Baskoro Yudhoyono dan Puan Maharani. Pada Pemilu 2014, ia terpilih kembali dan tercatat sebagai caleg dengan perolehan suara terbanyak secara nasional.

Pada November 2007, melalui usungan dari PDI Perjuangan Cornelis yang berpasangan dengan Christiandy Sanjaya memenangkan pilkada dengan perolehan 43,7% suara, mengungguli tiga pasang kandidat lainnya, termasuk calon petahana Usman Ja'far dan L.H. Kadir. Keduanya kemudian dilantik pada 14 Januari 2008 oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto. Menuju periode kedua, Cornelis dan Christiandy Sanjaya tetap berpasangan dan terpilih kembali melalui Pemilukada 2012. Kali ini, keduanya diusung koalisi PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PDS, Partai PIB, dan PKB; dan memenangkan pemilukada dengan perolehan 52,1% suara, mengalahkan tiga pasang kandidat lainnya. Keduanya kemudian dilantik untuk masa jabatannya yang kedua pada 14 Januari 2013 oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

Biografi Irwandi Yusuf - Gubernur Provinsi Aceh

Biografi Profil Biodata Irwandi Yusuf - Menang Unggul Pilkada Gubernur Provinsi Aceh 2017drh. Irwandi Yusuf M.Sc. (lahir di Bireuen, Aceh, 2 Agustus 1960; umur 56 tahun) adalah mantan Gubernur Provinsi Aceh. Bersama wakilnya, ia dilantik pada 8 Februari 2007 oleh Menteri Dalam Negeri Mohammad Ma'ruf di hadapan 67 anggota DPR Aceh.

Hadir dalam pelantikan itu adalah beberapa mantan kombatan dan sipil GAM juga para aktivis Sentral Informasi Referendum Acheh (SIRA), Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil dan sejumlah anggota DPR-RI seperti Ferry Mursidan Baldan, Ahmad Farhan Hamid, serta Nasir Djamil. Undangan dari luar negeri di antaranya Duta Besar Inggris, Duta Besar Kanada, Duta Besar Finlandia, serta Wakil Duta Besar Amerika Serikat, perwakilan lembaga internasional, seperti Bank Dunia dan perwakilan dari Uni Eropa.

Riwayat pendidikan

Sekolah Penyuluhan Pertanian di Saree
Sarjana Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh (1987)
S2 Fakultas Kedokteran Hewan, Oregon State University (1993)

Pengalaman

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh (1988-sekarang)
Pendiri dan pengurus lembaga swadaya Fauna dan Flora Internasional (1999-2001)
Palang Merah Internasional
Gerakan Aceh Merdeka atau GAM sebagai Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM (1998-2001)
Tim Perunding GAM di Helsinki, Finlandia
Kepala Perwakilan GAM untuk Aceh Monitoring Mission (AMM)
Gubernur Provinsi Aceh (2007-2012)
Ketua Majelis Pertimbangan Partai Nasional Aceh (PNA) (2012-sekarang)

Pada 11 Januari 2007, bersama wakilnya didampingi oleh Plt Gubernur Aceh Mustafa Abubakar, diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden (Jakarta). Presiden didampingi Menko Polhukam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono, dan Menko Kesra Aburizal Bakrie. Sebelumnya, ia bertemu dengan Menko Polhukam dan Mendagri Muhammad Ma'ruf. Ia juga bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pada kesempatan itu, ia meminta agar komitmennya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dipersoalkan karena sudah jelas dan sudah ditandatangani dalam Nota Kesepahaman Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Biografi Erzaldi Rosman Djohan - Bangka Belitung

Biografi Profil Biodata Erzaldi Rosman Djohan Unggul Menang - Gubernur Babel - Kepulauan Bangka BelitungH. Erzaldi Rosman Djohan, S.E., M.M. (lahir di Bangka, 31 Oktober 1969; umur 47 tahun) adalah Bupati Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, yang menjabat sejak 17 Februari 2016. Sebelumnya, Erzaldi adalah Bupati Bangka Tengah sejak 24 September 2010 hingga 24 September 2015.

Pendidikan Formal :

SD Budi Mulia Pangkalpinang
SMP 1 Pangkalpinang
SMAN 2 Pangkalpinang
S1 Universitas Labora Jakarta
S2 Universitas Labora Jakarta
S3 IPDN (2013 - Sekarang)

Pendidikan Non-Formal :

Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia - Orientasi Kepemimpinan Kepala Daerah, 2011
Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS), 2011
Harvard University Jhon F. Kennedy School of Government (USA) - Executive Education Training Program bagi Kepala Daerah, 2012
The Institute of Public Administration of Canada (IPAC) & The Government of Nova Scotia and Dalhousie University - Study Mission on Local Government Service Standard and Service Delivery to Nova Scotia 2013

Riwayat Pekerjaaan :

Bupati Bangka Tengah periode 2010-2015
Wakil Bupati Bangka Tengah periode 2005-2010
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2004-2005
Direktur PT. Belma Bangun Propertindo periode 1999-2005
Managing Director Bumi Citra periode 1993-1999

Profil Zumi Zola - Gubernur Provinsi Jambi

Biografi Profil Biodata Zumi Zola - Gubernur Provinsi Jambi Marah Hotel NovitaZumi Zola, S.TP, M.A (lahir di Jakarta, 31 Maret 1980; umur 36 tahun) adalah Gubernur Jambi petahana yang menjabat sejak 12 Februari 2016 untuk periode 2016–2021. Ia sebelumnya dikenal sebagai aktor yang membintangi beberapa film dan sinetron di Indonesia. Zumi yang memiliki keturunan Melayu Jambi ini merupakan alumni SMAI Al-Izhar Pondok Labu, Jakarta, ia melanjutkan pendidikan di Institut Pertanian Bogor.

Zumi Zola sempat bertunangan dengan Ayu Dewi, namun akhirnya pada tanggal 16 Maret 2012 ia menikah dengan Sherrin Tharia seorang pemain biola dan putri dari Tengku Malinda mantan penyiar TVRI. Pada tanggal 1 Agustus 2014 Zumi dikarunai anak laki-lakinya, Zameer Zahid Abyadh Zola. Pada tanggal 22 Juni 2016 Zumi Zola dikaruniai anak kedua yang juga seorang laki-laki bernama Zhafran Ziyadh At-thahirah Zola.

Biografi Profil Biodata Zumi Zola - Gubernur Provinsi Jambi Marah Hotel NovitaZumi mewarisi darah politik ayahnya, Zulkifli Nurdin yang merupakan Gubernur Jambi periode 1999-2004 dan 2005-2010. Ia menjadi bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk periode 2011-2016, berpasangan dengan Ambo Tang sebagai wakil bupati. Pada Pilkada Serentak 2015, Zumi Zola berpasangan dengan Fachrori Umar, terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jambi untuk periode 2016-2021. Pencalonannya didukung oleh PAN, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Hanura, PKB, PBB, dan PPP. Pada tanggal 12 Februari 2016, Zumi Zola resmi dilantik oleh Presiden Jokowi bersama 6 pasang Gubernur terpilih lainnya di Kompleks Istana.

Informasi adanya tulisan Lafadz Allah pada Hiasan Natal Hotel Novita langsung direspon cepat oleh Gubernur Jambi Zumi Zola. Dengan gerak cepat Zumi Zola langsung mendatangi Hotel Novita, jum'at (23/12/2016) sekitar pukul 20:30 WIB. Zumi Zola nampak marah terhadap pengelola Hotel Novita yang dinilai lalai terhadap hiasan natal yang dipajang dilingkungan hotel. Seperti diberitakan sebelumnya, Hiasan natal berupa miniatur gereja di Hotel Novita Jambi menarik perhatian para pengunjung hotel dikarenakan ada tulisan lafadz Allah di depan miniatur gereja dengan posisi dilantai, sementara dibagian atas ada simbol salib.