Showing posts with label Ulama. Show all posts
Showing posts with label Ulama. Show all posts

Profil Anwar Abbas - Wakil Ketua Umum MUI

Biografi Profil Biodata Anwar Abbas - Wakil Ketua Umum MUI instagram ig Wikipedia IndonesiaDr. H. Anwar Abbas, M.M., M.Ag. (lahir 15 Februari 1955) di Jorong Balai Mansiro, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. adalah seorang ulama, dosen, dan ahli ekonomi Islam Indonesia. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia periode 2020-2025, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia periode 2015-2020, dan salah satu Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020. 

Ia meraih gelar Magister Agama dengan konsentrasi Ekonomi Islam di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Magister Manajemen dari STIE-IPWI Jakarta. Sedangkan gelar Doktor Syariah/Pemikiran Islam ia dapatkan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2008. Anwar Abbas berkarier sebagai dosen tetap PNS Program Studi Perbankan Syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ia pensiun sebagai dosen terhitung sejak 2020-03-01.

Ia pernah menjabat Wakil Rektor II dan IV IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Muhammadiyah Jakarta yang sekarang bernama UHAMKA. Anwar juga dipercaya menduduki jabatan sebagai Direktur Sumber Daya Manusia Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Anwar Abbas pernah menjadi Wakil Presiden Konfederasi Buruh Islam Internasional (International Islamic Confederation of Labour/IICL) pada 2000–2005. Ia juga pernah diangkat sebagai Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Utusan Golongan periode 1997–1999.

Dalam berorganisasi, Anwar Abbas dipercaya menjabat sebagai salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2010-2015 dan Sekretaris Jenderal MUI periode 2015-2020. Ia juga merupakan mantan Bendahara Umum PP Muhammadiyah[10] serta pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Ketua MUI, Anwar Abbas dikenal sebagai salah satu tokoh yang sering melemparkan kritik-kritik pedas terhadap pemerintah. 

Hal itu dikarenakan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan falsafah pancasila, sehingga membuat Anwar Abbas kerap melemparkan kritikan pedas. Ia berharap bahwa pemerintah bisa lebih mengimplementasikan kebijakan-kebijakan sesuai falsafah bangsa Indonesia. Namun apabila kebijakan-kebijakan itu tidak sesuai falsafah pancasila dan merugikan rakyat, Anwar Abbas menegaskan kepada pemerintah untuk tidak alergi dengan kritikan.

Edi Junaedi Nawawi - Ketua DP MUI Tangerang

Biografi Profil Biodata Edi Junaedi Meninggal Dunia instagram ig Ketua Dewan Pertimbangan MUI Tangerang Wikipedia IndonesiaKH Edi Junaedi Nawawi adalah Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Tangerang yang tutup usia pada usia 84 tahun. Kabar duka datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang. Ketua MUI Kota Tangerang, Baijuri Khotib mengatakan, KH. Edi Junaedi Nawawi meninggal dunia saat posisi duduk di bangku. 

Ketika itu, almarhum duduk setelah sambutan Rapat Kerja (Raker) MUI di Gedung Majelis, Kota Tangerang. "Almarhum meninggal pukul 10.15 WIB. Sudah selesai sambutan rapat kerja MUI, meninggal posisi duduk di bangku," kata Baijuri, Rabu (15/9/2021). Akibat kejadian itu, Raker pun terpaksa ditunda. 

Sebelum meninggal, almarhum tidak nampak sakit. Dia bahkan masih sempat memberikan sambutan, pada Raker MUI. "Kondisi sih sudah tua, usia 84 tahun. Tapi tidak ada tanda tanda sakit, keliatan sehat-sehat saja. Jenazah akan disemayamkan di TPU Encle, Sukasari, Kota Tangerang. Abis Ahsar dimakamkan," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengaku kaget mendengar kabar kepergian KH Edi Junaedi Nawawi. Apalagi, almarhum masih sempat menghadiri Rakerda I MUI. "Mendapatkan kabar, ketika almarhum baru saja selesai sambutan dalam Rakerda I MUI, malam tadi juga masih mengikuti pengajian. Dalam sambutan pagi tadi pun beliau masih sempat bergurau," pungkasnya.

TGH Lalu Albayani Ali Akbar Ulama Lombok NTB

Biografi Profil Biodata TGH Lalu Al Bayani Ali Akbar Wikipedia Indonesia Ulama Lombok NTB menghilang saat dimakamkanTGH Lalu Albayani Ali Akbar yang lahir tahun 1937 merupakan salah satu ulama warga Dusun Padamara, Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur. TGH Lalu Al Bayan Ali Akbar merupakan salah satu mursyid Toriqoh Naqsabandiyah di Pulau Lombok. Tak sedikit orang yang berguru kepadanya, bahkan muridnya tersebar di berbagai daerah di Indonesia. 

Walaupun TGH L Bayan Ali Akbar seorang mursyid tarekat, ia tak pernah mau dipanggil tuan guru, seperti gelar bagi pemuka agama yang lainnya. Dia selalu berujar bahwa dirinya hanyalah orang biasa, sama seperti manusia lainnya. 

Dalam lingkungannya, TGH L Bayan Ali Akbar dikenal sebagai pengayom masyarakat. Dirinya bahkan tak pernah membedakan orang dari ras, suku, maupun agama. TGH L Bayan Ali Akbar juga merupakan sosok yang penyayang, hal ini dibuktikan dengan kedekatannya dengan anak, cucu bahkan cicitnya.

TGH Lalu Albayani Akbar wafat pada Sabtu 7 Agustus 2021 pukul 20.00 Wita dalam usia 86 tahun. Jenazah disalatkan di Masjid As Suhada, Desa Padamara dan dimakamkan Minggu (8/8/2021) pukul 15.30 Wita di pemakaman keluarga Dusun Timuk Rurung, Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia.

Profil KH Lutfi Fathullah & KH Abdul Rasyid Syafi'i

Biografi Profil Biodata KH Lutfi Fathullah meninggal duniaKH Dr Lutfi Fathullah adalah Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta yang meninggal dunia pada Minggu (11/7/2021), sekira pukul 18.22 WIB. Beliau mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kabar kepergian KH Lutfi Fathullah ini disebarkan oleh Pengasuh Pesantren Daaurul Quran KH Yusuf Mansur. 

KH Lutfi Fathullah merupakan cucu dari ulama kharismatik asal Betawi KH Mughni. Dari informasi yang dihimpun, Lutfi Fathullah lahir di Kuningan, Jakarta pada 25 Maret 1964. 

Beliau masuk Pondok Gontor Ponorogo selama 6 tahun. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan S1 di Damascus University, lalu Jordan University (S2), dan Universitas Kebangsaan Malaysia S3). Pada studi S2 dan S3, KH Lutfi mengambil konsentrasi soal hadis. KH Lutfi Fatullah sendiri merupakan pendiri Pusat Kajian Hadis di Indonesia pada 2008 lalu. 

Disana ia rutin menyampaikan kajian-kajian hadis. Ia juga kerap berdakwah di saluran televisi. Selain itu, KH Lutfi juga aktif mengajar. Ia tercatat pernah mengajar di sejumlah Universitas, seperti UI, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Sunan Gunung Jati, hingga Universitas Muhammadiyah Jakarta.

  Biografi Profil Biodata KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi'i meninggal duniaK.H Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie merupakan pria kalahiran Jakarta, 30 November 1942. Beliau merupakan putra ulama Betawi legendaris, KH Abdullah Syafi’ie. Sejak kecil hingga menginjak usia dewasa, K.H Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie banyak belajar agama Islam langsung kepada ayahandanya. 

Ayahnya merupakan pengasuh Yayasan Pendiidkan Islam As-Syafi’iyah. K.H Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie juga sering mengikuti sang ayah dalam berdakwah, baik di Indonesia maupun mancanegara, seperti Singapura dan Malaysia. 

Dalam pendidikan, K.H Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie juga belajar secara langsung kepada para habaib, seperti Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi Kwitang, Habib Ali bin Husen Alatas Bungur, Habib Salim bin Ahmad Bin Jindan, Mufti Johor, Habib Alwi bin Thahir Al-Haddad, dan lainnya. 

Selain aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, K.H Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie juga terus melakukan dakwah dari kota ke kota, dan menjadi mengasuh pondok dan lembaga pendidikan As-Syafi’iyah. KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie. Ulama legendaris asal Betawi ini tutup usia pada Sabtu (10/7/2021).

Habib Abdullah bin Ali Alattas Ulama Besar Yaman

Biografi Profil Biodata Habib abdullah bin ali al attas athos wafat meninggal duniaHabib Abdullah bin Ali Alattas (Munsib Alattas) yang dikenal sebagai ulama besar di Hadhramaut, Yaman, tutup usia. Umat Islam kembali berduka pasalnya, banyak ulama Indonesia yang menimba ilmu di Kota Tarim berguru pada beliau. Habib Abdullah Alatthas juga sangat akrab dengan Indonesia. 

Beberapa kali ia berkunjung dan silaturahmi ke sejumlah ulama diantaranya Pimpinan Majlis Nurul Musthofa, Habib Hasan bin Ja'far Assegaf. Dalam sebuah kesempatan Habib Abdullah juga pernah bertemu dengan Habib Rizieq Shihab. Keduanya terlihat sangat akrab bak seorang murid dan guru. Bahkan, foto keduanya juga sempat viral di media sosial.

Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf Majelis al-Affaf

Biografi Profil Biodata Habib Ali bin Abdurrahman AssegafHabib Ali bin Abdurrahman bin Ahmad Assegaf meninggal dunia hari ini, Jumat (15/1) di RS Holistik Purwakarta pukul 15.30 WIB. Habib Ali adalah anak kedua dari pasangan Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf (Sayyidul Walid) dan Barkah binti Ahmad Fusyani. 

Habib Ali dikenal sebagai ulama sepuh di Jakarta, melanjutkan jejak dakwah ayahnya lewat majelis al-Affaf di kediamannya, di Tebet. Di tempat yang sama, Habib Ali lahir 75 tahun silam atau pada 1945. 

Anak kelima Habib Ali, Alwi bin Ali Assegaf, menyebut ayahnya lebih banyak belajar dari ayahnya sendiri sebagai seorang ulama. Habib Ali, menurut dia dekat dengan semua kalangan dari berbagai latar belakang.
Sejumlah nama besar politikus sempat menyambangi kediaman Habib Ali, di antaranya Wakil Presiden Ma'ruf Amin hingga Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pada 2018, Rizieq sempat menemui Habib Ali di Mekkah saat menjalani umrah bersama keluarga. Alwi mengingat, Rizieq kala itu sengaja menyambangi hotel yang ditempati Habib Ali untuk sekadar sowan. 

Nama Habib Ali beberapa waktu sempat ramai di media sosial usai Rizieq mengumumkan bakal menyambangi kediamannya di Tebet. Di hari kedatangan Rizieq, jamaah di kediaman Habib Ali meluber. Menurut Alwi, Habib Ali telah diserang stroke sejak tiga tahun sebelumnya. Habib Ali awal November 2020 keluar dari mobil Mercy hitam menggunakan kursi roda didorong anak beserta pada muridnya.

Biografi Habib Hasan Assegaf Tokoh Habaib Pasuruan

Biografi Profil Biodata Habib Hasan Assegaf - Tokoh Ulama Pasuruan Habib Ali bin Abdurrahman AssegafHabib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf adalah ayahanda Habib Abubakar, dan mertua Habib Taufiq Assegaf, yang merupakan tokoh habaib di Pasuruan. Habib Hasan cukup dikenal masyarakat setempat sebagai ulama yang karismatik, tawadu, ramah, dan istiqamah. Dalam kondisi apapun, apabila diundang warga, beliau selalu berusaha hadir. Habib Hasan Assegaf akan memenuhi undangan siapapun tanpa melihat status sosial seseorang. Beliau juga merupakan seorang panutan yang memberikan teladan melalui perilakunya sehari-hari. Selain itu, diakui bahwa ulama seperti Habib Hasan Assegaf cukup sulit dicari di zaman seperti sekarang ini.

Salah satu putra Habib Hasan Assegaf, yaitu Habib Abdullah bin Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf mengatakan, bahwa pada hari Senin (21/12) lalu, Habib Hasan mengeluhkan sakit lambung dan usus. Akhirnya, beliau dibawa ke Rumah Sakit National Hospital, Surabaya, dan tiba di sana sekitar pukul 5 sore. Dari hasil pemeriksaan, ada pembengkakan pada ususnya sehingga Dokter menganjurkannya untuk opname. Kemudian pada hari Sabtu (26/12) malam, Habib Hasan memaksa untuk pulang. Beliau berulang kali melepaskan tabung oksigen di mulutnya. Sehingga, kondisinya malah semakin drop dan dipindahkan ke ICU untuk mendapatkan penanganan yang lebih intens.
Habib Hasan wafat pada hari Minggu (27/13/2020) dalam usia 64 tahun. Jenazah ulama yang dikenal sangat bersahaja dan dicintai oleh banyak kalangan tersebut disholati dan dimakamkan di lingkungan Masjid Agung Al-Anwar, Pasuruan. Diketahui ribuan pelayat hadir untuk mengikuti prosesi pemakaman Habib Hasan Assegaf tersebut di lingkungan Masjid Agung Al-Anwar, Pasuruan kawasan Alun-Alun Kota Pasuruan, Minggu (27/12/2020).
- Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf

Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil Pasuruan Jatim

Biografi Profil Biodata Habib Umar Abdullah Assegaf Majelis Roudhotus Salaf Bangil Pasuruan Habib Umar Assegaf
Habib Umar Abdullah Assegaf merupakan pemuka agama cukup terkenal di Jawa Timur. Beliau merupakan pengasuh Majelis Maulid Watta'lim Roudhotussalaf, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Habib Umar Abdullah Assegaf disebut-sebut memiliki jamaah puluhan ribu dan juga sering menggelar pengajian rutin di berbagai daerah di Pasuruan.

Berdasarkan akun media sosialnya, Majelis Roudlotussalaf sempat menggelar Haul Akbar majelis tersebut pada 22 Maret 2020 lalu. Haul yang digelar di sepanjang jalan Masjid Agung bangil ini disiarkan langsung melalui Facebook. Dalam acara tersebut, Habib Umar Abdullah Assegaf juga membagikan santunan untuk 2398 anak yatim piatu.
- Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf

Profil Syekh Ali Jaber Pendakwah dan Penceramah

Biografi Profil Biodata kronologis penusukan  Syekh Ali Jaber Wafat meninggal dunia WikipediaAli Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber (lahir di Madinah, 3 Februari 1976; umur 44 tahun) adalah Pendakwah dan Ulama berkewarganegaraan Indonesia. Ia juga menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan menjadi Da'i dalam berbagai kajian di berbagai stasiun televisi nasional.

Sejak kecil Ali Jaber telah menekuni membaca Al-Quran. Ayahnyalah yang awalnya memotivasi Ali Jaber untuk belajar Al-Quran. Dalam mendidik agama, khususnya Al-Quran dan shalat, ayahnya sangat keras, bahkan tidak segan-segan memukul bila Ali Jaber kecil tidak menjalankan shalat. 

Keluarganya dikenal sebagai keluarga yang religius. Di Madinah ia memiliki masjid besar yang digunakan untuk syiar Islam. Sebagai anak pertama dari dua belas bersaudara, Ali Jaber dituntut untuk meneruskan perjuangan ayahnya dalam syiar Islam.

Meski pada awalnya apa yang ia jalani adalah keinginan sang ayah, lama-kelamaan ia menyadari itu sebagai kebutuhannya sendiri dan pada usia sebelas tahun, ia telah hafal 30 juz Al-Quran. 

Syekh Ali Jaber Ditusuk Orang Tak Dikenal saat Mengisi Pengajian di Bandar Lampung. Penceramah atau pendakwah, Syekh Ali Jaber menjadi korban penganiayaan. Peristiwa yang dialami oleh Syekh Ali Jaber tersebut terjadi di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020).

Boy Lestari Datuak Palindih - Ketua Gebu Minang

Biografi Profil Biodata Boy Lestari Buya palsu meninggal duniaBoy Lestari Datuak Palindih, meninggal dunia Sabtu (09/01/2021) sekitar pukul 05.50 pagi. Kabarnya, Ketua DPW Gebu Minang Sumbar ini, menghembuskan nafas terakhir saat dirawat di RSUP M. Djamil, Padang karena terpapar Covid-19. Kabar duka ini datang dari Suhermanto Raza yang juga Wakil Sekretaris DPW Gebu Minang Sumbar yang disampaikan di beberapa grup whatsapp. “Innallillahi wainnalillahi rajiun. Berita duka. Telah berpulang ke rahmatullah. Orangtua kita, mamak, buya kita, H. Boy Lestari Dt Palindih jam 5 50 Wib pagi ini di Rumah Sakit M Djamil Padang,” ujar Suhermanto Raza.

Boy yang akrab disapa Buya ini, meninggal di usia 62 tahun. Menurut Suhermanto Raza, kepergian Boy hanya berjarak seminggu dari kepergian istrinya yang sudah duluan berpulang. Buya meninggalkan tiga orang anak yakni Cory Lestari, Wahyu Lestari dan Sherly Lestari dan empat orang cucu. “Mari kita lepas kepergian almarhum dengan ikhlas dan kita doakan kepada Allah SWT, almarhum wafat dengan husnul khotimah. Diampuni dosanya dan diterima segala amal ibadahnya,” tutur Suhermanto. Suhermanto juga mengajak semua pihak yang selama ini kenal dan bergaul dengan Buya, agar dapat memaafkan kesalahan Buya yang pernah diperbuat selama ia hidup. Rencananya almarhum akan dikuburkan di samping pemakaman istri tercinta di pandam pakuburan keluarga di Komplek Perum Batang Kabung Asri, Koto Tangah, Kota Padang siang ini dengan protokol Covid-19.

Profil Habib Ja'far Al Kaff Ulama Kharismatik Kudus

Biografi Profil Biodata Habib Ja'far Al Kaff Ulama Kharismatik Semarang meninggal umur berapaHabib Ja’far Bin Muhammad bin Hamid bin Umar Al Kaff yang lahir di Kudus adalah ulama kharismatik asal Semarang yang sangat tersohor di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Habib Ja’far Al Kaff wafat Jumat (1/1) malam, di Samarinda, Kalimantan Timur. Jenazah almarhum rencananya diberangkatkan langsung malam ini ke Kota Semarang. Habib Ja'far merupakan salah satu tokoh berpengaruh di kalangan ulama, nahdliyin dan santri. Bahkan, Ma'ruf Amin pernah menemui Habib Ja'far Al Kaf di sela kunjungannya di Semarang, Jawa Tengah saat kampanye Pilpres 2019 silam.

Habib Ja’far Al Kaff merupakan salah satu Habib berpengaruh di Indonesia yang terkenal memiliki banyak karomah dan memiliki kebiasaan jadzab (berbuat nyeleneh). Habib Ja’far Al Kaff berpenampilan nyentrik dengan rambut gondrong, memakai kemeja, celana bahan, sandal jepit, dan kopiah hitam. Bahkan, kuku jari tangannya dibiarkan panjang. Dia juga mempunyai kebiasaan membuang uang ratusan juta ke lautan. Sosok Habib Ja'far Al Kaff dikenal memiliki karomah dan pengaruh yang luas di masyarakat, khususnya di Jawa Tengah. Meski setahun terakhir tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur, Habib Ja'far Al Kaff berasal dari Kudus. Sontak wafatnya almarhum membuat warga Kudus berduka.
Wafatnya Habib Ja'far bin Muhammad Al Kaff saat berbaring. Hal ini diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Madinah, Gunungpati, Semarang, Habib Umar Al-Muthohar mewakili keluarga. "Beliau enggak sakit. Tadi sore masih berbincang dengan Habib Ridho yang selalu mendampingi," tuturnya. Beberapa saat kemudian Habib Ridho mau keluar kamar. Saat kembali ke kamar, Habib Ja'far merasa kurang enak badan. "Kemudian dibaluri minyak dan istirahat di tempat tidur," ujarnya. Saat akan dibangunkan, Habib Ja'far sudah wafat. "Jadi Allah memberi jalan yang mulus kepada Habib Ja'far saat beliau dipanggil," lanjutnya. Sabtu (2/1/2021) pagi jenazah almarhum Habib Ja'far dibawa ke Kudus, Jawa Tengah dimakamkan Sabtu siang di Pemakamam Ploso Kudus disamping ayah dan datuknya. 

 Habib Umar Al-Muthohar juga mengingatkan kepada masyarakat yang ingin bertakziah agar mematuhi protokol kesehatan. "Kalau jamaah yang akan takziah, tetap patuhi protokol kesehatan. Seadainya tidak bisa datang, bisa didoakan dari rumah," katanya. Ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak. Di antaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas. "Pimpinan Pusat GP Ansor turut berbelasungkawa atas wafatnya Habib Ja'far Al Kaff," kata Gus Yaqut juga menjabat sebagai Menteri Agama (Menag).

Biografi Guru Zuhdi - KH Ahmad Zuhdiannor

Biografi Profil Biodata Guru Zuhdi Meninggal Dunia Ulama kharismatik Asal banjar Kalimantan SelatanGuru Zuhdi atau KH Ahmad Zuhdiannor yang merupakan ulama asal Kalimantan Selatan dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 2 Mei 2020. Guru Zuhdi wafat setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Medistra.

"Turut berduka cita atas berpulangnya ulama kita, KH Zuhdiannor. Semoga almarhum diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran," tulis akun Twitter DPRD Banjarmasin.

Dari laman majelis ulama dan wali, tertulis profil Guru Zuhdi yang lahir di Alabio pada Kamis, 10 Februari 1972 (bertepatan 24 Zulhijjah 1391 Hijriyah). Beliau merupakan anak KH. Muhammad, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah (1986-1993) setelah KH Muhammad Tsani (1976-1986).

Beliau pernah menimba ilmu di Pesantren Al-Falah, Banjarbaru. Namun, karena lebih sering sakit akhirnya beliau dididik oleh kakeknya KH Asli di Alabio. Setelah kakeknya wafat, beliau kembali ke Banjarbaru dan mengaji dengan KH Abdul Syukur di Teluk Tiram.

Guru Zuhdi mengisi banyak majelis taklim, seperti majelis taklim di Komplek Pondok Indah Banjarmasin, rumah kediaman jalan samping Masjid Jami Sungai Jingah, Masjid Sabilah Muhtadin.

Yunahar Ilyas Wakil Ketua MUI Meninggal Dunia

Biografi Profil Biodata Yunahar Ilyas Wakil Ketua MUI Meninggal DuniaProf. Dr. Yunahar Ilyas, Lc., M.Ag. (lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, 22 September 1956 – meninggal di Yogyakarta, 2 Januari 2020 pada umur 63 tahun) adalah seorang pengajar dan ulama Indonesia dari Muhammadiyah. Ia menjabat sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Sejak ia masuk Muhammadiyah pada tahun 1986 sudah banyak jabatan dalam organisasi yang diembannya. Pada periode 2000-2005 ia pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah. Selanjutnya ia menjabat sebagai salah satu Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah untuk periode 2005-2010; 2010-2015 dan 2015-2020. Sedangkan dalam kesehariannya, sejak tahun 1987 ia bekerja sebagai Guru Besar di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Yunahar Ilyas adalah putra dari Ilyas dan Syamsidar. Kedua orang tuanya telah meninggal dunia, ayahnya meninggal pada tahun 1995, sedangkan ibunya tahun 1988. Yunahar menikah pada tanggal 24 September 1987 dengan Liswarni Syahrial dan telah dikaruniai 4 orang anak, yaitu Syamila Azhariya Nahar, Faiza Husnayeni Nahar, Muhammad Hasnan Nahar, Ihda Rufaida Nahar. Pada tahun 2004, anak sulungnya, Syamila Azhariya Nahar meninggal dunia dalam usia 16 th. Yunahar Ilyas meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Yogyakarta pada tanggal 2 Januari 2020 pukul 23.47 WIB karena sakit.

Wakil Ketua MUI yang juga Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas meninggal dunia. Yunahar meninggal karena sakit. "Innalilahi wainna ilaihi rajiun, telah meninggal dunia Prof. Dr. KH. Yunahar Ilyas,Lc Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tanggal 2 Januari pukul 23.47 di RS. Sarjito Yogyakarta," kata Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Jumat (3/1/2020). Yunahar meninggal pada Kamis (2/1) tengah malam. Salah satu ulama besar di Indonesia itu menghembuskan nafas terakhirnya di RS Sarjito Yogyakarta. Agus mengatakan, sosok Yunahar merupakan ulama besar yang sangat berdedikasi tinggi terhadap dakwah islam.

Bahkan, kata dia, dalam kondisi sakit pun Yunahar masih aktif berdakwah. "Bahkan dalam kondisi kurang sehatpun beliau masih aktif berdakwah. Kajian dan karya-karya beliau selalu menginspirasi kami generasi di bawah beliau," kenang Agus. Agus yang selama ini turut mendampingi Yunahar di RS menjelaskan, semula almarhum dalam rangka persiapan cangkok ginjal. "Namun karena kondisi Prof Yun menurun kemudian dirawat di ICU," jelas Agus. Kabar meninggalnya Yunahar juga disampaikan Sekjen MUI Anwar Abbas. "Iya benar, meninggal dunia,

KH Maimun Zubair Ponpes Al-Anwar Rembang

Biografi Profil Biodata mbah moen meninggal - KH Maimun Zubair Doakan PrabowoKyai Haji Maimun Zubair atau Mbah Moen yang lahir di Rembang, Jawa Tengah, 28 Oktober 1928; umur 90 tahun adalah seorang ulama dan politikus, saat ini ia merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang dan menjabat sebagai Ketua Majlis Syariah Partai Persatuan Pembangunan. Ia pernah menjadi anggota DPRD kabupaten Rembang selama 7 tahun. Setelah berakhirnya masa tugas, ia mulai berkonsentrasi mengurus pondoknya yang baru berdiri selama sekitar 7 atau 8 tahun. Tapi rupanya tenaga dan pikiran ia masih dibutuhkan oleh negara sehingga ia diangkat menjadi anggota MPR RI utusan Jateng selama tiga periode.

Potongan video doa Mbah Moen sebelumnya ramai dibahas karena menyebut nama Prabowo meski posisi Mbah Moen berada di sebelah Jokowi. Belakangan, Waketum PPP Arwani Thomafi, yang berada di lokasi, menjelaskan, jika dilihat secara utuh, Mbah Moen mendoakan Jokowi untuk menjadi presiden kedua kalinya. Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy), yang turut hadir pada acara yang digelar di kediaman Mbah Moen di Ponpes Al-Anwar, Rembang, Jumat (1/2) malam, mengirimkan video yang menunjukkan klarifikasi Mbah Moen soal salah ucapnya. Klarifikasi tersebut langsung disampaikan Mbah Moen setelah doa yang menyebut nama Prabowo di samping Jokowi.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy atau Romi menegaskan bahwa ulama Nadhlatul Ulama (NU), Kiai Haji Maimun Zubair atau Mbah Moen mendukung calon presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi). Romi mengunggah video Mbah Moen saat memberikan pesan, Sabtu (2/2/2019). Romi menjelaskan bahwa video tersebut merupakan pesan dan sikap Mbah Moen dalam Pilpres 2019. Romi juga menuliskan bahwa video itu diambil di kamar pribadi Mbah Moen. Pesan dan sikap KH. Maimoen Zubair tentang Pilpres 2019 ini saya ambil di kamar pribadi beliau di PP. Al-Anwar, Sarang, Rembang, tgl 1 Feb 2019 sekitar jam 18.15 WIB. Dalam video tersebut, tampak Romi bersama dengan Mbah Moen dan Jokowi. Ia lantas meminta Mbah Moen memaparkan pesan-pesan yang perlu disampaikan untuk para santri.

Ustadz Firanda Andirja Acara Khazanah Islam

Biografi Profil Biodata Ustadz Firanda Andirja Khazanah Islam Metro TVUstadz Dr. Firanda Andirja Abidin, Lc., MA. (lahir di Surabaya, 28 Oktober 1979; umur 38 tahun), yang lebih dikenal dengan nama Firanda Andirja dengan bernama kuniyah Abu Romli Jamali adalah seorang da'i dan mubaligh di Indonesia yang menjadi penceramah tetap di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Dia juga adalah salah satu staf pengajar di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember. Disamping itu dia juga aktif menjadi narasumber di Radio Rodja dan aktif mengisi beberapa pengajian akbar di Indonesia.

Biografi Profil Biodata Ustadz Firanda Andirja Khazanah Islam Metro TVMasa kecil Firanda Andirja TK hingga SMA ia habiskan di Sorong, Papua, kemudian ia melanjutkan ke Universitas Gadjah Mada mengambil jurusan Teknik. Di UGM ia hanya belajar dua semester saja. Pada masa-masa selanjutnya, dia menempuh studi hingga program S3 di Universitas Islam Madinah. Menamatkan kuliah S2-nya dengan tesis Jawaban Ibnu Taimiyyah terhadap syubhat-syubhat terperinci yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah dzatiyah yang dilontarkan oleh para penolak sifat. Pada bulan September 2016, menyelesaikan program doktoralnya dengan judul disertasi Membantah da'i-da'i pluralisme yang berdalil dengan Al Q'uran dan As Sunnah dengan predikat summa cumlaude. Ia dikenal mempunyai seorang istri bernama Rosmala Dewi Arifudin atau Ummu Abdil Muhsin. Dari hasil pernikahannya, dia mendapat 5 orang anak, putra dan putri

Biografi Profil Biodata Ustadz Firanda Andirja Khazanah Islam Metro TVUstadz Firanda aktif di berbagai kegiatan dakwah di Arab Saudi, di antaranya dia dipercaya untuk menjadi pengisi pengajian rutin berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi, Madinah. Yang tidak semua orang diizinkan pemerintah setempat untuk menjadi pengisi kajian di sana. Dia juga beberapa kali bertandang ke tanah air untuk mengisi tabligh akbar dan dia salah satu pengisi tetap di Radio Rodja secara jarak jauh dari kota Madinah. Dalam beberapa kesempatan dakwahnya di manhaj Salaf, sempatlah dia menulis bantahan-bantahan terhadap polemik dari Quraish Shihab, tokoh-tokoh serupa Ulil Abshar Abdalla, kaum takfiri -orang yang benar-benar sangat mudah mengkafirkan orang lain tanpa pikir panjang, dan membantah juga sejumlah tokoh haba'ib-haba'ib Indonesia yang kadangkala nyeleneh. Sampai saat ini, dia masih terus berdakwah dan mengadakan daurah ke seluruh Nusantara.

#Lihat pula : Profil Abu Jandal Al Yemeni Al-Indonesi

Biografi Said Aqil Siradj Ketua Umum PB NU

Biografi Profil Biodata Said Aqil Siradj Ketua Umum PB NU Soraya Abdullah BercadarProf. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A. atau sering dikenal Said Aqil Siroj adalah Ketua Umum (Tanfidziyah) Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama periode 2010–2015. KH Said Aqil Siradj terpilih sebagai ketua umum PB Nahdlatul Ulama untuk periode 2015-2020 lewat muktamar ke-33 di Jombang. Riwayat Pendidikan Formalnya S1 Universitas King Abdul Aziz, jurusan Ushuluddin dan Dakwah, lulus 1982, S2 Universitas Umm al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, lulus 1987 dan S3 University of Umm al-Qura, jurusan Aqidah / Filsafat Islam, lulus 1994. Sedangkan Pendidikan Non-Formalnya Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien Kempek Cirebon, Hidayatul Mubtadi’en Pesantren Lirboyo Kediri (1965-1970) dan Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (1972-1975)

Pengalaman Organisasi :

Sekertaris PMII Rayon Krapyak Yogyakarta (1972-1974)
Ketua Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Mekkah (1983-1987)
Wakil Katib ‘aam PBNU (1994-1998)
Katib ‘aam PBNU (1998-1999)
Penasehat Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (Gandi) (1998)
Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) (1998-sekarang)
Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI (1998-sekarang)
Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998 (1998)
Ketua TGPF Kasus pembantaian Dukun Santet Banyuwangi (1998)
Penasehat PMKRI (1999-sekarang)
Ketua Panitia Muktamar NU 30 di Lirboyo Kediri (1999)
Anggota Kehormatan MATAKIN (1999-2002)
Rais Syuriah PBNU (1999-2004)
Ketua PBNU (2004-sekarang)

Kegiatan profesional

Tim ahli bahasa indonesia dalam surat kabar harian Al-Nadwah Mekkah (1991)
Dosen di Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) (1995-1997)
Dosen pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta (1995-sekarang)
Wakil Direktur Universitas Islam Malang (Unisma) (1997-1999)
MKDU penasihat fakultas di Universitas Surabaya (Ubaya) (1998-sekarang)
Wakil ketua dari lima tim penyusun rancangan AD / ART PKB (1998)
Komisi member (1998-1999)
Dosen luar biasa Institut Islam Tribakti Lirboyo Kediri (1999 – sekarang)
Majelis Permusyawaratan Rakyat anggota fraksi yang mewakili NU (1999-2004)
Lulusan Unisma direktur (1999-2003)
Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) (2001-sekarang)
Dosen pascasarjana ST Ibrahim Maqdum Tuban (2003-sekarang)
UNU Dosen lulusan Universitas NU Solo (2003-sekarang)
Lulusan Unisma dosen (2003-sekarang)
Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) 2010-2015


Pemilihan sebagai Ketua Umum PBNU

Said Aqil Siroj terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) periode 2010-2015 dalam Muktamar ke-32 Nahdlatul 'Ulama (NU) di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Said unggul dengan perolehan 294 suara dari rivalnya Slamet Effendi Yusuf yang mendapat 201 suara. Sebelumnya, KH Sahal Mahfudz, terpilih menjadi Rais Aam PBNU. Said Aqil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) 2010-2015. Said Aqil Siraj dan Slamet maju ke putaran kedua setelah memperoleh masing-masing 178 suara dan 158 suara. Keduanya dianggap memenuhi syarat untuk maju dalam putaran kedua pemilihan calon ketua umum PBNU. Dalam tata tertib muktamar seorang calon harus mengumpulkan 99 suara untuk ditetapkan sebagai calon ketua umum. Sementara itu, Sholahuddin Wahid (Gus Solah) hanya mendapatkan 83 suara, Ahmad Bagja (34), Ulil Absar Abdala (22), Ali Maschan Moesa (8), Abdul Aziz (7), Masdar Farid Mas’udi (6). Mereka gagal memperoleh angka 99 suara dari muktamirin sehingga tidak bisa mengikuti putaran kedua. (Sumber: Wikipedia)

KH Ali Yafie Ketua Majelis Ulama Indonesia

Biografi Profil Biodata KH Ali Yafie - Ketua Majelis Ulama IndonesiaAG. H. Ali Yafie (lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 1 September 1926; umur 92 tahun) adalah ulama fiqh dan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia.[butuh rujukan] Ia adalah tokoh Nahdlatul Ulama, dan pernah menjabat sebagai pejabat sementara Rais Aam (1991-1992). Saat ini, ia masih aktif sebagai pengasuh Pondok Pesantren Darul Dakwah Al Irsyad, Pare-Pare, Sulawesi Selatan yang didirikannya tahun 1947, serta sebagai anggota dewan penasehat untuk Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Ali Yafie memperoleh pendidikan pertamanya pada sekolah dasar umum, yang dilanjutkan dengan pendidikan di Madrasah As'adiyah yang terkenal di Sengkang, Sulawesi Selatan.[butuh rujukan] Spesialisasinya adalah pada ilmu fiqh dan dikenal luas sebagai seorang ahli dalam bidang ini.[butuh rujukan] Ia mengabdikan diri sebagai hakim di Pengadilan Agama Ujung Pandang sejak 1959 sampai 1962, kemudian inspektorat Pengadilan Agama Indonesia Timur (1962-1965).

Sejak 1965 hingga 1971, ia menjadi dekan di fakultas Ushuluddin IAIN Ujung Pandang, dan aktif di NU tingkat provinsi.[butuh rujukan] Ia mulai aktif di tingkat nasional pada 1971.[butuh rujukan] Pada muktamar NU 1971 di Surabaya ia terpilih menjadi Rais Syuriyah, dan setelah pemilu diangkat menjadi anggota DPR. Kemudian ia tetap menjadi anggota DPR sampai 1987, ketika Djaelani Naro, tidak lagi memasukkannya dalam daftar calon. Sejak itu, Ali Yafie mengajar di berbagai lembaga pendidikan tinggi Islam di Jakarta, dan semakin aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pada Muktamar NU di Semarang 1979 dan Situbondo 1984, ia terpilih kembali sehagai Rais, dan di Muktamar Krapyak 1989 sebagai wakil Rais Aam. Karena Kiai Achmad Siddiq meninggal dunia pada 1991, maka sebagai Wakil Rais Aam ia kemudian bertindak menjalankan tugas, tanggung jawab, hak dan wewenang sebagai pejabat sementara Rais Aam.[butuh rujukan] Setelah terlibat konflik dengan Abdurrahman Wahid mengenai penerimaan bantuan dari Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial untuk NU, Ali Yafie menarik diri dari PBNU.

Erwandi Tarmizi Pakar Muamalat Kontemporer

Biografi Profil Biodata Erwandi Tarmizi - Pakar Muamalat KontemporerErwandi Tarmizi yang lahir di Pekanbaru 30 September 1974, menyelesaikan pendidikan D1 Pengajaran Bahasa Arab LIPIA, 1994-1995 S1 Syariah LIPIA, 1995-1999. S2 jurusan Ushul Fiqh, Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud, 2001-2005. S3 jurusan Ushul fiqh, Fakultas Syari’ah, Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud, 2006-2011.

Menjadi Supervisor Materi Keislaman Divisi Bahasa Indonesia situs www.islamhouse.com 2004-2006. Anggota tim pembuatan program e-book “Panduan Indeks Thesis dan Disertasi Fakultas Syariah”, Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, 2006-2007. Anggota tim pembuatan program e-book “Panduan Lengkap Muamalat”, Dewan Syariah, Bank Al Rajhi, Riyadh, 2007-2008. Manajer situs islam berbahasa indonesia www.islam-indo.org , 2008-2009 . Pengajar D2 Studi Islam di Kantor Dakwah Islam Rabwah (2003-2011), dan di Kantor Dakwah Islam Rawdhah (2010 -2011).

Penulis tetap kolom Fiqh Kontemporer, majalah “Manhajuna” Riyadh, 2003- sampai sekarang. Penulis tetap kolom Fiqh Muamalat Kontemporer & kolom Halal-Haram, majalah “Pengusaha Muslim”, Agustus 2011- sampai sekarang. Thesis : “Al Atsar Al Ushuly li Qaidah Isytirath Al Qudrah Lit Taklif”. Disertasi: “Tahqîq Mazhab Shafi’iyyah Fîmâ Ikhtalafu Fîhi Min Al Masail Al Ushuliyyah
Fî Mabâhitsi Al Hukmi As Shar’i Wa Al Adillah “. Terjemahan buku “Sejarah Mekkah”, Darussalam for Publishing, Riyadh, 2003. Terjemahan buku “Sejarah Madinah”, Darussalam for Publishing, Riyadh, 2003.

Terjemahan buku “Riyadhushshalihiin”, Darussalam for Publishing, Riyadh, 2004. Terjemahan buku “Tanda-tanda Hari Kiamat, Tinjaun Masa Depan Dunia Islam”, Qisthi Press, Jakarta, 2004. Terjemahan buku “Obat Penawar Sihir”, Islamic International for Publishing House, Riyadh, 2006. Terjemahan modul “Pengantar Fiqh Perbankan Islam”, Ma’had Al ‘Aly lil Qadhaa’, Universitas Islam Al Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, 2009. Harta Haram Muamalat Kontemporer, P.T. Berkat Mulia Insani, Jakarta, Februari 2012.

Pekerjaan :

Komisaris ErwandiTarmizi&Associates
Dosen tetap di program magister Ekonomoi Syariah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia Bogor
Dosen tamu di program magister Perbankan Syariah Universitas Ibn. Khaldun Bogor.
Dosen tamu di program magister Managemen Bisnis Syariah IPB
Dosen tamu di program magister Pemikiran Islam Kosentrasi Usul dan Fikih kelas Internasional Universitas Muhamadiyah Surakarta.

Kegiatan : Pemateri fiqih kontenporer radio rodja, rodja TV bogor. - Sumber : http://erwanditarmizi.com/about/

Habib Umar Bin Hafidz - Ulama Dunia Era Modern

Biografi Profil Biodata Habib Umar Bin Hafidz Ditangkap Densus 88 di Samarindaal-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz yang dilahirkan pada hari Senin, 27 Mei 1963 M [Kalender Hijriyah: 4 Muharram 1383] adalah seorang ulama dunia era modern. al-Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman di mana dia mengawasi perkembangan di Dar-al Musthafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun di bawah manajemennya. Dia masih memegang peran aktif dalam dakwah agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga dia meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya itu.

Dia terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim-ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad[2]. Dia dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidupnya demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam[2]. Ia secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal Demikian pula kedua kakek dia, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya.

Awal kedatangan Habib Umar ke Indonesia adalah pada tahun 1994[5]. Dia diutus oleh Al-Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf yang berada di Jeddah untuk mengingatkan dan menggugah ghirah (semangat atau rasa kepedulian) para Alawiyyin Indonesia, disebabkan sebelumnya ada keluhan dari Habib Anis bin Alwi al-Habsyi seorang ulama dan tokoh asal Kota Solo/ Kota Surakarta, Jawa Tengah tentang keadaan para Alawiyyin di Indonesia yang mulai jauh dan lupa akan nilai-nilai ajaran para leluhurnya. Dakwahnya juga sangat dirasakan kesejukannya dan disambut dengan hangat oleh umat Islam di Indonesia. Masyarakat menyambutnya dengan sangat antusias dan hangat, mengingat bahwa kakeknya yang kedua, Al-Habib Hafidz bin Abdullah bin Syekh Abubakar bin Salim, berasal dari Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Dakwahnya yang sangat indah dan sejuk itu yang bersumber dan sang kakek Nabi Muhammad saw, sangatlah diterima oleh berbagai kalangan, baik pemerintah maupun rakyat, kaya ataupun miskin, tua ataupun muda.

Di Indonesia al-Habib Umar sudah beberapa kali membuat kerjasama dengan pihak bahkan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Ditjen Kelembagaan Keagamaan Kementerian Agama Indonesia meminta pembuatan kerjasama dengan al-Habib Umar dan Dar-al Musthafa untuk pengiriman Sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya para kiai pimpinan pondok pesantren untuk mengikuti program pesantren kilat selama tiga bulan di bawah bimbingan langsung al-Habib Umar. Sampai saat ini, banyak sudah santri-santri di Indonesia yang menuntut ilmu di pondok pesantren yang dia pimpin, Dar-al Musthafa di Hadhramaut, dan telah melahirkan banyak da’i yang meneruskan perjuangan dakwahnya di berbagai daerah di Indonesia.

Habib Usman Bin Yahya Majelis Daarul Fhadhillah

Biografi Profil Biodata Habib Usman Bin Yahya Suami Kartika PutriHabib Usman Bin Yahya adalah pemimpin Majelis bin Yahya Daarul Fhadhillah, yang berdiri di Jalan Raya Puncak Hankam, Cisarua, Bogor. Majelis tersebut sering mengadakan berbagai acara, seperti buka puasa bersama, shalat tarawih, dan khotmil Quran. Selain itu, acara tabligh akbar juga dilakukan pada setiap bulan. Habib Usman bin Yahya telah membuat pengakuan soal pernikahannya dengan artis Kartika Putri. Melalui instagram, Habib Usman mengakui sudah menikah dengan Kartika Putri. Walaupun, sebelumnya keduanya belum mengakui secara jelas perihal pernikahan mereka.

Habib Usman bin Yahya disebut-sebut telah menikah dua kali sebelum bertemu dengan Kartika Putri. Istri pertamanya bernama Ria Tatu. Usman menikahi Ria di tahun 2004, namun mereka bercerai di tahun 2016. Pernikahan keduanya dikaruniai 3 orang anak. Disebutkan keduanya bercerai secara baik-baik. Kemudian muncul wanita bernama Nida. Nida disebut menikah dengan Habib Usman kurang lebih selama satu bulan. Sebelumnya, Nida pernah angkat bicara saat Kartika dan Usman digosipkan. Kartika Putri menegaskan ia tidak menerima poligami. Ia juga membantah telah merusak rumah tangga orang.
Editor: Murhan
Artis yang kini mantap berhijab itu mengutarakan banyak yang mencoba menjodohkannya dengan Habib Usman bin Yahya. Pertemuan Habib Usman Bin Yahya dengan Kartika Putri ternyata dikenalkan oleh Manajer Raffi Ahmad, Mira Syamsiah Ahmad. Mira mengakui telah mengenalkan Kartika Putri kepada Habib Usman. Kartika Putri mengatakan Habib Usman merupakan kriteria pria idaman. Menurutnya pernikahan adalah hal yang baik dan seorang habib adalah orang yang baik pula.