Showing posts with label Fotografer. Show all posts
Showing posts with label Fotografer. Show all posts

Biodata Nicoline Patricia Fotografer Fashion Travel

Biografi Profil Biodata Nicoline Patricia Fotografer Fashion TravelNicoline Patricia Malina yang lahir di Surabaya pada 6 Desember 1984 adalah seorang fashion and travel photographer. Namanya dikenal di dunia fotografi, khususnya fotografi fashion di Indonesia. Dia hadir menjadi juru foto di ajang Indonesia's Next Top Model 2021 di acara Net TV. Mengawali kariernya di Belanda, kini Nicoline dikenal sebagai fotografer fashion Tanah Air selama 12 tahun. Perempuan yang bernama lengkap Nicoline Patricia Malina ini adalah anak perempuan dari pasangan Jack Bernard dan Fransisca Lanywati. 

Nicoline menuturkan, ibunya adalah seorang desainer dan makeup artist yang memiliki banyak majalah fashion di rumah. Ketika masih kecil, Nicoline sangat menikmati melihat foto-foto di majalah tersebut. “Layaknya anak kecil pada umumnya yang menyukai cerita dongeng, saya merasakan hal yang sama asyiknya melihat foto-foto di majalah fashion. Foto-foto tersebut seperti bercerita,” ujar Nicoline saat ditemui di Veranda Hotel, Jakarta Selatan, pada Kamis (5/9). 

Sejak kecil, Nicoline mengaku sangat menikmati cerita melalui foto-foto. Kegemaran Nicoline terhadap foto fashion membuat ibunya berkesimpulan bahwa Nicoline ingin menjadi desainer fashion. Ibunya pernah mendaftarkannya di sebuah tempat kursus fashion designer karena mengira Nicoline menyukai profesi tersebut. “Pada akhirnya saya menyadari, meskipun menyukai dunia fashion designer, saya tidak benar-benar mencintainya. Saya justru lebih tertarik dunia fotografi,” ungkap Nicoline. Nicoline pun urung menekuni keterampilan fashion designer dan berhenti menjalaninya saat lulus SMA.

Lewat kerja keras, pada 2002, Nicoline pergi ke Belanda menekuni studi Fine Art di Hogeschool voor de Kunsten Utrecht, Belanda. Tidak hanya belajar melukis dan menggambar, dia juga menjalani beberapa pekerjaan di sana. Sambil mengisi waktu, Nicoline menjadi penata rias lepas untuk para model, bahkan menjadi model. Dari situlah ketertarikannya pada kamera tumbuh. “Selama menjadi model, saya kenal banyak fotografer. Saya lihat pekerjaan mereka sangat menarik. Saat sedang istirahat di lokasi pemotretan, saya mengajak mereka ngobrol soal fotografi,” tutur Nicoline. Dua tahun kemudian, Nicoline membeli kamera sendiri untuk mendalami dunia fotografi secara mendalam. 

Di sela-sela kesibukan, dia memotret kehidupan jalanan di Belanda dan beberapa model agensi. Dia juga berusaha masuk ke lingkungan fotografi fashion dan mengirimkan kumpulan fotonya ke berbagai majalah fashion di Belanda. “Puluhan foto telah saya kirim, tetapi tidak ada yang merespons. Sampai suatu hari pada 2006, majalah Elle Belanda menghubungi saya. Mereka mengajak saya bekerja sama,” ujar Nicoline. Seiring berjalannya waktu, nama Nicoline dikenal di Eropa, khususnya Amsterdam, Paris, Antwerp, setelah menjuarai Iconique Societas Excellence in Photography Award 2007. 

Tahun 2008, Nicoline memutuskan kembali ke Indonesia. Dia membutuhkan waktu sekitar setahun untuk bisa beradaptasi dengan cara kerja dan selera pasar di Indonesia. Menurutnya, dalam segi fashion, Indonesia memiliki lebih banyak unsur yang bisa dieksplorasi, sedangkan di Eropa segala sesuatunya lebih sederhana. “Orang Eropa lebih suka menekankan feel dan mood. Orang Indonesia lebih senang menekankan produk dan lighting ,” ujar Nicoline. Kesuksesan yang diraih Nicoline berhasil membuktikan bahwa perempuan juga bisa bersinar di lingkup pekerjaan yang didominasi kaum laki-laki tersebut.

Jerry Aurum Fotografer Mantan Suami Denada

Biografi Profil Biodata Jerry Aurum Fotografer Mantan Suami Denada Ditangkap polisiJerry Aurum adalah mantan suami artis Denada yang berprofesi sebagai fotografer profesional. Sang mantan istri Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan adalah penyanyi dan aktris berkebangsaan Indonesia. Putri sulung pasangan Emilia Contessa dan Rio Tambunan ini awalnya adalah penyanyi pop yang kemudian mengambil spesialisasi rap, namun belakangan terjun ke dangdut.

Pada tanggal 15 Februari 2012 Denada menikah dengan Jerry Aurum yang merupakan seorang fotografer di Bali. Pada tahun 2009 Denada pernah menjadi model fotonya Jerry, ketika Jerry meluncurkan album foto berjudul In My Room. Pada tanggal 11 Desember 2012 Denada melahirkan seorang putri pertama, Shakira Aurum. Pernikahan beda agama ini tidak bertahan langgeng[7]. Denada mengajukan perceraian tiga tahun kemudian melalui pengacaranya pada 24 Juni 2015.

Denada awalnya dikenal sebagai rapper papan atas Indonesia pada awal 1990-an. Ia kemudian meninggalkan karier sebagai rapper untuk melanjutkan pendidikan di Australia. Sekembalinya dari Australia, Denada mencoba kembali ke dunia musik namun berpindah jalur ke aliran dangdut. Lagu-lagu dangdutnya sukses dan Denada bahkan masuk sebagai unggulan dalam beberapa penghargaan musik, di antaranya Anugerah Musik Indonesia dan Penghargaan MTV Indonesia pada tahun 2005. Selain itu, wanita yang pernah menempuh pendidikan di Australia ini juga menggeluti dunia akting di sinetron. Beberapa sinetron yang pernah dibintanginya di antaranya "Hari-hari Mau", "Nyari Bini", "Rahasia Ilahi", dan "Cahaya Surga".

Biografi Kristupa Saragih - Fotografer Profesional

Biografi Profil Biodata Kristupa Saragih - Wikipedia - Fotografer Profesional Meninggal DuniaKristupa Wicaksana Saragih yang lahir di Jambi, 18 Desember 1976; umur 40 tahun adalah adalah Fotografer profesional Indonesia. Selain berprofesi sebagai fotografer profesional, Kristupa dikenal sebagai salah satu pengajar di sekolah fotografer Darwis Triadi dan sering menulis di surat kabar Kompas dan situs berita online Detik. Dia seorang tokoh muda fotografi Indonesia bersama dengan Valens Riyadi mendirikan situs fotografi pertama di Indonesia yang bernama Fotografer Net.

Biografi Profil Biodata Kristupa Saragih - Wikipedia - Fotografer Profesional Meninggal DuniaBiografi Profil Biodata Kristupa Wicaksana Saragih

Lahir 18 Desember 1976 (umur 40) di Kota Jambi, Jambi, Indonesia
Kebangsaan dan Kewarganegaraan Indonesia
Pekerjaan : Fotografer Kristupa Saragih Photography dan Co-founder Fotografer.net
Pendidikan : SD Xaverius 1 Jambi, SMP Negeri 1 Jambi, SMA Kolese De Britto, Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
Riwayat Pekerjaan : Koresponden Majalah Hai, Field Engineer, Reservoir Evaluation Wireline, Schlumberger, Fotografer

Biografi Profil Biodata Kristupa Saragih - Wikipedia - Fotografer Profesional Meninggal DuniaKristupa Saragih menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (8/7) di usia 40 tahun. Ucapan selamat duka untuknya menggema di media sosial Twitter. Kabar duka meninggalnya Fotografer profesional Indonesia ini diposting oleh Twitter Fotografer @fotografernet. Diketahui Kristupa adalah salah satu pendiri situs fotografi tersebut. "Selamat jalan co-founder @fotografernet @kristupa. Rest in peace..," cuitnya.

Biografi Profil Biodata Kristupa Saragih - Wikipedia - Fotografer Profesional Meninggal DuniaDari sejumlah informasi, Kristupa terkena serangan stroke. Ia pun dilarikan ke RS Bros Renon Bali untuk mendapat perawatan. detikcom mencoba untuk menghubungi pihak keluarga Kristupa namun belum ada jawaban. Di Twitter, hashtag #RIPKristupa menjadi salah satu trending topic di Indonesia. Sejumlah komunitas fotografi hingga para netizen mengucapkan duka cita atas kepergian Kristupa.

Biography Karimeh Abbud - Lady Photographer

Biografi Profil Biodata Karimeh Abbud Biography Biographie Biografia كريمة عبود Lady PhotographerKarimeh Abbud كريمة عبود (1896-1955; Arab : كريمة عبود), juga dikenal sebagai "Lady Fotografer", adalah fotografer profesional Palestina dan seniman yang tinggal dan bekerja di Lebanon dan Palestina di paruh pertama abad kedua puluh. Pada tahun 1896, tahun ia dilahirkan, ayahnya As'ad Abbud, melayani sebagai awam pendeta di Shefa-Amr . Tak lama kemudian, ia bergabung dengan Lutheran gereja, dan keluarganya pindah bersamanya saat ia mengambil sebuah posting baru sebagai pendeta di Beit Jala (1899-1905) dan kemudian Bethlehem , di mana ia kemudian ditunjuk sebagai paroki pastor . Karimeh dibesarkan menghabiskan waktu di semua kota-kota tersebut, sementara juga menghadiri Sekolah Schmidt Gadis di Yerusalem.

Di Betlehem pada tahun 1913 bahwa dia pertama kali mulai tertarik pada fotografi, setelah menerima kamera dari ayahnya sebagai hadiah untuk ulang tahun ke-17 nya. Foto pertama adalah dari keluarga, teman dan lanskap di Betlehem dan gambar ditandatangani pertamanya adalah tanggal Oktober 1919. Karimeh belajar sastra Arab di Universitas Amerika di Beirut di Lebanon. Selama waktu ini, ia mengambil perjalanan ke Baalbek untuk memotret situs arkeologi di sana. Dia mendirikan sebuah studio rumah, mendapatkan uang dengan mengambil foto dari perempuan dan anak-anak, pernikahan dan upacara lainnya. Dia juga mengambil banyak foto dari ruang publik di Haifa, Nazareth, Betlehem dan Tiberias.

Biografi Profil Biodata Karimeh Abbud Biography Biographie Biografia كريمة عبود Lady PhotographerDengan tahun 1930-an dia adalah seorang fotografer profesional, naik ke menonjol di Nazareth, di mana keluarga Abbud terkenal sebagai kakeknya pernah menjabat sebagai apoteker senior di Rumah Sakit Nazareth Inggris dan ayahnya juga pernah menjabat sebagai pendeta di sana. Ketika fotografer Nazareth lokal Fadil Saba pindah ke Haifa, studio kerja Karimeh adalah permintaan yang tinggi untuk pernikahan dan potret pada khususnya. Pekerjaan yang ia diproduksi pada periode ini dicap dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris dengan kata-kata: "Karimeh Abbud - Lady Fotografer - كريمة عبود: مصورة شمس". Pada pertengahan 1930-an, ia mulai menawarkan salinan tangan-dicat foto studio.

Ibu Karimeh meninggal pada tahun 1940 mendorong dia untuk meninggalkan Nazareth, pertama untuk Yerusalem dan kemudian Bethlehem. Dalam 1941 surat kepada sepupunya, dia mengungkapkan keinginannya untuk mempersiapkan album dicetak publik untuk karya fotografi dan untuk kembali ke Nazareth. Dalam peristiwa menjelang dan setelah 1948 Arab-Israel perang sedikit yang diketahui dari mana ia tinggal atau apa yang ia alami. Hal ini diketahui bahwa ayahnya meninggal pada bulan Juni 1949 di kampung halaman ayahnya dari Khiam di Libanon selatan. Hal ini juga diketahui bahwa Karimeh akhirnya kembali ke Nazareth, di mana dia meninggal pada tahun 1955 dan di mana salinan karyanya pertama kali dikumpulkan.

Biografi Profil Biodata Karimeh Abbud Biography Biographie Biografia كريمة عبود Lady PhotographerSalinan asli dari portofolio luas nya telah dikumpulkan bersama-sama oleh Ahmed Mrowat, Direktur Proyek Nazareth Arsip. Pada tahun 2006, Boki Boazz, sebuah Israel barang antik kolektor , ditemukan lebih dari 400 cetakan asli dari Abbud di sebuah rumah di Qatamon seperempat Yerusalem yang telah ditinggalkan oleh pemiliknya melarikan diri dari pendudukan Israel pada tahun 1948. Mrowat telah memperluas koleksi dengan membeli foto-foto dari Boazz, banyak yang ditandatangani oleh seniman. Ada pula Khalil Raad ( Arab : خليل رعد, 1854-1957) adalah seorang fotografer , yang dikenal sebagai " Palestina pertama 's Arab fotografer." Karya-karyanya meliputi lebih dari 1230 piring kaca , puluhan kartu pos, dan yang belum dipublikasikan film yang mendokumentasikan peristiwa politik dan kehidupan sehari-hari di Palestina , Suriah , dan Lebanon selama lima puluh tahun.

Profil Biodata Fotografer Nurulita Adriani Rahayu

Wikipedia Nurulita Adriani RahayuNurulita Adriani Rahayu, yang memilih jadi fotografer profesional karena merasa dirinya tidak fotogenic. Ketertarikan Nurulita pada dunia fotografi sudah muncul sejak ia masih menginjak bangku SMA. Kala itu, ia lebih suka memotret teman-temannya karena merasa dirinya tidak terlihat lebih cantik ketika difoto. "Kalau aku difoto kayaknya memang agak susah angle-nya karena aku susah fotogenic, terus aku akhirnya tertarik apa sih yang bikin orang susah difoto," ungkap Nurulita kepada wolipop yang ditemui langsung di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Dari hobinya mengambil gambar teman-teman sekolah dengan memakai kamera sang kakak, Nurulita terus berlatih hingga melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dia sempat berhenti memotret saat masuk kuliah, kemudian melanjutkan hobi itu kembali setelah lulus. Jurusan yang diambil oleh Nurulita pun sangat jauh berbeda dengan hobi fotografinya, yaitu Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung. Ketika kuliah, dia pun sadar kalau ternyata passion-nya ada dalam lingkup foto. "Pas sudah kuliah, aku ingin mendalami fotografi, dan ternyata itu passion aku. Jadinya, mulai belajar dari nol setelah lulus kuliah," jelas wanita yang hobi membaca komik itu.

Sebelum mengembangkan sayap sebagai fotografer komersil, wanita kelahiran 6 Februari 1976 ini pernah bekerja di majalah Bazaar Indonesia selama 1,5 tahun sejak 2003. Kemudian, dia diajak bergabung menjadi fotografer komersil hingga sekarang. Perjalanan karier Nurulita tidak semulus yang dibayangkan. Pernah suatu kali dia menjalani suatu proyek iklan di outdoor. Cuaca yang tidak mendukung membuat Nurulita harus menggunakan kemampuan memotretnya secara maksimal. "Hujannya lima kali, lagi motret berhenti hujan, itu sih seru, tapi Alhamdulillah hasilnya bagus sih. Waktu itu motret iklan buat rokok. Kalau outdoor kan tergantung cuaca, hujan memang nggak berhenti-berhenti, baru 10 menit hujan lagi, jadi di antara tenggang waktu itu kita harus cepat-cepat motret, sedangkan yang difoto nggak cuma satu orang, ada banyak orang," cerita Nurulita yang juga mempunya hobi diving ketika liburan.

Tidak hanya itu, dia juga menceritakan pengalaman memotretnya bersama pemain bola asal Brazil yang tidak dapat berbahasa Inggris sehingga harus mengarahkannya hanya dengan bahasa tubuh. Hal itu menjadi pengalaman menarik bagi Nurulita. Sebab, hasil foto yang didapat sangat bagus dan menjadi foto terbaiknya pada tahun 2011. Nurulita pun menjelaskan kalau dia melatih kemampuan fotografinya tidak dengan sekolah atau kursus. Cukup berbagi dengan teman, ikut workshop, seminar, serta latihan untuk mengasah kemampuan memotretnya. Akan tetapi, Nurulita menganjurkan lebih baik sekolah agar dibekali pengetahuan yang lebih mengenai teknik foto. "Mungkin akan lebih baik sekolah karena bekal teknisnya kuat, tapi aku percaya apa pun kalau ada kemauan pasti bisa," tutup Nurulita mengakhiri pembicaraan.

Gabriel Lippmann Penemu Plat Fotografi Berwarna

ARTI & FUNGSI WARNA KABEL INSTALASI LISTRIK DI RUMAHJonas Ferdinand Gabriel Lippmann (lahir 16 Agustus 1845 – meninggal 13 Juli 1921 pada umur 75 tahun) adalah seorang fisikawan Perancis yang menerima Hadiah Nobel Fisika pada 1908 untuk pembuatan plat foto pertama, dikenal sebagai plat Lippman. Ia diingat untuk penemuan yang menimbulkan dari risetnya medium sensitif warna langsung dalam fotografi.

Jonas Ferdinand Gabriel Lippmann lahir dari keluarga Yahudi di Hollerich, Luxembourg pada tanggal 16 Agustus 1845 dan meninggal 13 Juli 1921 pada umur 75 tahun. Ia dilahirkan menjadi orang berkebangsaan Prancis karena ketika Gabriel berusia tiga tahun, keluarganya pindah kembali ke Perancis, untuk tinggal di Paris, di mana ia hanya belajar di rumah. Setelah cukup dewasa Lippmann dididik di Ecole Normale di Paris. Lippmann melakukan penelitian di Jerman ia menjadi guru besar probabilitas dan fisika matematika di Sorbonne pada tahun 1883. Pada tahun 1886 ia menjadi direktur laboratorium penelitian fisik dan profesor fisika di Sorbonne.

Pada tahun 1873 dari penelitiannya, Lippmann menemukan sebuah electrometer yang digunakan dalam mesin EKG pertama atau yang biasa disebut kapiler Lippmann electrometer, sebuah alat untuk mengukur tegangan yang sangat kecil. EKG, disingkat dari Elektrokardiogramm Jerman adalah sebuah grafik yang dihasilkan oleh elektrokardiograf, yang mencatat tegangan listrik di jantung dalam bentuk strip grafik yang terus-menerus. Penemuan-penemuan lain Lippmann masih banyak termasuk galvanometer, sebuah seismograf, dan coelostat.

Lippmann adalah seorang fisikawan Prancis. Pada tahun 1888 Lippmann menikahi putri seorang novelis Perancis Charles Victor Cherbuliez (19 Juli 1829 - 1 Juli 1899). Lippmann menerima Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1908 untuk pembuatan plat foto pertama berdasarkan fenomena gangguan, yang dikenal sebagai plat Lippman. Ia terkenal untuk penemuan dari risetnya berupa medium sensitif warna langsung dalam fotografi. Plat Lippmann merupakan bentuk awal fotografi berwarna yang dikembangkan pada tahun 1891.

Proses yang terlibat menempatkan sebuah mantel air raksa di belakang emulsi pada pelat fotografi. Ini adalah satu-satunya metode langsung warna fotografi tapi memerlukan waktu pemaparan yang panjang. Plat kaca dilapisi dengan emulsi perak transparan. Merupakan sisi yang tak terlapis yang disingkapkan terhadap cahaya dengan emulsi yang berhubungan dengan sebuah permukaan yang memantulkan seperti merkuri. Cahaya yang muncul direfleksikan balik pada interferensi penyebabnya sendiri. Ini membentuk gelombang tetap dalam emulsi pada setengah panjang gelombang cahaya yang muncul yang bereaksi dengan emulsi fotosensitif.

Perak yang ditempatkan kemudian merefleksikan cahaya pada bermacam kelipatan dari panjang gelombang asli yang memberi reaksi pada warna cerah. Bagaimanapun teknik ini sangat tak dapat dirasakan dan memerlukan peralatan khusus untuk melihat dan tak pernah ada dalam penggunaan umum. Ia dikenang untuk inovasi yang dihasilkan dari mencari sensitif warna langsung dalam fotografi media, sehingga selain sebagai seorang Fisikawan, Lippmann pun dikenal dalam dunia fotografi.

Lippmann adalah salah satu pendiri dari Institut d'optique théorique et Appliquée di Perancis. Dia adalah anggota Akademi Ilmu Pengetahuan dari 8 Februari 1886 hingga kematiannya, termasuk menjabat sebagai Presiden pada tahun 1912. Di samping itu, ia adalah seorang Anggota Asing Royal Society of London, anggota Biro des garis bujur , dan anggota Grand ducal Institute. Biro des garis bujur adalah lembaga ilmiah Perancis, didirikan oleh dekrit 25 Juni 1795 dan didakwa dengan peningkatan bahari navigasi, standardisasi waktu-tetap, geodesi dan astronomi pengamatan.

Profil dan Biodata Barry Kusuma Travel Fotografi

Profil dan Biodata Barry Kusuma Travel FotografiBarry Kusuma adalah seorang fotografer sekaligus traveler yang telah mengelilingi Indonesia sejak duduk di bangku kuliah. Kini, karya-karyanya telah menghiasi berbagai majalah, baik luar maupun dalam negeri. Pria ini juga aktif membagi pengalamannya berkeliling Indonesia melalui blog www.alambudaya.com. Sebanyak 15 destinasi di dalam bukunya dipilih berdasarkan keindahan panorama dan ketersediaan infrastruktur bagi wisatawan. Selain itu, menurut Barry, 15 destinasi tersebut cukup mewakili keseluruhan alam dan budaya Indonesia.

Barry Kusuma, salah satu travel consultant Valadoo, merilis sebuah buku sebagai panduan traveler menjelajahi Nusantara. Ada 15 destinasi Tanah Air yang diulas, sebagiannya akan kita intip. "Traveling Indonesia is like a box of chocolates, you never know what you’re gonna get,” demikian ungkap Barry Kusuma, salah satu travel consultant Valadoo. Barry merilis sebuah buku bertajuk 15 Destinasi Wisata Terbaik di Indonesia. Di dalamnya, dia memberi sebuah panduan lengkap untuk Anda yang ingin berkeliling Nusantara, mulai dari Nias, Tana Toraja, hingga Raja Ampat. Ulasannya mengenai 5 tempat di antara yang wajib dikunjungi di Indonesia: Lombok, Pulau Komodo, Padang, Toraja, Manado.

Hanya 5 dari 15 tempat yang wajib dikunjungi di Indonesia seperti diulas Barry dalam bukunya. "Saya banyak menemui traveler dari mancanegara yang sedang berkunjung Indonesia. Saat bertemu dan sharing dengan mereka, ternyata sebagian besar berasal dari negara yang pariwisatanya maju. Mereka sudah pernah berkeliling negaranya, sehingga saat traveling keluar negeri bisa menceritakan destinasi dan budaya negaranya. Secara tidak langsung, mereka menjadi duta pariwisata negaranya diluar negeri," kata Barry, dalam keterangan pers kepada Okezone, Selasa (19/2/2013). Itulah mengapa, tegas Barry, wisatawan Nusantara sebaiknya berkeliling Indonesia terlebih dahulu atau imbang sebelum traveling keluar negeri. "Saat traveling keluar negeri adalah saat dimana kita bisa semakin cinta Indonesia dan bisa tahu kalau negara kita tidak kalah indah dari negara lain,” tutupnya.

#Lihat pula : Biodata Willem Sigar Tasiam - Pendaki 50 Gunung 40 Hari

Profil Biodata Vadim Makhorov - Vitaly Raskalov

Profile Video Biography Vadim Makhorov - Vitaly RaskalovVadim Makhorov dan Vitaly Raskalov asal Rusia telah menyita perhatian dunia. Akhir akhir ini dua petualang dari rusia ini berhasil menaklukan gedung pencakar langit yang lumayan tinggi tanpa ada pengama sedikitpun hanya dengan bermodalkan kamera GO Pro kedua petualang ini berhasil mengabadikan moment yang sangat menyeramkan tersebut.Ini salah satu foto ketika petualang ini berada di puncak gedung yang berhasil mereka panjat.

Vitaliy Raskalov and Vadim Makhorov, 21 and 25 years old, a photographers from Ukraine and Russia. Who has been doing photography for 5 years now. Together we are working on the ontheroofs project dedicated to urban exploration.

For us, photography and urban exploration have been inseparable since the very beginning of our career. The list of the tops which we are climbed features the Pyramid of Cheops, Cologne Cathedral, the Shanghai Tower, the top star of one of the Stalin’s high-rises – the Seven Sisters buildings, and others.

Vitaliy Raskalov
Mob: +7 (905) 5447333
FB: facebook.com/vitaliy.raskalov

Vadim Makhorov
Mob: +7 (952) 9011337
FB: facebook.com/makhorov

E-mail: mail@ontheroofs.com

Vadim Makhorov dan Vitaly Raskalov asal Rusia telah menyita perhatian dunia. Mereka memanjat menara Shanghai setinggi 650 meter, yang merupakan pencakar langit tertinggi kedua di dunia, yang ketika itu masih dalam pembangunan. Tidak ada alat pengaman, kecuali video dan kamera yang merekam seluruh aksi mereka.

Apa yang dilakukan dua pemuda asal Rusia ini akan membuat anda tercengang sekaligus berdecak kagum. Mereka memiliki hobi gila, yakni memanjat gedung - gedung pencakar langit di sejumlah negara. Aksi ini kemudian mereka rekam dan diunggah ke Youtube.

Dalam video berdurasi sekitar lima menit yang diunggah ke Youtube ini, mereka masuk, menyelinap lalu memanjat hingga ke puncak menara, tanpa seorang pun tahu. Ulah Vadim dan Vitaly yang disebut sebagai urban ninja ini sudah ditonton 18 juta orang di Youtube. Komentar mereka sama, merinding dan mengerikan. Namun kepada situs Online CNN, Vadim dan Vitaly mengaku tidak merasa takut.

Mereka kemudian tidak lupa mengabdikan gambar indah dan tentunya langka dari ketinggian ratusan meter ini, yang mendapat pujian dan decak kagum banyak orang Vadim dan Vitaly, ternyata tidak hanya menjajal puluhan gedung pencakar langit di dunia, namun juga jembatan, bendungan, bahkan masuk ke dalam lorong - lorong per tambangan di Eropa, Timur Tengah dan Asia Timur.

Namun ulah mereka tidak hanya mendapat pujian, Vadim dan Vitaly pernah dikecam karena mendaki hingga ke puncak Piramida di Mesir. Mereka akhirnya meminta maaf karena dianggap tidak sopan dan tidak menghormati bangunan bersejarah.

Biografi Michel du Cill Fotografer Tiga Pulitzer

Biografi Michel du Cill Biography Fotografer Peraih Tiga PulitzerDunia jurnalistik berduka. Fotografer senior Washington Post yang pernah meraih tiga penghargaan Pulitzer Prize, Michel du Cill meninggal dunia saat melakukan peliputan ebola di Liberia, Kamis (11/12). Pria 58 tahun itu meninggal karena serangan jantung.

Menurut The Washington Post, sebelum meninggal Michel sedang berjalan kaki di distrik Salala, Liberia Bong County. Keberadaannya di desa itu untuk menunaikan tugasnya meliput ebola. Nah, saat menyusuri jalan-jalan tak beraspal di sana, Michel tiba-tiba pinggan.

Dibantu beberapa rekannya dan warga, Michel dilarikan ke rumah sakit terdekat. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, Michel mengembuskan nafas terakhirnya saat tiba di rumah sakit.

Pria kelahiran kelahiran 24 Januari 1956 itu sebelumnya meraih dua penghargaan Pulitzer saat tergabung dengan Miami Herald pada tahun 1980an. Dia lantas bergabung dengan The Washington Post pada 1988. Pada 2008, dia kembali mendapatkan Pulitzer ketiganya. Saat itu dia bersama-rama reporter Dana Priest dan Anne Hull, untuk seri investigasi pengobatan veteran di Walter Reed Army Medical Center.

Dia dikenal sebagai fotografer yang menyajikan gambar dramatis terhadap perjuangan dan keberhasilan manusia. Karena itulah pria yang lahir di Jamaika itu datang ke Liberia Selasa (9/12) untuk mengabadikan penyebaran ebola di sana.

“Dia benar-benar mengabdikan diri untuk meliput kisah tentang ebola meski mengetahui risikonya. Itu semacam keberanian dan semangat yang dia tunjukkan melalui kariernya,” kata Eksekutif Editor The Washington Post Martin Baron.

“Kita semua patah hati. Kami telah kehilangan seorang rekan tercinta dan salah satu fotografer paling berhasil di dunia,” imbuhnya. Selamat jalan Michel du Cill.. (the washington post)