Showing posts with label Petualang. Show all posts
Showing posts with label Petualang. Show all posts

R. Bambang Adi Wijaya atau Awe Samawe Adventure

Biografi Profil Biodata Bang Awe Samawe Adventure instagram ig Wikipedia IndonesiaR. Bambang Adi Wijaya (Awe) Samawe Adventure bersama Komunitas Samawe Adventure menggelar Samawe Adventure Ekspedisi 30 Summits atau ekspedisi pendakian 30 Gunung di Indonesia. Samawe Adventure sendiri adalah komunitas yang dibentuk penggiat alam Awe dan Epe (Ramdani Salim) yang aktif dalam pendakian gunung sejak tahun 1996, dan tergabung di Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia dan Badan SAR Nasional. Awe Samawe Adventure selaku Pencetus Ekspedisi 30 Summits Samawe Adventure, yang juga pendaki utama ekspedisi ini ingin memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia kearifan lokal masyarakat gunung dengan keragaman desa adat, seni serta budayanya.

Samawe Adventure 30 Summit Expedition (Sabang – Merauke, Mei 2021 – Mei 2022) terangkum dalam Jurnal Perjalanan (Dokumentasi perjalanan harian dalam bentuk audio visual, tayang dikanal Youtube Samawe Adventure); Dokumenter 30 Gunung (Video Documenter masing-masing Gunung dan masyarakat adat sekitar. Buku (Rangkuman tertulis berisi jurnal, pengalaman, informasi, dan hasil eksplorasi ekspedisi). Hasil eksplorasi tersebut diharapkan semakin dapat membangkitkan rasa bangga masyarakat dan generasi muda Indonesia terhadap kekayaan alam dan budayanya. Selain itu, ekspedisi 30 Summits ini akan membantu pemerintah mempromosikan wisata Indonesia dalam lingkup domestik dan Internasional.

Samawe Adventure 30 Summit Expedition, yang diinisiasi oleh Harry Koko Santosa dan Butet Kertaredjasa (keduanya selaku penasehat) memberangkatkan 12 pendakinya lewat Tiga Etape. Pada Etape 1 yaitu 5 Gunung di Sumatera, adat dan budaya 5 desa atau kesenian, serta tradisi di wilayah Sumatera. Etape 2 yaitu 17 Gunung di Jawa, Bali, Lombok Nusa Tenggara juaga adat dan budayanya. Dan Etape 3 yaitu 8 Gunung di Kalimantan, Sulawesi, Ambon, dan Cartenz Papua serta adat dan budayanya.

Dari 30 puncak gunung akan ada 30 juzz surat Alquran yang akan mereka bacakan. Dari setiap puncak gunung, nantinya para pendaki akan membacakan satu juzz Alquran sebagai bentuk wujud syukur sekaligus mendoakan Indonesia untuk tetap bersatu. Selain itu, ada pula yang berdoa secara Kristen, Budha dan Hindu. Kedepannya diharapkan menjadi bagian keragaman, keindahan, semangat menjaga lingkungan dan kemajuan pariwisata. Menjaga harkat martabat dan kaidah norma-norma serta persatuan, jelas Koko.

Nikolay Pendaki Ukraina Hilang di Gunung Merbabu

Biografi Profil Biodata instagram ig Wikipedia IndonesiaSeorang pendaki dari Ukraina dilaporkan hilang atau tersesat di Gunung Merbabu. Pencarian masih dilakukan. "Informasinya seperti itu (pendaki hilang). Seorang pendaki asal Ukraina dilaporkan hilang atau tersesat di Gunung Merbabu. Rombongan pendaki Ukraina itu berjumlah tiga orang. Namun yang hilang satu pendaki. Pihak Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, malam ini sudah naik ke kantor BTNGMb Resort Selo untuk melakukan koordinasi pencarian. 

Menurut Yulianto, tim SAR lokal malam ini juga sudah ada yang naik untuk melakukan pencarian pendaki yang hilang tersebut."Malam ini SAR lokal sudah melakukan pencarian," imbuhnya. Sementara itu Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Widodo Munir, dikonfirmasi juga membenarkan adanya informasi satu pendaki yang hilang di Gunung Merbabu tersebut. "Ya mas ada info seperti itu, ini TRC menuju Selo untuk memastikan kebenaran info tersebut. Info sementara satu orang (pendaki yang hilang)," kata Widodo Munir.
Kabar terbaru, Pendaki asal Ukraina yang hilang di Gunung Merbabu berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian semalam berhasil menemukan pendaki bernama Nikolay itu dalam kondisi selamat. "Alhamdulillah sudah diketemukan. Tadi malam langsung dicari," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Widodo Munir, kepada detikcom, Minggu (5/12/2021). Pendaki warga negara asing (WNA) asal Ukraina itu langsung dibawa turun. Nikolay dibawa ke posko di kantor Resort Selo, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb). 

Sementara itu, Komandan SAR Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo mengatakan, setelah mendapat informasi adanya pendaki yang hilang atau tersesat di Gunung Merbabu, pihaknya langsung konfirmasi dan koordinasi ke BTNGMb. Pihaknya juga segera naik ke Resort Selo BTNGMb untuk melakukan koordinasi upaya pencarian. Tadi malam, dua SRU langsung naik untuk melakukan pencarian. Upaya pun membuahkan hasil. Tim SAR berhasil menemukan Nikolay dalam kondisi selamat. Oleh tim SAR, Nikolay langsung dibawa turun menuju ke Posko di Kantor Resort Selo BTNGMb. Kepala Sub Tata Usaha BTNGMb Johan Setiawan juga membenarkan bahwa satu pendaki warga negara asing asal Ukraina yang dilaporkan hilang atau tersesat di Gunung Merbabu, sudah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Biografi Lord Baden Powell - Bapak Pandu Sedunia

Baron Baden-Powell - Bapak Pandu Sedunia - Kapan Baden Powell MeninggalRobert Stephenson Smyth Baden-Powell, Baron Baden-Powell ke-1, lahir 22 Februari 1857 - 8 Januari 1941, juga dikenal sebagai BP, bipi atau Lord Baden-Powell, adalah letnan satu umum di tentara, penulis, dan pendiri Gerakan Kepanduan. Setelah bersekolah di Charterhouse, Baden-Powell bertugas di Angkatan Darat Inggris dari tahun 1876 sampai 1910 di India dan Afrika. Pada tahun 1899, selama Perang Boer Kedua di Afrika Selatan, Baden-Powell berhasil mempertahankan kota yang di Pengepungan Mafeking.

Beberapa buku bertema militer yang ditulis untuk pengintaian dan pelatihan pandu di Afrika tahun itu banyak dibaca oleh anak laki-laki. Berdasarkan buku-buku sebelumnya, ia menulis Scouting for Boys, yang diterbitkan tahun 1908 oleh Pearson, untuk pembaca remaja. Selama menulis, ia menguji gagasannya melalui perjalanan berkemah di Pulau Brownsea dengan Brigade Pemuda dan anak tetangganya yang dimulai pada 1 Agustus 1907, yang kemudian dianggap sebagai awal dari Kegiatan Kepanduan. Setelah pernikahannya dengan Olave St. Clair Soames, Baden-Powell, adiknya Agnes Baden-Powell dan terutama istrinya yang sangat aktif memberikan bimbingan terhadap Gerakan Kepanduan dan Kepanduan Putri. Baden-Powell meninggal di Nyeri, Kenya pada tahun 1941.

Baden-Powell dilahirkan dengan nama Robert Stephenson Smyth Powell, atau lebih akrab dengan panggilan Stephe Powell, di Jalan Stanhope nomor 6 (sekarang Stanhope Terrace nomor 11) Paddington, London pada 22 Februari 1857.[7] Dia diberi nama Robert Stephenson;[8] sedangkan Smyth adalah nama gadis dari ibunya. Ayahnya seorang Pendeta bernama Baden-Powell, seorang Savilian yang mengajar geometri di Universitas Oxford dan telah memiliki empat anak dari kedua pernikahan sebelumnya. Pada 10 Maret 1846 di Gereja St Lukas, Chelsea, Pendeta Powell menikahi Henrietta Grace Smyth (3 September 1824 - 13 Oktober 1914), putri sulung Laksamana William Henry Smyth dan 28 tahun lebih muda.

Dengan begitu cepat lahirlah Warington (awal 1847), George (akhir 1847), Augustus (1849) dan Francis (1850). Setelah tiga anaknya meninggal ketika masih sangat muda, mereka telah memiliki Stephe, Agnes (1858) dan Baden (1860). Ketiga anak termudanya dan Augustus sering sakit-sakitan. Pendeta Powell meninggal ketika Stephe berusia tiga tahun, dan sebagai penghormatan kepadanya serta untuk mengatur anak-anaknya sendiri yang terpisah dari saudara dan sepupu, ibunya (Henrietta Grace Smyth) mengubah nama keluarga menjadi Baden-Powell. Selanjutnya, Stephe dibesarkan oleh ibunya, seorang wanita yang berketatapan bahwa anak-anaknya harus berhasil. Baden-Powell berkata tentang ibunya pada tahun 1933 Rahasia keberhasilan saya adalah ibu saya.

Selepas bersekolah di Rose Hill School, Tunbridge Wells, Stephe dianugerahi beasiswa untuk sekolah di Charterhouse. Perkenalan pertamanya pada kecakapan kepanduan, yakni kecakapan memburu dan memasak hewan - dan menghindari guru - di hutan yang berdekatan, yang juga merupakan kawasan terlarang. Dia juga pandai bermain piano dan biola, mampu melukis dengan baik dengan menggunakan kedua belah tangannya serta gemar bermain peran (drama). Masa liburan banyak dihabiskannya dengan melakukan ekspedisi pelayaran atau bermain kano dengan saudara-saudaranya.

Baden-Powell meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 dan dimakamkan di pemakaman St. Peter, Nyeri. Batu nisannya diberi tanda sebuah lingkaran dengan titik ditengah "ʘ", yang merupakan tanda jejak yang berarti "Kembali pulang" (Going home), atau "saya telah kembali pulang" (I have gone home): Ketika Olave istrinya wafat, abunya dikirim ke Kenya dan dimakamkan disamping suaminya. Kenya mendirikan sebuah monumen nasional Makam Baden-Powell.

Biography Nick McGlashan Pemeran Serial Discovery Channel

Biografi Profil Biodata Nick McGlashan Biography Pemeran Serial Discovery ChannelBiography Nick McGlashan Pemeran Deadliest Catch Serial Discovery Channel yang Meninggal pada Usia 33 Tahun di Nashville, Tennessee. McGlashan dikenal gemar memakan kepiting pada usia 13 tahun. Dia dikenal sebagai nelayan generasi ketujuh yang dibesarkan di Alaska. McGlashan berasal dari barisan panjang penangkap kepiting, karena paman buyutnya adalah seorang pekerja di kapal industri kepiting AS yang pertama. Dia juga memiliki dua bibi yang bekerja di bidang kepiting, salah satunya hilang secara tragis di laut ketika kapal yang dia tumpangi tenggelam. 

Keluarga McGlashan memberi tahu bahwa nelayan reality TV meninggal di Nashville, TN. pada hari Minggu. Saat ini, penyebab kematian belum ditentukan. Meski mengalami pasang surut, McGlashan berjuang tanpa henti untuk pulih dan menjalani gaya hidup baru. Pada Senin, Discovery Channel memberikan penghormatan terakhirnya untuk McGlashan. Discovery Channel juga mengingat sosok McGlashan sebagai pria dengan selera humor tinggi, "dia akan sangat dirindukan oleh semua orang yang mengenalnya" Setelah kematian McGlashan, banyak yang berduka atas kehilangannya dan menggunakan media sosial untuk mengungkapkan kesedihan mereka.

Multazam dan Thoriq Rizki Pendaki Gunung Piramid

Biografi Profil Biodata Multazam dan Thoriq Rizki Pendaki Gunung PiramidMultazam (18) seorang pelajar Sekolah Menengah Atas, tewas usai jatuh terpeleset ketika hendak menuruni puncak Gunung Piramid, Minggu (9/8/2020) pagi. Menjelang sore, Multazam ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tubuh tertelungkup.

Rupanya tak hanya Multazam, seorang pendaki lainnya pernah mengalami kejadian serupa setahun yang lalu. Pendaki yang sempat dinyatakan hilang dan ditemukan tewas di jurang Gunung Piramid itu bernama Thoriq Rizki Maulidan.

Thoriq Pendaki yang Hilang di Gunung Piramid remaja yang baru saja lulus dari bangku SMP 4 Bondowoso, mendaki Gunung Piramid pada Minggu (23/6/2019). Ia mendaki bersama tiga orang rekannya, Rizki, Syafril dan Pungki Pranata.

Thoriq berjalan paling depan. Lantaran kondisi berkabut tebal, dua rekan Thoriq tak bisa melihatnya dengan jelas. Ketika kedua rekannya sampai di bawah, Thoriq tak kunjung kembali. Kejadian itu kemudian dilaporkan pada warga sekitar. Thoriq dinyatakan hilang sejak Selasa (25/6/2019).

Hendrikus A. Lorentz - Taman Nasional Lorentz

Biografi Profil Biodata Hendrikus Albertus Lorentz dan Taman Nasional LorentzHendrikus Albertus Lorentz (lahir di Oudewater, Belanda, 18 September 1871 – meninggal di Klerksdorp, Uni Afrika Selatan, 2 September 1944 pada umur 72 tahun) adalah penjelajah Belanda di Papua dan diplomat untuk Uni Afrika Selatan. Anak pemilik perusahaan tembakau di Jawa Timur yang telah kembali ke Belanda ini belajar hukum dan biologi di Universitas Utrecht. Lorentz ikut serta dalam 3 ekspedisi di Papua. Ekspedisi pertama dilaksanakan pada tahun 1903 dengan dipimpin oleh C.E.A. Wichmann. Lorentz memimpin ekspedisi ke-1 dan ke-2 berturut-turut pada tahun 1907 dan 1909-1910. Seusai penjelajahan di Papua, Lorentz menempuh karier diplomatik. Sebelum ditempatkan di Uni Afrika Selatan dan meninggal di sana, ia pernah ditugaskan di Denmark. Taman Nasional Lorentz dan Sungai Lorentz dinamai menurut dirinya.

Taman Nasional Lorentz adalah sebuah taman nasional yang terletak di provinsi Papua, Indonesia. Dengan luas wilayah sebesar 2,4 juta Ha; Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya. Pada 1999 taman nasional ini diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Wilayahnya juga terdapat persediaan mineral, dan operasi pertambangan berskala besar juga aktif di sekitar taman nasional ini. Ada juga Proyek Konservasi Taman Nasional Lorentz yang terdiri dari sebuah inisiatif masyarakat untuk konservasi komunal dan ekologi warisan yang berada di sekitar Taman Nasional Loretz ini.

Dari tahun 2003 hingga kini, WWF-Indonesia Region Sahul Papua sedang melakukan pemetaan wilayah adat dalam kawasan Taman Nasional Lorentz. Tahun 2003- 2006, WWF telah melakukan pemetaan di Wilayah Taman Nasional Lorentz yang berada di Distrik (Kecamatan) Kurima Kabupaten Yahukimo, dan Tahun 2006-2007 ini pemetaan dilakukan di Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat. Nama Taman Nasional ini diambil dari seorang Penjelajah asal Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz,yang melewati daerah tersebut pada tahun 1909 yang merupakan ekspedisinya yang ke-10 di Taman Nasional ini.

Wanda Rutkiewicz Biography Polish Climber

Biografi Profil Biodata Wanda Rutkiewicz Biography Poland ClimberWanda Rutkiewicz (4 Februari 1943 - 12-13 Mei 1992) adalah seorang insinyur komputer Polandia dan pendaki gunung. Dia adalah wanita pertama yang berhasil KTT K2. Wanda Rutkiewicz lahir di keluarga Polandia di Plungė , Lithuania. Setelah Perang Dunia II, keluarganya memilih untuk pergi ke Polandia, menetap di Wrocław di wilayah barat daya Polandia yang dipulihkan , di mana ia lulus dari Universitas Teknologi Wroclaw sebagai insinyur listrik. Dia mulai memanjat di bebatuan dekat Janowice Wielkie - Pegunungan Falcon. Wanda Rutkiewicz mengendarai Junak , sepeda motor Polandia terberat, yang secara tidak langsung berkontribusi pada minatnya untuk mendaki. Suatu hari di musim panas tahun 1961, kehabisan bahan bakar. Dia mulai melambaikan tangan kepada orang-orang yang melewati kendaraannya. Pria yang mengendarai sepeda motor yang berhenti untuk membantu bepergian dengan seorang kolega Bogdan Jankowski, yang telah mendaki selama dua tahun. Pertemuan ini menghasilkan pendakian mereka di Pegunungan Falcon.

Ekspedisi besar pertamanya adalah ke Pegunungan Pamir dengan Andrzej Zawada , yang menurutnya tidak menyenangkan karena hubungan yang terputus dengan pendaki pria. Setelah kembali, dia mulai memimpin ekspedisinya sendiri, termasuk sejumlah ekspedisi perempuan, dan dikenal karena gaya kepemimpinannya yang tumpul. Pada 16 Oktober 1978, ia menjadi Kutub pertama, wanita ketiga (setelah Junko Tabei dan Phantog pada 1975), dan wanita Eropa pertama yang mencapai puncak Gunung Everest. Pada tahun 1986 ia menjadi wanita pertama yang berhasil mendaki K2, yang ia lakukan tanpa oksigen tambahan, sebagai bagian dari ekspedisi kecil yang dipimpin oleh Lilliane dan Maurice Barrard . Kemenangannya dirusak ketika kedua Barrard meninggal pada saat turun, menjadi dua dari tiga belas pendaki yang tewas di K2 musim panas itu. Tujuan Rutkiewicz adalah menjadi wanita pertama yang mencapai keempat belas dari delapan ribu orang.

Saat mendaki Kangchenjunga, Rutkiewicz yang berusia 49 tahun terakhir terlihat hidup-hidup oleh pendaki Meksiko Carlos Carsolio . Dia berteduh di ketinggian di muka barat laut, selama upayanya melakukan apa yang seharusnya menjadi kesembilan delapan-thousander kesembilannya. Rutkiewicz secara fisik melemah dan memutuskan untuk tidak turun. Carsolio mengatakan dia tidak memiliki kekuatan mental untuk meyakinkannya untuk turun karena dia juga melemah. Diperkirakan bahwa mayat itu ditemukan di permukaan barat daya gunung pada tahun 1995 oleh Fausto de Stefani, Marco Galezzi dan Silvio Mondinelli, menunjukkan bahwa dia telah memanjat punggungan barat laut ke titik yang sangat dekat dengan puncak sebelumnya. jatuh di sisi barat daya.

Namun, analisis yang lebih rinci dari temuan oleh pendaki Italia, seperti warna pakaian dan kehadiran tablet buatan Bulgaria dengan tubuh, menunjukkan bahwa kemungkinan besar itu adalah tubuh pendaki Bulgaria Yordanka Dimitrova , yang terbunuh oleh longsoran salju di wajah barat daya Kangchenjunga pada Oktober 1994. Tidak diketahui apakah Rutkiewicz menjuluki Kangchenjunga. Jika dia melakukannya, dia akan menjadi wanita pertama yang mencapai puncak tiga gunung tertinggi di dunia. Tubuh Rutkiewicz masih belum ditemukan.

Thoriq Rizki Maulidan Pendaki Gunung Piramid

Biografi Profil Biodata Thoriq Rizki Maulidan Hilang di Gunung Piramid BondowosoThoriq Rizki Maulidan adalah seorang remaja yang hilang saat mendaki Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Hingga Selasa (2/7/2019) malam, Thoriq belum diketemukan. Proses pencarian remaja yang hilang di Bukit Piramid Pegunungan Hyang/Argopuro Bondowoso, Jawa Timur masih terus dilakukan, Selasa (2/7/2019). Pencarian terus dilakukan meski Basarnas Pos Jember sempat menyatakan penghentian pencarian pada Senin (1/7/2019) kemarin.

Adapun pencarian lanjutan ini dilakukan oleh aparat gabungan TNI/Polri. Hal itu dikethaui dari keterangan Humas Polres Bondowoso di akun instagram mereka, @humas_polresbondowoso, Selasa (2/7/2019). Dalam pencarian itu diterjunkan 3 pleton Polri dan 1 Pleton personel TNI Basarnas dan Relawan. Thoriq diinformasikan hilang saat mendaki bersama tiga temannya pada 23 Juni 2019. Kepala Kantor SAR Surabaya Budi Prasetyo mengungkapkan dan meminta masyarakat lebih selektif dan cermat terhadap video yang beredar di media sosial. Mengenai perkembangan pencarian, tim SAR Surabaya sudah berupaya melakukan pencarian selama tujuh hari, tetapi Thoriq belum ditemukan.

Gunung Piramid terletak di wilayah bagian barat Bondowoso, tepatnya di desa Tegal Tengah, Kecamatan Curahdami. Gunung ini diapit diantara gunung Salak, gunung Krincing, dan gunung Saeng. Julukan gunung Piramid disematkan lantaran puncak gunung tersebut menyerupai piramid yang ada di Mesir jika dilihat dari kejauhan. Gunung Piramid memiliki ketinggiannya 1.521 meter di atas permukaan laut (MDPL). Tingginya jauh dibawah gunung-gunung populer seperti Gunung Semeru di Malang & Lumajang (3.676 MDPL), Gunung Arjuna di Malang (3.339 MDPL), atau Gunung Raung di Banyuwangi (3.332 MDPL).

Puncak Piramid tidaklah luas seperti gunung-gunung lainnya. Lebarnya kurang lebih hanya 5 meter dan hanya muat untuk beberapa orang saja. Jangan pernah berpikir mendirikan tenda di puncak. Resiko lainnya saat hujan rawan tersambar petir. Dari puncaknya kita bisa melihat pemandangan kota Bondowoso dari atas. Trek menuju puncak terbilang ekstrim dengan kemiringan 45 - 80 derajat. Jalur yang lebarnya tak sampai satu meter ini berbahaya karena kanan-kiri punggungannya merupakan jurang. Oleh para pendaki jalur ini dijuluki punggung naga, ada juga yang menyebutnya Siratal Mutakim.

Gigi Wu Pendaki Wanita Amatir asal Taiwan

Biografi Profil Biodata Gigi Wu dan 3 Pendaki Remaja Alay Indramayu Tewas di Tampomas yaitu Ferdi Firmansyah, Lucky Parikesit dan Agip TrisaktiGigi Wu adalah seorang pendaki wanita Taiwan yang jatuh ke jurang sedalam 20-30 meter dan sempat menunggu tim penyelamat sebelum akhirnya tewas karena diduga mengalami hipotermia. Gigi Wu diketahui masuk ke wilayah distrik Nantou pada 11 Januari lalu dan berniat mendaki Batongguan Historic Trail di Taman Nasional Yushan hingga 24 Januari. Namun sebelum mencapai tujuan, Wu yang berusia 36 tahun ini tergelincir dan jatuh ke jurang sedalam 20-30 meter. Tidak diketahui apakah dia mendaki sendirian atau mendaki dalam kelompok. Pada Sabtu (19/1) waktu setempat, Wu sempat meminta bantuan dengan telepon satelit yang dibawanya. Dengan telepon satelit itu, Wu menghubungi layanan darurat dan teman-temannya untuk memberi tahu bahwa dia jatuh ke jurang. Wu menyebut dirinya mengalami luka parah.

Wu juga menyatakan bahwa dirinya tidak bisa menggerakkan bagian bawah tubuhnya setelah terjatuh ke jurang. Namun Wu berhasil memberitahu titik koordinat yang menjadi lokasi jatuhnya. Upaya penyelamatan dilakukan otoritas setempat dengan mengerahkan helikopter. Namun akibat cuaca buruk, helikopter penyelamat gagal menemukan lokasi Wu. Tim penyelamat pun berusaha menjangkau lokasi Wu dengan berjalan kaki. Lin Cheng-yi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Distrik Nantou menyebut bahwa tim penyelamat harus melakukan pendakian selama 28 jam untuk bisa mencapai lokasi Wu. Tim penyelamat hanya tidur selama 3 jam karena suhu udara sempat menurun drastis. Diketahui bahwa meski Taiwan merupakan negara tropis, suhu dingin menyelimuti area-area pegunungan setempat terutama yang tingginya mencapai di atas 3 ribu meter. Saat musim dingin, suhu udara di lereng pegunungan Taiwan bisa turun secara drastis di bawah titik beku.

Wu berhasil ditemukan oleh tim penyelamat pada Senin (21/1) waktu setempat atau 43 jam setelah dia melakukan panggilan darurat. Namun sayangnya dia telah meninggal dunia saat ditemukan. Jenazahnya sedang dievakuasi oleh tim penyelamat Taiwan pada Selasa (22/1) waktu setempat. Otoritas setempat meyakini Wu meninggal dunia karena hipotermia. Selama ini, Wu yang warga asli New Taipei City ini diketahui biasa memakai pakaian hiking saat melakukan pendakian dan baru berganti pakaian saat sudah mencapai puncak gunung. Wu yang seorang pendaki amatir ini meraup ketenaran karena berhasil menaklukkan gunung-gunung sulit di Taiwan. Wu kerap memposting foto petualangannya di halaman Facebook miliknya yang tercatat memiliki 14 ribu pengikut. Mendengar kabar kepergiannya ini, ratusan pengikut Wu di media sosial menyampaikan belasungkawa dengan memposting pesan di halaman Facebook-nya.

James Whittaker - Pendaki Gunung Amerika

Biografi Profil Biodata James Whittaker - Pendaki Gunung AmerikaJames W. "Jim" Whittaker (lahir di Seattle, Washington, Amerika Serikat, 10 Februari 1929; umur 90 tahun) adalah seorang pendaki gunung berkebangsaan Amerika Serikat. Sebagai anggota Ekspedisi Gunung Everest 1963 yang dipimpin oleh Norman Dyhrenfurth, ia merupakan tokoh pertama dari Amerika Serikat yang mencapai puncak Gunung Everest, dan hal itu terjadi pada tanggal 1 Mei 1963 dengan orang Sherpa Nawang Gombu (keponakan Tenzing Norgay). Mereka kehabisan oksigen, namun terus mencapai puncak. Begitu di sana, Whittaker menancapkan bendera Amerika Serikat. Ia merupakan saudara kembar Lou Whittaker, pemandu gunung yang sering dikira sudah mencapai prestasi saudaranya.

Whittaker lulus dari West Seattle High School dan Seattle University. Ia merupakan pekerja waktu penuh pertama di Recreational Equipment Inc. dan menjadi CEO pada tahun 1960-an. Sekarang, Whittaker adalah ketua Dewan Magellan Navigation, perusahaan yang memproduksi unit GPS tangan. Pada tahun 1965, ia memandu Robert Kennedy ke atas Mount Kennedy yang baru dinamai. Ia memimpin Pendakian Perdamaian Everest 1990 yang membawa para pendaki dari Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Republik Rakyat Tiongkok. Di samping membawa lebih dari selusin pendaki ke puncaknya, ekspedisi itu mengangkut banyak sampah yang bertebaran di sana sisa ekspedisi sebelumnya. Pada tahun 1999, Whitaker meluncurkan otobiografinya A Life on the Edge: Memoirs of Everest and Beyond.

Sebagai orang AS pertama yang mendaki Gunung Everst, Whittaker dianugerahi Hubbard Medal oleh Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy. Kutipan “Kalau Anda tidak hidup di sisi, Anda memakan ruang terlalu banyak.” “Anda tak pernah menaklukkan pegunungan. Pegunungan tak dapat ditaklukkan; Anda menaklukkan diri sendiri.” (Ini setara dengan pertanyaan dan jawaban George Mallory: "Sudahkah kita mengalahkan musuh? Tidak, tapi kita telah menaklukkan diri sendiri," dikutip di Everest: the West Ridge, hal. 27.)

#Selanjutnya : Rex White (lahir di Taylorsville, North Carolina, 17 Agustus 1929; umur 89 tahun) merupakan seorang pembalap mobil profesional Amerika Serikat yang pernah menjadi juara NASCAR Seri Grand National musim 1960.

Biografi Steve Irwin Crocodile Hunter Australia

Biografi Profil Biodata Steve Irwin Biography Crocodile Hunter AustraliaStephen Robert Irwin (lahir di Essendon, Victoria, 22 Februari 1962 – meninggal di Queensland, 4 September 2006 pada umur 44 tahun) adalah seorang pembawa acara televisi Australia. Ia dikenal karena acara televisinya The Crocodile Hunter (“Sang Pemburu Buaya”), sebuah dokumentasi mengenai hewan-hewan buas yang tidak lazim. Seringkali acara ini dibawakan bersama istrinya Terri Irwin. Ia juga memiliki dan mengelola Australia Zoo di Beerwah, Queensland. Ia tewas secara tragis pada 4 September 2006 ketika seekor ikan pari menusuk dada dan jantungnya saat ia sedang melaksanakan syuting untuk sebuah fragmen dokumentasi untuk acara televisi putrinya.

Dilahirkan di Essendon, bagian dari Melbourne, Steve Irwin, semasa kanak-kanak pindah bersama kedua orang tuanya ke Queensland. Ibu bapaknya yang bernama, Lyn dan Bob, mendirikan sebuah kebun binatang kecil yang bernama Queensland Reptile and Fauna Park (Taman Reptil dan Fauna Queensland). Steve dibesarkan di tempat yang penuh dengan buaya dan binatang reptilia yang lain. Dia pun menjadi seorang penangkap buaya yang handal, mengusir buaya yang masih berkeliaran di tempat perkampungan terdekat. Ia bersedia melakukan pekerjaanya secara gratis menurut prinsip quid pro quo yang diabadikan di tamannya itu. Sebagai seorang anak-anak, dia mengalami satu pengalaman yang buruk dengan burung kakaktua, suatu pengalaman yang tidak dapat dilupakannya.

Saluran televisi Animal Planet kemudian meluncurkan episode Crocodile Hunter istimewa yang disebut "Crocodiles & Controversy", dalam bahasa Indonesia "Buaya dan Kontroversi", yang dikatakan ingin mencoba menjelaskan tentang "Insiden Bayi Bob" dan peristiwa di Antartika. Siaran istimewa ini memberi alasan bahwa anak lelaki Irwin tidak mungkin berada dalam bahaya dimangsa buaya dan Irwin tidak akan bisa mengancam hewan-hewan di Antartika. Animal Planet mengakhiri siaran acara The Crocodile Hunter dengan seri finale berjudul "Steve's Last Adventure", dalam bahasa Indonesia "Petualangan Steve Yang Terakhir". Dokumentasi terakhir acara itu memaparkan pelayaran Steve di seluruh dunia, ia menjelajahi tempat-tempat seperti pegunungan Himalaya, sungai Yangtze, Kalimantan, dan Taman Nasional Kruger.

Steve Irwin meninggal dunia pada usia 44 tahun ketika ia melakukan syuting untuk sebuah acara televisi di Great Barrier Reef, Queensland, Australia. Ketika itu ia melakukan pengambilan gambar di dekat seekor ikan pari (Sting-Ray). Merasa terdesak karena dikerumuni oleh banyak orang, Sting-Ray tersebut segera menyerang Steve dengan menyengat tepat di dadanya. Secara refleks, Steve segera berusaha untuk mencabutnya, sehingga duri-duri racun yang masuk malah membuat robekan luka di jantungnya semakin melebar, sehingga tidak dapat diselamatkan lagi. Di sepanjang sejarah Australia, Steve adalah orang ketiga yang meninggal dunia karena serangan Sting-Ray.

Faiqus Syamsi Surabaya Pendaki Gunung Arjuno

Biografi Profil Biodata Faiqus Syamsi Surabaya Pendaki Gunung ArjunoFaiqus Syamsi (17) seorang siswa SMKN 5 Surabaya yang hilang di jalur pendakian Gunung Arjuno, Jawa Timur. Remaja asal Kendangsari gang XV/VI Surabaya dinyatakan hilang di sekitar puncak banyangan atau arah menunu Puncak Arjuno. Faiqus Syamsi hilang sejak Selasa (18/12/2018) dan setelah 10 hari berlalu keberadaannya belum ditemukan. Sebelumnya, pada Minggu (16/12/2018), korban bersama enam orang temannya memulai pendakian dari pintu masuk Pos Tretes, Kabupaten Pasuruan. Malam sebelum hilang, korban bersama lima temannya menuju Puncak Arjuno. Sedangkan satu orang lainnya menunggu di bawah. Enam orang yang berangkat dibagi menjadi dua kelompok. Tiga orang berangkat melalui jalur pendakian biasanya. Sedangkan tiga lainnya termasuk korban melewati jalur terobosan.

Korban mendahului dua orang temannya dan bertemu bersama tiga orang temannya yang melalui jalur pendakian pada umumnya. Korban menuju puncak bersama tiga orang temannya itu. Korban kembali ke bawah saat dua orang temannya menempuh jalur terobosan tidak kunjung datang. Korban bermaksud menjemput dua orang temannya itu. Sejak saat itu, korban tidak lagi terlihat. Sempat dilakukan pencarian oleh teman-temannya. Namun korban tidak ditemukan. Mereka lantas turun dan melaporkan kejadian pendaki hilang itu. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menghentikan pencarian karena selama tujuh hari proses pencarian tidak membuahkan hasil. Pencarian resmi dihentikan pada Rabu (26/12/2018) dan akan dilanjutkan jika ada petunjuk pasti terkait keberadaan korban.

Alvi Kurniawan Magelang Pendaki Gunung Lawu

Biografi Profil Biodata Alvi Kurniawan - Pendaki Magelang Hilang di Gunung LawuAlvi Kurniawan (20) adalah seorang pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Lawu. Alvi dan enam kawannya asal Magelang melakukan pendakian sejak Senin (31/12/2018). Setelah bermalam di tenda, keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan ke puncak. Pada Selasa (1/1), mereka berencana naik ke puncak Lawu. Pada pukul 10.00 WIB, rekan Alvi, Supriyanto dan Anam melanjutkan pendakian. Sedang rekan-rekan yang lain termasuk Alvi baru mendaki pukul 10.30 WIB. Hanya Fitriya dan Janika yang tidak ikut ke puncak Gunung Lawu.

Sampai di batas sabana, Alvi bertemu dengan pendaki perempuan dari Wonosobo. Pendaki tersebut mengajak Alvi Kurniawan berlomba adu cepat mencapai puncak. Tapi, Alvi tak kunjung tiba di puncak dan dinyatakan hilang setelah beradu cepat naik ke puncak Gunung Lawu dengan seorang pendaki perempuan asal Wonosobo, Jateng. Setelah itu keberadaan Alvi tidak diketahui sampai sekarang dan dinyatakan hilang sampai saat ini. Pendaki asal Magelang yang hilang mendaki di Gunung Lawu, Karanganyar, sejak Senin (31/12/1018) belum juga ditemukan hingga pencarian dihentikan.

Tim SAR gabungan pun masih melakukan pencarian terhadap Alvi hingga kini menginjak hari ketujuh Selasa (8/1/2019). Pencarian dilakukan dengan menambah jumlah personel tim SAR dengan menyusuri kawasan Gunung Lawu. Alvi masih belum ditemukan hingga hari ketujuh pencarian. Sampai saat ini sekitar 8 tim yg ada diatas melakukan pencarian terhadap survivor atas nama Alvi kurniawan dan baru saja satu tim lagi untuk naik, jadi total ada 9 tim di atas (pencarian kawasan Gunung Lawu) yang masing-masing tim berisi sekitar sepuluh orang total terdapat 90 orang yang melakukan kegiatan pencarian dan pertolongan.

Willy Kurniawan - Ekspedisi Kutub Utara 2019

Biografi Profil Biodata Willy Kurniawan - Ekspedisi Kutub Utara 2019Willy Kurniawan (35) warga Jalan Belibis IV Blok A1 Nomor 31 Perumahan Jatibening Estate, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat, berpeluang besar menjadi orang Indonesia pertama yang terpilih untuk bergabung dengan tim ekspedisi Kutub Utara pada periode April 2019. Persyaratan untuk ikut dalam ekspedisi Arctic Circle yang diselenggarakan Fjallraven Polar adalah memperoleh dukungan berupa vote sebanyak-banyaknya di akun media sosial dan saat ini dia berada di peringkat teratas Asia. Dia harus bersaing memperebutkan 20 kursi untuk bisa terpilih dari perwakilan dari 195 negara di dunia.

Peserta kegiatan ekspedisi tahunan yang dimulai sejak 1997 itu saat ini tercatat mencapai lebih dari 2.000 orang yang mewakili sepuluh regional di dunia, yakni Nordic East, Nordic West, Mediterranean, UK, GAS, Central Europe, Asia, Asia/Oceania, North America dan sejumlah negara lain. Willy masih menduduki peringkat teratas regional Asia dengan mengantongi 53.780 votes mengungguli Muqharabbin Mokhtarrudin asal Malaysia dengan 16.565 votes di peringkat kedua hingga Rabu (12/12) pukul 19.00 WIB. Target dia sampai penutupan votes pada Kamis (13/12) pukul 12.00 WIB bisa tembus sampai 73.000 dukungan, sesuai dengan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-73 tahun pada 2019. Peserta dari seluruh dunia pada pekan lalu baru berkisar 1.500 orang, sekarang sudah 2.000-an orang. Indonesia ada 120 orang yang ikut.

Fjallraven Polar adalah ekspedisi Kutub Utara yang berlangsung setahun sekali yang sudah dimulai sejak 1997. Kegiatan itu ditujukan bagi masyarakat dari seluruh dunia yang ingin menjelajah sisi terdingin bumi dengan suhu rata-rata di bawah 35 derajat Celcius dengan jarak tempuh ekspedisi sejauh 300 km. Setiap tahun semakin banyak penjelajah yang ingin datang ke Kutub Utara, tapi demi menjaga alam di sana, mulailah dibatasi setiap tahunnya hanya 20 orang dari 196 negara. Perjalanan menuju Kutub Utara tidak hanya mensyaratkan jumlah dukungan terbanyak, namun juga sejumlah kriteria penilaian dari panitia penyelenggara. Syarat lainnya adalah profil pengalaman serta kemampuan peserta yang akan diputuskan oleh panitia.

Willy optimistis bisa menjadi warga negara Indonesia pertama yang akan lolos dalam persyaratan itu berdasarkan rangkaian pengalamannya mencapai sejumlah puncak gunung sejak 1999. Yang paling terbaru adalah kegiatannya menjelajah 110 kilometer Kungsleden Trail pada 2017, lalu Gunung Fuji pada 2014, ekspedisi puncak tertinggi Benua Eropa Gunung Elbrus pada 2008. Willy saat ini tengah meminta dukungan masyarakat untuk terus mempertahankan peringkatnya di Asia melalui sejumlah akun media sosialnya yakni, @willykurniawanid, #fjallravenpolar, #indonesiabersatu untuk menjadi orang Indonesia pertama yang menjelajah Kutub Utara. Saat ini baru perwakilan dari Asia yang ikut yakni dari Vietnam dan Malaysia pada tahun lalu.

Syachrul Anto Relawan Penyelam Lion Air Meninggal

Biografi Profil Biodata Syachrul Anto - Relawan Penyelam Lion Air MeninggalSyachrul Anto (48 tahun) adalah relawan penyelam pencarian pesawat Lion Air JT-610 yang meninggal dunia dalam kecelakaan menyelam saat bertugas mengevakuasi penumpang di perairan Karawang. Beberapa hari sebelumnya, ia bercerita awal dirinya bergabung dalam tim relawan pesawat Lion Air yang jatuh. Pertama kali mendengar kabar tersebut, ia langsung terbang dari Yogyakarta ke Jakarta. Menyelam ke bawah laut bukan hal baru bagi Syachrul. Ia bergabung dalam Komunitas Indonesia Diving Rescue Team (IDRT) dan telah mengantongi sertifikat menyelam dari CSMAS-Possi. Syahrul kerap ikut serta dalam evakuasi ke bawah laut bersama rekan-rekannya di IDRT yang membantu kerja Badan Sar Nasional (Basarnas). Pekerjaan ini dilakoninya secara sukarela tanpa bayaran.

Sebelum terlibat dalam evakuasi penumpang Lion Air JT-610 yang jatuh, Syachrul juga pernah terlibat dalam misi pencarian korban dan bangkai pesawat AirAsia yang jatuh pada 2014 lalu. Ketika itu, ia menghabiskan 14 hari di atas kapal untuk melakukan evakuasi. Perjuangan itu berbuah manis, saat ia dan rekan-rekannya berhasil membawa 24 kantong jenazah. Tak cuma itu, ia dan rekan-rekannya juga sukses menemukan bangkai pesawat. Syachrul belum mendapat giliran menyelam. Ia hanya mendampingi tim penyelam di KN Sadewa milik Basarnas. Bagi Syachrul, menjadi relawan adalah panggilan hatinya. Bukan untuk mencari kepuasan batin. Toh, kenyataannya, ia tak pernah merasa puas, meski tugasnya telah tuntas. Tak cuma menolong dengan penyelaman bawah laut, panggilan hati Syachrul juga sempat membawa kakinya melangkah ke Palu saat gempa mengguncang.

Syachrul dikenal sebagai seorang yang ramah. Di mata Bayu, Syahrul memang seorang yang suka menolong. Ia tercatat beberapa kali membantu kecelakaan di laut. Kini, Syachrul tidak bisa lagi memenuhi panggilan hatinya setelah kecelakaan menyelam merenggut nyawanya. Saat itu, ia dalam tugas mengevakuasi penumpang Lion Air JT-610. Kecelakaan menyelam terjadi pada Jumat (2/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Tim SAR dan pasukan katak yang ada di kapal karet dengan sergap menolong dan melarikan Syachrul ke RSUD Koja. Namun, nyawa penyelamat itu tak tertolong. Tim dokter yang menangani menyebut Syachrul meninggal dunia pukul 22.30 WIB. Syachrul meninggal dunia pada Jumat (2/11/2018) malam dan kini telah dibawa kembali ke kampung halamannya di Surabaya untuk disemayamkan. Syachrul diduga meninggal karena mengalam dekompresi yaitu merupakan gangguan yang biasanya dialami oleh penyelam.

Dimitri - Mathilda Pendaki 7 Puncak Tertinggi Dunia

Biografi Profil Biodata Dimitri dan Mathilda - Pendaki 7 Puncak Gunung Tertinggi di DuniaFransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari adalah dua wanita yang mengharumkan nama bangsa karena berhasil bergabung dalam tim ekspedisi tujuh puncak tertinggi dunia di tujuh lempeng benua. Mereka telah menaklukan tujuh puncak gunung dan ekspedisi ketujuh ditutup pada Maret 2018 dengan menaiki puncak gunung tertinggi di dunia, yaitu Everest, Nepal. Dua srikandi Indonesia berhasil mencapai puncak Everest di Nepal pada 17 Mei 2018.

Keikutsertaan mereka bermula ketika keduanya bergabung dalam organisasi mahasiswa pencinta alam (Mahitala) di kampusnya, Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Mahitala memiliki misi ekspedisi ke tujuh puncak gunung tertinggi di dunia atau yang biasa disebut Seven Summits. Dimitri dan rekan-rekannya bertekad untuk membuktikkan kepada dunia bahwa seorang wanita juga mampu menyelesaikan Seven Summits dan bersaing di bidang pendakian. Akhirnya Dimitri dan Mathilda berhasil bergabung bersama tim Seven Summits dan memulai ekspedisi pada Agustus 2014. Ada 10 orang dalam tim ini, terdiri dari 6 pria dan 4 wanita. Selain mendaki gunung, tim ini juga memiliki misi lain yakni mengganti tali di jalur pemanjattan puncak Carstensz Pyramid (4.884 mdpl) di Papua, Indonesia.

Mei 2015, mereka melanjutkan Seven Summits di dua puncak gunung sekaligus, yaitu puncak Gunung Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia pada 15 Mei 2015 dan puncak Gunung Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Tanzania (Afrika) pada 24 Mei 2015. Namun sayang, salah satu tim wanita harus mengundurkan diri karena tuntutan keluarga yang mengharuskan lulus kuliah dengan cepat. Meski tim wanita tinggal tersisa Mathilda, Karolina, dan Dimitri, tetapi mereka harus tetap melanjutkan Seven Summits-nya. Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina adalah puncak gunung keempat yang harus mereka daki pada 1 Februari 2016. Ketika hampir sampai puncak Gunung Aconcagua, Karolina tak bisa ikut melanjutkan ekspedisi tersebut karena sakit sampai harus dirawat di Argentina satu bulan.

Meski begitu, Mathilda dan Dimitri tetap semangat melanjutkan ekspedisi itu. Pada Januari 2017, Mathilda dan Dimitri mendaki puncak kelima, yaitu di Gunung Vinson (4.897 mdpl) di Ellsworth Range (Antartika). Ekspedisi kelima ini mereka juga mendapat predikat sebagai perempuan pertama Indonesia yang menginjakkan kaki di Antartika dan sampai di puncak tertinggi di Benua Antartika. Kemudian Juli 2017, mereka berhasil mnginjakkan kaki di puncak gunung keenam, Gunung Denali (6.194 mdpl) di Alaska (Amerika Utara). Dimitri dan Mathilda menutup ekspedisinya yang terakhir di puncak Gunung Everest di Nepal. Dua srikandi Indonesia berhasil mencapai puncak Everest di Nepal pada 17 Mei 2018 dan akhirnya berhasil menaklukkan 7 puncak tertinggi di dunia serta menggenapkan timnya sebagai perempuan Indonesia pertama yang menyelesaikan Seven Summits.

Kapten Johan Carstensz - Hendrikus Albertus Lorentz

Biografi Profil Biodata Kapten Johan CarstenszKapten Johan Carstensz berlayar dengan dua kapalnya Aernem dan Pera ke “selatan” pada 1623 di perairan sebelah selatan Tanah Papua. Tiba-tiba jauh di pedalaman melihat kilauan salju dan mencatat serta tertulis di dalam buku hariannya pada 16 Februari 1623 tentang suatu pegunungan yang “teramat tingginya” yang pada bagian-bagiannya tertutup oleh salju. Catatan Carsztensz ini menjadi cemoohan dan bahan tertawaan kawan-kawannya yang menganggap Carstensz hanya berkhayal. Walaupun ekspedisi pertama KNAG tersebut tidak berhasil menemukan gunung es yang disebut-sebut dalam catatan harian Kapten Carstensz, inilah cikal bakal perhatian besar Belanda terhadap daerah Papua. Peta wilayah Papua pertama kali dibuat dari hasil ekspedisi militer ke daerah ini pada tahun 1907 hingga 1915. Ekspedisi-ekspedisi militer ini kemudian membangkitkan hasrat para ilmuwan sipil untuk mendaki dan mencapai pegunungan salju.

Hendrikus Albertus Lorentz memimpin beberapa ekspedisi Belanda bersama Kapten A. Franzen Henderschee. Semua dilakukan dengan sasaran untuk mencapai puncak Wilhelmina (Puncak Sudirman sekarang) pada ketinggian 4.750 meter. Tim yang dipimpin Lorentz itu mengerahkan orang-orang Dayak Kenyah yang dijadikan juru angkut barang dalam ekspedisi tahun 1909. Orang-orang Dayak yang dari Kalimantan ini direkrut di Apo Kayan. Tak hanya dalam ekspedisi 1909, dalam ekspedisi orang-orang Belanda setelahnya, ekspedisi yang dipimpin Kapten Franssen Herderschee dari KNIL, orang-orang Dayak dikerahkan lagi. Tak hanya Dayak Kenyah, tapi juga Kayan. Orang-orang ini sangat kegirangan saat mereka melihat salju. Bahkan mereka kepingin membawanya pulang. Nama Lorentz belakangan diabadikan untuk nama Taman Nasional Lorentz di wilayah suku Asmat di pantai selatan.

Antonie Hendrikus Colijn, Jean Jacques Dozy dan Frits Julius Wissel melakukan perjalanan pada 1936. Ekspedisi itu tak hanya mendaki puncak tertinggi di pegunungan tengah Papua yang dinamai Carstenz Pyramid. Yang paling penting adalah penemuan gunungan tembaga oleh Dozy, seorang ahli geologi. Penemuannya itu ditulisnya dalam sebuah laporan. Colijn dan Dozy, keduanya adalah pegawai perusahaan minyak NNGPM yang merencanakan pelaksanaan cita-cita mereka untuk mencapai puncak Cartensz. Petualangan mereka kemudian menjadi langkah pertama bagi pembukaan pertambangan di Tanah Papua empat puluh tahun kemudian. Pada 1936, Jean Jacques Dozy menemukan cadangan Ertsberg atau disebut gunung bijih, lalu data mengenai batuan ini dibawa ke Belanda.

Setelah sekian lama bertemulah seorang Jan Van Gruisen – Managing Director perusahaan Oost Maatchappij, yang mengeksploitasi batu bara di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengggara dengan kawan lamanya Forbes Wilson, seorang kepala eksplorasi pada perusahaan Freeport Sulphur Company yang operasi utamanya ketika itu adalah menambang belerang di bawah dasar laut. Kemudian Van Gruisen berhasil meyakinkan Wilson untuk mendanai ekspedisi ke gunung bijih serta mengambil contoh bebatuan dan menganalisisnya serta melakukan penilaian.

Muhammad Ainul Taksim Pendaki Gunung Rinjani

Biografi Profil Biodata Muhammad Ainul Taksim Pendaki Gunung RinjaniMuhammad Ainul Taksim (25) adalah pendaki asal Makassar, Sulawesi Selatan yang meninggal saat gempa Lombok. Kepala Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram I Gusti Lanang Wiswananda menyatakan, lokasi kejadian adalah jembatan kedua Pelawangan menuju Danau Segara Anak. Sebelum meninggal, korban panik saat gempa Lombok terjadi. "Korban dan teman-temannya berlarian. Ketika gempa sudah mereda, korban ditemukan sudah meninggal. Ada pendarahan di kepala," ucapnya, Minggu, 29 Juli 2018.

Gusti Lanang menjelaskan, setelah rapat koordinasi antara BPBD, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), dan Basarnas di posko Kecamatan Bayan, dipastikan pendakian sudah clear (bersih) dari Pelawangan Senaru sampai Jebak Gawah. Total pengunjung 820 orang sejak 27 Juli. Sebanyak 125 pendaki sudah turun. "Jalur Senaru tertutup," imbuhnya. Sementara di jalur Sembalun, tercatat 362 orang turun dari sana. Termasuk wisatawan asing maupun wisatawan nusantara serta para porter. Namun, perkembangan terbaru hingga pukul 16.40 Wita, pendaki yang sudah turun lewat Sembalun 429 orang, sehingga tersisa 266 orang dari keseluruhan 820 pendaki.

Para pendaki saat itu berada di posisi antara Danau Segara Anak dan Pelawangan Sembalun. Jumlah mereka 266 pendaki, termasuk korban yang meninggal dunia. Jalur turun tertutup karena longsor. Demikian juga jalur puncak, terdapat longsoran. Evakuasi pendaki dimulai pada Senin (30/7/2018) pagi ini. Balai TNGR bersama pemerintah daerah, Basarnas, dan polres setempat sudah membentuk tim evakuasi. Pencarian tidak mungkin dilakukan kemarin karena terkendala gempa susulan yang terus terjadi. Selain itu, jalur pendakian terkena longsoran. Banyak guide porter yang keluarganya menjadi korban gempa Lombok, sehingga tidak bisa ikut langsung melakukan evakuasi. Dengan situasi saat ini, pendakian ke Rinjani ditutup sementara sampai kondisi kembali normal.

Adapun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut sejumlah pendaki masih terjebak di jalur pendakian Sembalun dan Batu Ceper di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pascagempa 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok pada Minggu, 29 Juli 2018. Sejumlah aparat dikerahkan untuk mengevakuasi para pendaki yang diperkirakan mencapai 820 orang. Upaya evakuasi terus dilakukan dengan melibatkan TNI, BNPB, Polri, Mapala, tim TNGR, dan pihak terkait lainnya. Tim dari Balai TNGR akan berangkat melalui jalur Sembalun untuk observasi dan membawa logistik, mereka tim dari Balai TNGR, dan dibantu dari TNI, Polri, tim medis, dan Mapala. #Lihat pula : Iesmawida Pendaki Malaysia Korban Gempa Lombok

Iesmawida Pendaki Malaysia Korban Gempa Lombok

Biografi Profil Biodata Siti Nur Iesmawida Ismail atau Isma WidaSiti Nur Iesmawida Ismail atau Isma Wida (30) seorang wanita warga negara Malaysia menjadi salah satu korban meninggal akibat gempa di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Nur Iesmawida merupakan relawan Majelis Belia Malaysia (MBM). Kaum muda berbakat kehilangan seorang pejuang yang mempunyai hati yang cukup ikhlas dalam membantu memberikan peluang kedua kepada golongan muda yang akademik-nya tertinggal dan berisiko, tambahnya. Korban adalah salah seorang yang berdedikasi di Miraj Academy, Ampang, Selangor dan juga Sukarelawan Belia Berkemahiran di MBM.

Iesmawida berasal dari Melaka adalah peserta kelompok pendaki terdiri daripada 18 orang Malaysia yang mendaki Gunung Rinjani. Korban meninggal setelah rumah yang ditempati runtuh. Kelompok pendaki ini tiba di Lombok pada Selasa lalu dan dijadwalkan pulang ke tanah air, Minggu (29/7). Suami dari Siti Nur Iesmawida Ismail (30), pendaki warga Malaysia yang menjadi korban terdampak gempa Lombok di Gunung Rinjani, terbang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin pagi tadi. Ia hendak membawa balik jenazah istrinya. Bapak korban terdampak gempa Lombok tersebut, Ismail Abdul Raffar (62) mengatakan bahwa sang menantu Mohd Hafiz Mohd Kassim (30) terbang ke Lombok, Senin pukul 08.00 waktu setempat. Wakil Perdana Menteri Malaysia Dr Wan Azizah Wan Ismail dijadwalkan akan takziah ke keluarga korban di Desa Pandan setelah jenazah almarhum tiba.

Berdasarkan laporan juga terdapat longsor cukup besar dari Gunung Rinjani. Material longsoran mengarah ke utara pasca gempa 6,4 skala Richter. Saat ini jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup. Aparat masih melakukan pemantauan terhadap dampak longsor yang ada. Para pendaki secara bertahap turun dari Gunung Rinjani usai gempa 6,4 SR di NTB. Tinggal 266 pendaki tersisa di taman nasional itu. Menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono, pihaknya mencatat data pendaki yang masuk tanggal 27 dan 28 Juli 2018 berjumlah 820 orang. Rinciannya 617 wisman dan 203 wisnus. Begitu gempa 6,4 SR terjadi pada Minggu (29/7) pagi, para pendaki secara bertahap turun untuk menyelamatkan diri, namun masih cukup banyak yang belum turun.

Diketahui 1 pendaki bernama Muhammad Ainul Taksim dari Makassar meninggal akibat gempa. Informasi dari Koordianator Pos pencarian dan Pertolongan Basarnas Kayangan, Lombok Timur, Putu Eka, korban merupakan bagian dari rombongan berjumlah total 8 orang. Saat gempa, korban mengalami luka perdarahan di kepala. Pihak TNGR menurut Sudiyono kini menyiapkan tim evakuasi. TNGR menggandeng Basarnas, BPBD, Polri, TNI dan pemda setempat. #Lihat pula : Muhammad Ainul Taksim Pendaki Gunung Rinjani

Jenazah Pendaki Wanita di Gunung Ciremai

Biografi Profil Biodata identitas Jenazah Pendaki Wanita di Gunung CiremaiWarga masyarakat Desa Argalingga Kabupaten Majalengaka, Jawa Barat, menemukan mayat diduga pendaki perempuan di lereng Gunung Ciremai yang hanya tinggal tengkorak dengan tulang belulang dan pakaiannya saja. "Berdasarkan keterangan salah seorang warga Toto Sunarto ciri-ciri dan kondisi korban sudah berupa tengkorak dan tulang belulang diduga meninggal sudah lebih dari satu tahun," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barar, Kombes Yusri Yunus melalui pesan singkatnya, Selasa (25/7/2017).

Yusri menuturkan untuk ciri-ciri lainnya yaitu di bagian badan korban terdapat baju kaos biru polet hitam, menggunakan jaket warna hitam polet merah. Selain itu di bagian bawah rok menyerupai selimut warna biru dan di samping tengkorak itu ada tas warna hitam bercorak warna merah muda. "Tidak ditemukan identitas korban tersebut dan korban diduga adalah berjenis kelamin perempuan karena ada rok," ujarnya.

Yusri mengatakan, penemuan itu terletak di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengaka. Dan diduga orang tersebut naik gunung kemudian tersesat tidak bisa pulang serta kehabisan makanan dan persedian air. Ia melanjutkan mayat yang tinggal tengkorak itu belum dievakuasi dan pada hari ini direncanakan dari Polsek, Koramil, TNGC dan warga serta dari Team Inafis Polres Majalengka akan naik ke TKP. "Dari keterangan warga yang menemukan mayat tersebut tidak sempat melakukan evakuasi, karena turun hujan dan medan yang berat," pungkasnya.

Biografi Profil Biodata identitas Jenazah Pendaki Wanita di Gunung CiremaiKerangka manusia yang ditemukan di Gunung Ciremai, wilayah Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, telah dievakuasi, Selasa (25/7/2017). Saat ini kerangka manusia yang diduga pendaki gunung tersebut telah dibawa ke RS Polri Indramayu. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, petugas Polres Majalengka sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban. Termasuk pula untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban, apakah dibunuh atau akibat lain. Petugas kesulitan untuk mengungkapnya karena korban tinggal tulang-belulang.

Dia mengemukakan, tim evakuasi dipimpin oleh Kapolsek Argapura Iptu Sarjio dan lima anggota Polsek Argapura, Danramil Argapura Lettu TNI (Arm) Anto Heryanto berikut lima anggota TNI. Evakuasi juga melibatkan tim medis dipimpin dr Melly dan 10 warga, di antaranya Toto Sunarto. Tim berangkat sejak pukul 08.00 WIB. Sekitar pukul 14.30 WIB, tim tiba di lokasi dan mengevakuasi kerangka manusia di hutan kayu masawa, sejajar dengan pos 3 di ketinggian 2.260 meter dari permukaan air laut (mdpl), area Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.

Korban mengenakan kaus biru bergaris hitam, jaket hitam bergaris merah, rok, celana dalam merah muda, dan selimut biru. Di samping kerangka korban, ditemukan pula tas hitam bercorak merah muda. “Kerangka manusia tersebut berambut panjang. Kerangka itu diduga milik seorang wanita yang usianya diperkirakan 20 tahun. Tapi kami tidak menemukan identitas korban,” ujar Yusri.