Tokoh Ilmuwan Penemu 




Biografi Tokoh Ekonomi Thomas Robert Malthus

Biografi Tokoh Ekonomi Thomas Robert MalthusMalthus dilahirkan tahun 1766 dekat Dorking di Surrey Inggris, dia bersekolah di Jesus College di Universitas Cambridge selaku mahasiswa yang cemerlang. Dia tamat tahun 1788 dan ditugaskan sebagai pendeta Anglikan pada tahun itu juga. Dan di tahun 1791 dia peroleh gelar "master" dan tahun 1793 dia menjadi kerabat Jesus College. Mulanya dia tak lebih dari seorang pendeta yang samasekali tak dikenal. Tetapi tahun 1798 pendeta Inggris yang namanya Thomas Robert Malthus itu terbitkan sebuah buku walau tipis namun berpengaruh sangat. Judulnya An Essay on the Principle of Population as it Affects the Future Improvement of Society. Versi pertama dari hasil karyanya yang asli diterbitkan tanpa nama, tetapi buku itu terbaca luas dan segera membikin Malthus tenar. Versi yang lebih panjang dari esainya diterbitkan lima tahun kemudian, tahun 1803. Buku itu berulang kali diperbaiki dan diperpanjang dan terbitan ke-6 muncul tahun 1826. Malthus menikah tahun 1804 pada umur tiga puluh delapan tahun. Tahun 1805 dia ditunjuk jadi mahaguru sejarah dan politik ekonomi di East India Company's College di Haileybury. Dia jabat kursi itu selama sisa hidupnya. Malthus menulis pelbagai buku lain perihal ekonomi, dan yang paling penting diantaranya adalah The Principle of Economy (1820). Buku ini mempengaruhi banyak ekonom, khusus tokoh abad ke-20 : John Maynard Keynes.

Pokok tesis Malthus adalah pemikiran bahwa pertumbuhan penduduk cenderung melampui pertumbuhan persediaan makanan. Dia punya esai yang orisinal, Malthus menyuguhkan idenya dalam bentuk yang cukup kaku. Dia bilang, penduduk cenderung tumbuh secara "deret ukur" (misalnya, dalam lambang 1, 2, 4, 8, 16 dan seterusnya) sedangkan persediaan makanan cenderung bertumbuh secara "deret hitung" (misalnya, dalam deret 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan seterusnya). Dalam terbitan belakangan Malthus menekankan lagi tesisnya tetapi tidak sekaku semula dengan hanya berkata bahwa penduduk cenderung bertumbuh secara tak terbatas hingga mencapai batas persediaan makanan. Dari kedua bentuk uraian tesis itu Malthus berkesimpulan bahwa kuantitas manusia akan kejeblos ke dalam kemiskinan dan kelaparan. Dalam jangka panjang tak ada kemajuan teknologi yang dapat mengalihkan keadaan itu karena kenaikan suplai makanan terbatas sedangkan "pertumbuhan penduduk tak terbatas dan bumi tak mampu memprodusir makanan buat menjaga eksistensi manusia."

Perang, wabah penyakit atau lain-lain malapetaka sering mampu mengurangi penduduk. Tetapi, penderitaan macam ini hanya menyuguhkan keredaan sementara sedangkan ancaman kebanyakan penduduk masih tetap mengambang di atas kepala dengan ongkos yang tidak menyenangkan. Malthus berusul cara lebih baik mencegah kebanyakan penduduk adalah "pengendalian moral." Tampaknya, yang dia maksud dengan istilah itu suatu gabungan dari kawin lambat, menjauhi hubungan seks sebelum nikah, menahan diri secara sukarela frekuensi sanggama. Tetapi, Malthus cukup realistis dan sadar bahwa umumnya orang tidak ambil peduli dengan pengendalian-pengendalian macam begitu. Dia selanjutnya berkesimpulan bahwa cara yang lebih praktis adalah tetap berpegang pada apa adanya: kebanyakan penduduk sesuatu yang tak bisa dihindari lagi dan kemiskinan merupakan nasib yang daripadanya orang tidak mungkin bisa lolos. Sungguh suatu kesimpulan yang pesimistis!

Kendati Malthus tak pernah menganjurkan adanya pengendalian penduduk lewat alat kontrasepsi, usul macam itu merupakan konsekuensi yang lumrah dari ide pokoknya. Orang pertama yang secara terbuka menganjurkan penggunaan alat kontrasepsi secara luas untuk mencegah kebanyakan penduduk adalah seorang pembaharu Inggris yang berpengaruh, Francis Place (1771-1854). Place yang membaca esai Malthus dan terpengaruh olehnya menulis buku tahun 1822 yang isinya menganjurkan kontrasepsi. Dia juga membagi-bagi penjelasan tentang pembatasan kelahiran diantara para kelas pekerja. Di Amerika Serikat, Dr. Charles Knowlton menerbitkan buku tentang kontrasepsi tahun 1832. "Lembaga Malthus" pertama dibentuk tahun 1860 dan anjuran keluarga berencana dengan demikian semakin bertambah penganutnya. Karena Malthus tidak menyetujui penggunaan alat kontrasepsi, anjuran pembatasan kenaikan jumlah penduduk menggunakan alat kontrasepsi biasanya disebut "neo-Malthusian."

Doktrin Malthus juga berakibat penting terhadap teori ekonomi. Para ahli ekonomi yang terpengaruh berkesimpulan bahwa, dalam keadaan normal kebanyakan penduduk dapat mencegah kenaikan upah melampaui batas yang layak. Ekonom Inggris yang masyhur David Ricardo sahabat akrab Malthus berkata; "Upah yang layak bagi buruh adalah upah yang diperlukan untuk memungkinkan para buruh dapat hidup dan bertahan dari pergulatan, tanpa bertambah atau berkurang." Teori ini lazim disebut "hukum baja upah," disetujui oleh Karl Marx, dan menjadi unsur penting dalam teorinya tentang "nilai lebih." Pandangan Malthus juga mempengaruhi bidang ilmu biologi. Charles Darwin mengatakan bahwa dia sudah baca Essay on the Principle of Population Malthus, dan ini menyuguhkan mata rantai penting dalam teori evolusi melalui seleksi alamiah. Dalam tahun-tahun terakhir hayatnya Malthus peroleh pelbagai penghargaan. Dia tutup mata tahun 1834 umur enam puluh tujuh dekat kota Bath, Inggris. Dua dari tiga anaknya mati belakangan tetapi tak bercucu.

Thomas Malthus bukanlah orang pertama yang minta perhatian adanya kemungkinan suatu pemerintahan kota yang tenang tiba-tiba berantakan karena kebanyakan penduduk. Pikiran macam ini dulu pernah pula diketemukan oleh pelbagai filosof. Malthus sendiri menunjuk Plato dan Aristoteles sudah mendiskusikan perkara ini. Memang, dia mengutip Aristoteles yang menulis antara lain: dalam rata-rata negeri, jika tiap penduduk dibiarkan bebas punya anak semau-maunya, ujung-ujungnya dia akan dilanda kemiskinan." Tetapi, jika gagasan dasar Malthus tidak sepenuhnya orisini, janganlah orang mengecilkan arti pentingnya. Plato dan Aristoteles hanya menyebut ide itu sepintas lalu, dan sentuhan permasalahannya umumnya sudah dilupakan orang. Adalah Malthus yang mengembangkan ide itu dan menulis secara intensif pokok persoalannya. Dan yang lebih penting, Malthus merupakan orang pertama yang menekankan kengerian masalah kebanyakan penduduk dan mengedepankan masalah ini agar menjadi pusat perhatian kaum intelektual dunia.
Baca SelengkapnyaBiografi Tokoh Ekonomi Thomas Robert Malthus

Biografi Muhammad Ali Pasya Bapak Mesir Modern

Biografi Muhammad Ali Pasya Bapak Pembangunan Mesir ModernNegara Mesir sejak masa lampau sudah memiliki budaya yang tinggi. Begitu pula pada saat sekarang ini, Mesir masih memegang peranan penting dalam kancah budaya, sosial dan politik di kawasan Timur Tengah. Ini tak terlepas dari jasa seseorang yang bernama Muhammad Ali Pasya, pelopor pembaruan dan Bapak Pembangunan Mesir modern. Sejatinya, Muhammad Ali bukanlah orang Mesir asli. Dia berasal dari dusun Kavala-Albania dan lahir sekitar tahun 1765. Orang tuanya hanyalah pedagang rokok eceran dan hidup kurang mampu. Kondisi tersebut mendorong Muhammad Ali bekerja keras sejak masih kecil. Kesibukannya bekerja pada akhirnya tidak memberinya kesempatan untuk mengenyam dunia pendidikan. Akibatnya, dia pun menjadi tidak pandai membaca dan menulis.

Menginjak dewasa, Muhammad Ali bekerja sebagai pemungut pajak. Di sini dia mulai memperlihatkan kecakapannya sehingga tiap tugas yang dibebankan, terlaksana dengan baik. Tak cuma itu, nasib baiknya berlanjut tatkala Gubernur Utsmani mengambilnya sebagai menantu. Kemudian dia masuk ke kemiliteran. Muhammad Ali menjadi ahli strategi andal, kariernya pun terus menanjak. Dan saat memangku jabatan selaku salah satu komandan pasukan Ottoman, tahun 1798 Muhammad Ali dikirim ke Mesir (saat itu adalah salah satu provinsi Ottoman) untuk membantu Inggris memerangi tentara Prancis pimpinan Napoleon Bonaparte. Dalam pertempuran tersebut, dia kembali menunjukkan kecakapan serta keberanian sampai selanjutnya diangkat sebagai kolonel.

Setelah tentara Prancis meninggalkan Mesir tahun 1801, terjadi kekosongan politik di negara tersebut. Oleh Muhammad Ali, hal tersebut dinilainya sebagai satu kesempatan untuk mengambil alih kekuasaan. Situasi vakum ini memunculkan tiga kekuatan yang bertujuan ingin merebut kekuasaan pula. Yakni Khursyid Pasya dari Istambul-Turki, kaum Mamluk yang menginginkan kembali kekuasaannya yang lepas setelah kedatangan Prancis, serta Muhammad Ali sendiri. Awalnya, Muhammad Ali belum terang-terangan menunjukkan niatnya itu. Dirinya menyadari, agar bisa mewujudkan harapan, maka pertama kali yang perlu dilakukan adalah mendapatkan dukungan rakyat. Maka dia pun lantas mengambil sikap mengadu domba dua kekuatan lain.

Lama kelamaan, simpati dari rakyat Mesir yang sudah benci terhadap kaum Mamluk diperolehnya. Sedangkan pada kesempatan sama, tentara Turki di bawah pimpinan Khursyid Pasya ternyata sebagian besar berasal dari Albania. Ini membuat simpati rakyat kepada Turki berkurang. Dengan kelemahan yang ada pada dua pesaingnya itu, Muhammad Ali mempunyai kedudukan lebih kuat guna merebut kekuasaan. Barulah setelah dinilainya situasi politik kian mendukungnya, segera saja dia menghancurkan kekuasaan Mamluk dan Khursyid Pasha. Serta merta, pasukan sultan Turki dipaksa kembali ke Istambul. Seperti disebutkan dalam buku Ensiklopedi Islam, maka tahun 1805, Istambul mengangkatnya sebagai Pasya (gubernur) Mesir. Pemerintahannya berjalan dengan keras.

Di awal kekuasaan, pengaruh kaum Mamluk di Mesir belum sepenuhnya pudar. Oleh katena itu, Muhammad Ali berupaya menyingkirkan terlebih dulu pihak-pihak penentang kekuasaannya. Tahun 1811, kaum Mamluk dapat ditaklukkan. Setelah semua ancaman dieliminir, mulailah berbagai pembaruan dikerjakan. Salah satu bidang yang menjadi fokus pembaruannya adalah militer. Menurut pendapatnya, melalui kekuatan militer akan dapat mengamankan kekuasaan serta upaya pembangunan. Disadari, mengembangkan kekuatan militer hanya bisa dicapai dengan penguasaan pengetahuan modern. Terkait masalah tersebut, tahun 1819 dia mengutus seorang kolonel Prancis bernama Save --yang kemudian beralih ke agama Islam dengan nama Sulaiman Pasya-- guna memodernisasi angkatan bersenjata Mesir.

Dibangunlah sekolah militer di Kairo serta Akademi Industri Bahari juga Sekolah Perwira Angkatan Laut di Alesandria. Selain itu, ratusan perwira Mesir dikirimnya ke Eropa untuk menimba ilmu kemiliteran. Pembaruan pada bidang perekonomian juga menjadi perhatian serius. Beragam kegiatan dilaksanakan untuk memacu pertumbuhan ekonomi negara serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sejumlah irigasi dibangun, impor kapas dari India dan Sudan, dan juga mendatangkan tenaga ahli pertanian dari Eropa. Modernisasi bidang angkutan umum dan industri menjadi fokus utama awal pemerintahan Muhammad Ali. Pendidikan serta ilmu pengetahuan adalah pula unsur penting gerakan pembaruan Muhammad Ali di Mesir.

Demi tujuan itu, dibentuklah kementerian pendidikan dan sejumlah lembaga pendidikan. Antara lain Sekolah Teknik (1816), Sekolah Kedokteran (1827), Sekolah Apoteker (1829), Sekolah Pertambangan (1834), dan Sekolah Penerjemahan (1836). Sekolah-sekolah tersebut telah menerapkan sistem pengajaran modern yang antara lain diadopsi dari Eropa. Demikian pula tenaga pengajarnya, selain dari Mesir sendiri, juga guru dari Eropa didatangkan. Antara tahun 1813-1849, sejumlah pelajar Mesir dikirim ke Italia, Prancis, Inggris, dan Austria. Untuk mendukung percepatan pembangunan dan pembaruan Mesir, penerjemahan buku buku berbahasa asing --terutama dari Eropa-- terus dilakukan, seperti ilmu fisika, sastra, kedokteran dan lain-lain. Hasilnya pun cukup menggembirakan dan membawa pengaruh besar bagi rakyat Mesir. Mereka lebih mengenal dunia luar serta mengetahui perkembangan dunia Islam pada umumnya.

Apa yang telah dilaksanakan Muhammad Ali Pasya ketika memimpin Mesir, telah mampu mewujudkan Mesir menjadi sebuah negara modern. Hingga kini, Mesir masih dipandang sebagai pusat ilmu pengetahuan di kawasan Timur Tengah. Keberadaan universitas terkenal Al-Azhar makin memperkokoh kedudukan Mesir dalam bidang ilmu pengetahuan Islam. Ribuan mahasiswa dari berbagai negara di dunia, setiap tahunnya menimba ilmu di sini. Semua itu salah satunya adalah berkat jasa-jasa Muhammad Ali Pasya, yang lantas dijuluki Bapak Pembangunan Mesir Modern. [republika]
Baca SelengkapnyaBiografi Muhammad Ali Pasya Bapak Mesir Modern

Biografi Sitor Situmorang Penyair Angkatan 1945

Biografi Sitor Situmorang Penyair Angkatan 1945 meninggal dunia di BelandaSitor Situmorang (lahir di Harianboho, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, 2 Oktober 1923 – meninggal di Apeldoorn, Belanda, 21 Desember 2014 pada umur 91 tahun) adalah wartawan, sastrawan, dan penyair Indonesia. Ayahnya adalah Ompu Babiat Situmorang yang pernah berjuang melawan tentara kolonial Belanda bersama Sisingamangaraja XII.

Sitor dilahirkan dengan nama Raja Usu. Dia menempuh pendidikan pendidikan di HIS di Balige dan Sibolga serta MULO di Tarutung kemudian AMS di Batavia (kini Jakarta). Pada tahun 1950-1952, Sitor sempat berkelana ke Amsterdam dan Paris. Selanjutnya, ia memperdalam ilmu memperdalam ilmu sinematografi di Universitas California pada tahun 1956-57.

Waktu kelas dua SMP, Sitor berkunjung ke rumah abangnya di Sibolga dan menemukan buku Max Havelaar karya Multatuli.l Buku itu selesai dibaca dalam 2-3 hari tanpa putus, walau penguasaan bahasa Belandanya belum memadai. Isi buku menyentuh kesadaran kebangsaannya. Ia menerjemahkan sajak Saidjah dan Adinda dari Max Havelaar ke dalam bahasa Batak. Sejak itu, minat dan pehatian terhadap sastra makin tumbuh, dan dibarengi aspirasi "kelak akan menjadi pengarang".

A. Teeuw menyebutkan bahwa Sitor Situmorang menjadi penyair Indonesia terkemuka setelah meninggalnya Chairil Anwar. Sitor menjadi semakin terlibat dalam ideologi perjuangan pada akhir tahun 1950-an dan awal 1960-an, sebagai pengagum Presiden Soekarno, benar-benar melepaskan kesetiaanya kepada Angkatan '45 khususnya Chairil Anwar, pada masa ini.

Ia pernah menetap di Singapura (1943), Amsterdam (1950-1951), Paris (1951-1952), dan pernah mengajar bahasa Indonesia di Universitas Leiden, Belanda (1982-1990) dan bermukim di Islamabad, Pakistan (1991) dan Paris. Pada 21 Desember 2014, Sitor meninggal dunia pada usia 91 tahun di Apeldoorn, Belanda.

Sitor memulai karirnya sebagai wartawan Harian Suara Nasional (Tarutung, 1945-1946) dan Harian Waspada (Medan, 1947). Selanjutnya, ia menjadi koresponden di Yogyakarta (1947-1948), Berita Indonesia, dan Warta Dunia (Jakarta, 1957). Ia pernah menjadi pegawai Jawatan Kebudayaan Departemen P & K, dosen Akademi Teater Nasional Indonesia (Jakarta), anggota Dewan Nasional (1958), anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) mewakili kalangan seniman, anggota Badan Pertimbangan Ilmu Pengetahuan (1961-1962), dan Ketua Lembaga Kebudayaan Nasional (1959-1965). Pada masa pemerintahan Orde Baru, Sitor dipenjara sebagai tahanan politik di Jakarta mulai dari tahun 1967-1974.
Baca SelengkapnyaBiografi Sitor Situmorang Penyair Angkatan 1945

Biografi Raja Louis XVI Perancis Dinasti Bourbon

Biografi Raja Louis XVI Perancis Dinasti BourbonLouis XVI (lahir 23 Agustus 1754 – meninggal 21 Januari 1793 pada umur 38 tahun), adalah Raja Perancis dari Dinasti Bourbon sejak tahun 1774 hingga 1792. Kekuasaannya dihentikan dan dia ditangkap pada Revolusi 10 Agustus 1792, dan akhirnya dihukum dengan guillotine untuk dakwaan pengkhianatan pada 21 Januari 1793, di hadapan para penonton. Meskipun Louis tercinta pada awalnya, keraguan dan konservatisme membuat sebagian elemen masyarakat Perancis untuk akhirnya melihat dia sebagai simbol tirani dirasakan dari rezim lama. Setelah penghapusan monarki tahun 1792, pemerintah republik baru memberinya nama keluarga Capet, merujuk pada nama panggilan Hugh Capet, pendiri dinasti Capetian, yang revolusioner salah diinterpretasikan sebagai nama keluarga.

Louis-Auguste memiliki masa kecil yang sulit karena orangtuanya mengabaikannya. Seorang anak laki-laki yang kuat dan sehat, meski sangat pemalu, Louis-Auguste unggul dalam studinya dan memiliki cita rasa yang kuat untuk Latin, sejarah, geografi, dan astronomi, dan menjadi fasih dalam bahasa Italia dan Inggris. Dia menikmati kegiatan manual seperti berburu dengan kakeknya, Louis XV, dan kasar-main dengan adik-adiknya, Louis-Stanislas, Comte de Provence, dan Charles-Philippe, Comte d'Artois. Setelah kematian ayahnya, Louis sebelas tahun-Auguste menjadi Dauphin baru. Ibunya, yang tidak pernah pulih dari kehilangan suaminya, meninggal pada tanggal 13 Maret 1767, juga dari tuberkulosis yang ketat dan pendidikan konservatif ia terima dari Duc de La Vauguyon, dari 1760 sampai menikah pada tahun 1770.

Pada tanggal 16 Mei 1770, pada usia enam belas tahun, Louis-Auguste menikah dengan Habsburg 15 tahun Putri Maria Antonia, sepupu kedua setelah dihapus dan putri termuda Kaisar Romawi Suci Francis I dan istrinya, Ratu Maria Theresa hebat. Pernikahan disambut dengan permusuhan oleh publik Perancis. Perancis aliansi dengan Austria telah menarik Prancis ke Perang Tujuh Tahun bencana, di mana mereka nyenyak dikalahkan oleh Inggris. Pada saat Louis-Auguste Marie-Antoinette dan menikah, orang-orang Perancis dianggap aliansi Austria dengan suka intens, dan Marie-Antoinette dipandang sebagai orang asing yang tidak dikehendaki.

Ketika Louis XVI berhasil naik tahta tahun 1774, ia berusia 20. Dia memiliki tanggung jawab besar, karena pemerintah sangat dalam utang, dan kebencian terhadap 'lalim' monarki sedang bangkit. Louis juga merasa sayangnya tidak memenuhi syarat untuk pekerjaan itu. Ia bertujuan untuk mendapatkan cinta umat-Nya dengan mengembalikan para parlements. Meski tidak satu pun meragukan kemampuan intelektual Louis 'untuk memerintah Prancis, sangat jelas bahwa, meskipun dibesarkan sebagai Dauphin sejak 1765, ia ragu-ragu dan tidak cukup kuat untuk memerintah

Pada musim semi 1776 Vergennes, Sekretaris Luar Negeri, melihat kesempatan untuk mempermalukan musuh Perancis lama, Britania Raya dengan mendukung Revolusi Amerika. Louis XVI yakin oleh Benjamin Franklin untuk mengirim bantuan keuangan dan sejumlah besar amunisi, menandatangani Perjanjian formal Alliance pada 1778, dan pergi berperang dengan Britania. Spanyol dan Belanda bergabung dengan Perancis. Perancis dikirim Rochambeau, Lafayette dan de Grasse, untuk membantu orang Amerika, bersama dengan tanah besar dan angkatan laut. bantuan Perancis terbukti menentukan dalam memaksa tentara Inggris utama untuk menyerah pada Pertempuran Yorktown pada 1781.

Pada tanggal 5, Oktober 1789 massa yang marah perempuan miskin Paris dihasut oleh revolusioner dan berbaris di Istana Versailles, tempat tinggal keluarga kerajaan. Selama malam, mereka menyusup ke istana dan mencoba untuk membunuh ratu, yang dikaitkan dengan gaya hidup sembrono yang menyimbolkan banyak hal yang sangat dihina tentang Rezim Kuno. Setelah situasi telah dijinakkan, raja dan keluarganya dibawa kembali oleh orang banyak ke Paris untuk tinggal di Istana Tuileries. Alasan di balik ini terpaksa keberangkatan dari Versailles adalah pendapat raja akan lebih bertanggung jawab kepada rakyat jika ia tinggal di antara mereka di Paris di mana ia dan keluarganya bisa dipantau dengan lebih baik.

Pada tanggal 21 Juni 1791, Louis diam-diam berusaha melarikan diri bersama keluarganya dari Paris ke kota benteng royalis dari Montmédy di perbatasan timur laut Perancis. Sementara Majelis Nasional bekerja susah payah terhadap konstitusi, Louis dan Marie-Antoinette terlibat dalam rencana mereka sendiri. Louis telah menunjuk Baron de Breteuil untuk bertindak sebagai wakil mutlak, berurusan dengan kepala negara asing lainnya dalam upaya untuk mewujudkan revolusi-kontra. Seperti ketegangan di Paris bangkit dan Louis ditekan untuk menerima ukuran dari Majelis bertentangan dengan keinginannya, Raja dan Ratu berencana untuk diam-diam melarikan diri dari Perancis.

Namun, kelemahan dalam rencana dan kurangnya kecepatan yang bertanggung jawab atas kegagalan melarikan diri. Keluarga kerajaan ditangkap di Varennes-en-Argonne lama setelah Jean-Baptiste Drouet, postmaster dari kota Sainte-Menehould, telah diakui raja dari profil nya di ECU emas, dan telah diberi peringatan itu. Louis XVI dan keluarganya dibawa kembali ke Paris di mana mereka tiba pada tanggal 25 Juni. Dilihat curiga sebagai penghianat, mereka ditempatkan di bawah tahanan rumah yang ketat pada saat mereka kembali ke Tuileries.

Louis resmi ditahan pada 13 Agustus dan dikirim ke Candi, sebuah benteng kuno Paris digunakan sebagai penjara. Pada tanggal 21 September, Majelis Nasional Prancis menyatakan menjadi republik dan monarki dihapuskan. Pada tanggal 15 Januari 1793, Konvensi, terdiri dari 721 wakil, memilih keluar putusan, yang merupakan kepastian - 693 memilih bersalah, dan tidak memilih untuk pembebasan. Pada Senin, 21 Januari 1793, dilucuti semua hak atas tanah dan honorifics oleh pemerintah republik, Citoyen Louis Capet adalah tiang gantungan di depan orang-orang bersorak dalam apa yang saat ini adalah Place de la Concorde. Algojo, Charles Henri Sanson, bersaksi bahwa mantan Raja telah berani menemui ajalnya.

Louis menaiki tangga berusaha pidato di mana ia menegaskan kembali tidak bersalah dan diampuni mereka yang bertanggung jawab atas kematiannya. Dia menyatakan dirinya bersedia mati dan berdoa bahwa orang-orang Perancis akan terhindar nasib serupa. Mantan Raja kemudian cepat dipenggal. Pemenggalan Louis menunjukkan bahwa pisau itu tidak sepenuhnya memutuskan lehernya pertama kalinya. Ada juga rekening jeritan darah-mengental mengeluarkan dari Louis setelah pisau jatuh tapi ini mungkin sebagai pisau itu melukai tulang belakang Louis. Namun disepakati bahwa, sebagai darah Louis menetes ke tanah, banyak dalam kerumunan itu berlari ke depan untuk mencelupkan saputangan mereka di dalamnya.
Baca SelengkapnyaBiografi Raja Louis XVI Perancis Dinasti Bourbon

Profil Biodata Pramugari Cantik Kereta Jayabaya

Biografi Pramugari Cantik Kereta Ekonomi JayabayaPT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sedang berbenah memperbaiki penampilan. Salah satunya adalah menempatkan pramugari-pramugari berwajah cantik dan pramugara pada perjalanan kereta ekonomi AC, bisnis dan eksekutif. Termasuk di kereta ekonomi Jayabaya rute Pasar Senen-Malang pergi-pulang (pp), baru diluncurkan hari ini.

Pramugari-pramugari tersebut umumnya berusia 20 tahunan. Meski masih berusia muda, pramugari tersebut bisa memperoleh gaji bulanan mencapai Rp 7 juta. Mereka melayani penumpang seperti makanan minuman, bantal dan selimut. Dengan senyum nan ramah dan berwajah cantik, pramugari kereta siap menyambut para penumpang di pintu kereta. Pramugari ini juga akan melayani atau penumpang selama perjalanan layaknya pramugari di pesawat udara.

Dara Ananda (20) adalah seorang pramugari yang betugas di Kereta Api Jayabaya. Dara baru menjadi pramugari kereta selama dua bulan. untuk menjadi pramugari harus melewati seleksi ketat, seperti psikotes dan tinggi berat badan yang ideal. Pendidikan harus SMA sederajat. Dulu untuk jadi pramugari tidak ada seleksi, interview, tidak ada ditimbang berat badan.

Menurut perempuan yang berdomisili di Bogor tersebut, penghasilan pramugari kereta berkisar Rp 5 juta - Rp 7 per bulan. Itu terdiri dari gaji pokok Rp 4 juta, tunjangan, dan insentif. Untuk satu kereta, ada dua orang pramugari dan dua orang pramugara yang betugas dengan sistem shift atau pergantian untuk rute tertentu. "Saya biasa ditaruh di KA eksekutif. Kalau KA ekonomi kuning belum ada pramugari atau pramugara. Yang sudah ada di KA eksekutif, bisnis dan ekonomi AC," paparnya.

Mereka jalan melayani kebutuhan makan dan minum bila ada yang sakit mereka pun tak segan membantu. Kalau ada pertanyaan pun mereka menjawab atau memberi tahu sudah sampai stasiun mana, kata salah satu rekan Dara bernama Agnes. Agnes (20), Wanita cantik dengan senyuman manis ini mengaku telah bekerja menjadi pramugari KA hampir dua tahun. Dirinya mengaku selama menjadi pramugari, banyak suka dan duka yang dilalui. Untuk sukanya, kata Agnes bisa bertemu orang banyak, bersosialisasi dengan banyak orang.

Sementara dukanya, tak jarang dirinya kena omelan penumpang yang komplain karena telatnya pelayanan makanan. Bahkan dirinya juga sering kena ulah jahil penumpang. "Tapi saya berpikir sudah bekerja di sini, ini konsekuensinya. Karena kerja merupakan prioritas," ulas dia. Sementara itu Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengaku akan mempersiapkan pramugari di setiap kereta api yang baru. Pramugari ditempatkan pada rangkaian kereta eksekutif dan bisnis. Sementara kereta ekonomi tidak ditempatkan.

"Iya pasti semua ada. Tapi kalau kereta dengan harga tiket Rp 50 ribu ya tidak ada pramugari, mau digaji berapa mereka," pungkasnya. KA Jayabaya diluncurkan demi memenuhi permintaan masyarakat akan penambahan jumlah kereta yang melayani rute Jakarta-Malang pp. Selama ini rute tersebut hanya dilayani oleh empat kereta. Yaitu, KA Matarmaja (ekonomi), KA Majapahit (ekonomi), KA Gajayana (eksekutif), dan KA Bima (eksekutif).

Baca SelengkapnyaProfil Biodata Pramugari Cantik Kereta Jayabaya

Biografi Benjamin Thompson Ilmu Termodinamika

Biografi Benjamin Thompson Rumford Ilmuwan Fisika TermodinamikaBenjamin Thompson atau 'Count Rumford' (1753 – 1814) adalah penemu, ilmuwan, negarawan, dan tentara terkenal kelahiran Amerika. Benjamin Thompson dilahirkan di Woburn Utara, Massachusetts pada tanggal 26 Maret 1753 beragama Anglican. Ayahnya adalah seorang petani dan meninggal ketika Benjamin Thompson berumur 2 tahun. Ibunya, Ruth Simonds menikah lagi dengan Josiah Pierce pada bulan Maret 1976. Di masa kecilnya, Benjamin Thompson memiliki keterbatasan untuk sekolah sehingga dia lebih banyak belajar sendiri dan kemudian mendapat banyak pengetahuan dari teman dan kenalannya.

Pada usia 13 tahun, Benjamin Thompson mulai melakukan beberapa pekerjaan seperti menjadi juru tulis seorang importer, pedagang bahan kering dan kemudian magang di Doctor John Hay of Woburn, dimana Thompson mendapatkan banyak pengetahuan tentang ilmu medis. Bakat Thompson dalam bekerja dengan alat mekanis dan kemampuan bahasanya yang sangat baik membuat John Fowle, salah satu guru lulusan Harvard, membantunya untuk belajar dengan Professor John Winthrop di Harvard.

Pada tahun 1772, Thompson meninggalkan kota kelahirannya dan mengajar di salah satu sekolah di Bradford, Massachusetts sambil mempelajari ilmu pengetahuan pada Samuel Williams. Tidak beberapa kemudian, Thompson berpindah mengajar di Concord, New Hampshire atas undangan dari Timothy Walker. Di sana Benjamin Thompson hidup menumpang dan kemudian menikahi anak dari tuan rumahnya, Sarah Walker Rolfe yang merupakan janda kaya di daerah Concord. Istrinyalah yang memperkenalkan Thompson pada Gubernur Wentworth dari New Hampshire dan mengangkatnya menjadi mayor di New Hampshire Militia.

Pada saat revolusi Amerika meledak, Thompson diajak bergabung dengan Amerika untuk melawan Inggis karena dia memiliki hubungan penting dengan pemerintah Inggris namun dia menolak. Benjamin Thompson meninggalkan keluarganya di Amerika pada tahun 1974 dan bergabung dengan pemerintah Britania Raya (Inggris) sebagai penasihat Jenderal Thomas Gage. Pada tahun 1776, Thompson bekerja sebagai juru tulis di Sekretariat Negara kemudian jabatannya terus naik menjadi Sekretaris Provinsi Georgia, dan pada tahun 1779 Benjamin Thompson menjadi salah satu anggota Royal Society.

Selain politik, dunia militer juga digeluti oleh Benjamin Thompson. Benjamin Thompson pernah menjabat sebagai letnan kolonel pasukan Britania Raya dan mendapatkan gelar kesatrian dari Raja George III. Pada tahun 1785, Benjamin Thompson bergabung bersama pasukan Austria untuk melawan Turki dan di sana dia berkenalan dengan Pangeran Maximillian dari Bavaria yang mengundangnya untuk tinggal Bavaria. Thompson tinggal di Bavaria selama beberapa tahun untuk memimpin pasukan Bavaria yang kurang mendapatkan perhatian dan penghidupan yang layak, kemudian membuat perubahan besar di daerah tersebut.

Para tentara diberi bayaran lebih tinggi, dibuatkan sarana rekreasi, dan diberikan pendidikan gratis baik untuk tentara maupun anak-anak mereka. Benjamin Thompson juga memberikan penghasilan kepada pengemis jalanan dengan mempekerjakan mereka untuk menjahit pakaian tentara Bavaria yang kurang layak pakai. Pada tahun 1971, Benjamin Thompson dianugerahi gelar Count of the Holy Roman Empire.

Di samping mengurusi masalah politik dan militer, Thompson juga aktif meneliti berbagai hal, terutama bidang Fisika. Sekitar tahun 1975, Benjamin Thompson meneliti tentang gaya pada bubuk mesiu dan membangun sistem sinyal kelautan yang baru bagi tentara Inggris. Kontribusinya yang terbesar pada dunia Fisika adalah pemikirannya tentang teori kalor. Pada akhir abad ke-18, teori kalori yang dipercaya adalah bahwa kalor merupakan fluida yang dapat mengalir ke dalam tubuh ketika dipanaskan dan mengalir keluar ketika didinginkan.

Saat meneliti tentang bubuk mesiu, Benjamin Thompson menemukan adanya penyimpangan atau anomali yang tidak dapat dijelaskan dengan teori kalori. Di dalam laporannya kepada Royal Society yang berjudul "An Experimental Enquiry concerning the Source of Heat excited by Friction" (1798), Benjamin Thompson mengajukan suatu teori baru yang menyatakan bahwa kerja mekanis akan menghasilkan kalor dan kalor tersebut merupakan suatu bentuk gerak. Teori tersebut berhasil memberikan penjelasan mengapa panas yang dihasilkan dari gesekan peluru meriam (bubuk mesiu) tidak akan pernah habis. Peristiwa itu tak dapat dijelaskan dengan teori kalori terdahulu.

Di dalam laporan tersebut terdapat perhitungan jumlah kuantitas kalor yang diproduksi oleh energi mekanis. Teori yang dikemukakan Thompson bertentangan dengan teori kalori yang terdahulu dan banyak orang pada saat itu yang tidak yakin dengan Thompson hingga James Maxwell mengemukakan teori kinetik kalor pada tahun 1871. Penemuan-penemuan Thompson lainnya adalah kompor, oven, ketel ganda, dan pakaian penahan panas, serta mengembangkan cerobong asap dan tungku perapian yang ada.

Pada tahun 1804, Thompson menetap di Paris dan menikah dengan Madame Lavoisier, janda seorang ahli kimia Perancis, Antoine Lavoisier. Pernikahan tersebut hanya bertahan beberapa tahun dan pada 1807 Benjamin Thompson pensiun dan menetap di desa Auteuil dekat Paris. Thompson menjadi anggota Institusi Nasional Perancis sebagai dan secara rutin berkontribusi dalam berbagai pertemuan dan debat ilmu pengetahuan. Penghargaan yang pernah diraihnya adalah Copley Medal. Setelah perceraiannya, Thompson dirawat oleh anak perempuannya hingga pada tanggal 21 Agustus 1814, Benjamin Thompson meninggal di Auteuil, Paris pada usia 61 tahun. Dibangun Monumen Benjamin Thompson di English Garden.

Baca SelengkapnyaBiografi Benjamin Thompson Ilmu Termodinamika

James Madison - Bapak Konstitusi Amerika

Biogrfi James Madison Bapak Konstitusi & Presiden AmerikaJames Madison adalah tokoh politikus Amerika dan Presiden Amerika Serikat ke-4 Masa jabatan 4 Maret 1809 – 4 Maret 1817 menggantikan Thomas Jefferson. Ia merupakan salah seorang Bapak Pendiri negara Amerika Serikat. James Madison dilahirkan di Port Conway, Virginia, pada 16 Maret 1751. Ia menuntut ilmu kesusastraan, filsafat, teologi dan dasar-dasar pemerintahan di Universitas yang kini dikenal sebagai Universitas Princeton, New Jersey. Setelah tamat dari universitas, ia melanjutkan pelajarannya dalam bidang hukum dan filsafat di rumah.

Sebelum menjabat presiden, ia telah memiliki banyak pengalaman yang mengesankan, diantaranya adalah; ketua panitia revolusioner di Virginia, anggota delegasi Konvensi Virginia yang mengusulkan agar dibentuknya Kongres Kontinental, menjadi anggota kongres kontinental dan turut menyusun dan mengesahkan ke-10 amandemen pertama dari Konstitusi Amerika. Amandemen ini kemudian dikenal sebagai Piagam Hak-Hak Azazi, yang antara lain, menjamin kebebasan pers dan kebebasan berbicara di Amerika Serikat.

Karena peranannya menyusun dan mensahkan Konstitusi Amerika Serikat , maka James Madison disebut sebagai "Bapak Konstitusi". Selama Konvensi penyusunan konstitusi berlangsung, setiap hari James Madison membuat catatan terpenting mengenai kegiatan - kegiatan konvensi tersebut. la juga menjadi menteri luar negeri dibawah Presiden Thomas Jefferson.

Sebagai menteri luar negeri, James Madison mengusahakan pembelian wilayah Louisiana dari Perancis. Wilayah itu membentang dari teluk Mexico di selatan sampai ke Kanada di utara, dan dari sungai Misisipi di timur, hingga ke Pegunungan Rocky di barat. Pembelian yang dilakukan pada tahun 1803 ini menjadikan wilayah Amerika Serikat lebih dari dua kali luasnya semula.

James Madison berasal dari partai Democratic-Republican, sewaktu menjabat ia didampingi oleh wakil presiden Elbridge Gerry. Pada awal masa jabatan kepresidenannya, ia dihadapkan pada pertikaian dengan Inggris, dimana Inggris menahan kapal-kapal Amerika yang berdagang dengan Perancis. Inggris juga menolak mengakui kewarganegaraan pelaut - pelaut Amerika dan mempersenjatai orang-orang Indian yang menyerang perbatasan barat Amerika Serikat.

Pada tahun 1812, pertikaian tersebut akhirnya berkobar menjadi perang. Dalam perang ini, di tahun 1814, Francis Scott Key membubuhkan syair pada lagu kebangsaan Amerika, "The Stars-Spangeld Banner", ketika ia menyaksikan pemboman sebuah benteng di Baltimore. Pada tahun 1815, dalam perang yang sama, Andrew Jackson (yang kemudian menjadi Presiden Amerika yang ke-7) menjadi suatu kekuatan politik.

Sebagai seorang Presiden, James Madison adalah seorang "penafsir yang ketat", yaitu orang yang menentang penafsiran bebas Konstitusi. Ia berhasil menetapkan cukai guna melindungi perindustrian Amerika Serikat, pembangunan jalan-jalan, dan terusan-terusan di seluruh negara, serta pembangunan organisasi militer yang kuat.

Setelah masa jabatannya berakhir pada tahun 1817, James Madison meninggalkan Gedung Putih dam menyusun catatan - catatannya yang termashyur tentang konvensi konstitusional. James Madison selalu menentang pengaruh hak - hak negara bagian yang mengancam persatuan negara federal. Pada tahun 1826 ia menjadi Rektor Universitas Virginia.

James Madison meninggal dunia pada tahun 1836. Dalam sebuah catatannya yang dibuka setelah ia wafat tertulis, "Nasihat yang datang dari hati nurani saya yang paling dalam adalah; agar perserikatan - perserikatan negara - negara bagian Amerika dipelihara dan diabadikan." James Madison meninggal di Montpelier, Virginia, 28 Juni 1836 pada umur 85 tahun.

***
Buku Presiden - Presiden Amerika Serikat, diterbitkan oleh Dinas Penerangan dan Kebudayaan Amerika Serikat, Jakarta (2003)

Baca SelengkapnyaJames Madison - Bapak Konstitusi Amerika
Loading...