Showing posts with label Filsafat. Show all posts
Showing posts with label Filsafat. Show all posts

Rene Descartes - Tokoh Filsafat Perancis

Biografi Profil Biodata Rene Descartes - Tokoh Filosof PrancisRené Descartes (IPA: ʀəˈne deˈkaʀt; lahir di La Haye, Perancis, 31 Maret 1596 – meninggal di Stockholm, Swedia, 11 Februari 1650 pada umur 53 tahun), juga dikenal sebagai Renatus Cartesius dalam literatur berbahasa Latin, merupakan seorang filsuf dan matematikawan Perancis. Karyanya yang terpenting ialah Discours de la méthode (1637) dan Meditationes de prima Philosophia (1641). Di desa La Haye-lah tahun 1596 lahir Rene Descartes, filosof, ilmuwan, matematikus Perancis yang tersohor. Waktu mudanya dia sekolah Yesuit, College La Fleche. Begitu umur dua puluh dia dapat gelar ahli hukum dari Universitas Poitiers walau tidak pernah mempraktekkan ilmunya samasekali. Meskipun Descartes peroleh pendidikan baik, tetapi dia yakin betul tak ada ilmu apa pun yang bisa dipercaya tanpa matematik. Karena itu, bukannya dia meneruskan pendidikan formalnya, melainkan ambil keputusan kelana keliling Eropa dan melihat dunia dengan mata kepala sendiri. Berkat dasarnya berasal dari keluarga berada, mungkinlah dia mengembara kian kemari dengan leluasa dan longgar.

Dari tahun 1616 hingga 1628, Descartes betul-betul melompat ke sana kemari, dari satu negeri ke negeri lain. Dia masuk tiga dinas ketentaraan yang berbeda-beda (Belanda, Bavaria dan Honggaria), walaupun tampaknya dia tidak pernah ikut bertempur sama sekali. Dikunjungi pula Italia, Polandia, Denmark dan negeri-negeri lainnya. Dalam tahun-tahun ini, dia menghimpun apa saja yang dianggapnya merupakan metode umum untuk menemukan kebenaran. Ketika umurnya tiga puluh dua tahun, Descartes memutuskan menggunakan metodenya dalam suatu percobaan membangun gambaran dunia yang sesungguhnya. Dia lantas menetap di Negeri Belanda dan tinggal di sana selama tidak kurang dari dua puluh satu tahun.

Sekitar tahun 1629 ditulisnya Rules for the Direction of the Mind buku yang memberikan garis-garis besar metodenya. Tetapi, buku ini tidak komplit dan tampaknya ia tidak berniat menerbitkannya. Diterbitkan untuk pertama kalinya lebih dari lima puluh tahun sesudah Descartes tiada. Dari tahun 1630 sampai 1634, Descartes menggunakan metodenya dalam penelitian ilmiah. Untuk mempelajari lebih mendalam tentang anatomi dan fisiologi, dia melakukan penjajagan secara terpisah-pisah. Dia bergumul dalam bidang-bidang yang berdiri sendiri seperti optik, meteorologi, matematik dan pelbagai cabang ilmu lainnya.

Menjadi keinginan Descartes sendiri mempersembahkan hasil-hasil penyelidikan ilmiahnya dalam buku yang disebut Le Monde (Dunia). Tetapi, di tahun 1633, tatkala buku itu hampir rampung, dia dengan penguasa gereja di Italia mengutuk Galileo karena menyokong teori Copernicus bahwa dunia ini sebenarnya bulat, bukannya datar, dan bumi itu berputar mengitari matahari, bukan sebaliknya. Meskipun di Negeri Belanda dia tidak berada di bawah kekuasaan gereja Katolik, toh dia berkeputusan berhati-hati untuk tidak menerbitkan bukunya walau dia pun sebenarnya sepakat dengan teori Copernicus. Sebagai gantinya, di tahun 1637 dia menerbitkan bukunya yang masyhur Discourse on the Method for Properly Guiding the Reason and Finding Truth in the Sciences Discourse ditulis dalam bahasa Perancis dan bukan Latin sehingga semua kalangan intelegensia dapat membacanya, termasuk mereka yang tak peroleh pendidikan klasik. Sebagai tambahan Discourse ada tiga esai.

Didalamnya Descartes menyuguhkan contoh penemuan yang telah dilakukannya dengan menggunakan metode itu. Tambahan pertamanya Optics, Descartes menjelaskan hukum pelengkungan cahaya. Dia juga mempersoalkan masalah lensa dan pelbagai alat-alat optik, melukiskan fungsi mata dan pelbagai kelainan-kelainannya serta menggambarkan teori cahaya yang hakekatnya versi pemula dari teori gelombang yang belakangan dirumuskan oleh Christiaan Huygens. Tambahan keduanya terdiri dari perbincangan ihwal meteorologi, Descartes membicarakan soal awan, hujan, angin, serta penjelasan yang tepat mengenai pelangi. Dia mengeluarkan sanggahan terhadap pendapat bahwa panas terdiri dari cairan yang tak tampak oleh mata, dan dengan tepat dia menyimpulkan bahwa panas adalah suatu bentuk dari gerakan intern. (Tetapi, pendapat ini telah ditemukan lebih dulu oleh Francis Bacon dan orang-orang lain). Tambahan ketiga Geometri, dia mempersembahkan sumbangan yang paling penting dari kesemua yang disebut di atas, yaitu penemuannya tentang geometri analitis. Ini merupakan langkah kemajuan besar di bidang matematika, dan menyediakan jalan buat Newton menemukan Kalkulus.

Mungkin, bagian paling menarik dari filosofi Descartes adalah caranya dia memulai sesuatu. Meneliti sejumlah besar pendapat-pendapat yang keliru yang umumnya sudah disepakati orang, Descartes berkesimpulan untuk mencari kebenaran sejati dia mesti mulai melakukan langkah yang polos dan jernih. Untuk itu, dia mulai dengan cara meragukan apa saja, apa saja yang dikatakan gurunya. Meragukan kepercayaan meragukan pendapat yang sudah berlaku, meragukan eksistensi alam di luar dunia, bahkan meragukan eksistensinya sendiri. Pokoknya, meragukan segala-galanya. Ini keruan saja membuat dia menghadapi masalah yang menghadang: apakah mungkin mengatasi pemecahan atas keraguan yang begitu universal, dan apakah mungkin menemukan pengetahuan yang bisa dipercaya mengenai segala-galanya? Tetapi, lewat alasan-alasan metafisika yang cerdik, dia mampu memuaskan dirinya sendiri bahwa dia sebenarnya "ada" ("Saya berpikir, karena itu saya ada"), dan Tuhan itu ada serta alam di luar dunia pun ada. Ini merupakan langkah pertama dari teori Descartes.

Makna penting teori Descartes punya nilai ganda. Pertama, dia meletakkan pusat sistem filosofinya persoalan epistomologis yang fundamental, "Apakah asal-muasalnya pengetahuan manusia itu?" para filosof terdahulu sudah mencoba melukiskan gambaran dunia. Descartes mengajar kita bahwa pertanyaan macam itu tidak bisa memberi jawab yang memuaskan kecuali bila dikaitkan dengan pertanyaan "Bagaimana saya tahu?" Kedua, Descartes menganjurkan kita harus berangkat bukan dengan kepercayaan, melainkan dengan keraguan. Memang benar Descartes kemudian meneruskan dan sampai pada kesimpulan teologis yang ortodoks, tetapi para pembacanya lebih tertarik dan menaruh perhatian lebih besar kepada metode yang dikembangkannya ketimbang kongklusi yang ditariknya.

Dalam filosofinya, Descartes menekankan beda nyata antara pikiran dan obyek material, dan dalam hubungan ini dia membela dualisme. Perbedaan ini telah dibuat sebelumnya, tetapi tulisan Descartes menggalakkan perbincangan filosofis soal masalah itu. Permasalahan yang dikemukakannya menarik para filosof sejak itu dan tetap tak terpecahkan. Pengaruh besar lain dari konsepsi Descartes adalah tentang fisik alam semesta. Dia yakin, seluruh alam --kecuali Tuhan dan jiwa manusia-- bekerja secara mekanis, dan karena itu semua peristiwa alami dapat dijelaskan secara dan dari sebab-musabab mekanis. Atas dasar ini dia menolak anggapan-anggapan astrologi, magis dan lain-lain ketahayulan. Berarti, dia pun menolak semua penjelasan kejadian secara teleologis. Dari pandangan Descartes semua makhluk pada hakekatnya merupakan mesin yang ruwet, dan tubuh manusia pun tunduk pada hukum mekanis yang biasa. Pendapat ini sejak saat itu menjadi salah satu ide fundamental fisiologi modern.

Descartes menggandrungi penyelidikan ilmiah dan dia percaya bahwa penggunaan praktisnya dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dia pikir, para ilmuwan harus menjauhi pendapat-pendapat yang semu dan harus berusaha menjabarkan dunia secara matematis. Semua ini kedengarannya modern. Tetapi, Descartes, melalui pengamatannya sendiri tak pernah bersungguh menekankan arti penting ruwetnya percobaan metode ilmiah. Filosof Inggris yang masyhur, Francis Bacon, telah menyatakan perlunya penyelidikan ilmiah dan keuntungan yang bisa diharapkan dari sana beberapa tahun sebelum Descartes. Dan argumen yang terkenal Descartes yang berbunyi "saya berfikir, karena itu saya ada," bukanlah pendapatnya yang orisinal. Itu sudah pernah dikemukakan lebih dari 1200 tahun sebelumnya oleh St. Augustine. Hal serupa juga mengenai "pembuktian" Descartes tentang adanya Tuhan hanyalah variasi dari pendapat ontologis yang pertama kali diucapkan oleh St. Anselm (1033-1109).

Di tahun 1641 Descartes menerbitkan bukunya yang masyhur Meditations. Dan bukunya Principles of philosophy muncul tahun 1644. Ke dua buku itu aslinya ditulis dalam bahasa Latin dan terjemahan Perancisnya terbit tahun 1647. Meskipun Descartes seorang penulis yang lincah dengan gaya prosanya yang manis, nada tulisannya terasa kuno. Tergambar jelas dalam tulisan-tulisannya, Descartes seorang yang teguh kepercayaannya tentang adanya Tuhan. Dia menganggap dirinya seorang Katolik yang patuh; tetapi gereja Katolik tidak menyukai pandangan-pandangannya, dan hasil karyanya digolongkan ke dalam "index" buku-buku yang terlarang dibaca. Bahkan di kalangan Protestan Negeri Belanda, Descartes dituduh seorang atheist dan menghadapi kesulitan dengan penguasa.

Tahun 1649 Descartes menerima tawaran bantuan keuangan yang lumayan dari Ratu Christina, Swedia, agar datang ke negerinya dan menjadi guru pribadinya. Descartes amat kecewa ketika dia tahu sang Ratu ingin diajar pada jam lima pagi! Dia khawatir udara pagi yang dingin bisa membikinnya mati. Dan ternyata betul: dia kena pneumonia, meninggal bulan Februari 1650, cuma empat bulan sesudah sampai di Swedia. Descartes tak pernah kawin, tetapi punya seorang anak perempuan yang sayang mati muda. Filosofi Descartes dikritik pedas oleh banyak filosof sejamannya, sebagian karena mereka anggap filosofi itu menggunakan alasan yang berputar-putar. Sebagian lagi menunjukkan kekurangan-kekurangan dalam sistemnya. Dan sedikit sekali orang saat ini yang membelanya dengan sepenuh hati. Sedikitnya ada lima ide Descartes yang punya pengaruh penting terhadap jalan pikiran Eropa: (a) pandangan mekanisnya mengenai alam semesta; (b) sikapnya yang positif terhadap penjajagan ilmiah; (c) tekanan yg diletakkannya pada penggunaan matematika dalam ilmu pengetahuan (d) pembelaannya terhadap dasar awal sikap skeptis (e) penitik-pusatan perhatian terhadap epistemologi.

Biografi Aristoteles - Ilmuwan Terbesar Masa Lampau

Biografi Aristoteles - Tokoh Filsafat Athena YunaniAristoteles seorang filosof dan ilmuwan terbesar dalam dunia masa lampau. Dia memelopori penyelidikan ihwal logika, memperkaya hampir tiap cabang falsafah dan memberi sumbangsih tak terperikan besarnya terhadap ilmu pengetahuan.Banyak ide-ide Aristoteles kini sudah ketinggalan jaman. Tetapi yang paling penting dari apa yang pernah dilakukan Aristoteles adalah pendekatan rasional yang senantiasa melandasi karyanya. Tercermin dalam tulisan-tulisan Aristoteles sikapnya bahwa tiap segi kehidupan manusia atau masyarakat selalu terbuka untuk obyek pemikiran dan analisa. Pendapat Aristoteles alam semesta tidaklah dikendalikan oleh serba kebetulan, oleh magi, oleh keinginan tak terjajaki kehendak dewa yang terduga, melainkan tingkah laku alam semesta itu tunduk pada hukum-hukum rasional.

Kepercayaan ini menurut Aristoteles diperlukan bagi manusia untuk mempertanyakan tiap aspek dunia alamiah secara sistematis dan kita mesti memanfaatkan baik pengamatan empiris dan alasan-alasan yang logis sebelum mengambil keputusan. Rangkaian sikap-sikap ini telah mempengaruhi secara mendalam peradaban Eropa. Aristoteles dilahirkan di kota Stagira, Macedonia 384 SM. Ayahnya seorang ahli fisika kenamaan. Pada umur tujuh belas tahun Aristoteles pergi ke Athena belajar di Akademi Plato. Dia menetap di sana selama dua puluh tahun hingga tak lama Plato meninggal dunia. Dari ayahnya Aristoteles mungkin memperoleh dorongan minat di bidang biologi dan "pengetahuan praktis". Di bawah asuhan Plato dia menanamkan minat dalam hal spekulasi filosofis.

Pada tahun 342 SM Aristoteles pulang kembali ke Macedonia, menjadi guru seorang anak raja umur tiga belas tahun yang kemudian dalam sejarah terkenal dengan Alexander Yang Agung. Aristoteles mendidik si Alexander muda dalam beberapa tahun. Di tahun 335 SM, sesudah Alexander naik tahta kerajaan, Aristoteles kembali ke Athena dan di situ dibukanya sekolahnya sendiri, Lyceum. Dia berada di Athena dua belas tahun, satu masa yang berbarengan dengan karier penaklukan militer Alexander. Alexander tidak minta nasehat kepada bekas gurunya, tetapi dia berbaik hati menyediakan dana buat Aristoteles untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan. Mungkin ini merupakan contoh pertama dalam sejarah seorang ilmuwan menerima jumlah dana besar dari pemerintah untuk maksud-maksud penyelidikan dan sekaligus merupakan yang terakhir dalam abad-abad berikutnya.

Walau begitu, pertaliannya dengan Alexander mengandung pelbagai bahaya. Aristoteles menolak secara prinsipil cara kediktatoran Alexander dan tatkala si penakluk Alexander menghukum mati sepupu Aristoteles dengan tuduhan menghianat, Alexander punya pikiran pula membunuh Aristoteles. Di satu pihak Aristoteles kelewat demokratis di mata Alexander, dia juga punya hubungan erat dengan Alexander dan dipercaya oleh orang-orang Athena. Tatkala Alexander mati tahun 323 SM golongan anti-Macedonia memegang tampuk kekuasaan di Athena dan Aristoteles pun didakwa kurang ajar kepada dewa. Aristoteles, teringat nasib yang menimpa Socrates 76 tahun sebelumnya, lari meninggalkan kota sambil berkata dia tidak akan diberi kesempatan kedua kali kepada orang-orang Athena berbuat dosa terhadap para filosof. Aristoteles meninggal di pembuangan beberapa bulan kemudian di tahun 322 SM pada umur enam puluh dua tahun.

Hasil murni karya Aristoteles jumlahnya mencengangkan. Empat puluh tujuh karyanya masih tetap bertahan. Daftar kuno mencatat tidak kurang dari seratus tujuh puluh buku hasil ciptaannya. Bahkan bukan sekedar banyaknya jumlah judul buku saja yang mengagumkan, melainkan luas daya jangkauan peradaban yang menjadi bahan renungannya juga tak kurang-kurang hebatnya. Kerja ilmiahnya betul-betul merupakan ensiklopedi ilmu untuk jamannya. Aristoteles menulis tentang astronomi, zoologi, embryologi, geografi, geologi, fisika, anatomi, physiologi, dan hampir tiap karyanya dikenal di masa Yunani purba. Hasil karya ilmiahnya, merupakan, sebagiannya, kumpulan ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari para asisten yang spesial digaji untuk menghimpun data-data untuknya, sedangkan sebagian lagi merupakan hasil dari serentetan pengamatannya sendiri.

Untuk menjadi seorang ahli paling jempolan dalam tiap cabang ilmu tentu kemustahilan yang ajaib dan tak ada duplikat seseorang di masa sesudahnya. Tetapi apa yang sudah dicapai oleh Aristoteles malah lebih dari itu. Dia filosof orisinal, dia penyumbang utama dalam tiap bidang penting falsafah spekulatif dia menulis tentang etika dan metafisika, psikologi, ekonomi, teologi, politik, retorika, keindahan, pendidikan, puisi, adat-istiadat orang terbelakang dan konstitusi Athena. Salah satu proyek penyelidikannya adalah koleksi pelbagai negeri yang digunakannya untuk studi bandingan.

Mungkin sekali, yang paling penting dari sekian banyak hasil karyanya adalah penyelidikannya tentang teori logika, dan Aristoteles dipandang selaku pendiri cabang filosofi yang penting ini. Hal ini sebetulnya berkat sifat logis dari cara berfikir Aristoteles yang memungkinkannya mampu mempersembahkan begitu banyak bidang ilmu. Dia punya bakat mengatur cara berfikir, merumuskan kaidah dan jenis-jenisnya yang kemudian jadi dasar berpikir di banyak bidang ilmu pengetahuan. Aristoteles tak pernah kejeblos ke dalam rawa-rawa mistik ataupun ekstrim. Aristoteles senantiasa bersiteguh mengutarakan pendapat-pendapat praktis. Sudah barang tentu, manusia namanya, dia juga berbuat kesalahan. Tetapi, sungguh menakjubkan sekali betapa sedikitnya kesalahan yang dia bikin dalam ensiklopedi yang begitu luas.

Pengaruh Aristoteles terhadap cara berpikir Barat di belakang hari sungguh mendalam. Di jaman dulu dan jaman pertengahan, hasil karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Latin, Arab, Itali, Perancis, Ibrani, Jerman dan Inggris. Penulis-penulis Yunani yang muncul kemudian, begitu pula filosof-filosof Byzantium mempelajari karyanya dan menaruh kekaguman yang sangat. Perlu juga dicatat, buah pikirannya banyak membawa pengaruh pada filosof Islam dan berabad-abad lamanya tulisan-tulisannya mendominir cara berpikir Barat. Ibnu Rusyd (Averroes), mungkin filosof Arab yang paling terkemuka, mencoba merumuskan suatu perpaduan antara teologi Islam dengan rasionalismenya Aristoteles. Maimomides, pemikir paling terkemuka Yahudi abad tengah berhasil mencapai sintesa dengan Yudaisme. Tetapi, hasil kerja paling gemilang dari perbuatan macam itu adalah Summa Theologia-nya cendikiawan Nasrani St. Thomas Aquinas. Di luar daftar ini masih sangat banyak kaum cerdik pandai abad tengah yang terpengaruh demikian dalamnya oleh pikiran Aristoteles.

Kekaguman orang kepada Aristoteles menjadi begitu melonjak di akhir abad tengah tatkala keadaan sudah mengarah pada penyembahan berhala. Dalam keadaan itu tulisan-tulisan Aristoteles lebih merupakan semacam bungkus intelek yang jitu tempat mempertanyakan problem lebih lanjut daripada semacam lampu penerang jalan. Aristoteles yang gemar meneliti dan memikirkan ihwal dirinya tak salah lagi kurang sepakat dengan sanjungan membabi buta dari generasi berikutnya terhadap tulisan-tulisannya. Beberapa ide Aristoteles kelihatan reaksioner diukur dengan kacamata sekarang. Misalnya, dia mendukung perbudakan karena dianggapnya sejalan dengan garis hukum alam. Dan dia percaya kerendahan martabat wanita ketimbang laki-laki. Kedua ide ini-tentu saja --mencerminkan pandangan yang berlaku pada jaman itu. Tetapi, tak kurang pula banyaknya buah pikiran Aristoteles yang mencengangkan modernnya, misalnya kalimatnya, "Kemiskinan adalah bapaknya revolusi dan kejahatan," dan kalimat "Barangsiapa yang sudah merenungi dalam-dalam seni memerintah manusia pasti yakin bahwa nasib sesuatu emperium tergantung pada pendidikan anak-anak mudanya."

George Edward Moore - Pelopor Filsafat Analitik

George Edward Moore - Pelopor Filsafat AnalitikGeorge Edward Moore adalah seorang filsuf Inggris dari aliran realisme baru (neorealisme) dan tokoh pelopor filsafat analitik yang mengembangkan teori realistik baru dalam epistemologi era 19 sampai 20-an. Ia merupakan saudara dari penulis dan pemahat Sturge Thomas Moore. Selain itu, Ia juga merupakan seorang tokoh pertama yang melancarkan kritikan pedas terhadap neohegelianisme, sekaligus menjabat sebagai guru besar filsafat dan ahli filologi dari Universitas Cambridge, Inggris dan editor majalah filsafat Cambridge yang menjadi pemancar filsafat analitis sampai hari ini, Mind selama 26 tahun, 1921- 1947. Meskipun Ia secara nisbi sedikit menulis, namun ia mempunyai pengaruh yang sangat besar di Inggris dan Amerika.

Tulisan- tulisan atau karya- karya G.E. Moore:

Some Main Problems Of Philosophy
The Reputation Of Idealisme
Principia Ethica
Proof Of The External World
A Defense Of Common Sense
Ethics

Moore lahir di London Selatan pada 4 November 1873. kakak tertuanya adalah Thomas Sturge Moore, seorang penyair, penulis dan pemahat. Pada tahun 1892, ia dididik di Sekolah tinggi Dulwich dan kemudian menghadiri Trinity College Cambridge untuk belajar ilmu moral klasik. Ia menjadi Fellow Trinity pada tahun 1898, dan melanjutkan untuk menjabat di University of Cambridge filsafat mental dan logika, 1925-1939.

Ia juga merupakan seorang Profesor Filsafat di Universitas Cambridge. George Edward Moore juga merupakan saudara dari penulis dan pemahat Sturge Thomas Moore. Moore bersama dengan rekan-rekannya seperti Bertrand Russell, Ludwig Wittgenstein, dan Gottlob Frege, merupakan salah satu pendiri dari tradisi analitik dalam filsafat. Moore menjadi seorang yang terkenal karena pemikiran analisisnya mengenai konsep-konsep akal sehat, sumbangannya terhadap etika, epistemologi, metafisika, dan karakter moral. Selain itu, Moore juga terkenal karena pembelaannya terhadap naturalisme non-etis dan penekanannya pada akal sehat dalam metode filosofis. Moore juga dikenal karena sebuah bukunya yaitu Principia Ethica. Principia Ethica adalah salah satu inspirasi utama gerakan melawan naturalisme etika. George Edward Moore meninggal pada 24 Oktober 1958 (umur 84) di Evelyn Nursing Home, Cambridge , Inggris.

Biografi Thales, Pythagoras dan Democritus

Biografi Tokoh Pra Socrates – Thales Pythagoras DemocritusDaerah sekitar Attica dihuni sejak zaman Upper Paleolithic (30.000–10.000 SM), tetapi bukti arkeologi hanya dapat menunjukkan bahwa gua-gua kecil di sekitar "Acropolis of Athens" dan mata air "Klepsythra" digunakan dalam masa Neolithic (3000–2800 SM). Di daerah Yunani inilah kebudayaan Eropa pertama kali muncul, dimulai dengan peradaban "Cycladic" di kepulauan Laut Aegea sekitar 3000 SM, peradaban "Minoan" di pulau Kreta (2700–1500 SM) dan peradaban "Mycenaean Greece" di tanah utama (1900–1100 SM). Periode antara 1200 dan 800 SM dikenal sebagai "Greek Dark Ages" diperkirakan setelah serangan orang Doria, yang mengakhiri zaman Mycenea. Dua karya sastra Yunani terkenal, Illiad dan Odyssey karya Homer, ditulis dalam zaman ini.

Di akhir zaman kegelapan Yunani, muncul berbagai negara dan kota-negara di seluruh peninsula Yunani sampai ke pantai Laut Hitam, Magna Grecia (Italia Selatan) dan Anatolia (Asia Kecil/Asia Minor), mencapai tingkat kemakmuran yang tinggi dengan perkembangan budaya yang pesat, seperti bukti-bukti peninggalan arsitektur, drama, ilmu dan filsafat, yang dipelihara dalam lingkungan demokrasi. Namun, karena bukan suatu kesatuan, sering terjadi konflik antara negara-negara kecil di Yunani. Yang paling parah adalah Perang Peloponnesia, karena menandai hancurnya Kerajaan Atena sebagai penguasa penting di Yunani. Pada tahun 500 SM, Kekaisaran Persia (Achaemenid Empire) menguasai wilayah ini.

Thales 624 SM–546 SM

Thales adalah seorang ahli filsafat. Pada jamannya seorang ahli filsafat itu mempelajari matematika, astronomi, fisika dan ilmu pengetahuan lain. Dalam matematika, ia terkenal dengan caranya mengukur tinggi piramida di Mesir dengan menggunakan prinsip kesebangunan pada segitiga. Thales tidak meninggalkan bukti-bukti tertulis mengenai pemikiran filsafatnya. Pemikiran Thales terutama didapatkan melalui tulisan Aristoteles tentang dirinya. Aristoteles mengatakan bahwa Thales adalah orang yang pertama kali memikirkan tentang asal mula terjadinya alam semesta. Karena itulah, Thales juga dianggap sebagai perintis filsafat alam (natural philosophy).

Thales adalah seorang filsuf yang mengawali sejarah filsafat Barat pada abad ke-6 SM. Sebelum Thales, pemikiran Yunani dikuasai cara berpikir mitologis dalam menjelaskan segala sesuatu. Pemikiran Thales dianggap sebagai kegiatan berfilsafat pertama karena mencoba menjelaskan dunia dan gejala-gejala di dalamnya tanpa bersandar pada mitos melainkan pada rasio manusia. Ia juga dikenal sebagai salah seorang dari Tujuh Orang Bijaksana (dalam bahasa Yunani hoi hepta sophoi), yang oleh Aristoteles diberi gelar 'filsuf yang pertama'. Selain sebagai filsuf, Thales juga dikenal sebagai ahli geometri, astronomi, dan politik. Bersama dengan Anaximandros dan Anaximenes, Thales digolongkan ke dalam Mazhab Miletos.


Pythagoras 582 SM – 496 SM

Pythagoras adalah seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang paling terkenal melalui teoremanya. Mendapat julukan sebagai “Bapak Bilangan” atau “Bapak Matematika” dan memberi sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad ke-6 SM. Kehidupan dan ajarannya tidak begitu jelas akibat banyaknya legenda dan kisah buatan mengenai dirinya. Salah satu petinggalan pythagoras yang terkenal adalah teoremanya. Teorema Pythagoras menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki kakinya (sisi siku sikunya).

Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya pythagoras, namun teorema ini dikreditkan kepadanya karena ia yang pertama kali membuktikan pengamatan ini secara matematis. Pythagoras dan muridnya percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini berhubungan dengan matematika dan merasa bahwa segalanya dapat diprediksikan dan diukur dalam siklus berritme. Ia percaya keindahan matematika disebabkan segala fenomena alam dapat dinyatakan dalam bilangan atau perbandingan bilangan.


Democritus 460 SM – 370 SM

Democritus yang lahir di Abdera adalah seorang filsuf Yunani yang mengembangkan teori mengenai atom sebagai dasar materi. Karyanya dijadikan sebagai pelopor ilmu fisika materi yang menutup kemungkinan adanya intervensi Tuhan atau Dewa. Dalam bidang Astronomi dia juga orang pertama yang menyatakan pendapat bahwa galaxi Bima Sakti adalah kumpulan cahaya, gugusan bintang yang letaknya saling berjauhan.

Teori Democritus (yang tidak diterima oleh Aristoteles) tidak diacuhkan orang selama Abad Pertengahan dan punya sedikit pengaruh terhadap ilmu pengetahuan. Meski begitu beberapa ilmuwan terkemuka dari abad ke-17 (termasuk Isaac Newton) mendukung pendapat serupa. Tetapi, tak ada teori atom dikemukakan ataupun digunakan dalam penyelidikan ilmiah. Dan lebih penting lagi tak ada seorang pun yang melihat adanya hubungan antara spekulasi filosofis tentang atom dengan hal-hal nyata di bidang kimia. sampai Dalton muncul menyuguhkan "teori kuantitatif" yang jelas dan jemih yang dapat digunakan dalam penafsiran percobaan kimia dan dapat dicoba secara tepat di laboratorium.

Biografi Santo Patrick Tokoh Misionaris Kristen

Happy St. Patrick's Day Profile and BiographySanto Patrick (bahasa Latin: Patricius[2], bahasa Irlandia: Naomh Pádraig) adalah seorang misionaris Kristen dan merupakan santo pelindung Irlandia bersama-sama dengan Brigid dari Kildare dan Kolumba. Patrick dilahirkan di Britania Romawi. Ketika usinya sekitar 16 tahun, ia ditangkap oleh para perampok Irlandia dan dibawa sebagai budak ke Irlandia. Di sana ia tinggal selama enam tahun, lalu melarikan diri dan kembali ke keluarganya. Ia masuk ke gereja, seperti juga ayah dan kakeknya sebelumnya, menjadi seorang diakon dan uskup.

Belakangan ia kembali ke Irlandia sebagai misionaris, bekerja di wilayah utara dan barat pulau itu, tetapi tak banyak yang diketahui tentang di mana sesungguhnya ia bekerja dan tak ada kaitan yang dapat ditemukan antara Patrick dengan gereja manapun. Pada abad ke-8, ia telah menjadi santo pelindung Irlandia, terutama karena propanda oleh biara Armagh yang mengaku menyimpan relikuinya. Sistem biara Irlandia berkembang setelah masa Patrick dan Gereja Irlandia tidak mengembangkan model keuskupan yang telah dicoba dibentuk oleh Patrick dan para misionaris perdana lainnya.

Bukti yang tersedia tidak memungkinkan kita untuk menetapkan dengan pasti masa kehidupan Patrick, namun tampaknya ia aktif sebagai misionaris di Irlandia pada paruhan kedua dari abad ke-5. Dua suratnya selamat, bersama dengan sejumlah hagiografia yang belakangan dari abad ke-7 dan seterusnya. Banyak dari karya-karya ini tidak dapat diterima sebagai tradisi yang otentik. Bila Sejarah Ulster (lihat bawah) diterima secara tidak kritis, maka itu berarti Patrick hidup pada 373 hingga 493, dan melayani di Irlandia utara sejak 433.

Legenda juga menyebutkan bahwa Patrick mengajarkan konsep Tritunggal kepada bangsa Isrlandia dengan menunjukkan kepada mereka daun shamrock, sejenis semanggi dengan tiga helai daunnya, dan menggunakannya untuk menunjukkan keyakinan Kristen tentang 'tiga pribadi dalam satu Allah' (jadi bertentangan dengan keyakinan Arian yang populer pada masa Patrick). Apakah legenda-legenda ini benar atau tidak, kenyataan bahwa ada begitu banyak legenda tentang Patrick menunjukkan betapa pentingnya pelayanannya bagi Irlandia. Sebagian legenda Irlandia melibatkan Oilliphéist, Caoránach, dan Copóg Phádraig.

Karya abad ke-12, Acallam na Senórach mengisahkan tentang Patrick yang ditemui oleh dua pahlawan kuno, Caílte mac Rónáin dan Oisín, dalam perjalanan-perjalanan penginjilannya. Keduanya pernah menjadi anggota kelompok pejuang Fionn mac Cumhaill, Fianna, dan ternyata masih hidup pada masa Patrick. Mereka mendampingi santo ini dan mengisahkan kepada mereka cerita-cerita mereka.

Pengangkatan sebagai santo dan peringatannya - 17 Maret, yang populer dikenal sebagai Hari St. Patrick, diyakini sebagai tanggal kematiannya (menurut Encyclopedia Britannica) dan tanggal ini dirayakan sebagai hari pestanya. Hari ini menjadi hari peringatan di gereja universal karena pengaruh sarjana Fransiskan kelahiran Waterford, Luke Wadding, sebagai anggota komisi untuk memperbarui Buku Doa[3] pada awal abad ke-17.

Pada seribu tahun pertama agama Kristen pada umumnya, kanonisasi dilakukan pada tingkat keuskupan atau regional. Relatif tak lama setelah kematian orang-orang yang dianggap sangat suci, Gereja setempat mengukuhkan bahwa mereka dapat dirayakan secara liturgis sebagai santo. Akibatnya, St. Patrick tak pernah secara resmi dikanonisasikan oleh seorang Paus, namun ia masih dihormati secara luas di Irlandia dan di tempat-tempat lain sekarang. St. Patrick juga dihormati di kalangan Gereja Ortodoks, khususnya di antara orang-orang Kristen Ortodoks yang berbahasa Inggris yang tinggal di Britania Raya dan Irlandia serta di Amerika Utara. Bahkan ada ikon-ikon Ortodoks yang dipersembahkan kepadanya.

Johann Adam Weishaupt Pendiri Ordo Illuminati

Biografi Johann Adam Weishaupt Tokoh Pendiri Ordo IluminatiJohann Adam Weishaupt (Ingolstadt, 6 Februari 1748 – Gotha, 18 November 1830) adalah seorang Jerman, pendiri Ordo Illuminati. Walaupun dibesarkan di lingkungan Yesuit, pada akhirnya ia menyimpang dari ajaran ordo tersebut dan pada 1 Mei 1776, dengan bantuan Adolph Freiherr Knigge, ia mendirikan suatu ordo baru "Order of Perfectibilists" yang selanjutnya dikenal dengan nama Illuminati. Ordo ini memiliki misi untuk menghapuskan semua pemerintahan monarki dan agama. Adam Weishaupt adalah sosok manusia yang paling dikenal di kalangan zionis dan freemason. Tidak ada revolusi apa pun pada abad ini kecuali dihubungkan dengan nama dan cita-citanya. Revolusi Perancis, Revolusi Bolshevik Rusia; selalu berakhir pada mata rantai pemikiran dan strategi brilian dari pemikirannya.

Pada awalnya, dia adalah seorang pastor Katolik yang kemudian membelot menjadi pelopor yang paling gigih dalam menentang agama Kristen serta agama lainnya. Gerakan rahasia Iluminati berkembang dengan jaringan yang "menggurita" dikarenakan dukungan dari keluarga Rothchild. Meyer Amschel Rothchild (1743-1812) merupakan tokoh perbankan yang sangat dominan di Jerman dan disebut sebagai dinasti, karena keturunannya memegang jaringan kerajaan dunia perbankan di Eropa dengan ambisi- ambisinya untuk menguasai perekonomian dunia. Salah satu ucapan Rothchild yang terkenal adalah : "Beri aku kesempatan untuk mengendalikan ekonomi suatu bangsa, dan aku tidak akan pedulikan siapa yang berkuasa (give me control over a nations economic, and I don't care who writes its laws)."

Motto Rothchild ini memberikan kekuatan serta dorongan seluruh anggota Iluminati untuk tidak melewatkan segala aspek yang menggiring mereka pada diktator ekonomi yang mampu menguasai dan mengendalikan pemerintahan di pelosok dunia. Bahkan, salah satu Presiden Amerika ke-20, yaitu [[James Abram Garfield]] yang juga anggota Iluminati berkata : "Barangsiapa mengendalikan uang atau perekonomian suatu bangsa, maka ia akan menguasai bangsa tersebut (whomever that control the money or economic of nation, they would control the nation too)."

Adam Weishaupt juga seorang Jesuit, profesor di bidang hukum dan mengajar di Universitas Ingoldstadt, Bavaria, Jerman, sampai tahun 1770. Kekecewaan dirinya terhadap dogma-dogma Kristen Katolik menyebabkan dirinya keluar dari jabatannya sebagai pastor dan mulai mengabdikan diri pada gerakan zionis untuk mendirikan satu pemerintahan dunia (one world government) yang dipercaya akan menegakkan martabat manusia dengan menghapuskan agama di muka bumi, kecuali paham setan (abolition of all religion, except satanism).

Jabatannya sebagai pastor dan Jesuit ditinggalkannya karena merasa bertentangan dengan pemikirannya yang bersifat kosmopolitan dan universalitas. Hal ini merupakan awal dari terbentuknya ordo Iluminasi. Dikatakan oleh Albert G. Mackey : "Weishaupt yang berpandangan kosmopolitan yang mengetahui ajaran tahayul para pastor yang sewenang-wenang di bidang hukum, telah mendirikan partai oposisi di Universitas. Ini adalah awal rencana Iluminasi atau 'penerangan'. (Weishaupt whose views were cosmopolitan and who new condemned the bigotry and supertision of the priest, established opposing party in the university. This is the beginning of the order of Illuminati or the enlightened)."

Setelah keluar dari gereja Katolik, gereja mengklaim dia mendirikan jaringan konspirasi baru yang disebut dengan Luciferian Conspiracy serta Gereja Setan (The Synagogue of Satan). Ditambahkan menurutnya, setan bukanlah makhluk yang hina, melainkan kekuatan yang melambangkan kejujuran, keberanian, dan kebebasan. Setan sebagai makhluk telah mendapatkan pengampunan Tuhan dan sebagai bukti penebusannya setan ingin menyelamatkan manusia. Ajaran ini ditanamkan kepada para anggota Iluminasi bahwa paham Satanism merupakan bentuk evolusi kemanusiaan, lambang kebebasan manusia, dan mencakup jaringan denyut kehidupan dunia secara global (Satanism is about the evolution of humanity and the promotion of freedom on individual and global scales). Banyak yang menganggap ini hanyalah propaganda gereja kepada kaum illuminasi

Selama lima tahun dia menyusun buku yang berjudul [[The Novus Ordo Seclorum]] yang berisi konsep-konsep, doktrin, serta teori tentang pemerintahan global. Buku tersebut selesai pada tanggal 1 Mei 1776. Sebagai penghormatan terhadap dirinya, tanggal 1 Mei dijadikan sebagai hari perayaan Komunis di seluruh dunia. Menurut Myron Pagan, langkah-langkah strategis yang ditulis Weishaupt untuk mewujudkan ambisinya tersebut antara lain, sebagai berikut.

l. Iluminasi harus menguasai para pejabat tinggi pemerintahan dari beberapa tingkatan jabatan, bila perlu dilakukan cara-cara kotor dengan menyogok, baik dengan uang maupun perempuan. (Monetary and bribery was to used to obtain control of men already in high places in the various levels of all governments and other field of endeavor).

2. Iluminasi melakukan perekrutan terhadap aktivis mahasiswa yang potensial, yang mempunyai bakat dan dari keturunan yang unggul untuk dilatih sebagai anggata Iluminasi yang prospektif di masa depan. (The Illuminati who were on the faculty of colleges and universities were to cultivate students processing exceptional mental ability and who belong to well-bred families with international leanings and recommend them for special training in internationalism).

3. Mereka yang sudah terperangkap dalam jaringan Iluminasi, termasuk mahasiswa yang telah dilatih dan diberikan pengetahuan khusus tentang dunia internasional, serta cita-cita Iluminasi akan dijadikannya sebagai agen Iluminasi di beberapa negara dan ditempatkan sebagai staf ahli atau spesialis yang mendampingi pejabat kunci pemerintah. (All influential people who were trapped to come under the control of Illuminati, plus the students who had been specially educated and trained, were to be used as agents and placed behind the scenes of all governments as experts and specialist).

4. Iluminasi akan menguasai seluruh saluran media massa, baik media elektronik maupun cetak, memiliki dan mengontrolnya pemerintah sedemikian rupa sebagai satu-satunya solusi sehingga mampu membentuk opini publik. (They were to obtain absolute control of the press so that all news and information could be slanted to convince the masses that a one word government is the only solution to our many and varied problems. They were also to own and control all the national radio and TV channels).

Biografi Marquis de Sade Filsafat Kebebasan

Biografi Marquis de Sade Tokoh Filsafat Aliran KebebasanDonatien Alphonse François, Marquis de Sade (2 Juni 1740 – 2 Desember 1814) adalah bangsawan, penulis filsafat beraliran kebebasan ekstrim, tak terikat dengan etika, agama, atau hukum, dengan prinsip utama pengejaran kepuasan personal. Karya-karyanya meliputi novel, cerita pendek, drama, dan traktat politik; dalam hidupnya beberapa diterbitkan di bawah namanya sendiri, sementara yang lain muncul secara anonim. Dia terkenal karena novel yang dikombinasikan wacana filosofis, menggambarkan fantasi yang aneh dengan penekanan pada kekerasan, kriminalitas dan penghujatan terhadap Gereja Katolik.

Dia adalah pendukung kebebasan ekstrim, yang tidak dibatasi oleh moralitas, agama atau hukum. Walaupun ia tidak pernah secara teknis didakwa melakukan kejahatan apapun, Sade itu dipenjara di berbagai penjara dan di rumah sakit jiwa selama sekitar 32 tahun hidupnya; sebelas tahun di Paris (10 yang dihabiskan di Bastille) per bulan di Conciergerie, dua tahun di sebuah benteng, satu tahun di Madelonnettes, tiga tahun di Bicêtre, setahun di Sainte-Pélagie, dan 13 tahun di rumah sakit jiwa Charenton. Banyak karyanya ditulis dalam penjara dan sebagian besar dibuat sewaktu masa penahanan ini. Istilah "sadisme" diturunkan dari namanya.

Marquis de Sade lahir di istana Conde, Paris, Orang tuanya Comte Jean-Baptiste Joseph François de Sade dan Marie-Eleonore de Maillé de Carman. Dia dididik oleh pamannya, Pater de Sade. Kemudian, ia menghadiri Lycée Jesuit, kemudian mengejar karir militer, menjadi Kolonel dari resimen Dragoon dan bertempur di Perang Tujuh Tahun. Pada tahun 1763, sekembalinya dari perang, ia dirayu seorang putri hakim kaya, namun ayahnya menolak dan sebagai gantinya, mengatur pernikahan untuk putrinya tua, Renée-Pélagie de Montreuil; pernikahan dilahirkan dua putra dan putri. Pada 1766, ia memiliki pribadi teater yang dibangun di dalam benteng di Lacoste di Provence. Pada bulan Januari 1767, ayahnya meninggal.

Sade menjalani skandal dan berulang kali memperoleh pelacur muda serta karyawan di bentengnya di Lacoste. Dia juga dituduh menghujat, pelanggaran serius pada waktu itu. Perilakunya termasuk berselingkuh dengan adik istrinya, Anne-Prospère, yang datang untuk tinggal di istana. Mulai tahun 1763, Sade tinggal dekat Paris. Beberapa pelacur di sana mengeluhkan penganiayaan oleh dia dan ia diletakkan di bawah pengawasan polisi yang membuat laporan rinci dari petualangannya. Setelah beberapa imprisonments pendek, yang termasuk penahanan singkat di Château de Saumur (kemudian penjara), ia dibuang ke Puri di Lacoste di 1768.

Salah satu skandal pertama Sade's utama terjadi pada hari Minggu Paskah di 1768, di mana ia pengadaan jasa seorang wanita, Rose Keller. Dia dituduh membawanya ke Puri di Arcueil, memenjarakan di sana dan fisik menyiksanya. Dia melarikan diri dengan memanjat keluar dari jendela lantai dua dan melarikan diri. Episode di Marseille, pada tahun 1772, melibatkan pelacur dan sodomi dengan pelayannya Latour. Pada tahun yang kedua orang dijatuhi hukuman mati untuk sodomi. Mereka mengungsi ke Italia dan Sade mengambil adik istrinya dengan dia. Sade dan Latour tertangkap dan dipenjarakan di Benteng Miolans, pada tahun 1772 akhir, tetapi melarikan diri empat bulan kemudian.

Sade kemudian bersembunyi di Lacoste, istrinya yang menjadi kaki tangan dalam upaya selanjutnya. Sekelompok karyawan muda di Lacoste, sebagian besar mengeluhkan penganiayaan dan cepat-cepat meninggalkan pelayanannya. Sade terpaksa melarikan diri ke Italia sekali lagi. Ia selama ini ia menulis Voyage d'Italie, yang, bersama dengan tulisan-tulisan sebelumnya, belum pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Pada 1776 ia kembali ke Lacoste, lagi mempekerjakan beberapa pelayan perempuan, yang sebagian besar melarikan diri. Pada 1777 ayah dari salah satu karyawan datang ke Lacoste, untuk mengklaim putrinya, dan berusaha untuk menembak Marquis pada jarak dekat tapi pistol macet.

Kemudian tahun itu, Sade itu dijebak harus mengunjungi ibunya sakit, yang sebenarnya baru saja meninggal, di Paris. Dia ditangkap dan dipenjarakan di sana Château de Vincennes. Dia berhasil mengajukan banding hukuman mati di 1778 tetapi tetap dipenjarakan di bawah cap de lettre. Ia melarikan diri tetapi segera direbut kembali. Dia kembali menulis dan bertemu sepenjara Comte de Mirabeau yang juga menulis karya-karya. Meskipun ini kepentingan bersama, kedua tidak menyukai satu sama lain sangat.

Pada 1784 Vincennes ditutup dan Sade dipindahkan ke Bastille. Pada tanggal 2 Juli 1789 dia dilaporkan berseru dari selnya, kepada orang banyak di luar, "Mereka membunuh para tahanan di sini!" menyebabkan kerusuhan. Dua hari kemudian ia ditransfer ke rumah sakit jiwa di Charenton dekat Paris. (The penyerbuan Bastille, menandai dimulainya Revolusi Perancis, terjadi pada tanggal 14 Juli.) Dia telah bekerja di opusnya Les 120 Journées de Sodome (Days 120 dari Sodom). Untuk putus asa, ia percaya bahwa naskah itu hilang selamanya, tetapi ia terus menulis.

Ia dibebaskan dari Charenton pada tahun 1790 setelah Majelis Konstituante baru menghapuskan instrumen cap de letter dan istrinya diperoleh bercerai segera. Selama waktu Sade atas kebebasan, awal tahun 1790, ia menerbitkan beberapa buku-bukunya secara anonim. Dia bertemu Marie-Constance Quesnet, mantan aktris, dan ibu dari seorang putra enam tahun, yang telah ditinggalkan oleh suaminya. Constance dan Sade akan tinggal bersama-sama untuk sisa hidupnya. Sade itu saat ini sangat gemuk.

Dia awalnya ingratiated diri dengan situasi politik baru setelah revolusi, mendukung Republik, menyebut dirinya "Warga Sade" dan berhasil mendapatkan beberapa posisi resmi nya meskipun latar belakang aristokrat. Karena kerusakan dilakukan untuk real di Lacoste yang dipecat pada tahun 1789 oleh massa yang marah, ia pindah ke Paris. Pada tahun 1790 ia terpilih di Konvensi Nasional di mana ia mewakili bagian kiri. Dia adalah anggota bagian Piques, bagian terkenal karena pandangan-pandangan yang radikal. Dia menulis beberapa pamflet politik, di mana ia menyerukan untuk pelaksanaan pemilihan langsung. Namun ada banyak yang menunjukkan bahwa ia mengalami pelecehan dari sesama revolusioner karena latar belakang aristokrat nya.

Terkejut oleh Pemerintahan Teror pada tahun 1793, ia menulis sebuah pidato mengagumi untuk Jean-Paul Marat untuk mengamankan posisinya. Lalu ia mengundurkan diri jabatannya, dituduh "moderatism" dan dipenjarakan selama lebih dari setahun. Pengalaman ini mungkin dikonfirmasi kejijikan hidupnya-panjang tirani negara dan khususnya hukuman mati. Ia dibebaskan pada 1794, setelah menggulingkan dan pelaksanaan Maximilien Robespierre telah secara efektif mengakhiri Pemerintahan Teror.

Pada tahun 1796, ia harus menjual bentengnya hancur di Lacoste. Reruntuhan puri diperoleh pada tahun 2001 oleh perancang busana Pierre Cardin yang kini memegang festival musik di sana. Tahun 1801 Napoleon Bonaparte memerintahkan penangkapan pengarang anonim tentang Justine dan Juliette. Sade ditahan di kantor penerbitnya dan dipenjarakan tanpa pengadilan; pertama di penjara Sainte-Pélagie dan menyusul tuduhan bahwa ia telah mencoba merayu tahanan anak muda di sana, di benteng keras Bicêtre. Setelah intervensi oleh keluarganya, dia dinyatakan gila pada tahun 1803 dan dipindahkan sekali lagi ke rumah sakit di Charenton. Mantan istrinya dan anak-anak telah menyetujui untuk membayar pensiun di sana. Constance diizinkan untuk tinggal bersamanya di Charenton.

Sade mulai berselingkuh dengan Madeleine Leclerc 13 tahun, putri seorang karyawan di Charenton. Peristiwa ini berlangsung sekitar 4 tahun, sampai kematian Sade di 1814. Dia telah meninggalkan instruksi dalam wasiatnya melarang bahwa tubuhnya dibuka atas segala alasan apapun, dan itu tetap tak tersentuh selama 48 jam di dalam ruang di mana dia meninggal, dan kemudian ditempatkan dalam peti mati dan dikuburkan di tanah miliknya yang terletak di dekat Epernon Malmaison . tengkoraknya kemudian dihapus dari kubur untuk diperiksa phrenological. Semua naskah yang tersisa tidak diterbitkan dibakar, termasuk pekerjaan multi-volume besar Les Journées de Florbelle.

Biografi Robert Raikes Pendiri Sekolah Minggu

Biografi Robert Raikes Pendiri Sekolah MingguRobert Raikes (lahir 14 September 1736 – meninggal 5 April 1811 pada umur 74 tahun) adalah seorang dermawan Inggris yang dikenal sebagai bapak pendiri Sekolah minggu. Ia lahir di Gloucester pada 1736, anak sulung dari Mary Drew dan Robert Raikes seorang penerbit surat kabar. Dia dibaptis pada tanggal 24 September 1736 di gereja St. Mary de Crypt di Gloucester. Pada 23 Desember 1767 dia menikah dengan Anne Trigge dari keluarga yang sangat terhormat, dan dikaruniai tiga anak laki-laki dan tujuh anak perempuan.

Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di sekolah milik Gereja St. Mary de Crypt tempat ia dibaptiskan. Setelah lulus pendidikan dasar, pada usia empat belas tahun ia melanjutkan studi di sekolah Katedral Gloucester. Suasana sekolah ini begitu ketat. Anak-anak dididik dengan kurikulum yang klasik. Pada pukul enam pagi, mereka mengawalinya dengan ibadah. Ibadah dimulai dengan pembacaan mazmur, doa, renungan dan nyanyian rohani. Di sekolah ini para murid dituntut menguasai beberapa bahasa, antara lain bahasa Yunani, Latin dan Prancis.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Katedral Gloucester, Raikes tidak melanjutkan pendidikannya. Ia lebih tertarik pada pekerjaan yang digeluti ayahnya di bidang percetakan. Pada 1757 ia diwariskan perusahaan milik ayahnya yakni Gloucester Journal. Karena kemampuannya di bidang penerbitan dan percetakan, pada usia 21 tahun, ia telah mengambil alih seluruh urusan yang berkaitan dengan penerbitan Gloucester Journal.

Robert Raikes dikenal sebagai penggagas sekolah minggu. Pada abad 18, Inggris sedang dilanda krisis ekonomi yang sangat parah sebagai akibat Revolusi Industri. Robert Raikes melihat banyak anak-anak yang harus menjadi tenaga kerja di pabrik-pabrik sebagai buruh kasar dan bekerja enam hari dalam seminggu, yaitu pada hari senin hingga sabtu. Hari minggu mereka libur. Karena hanya pada hari minggu saja mereka bisa beriang gembira, sehingga pada hari minggu mereka menjadi liar. Kebanyakan mereka menghabiskan uang penghasilan mereka dengan hal-hal yang tidak berguna seperti minum minuman keras.

Melihat keadaan itu Robert Raikes bertekad untuk mengubah keadaan. Ia kemudian memulai sekolah minggu ini di dapur Ny. Mederith di kota Scooty Alley pada Juli 1780. Di sana selain mendapat makanan, anak-anak itu juga diajarkan sopan santun, membaca dan menulis. Menurut Raikes buku pelajaran yang terbaik yang bisa dipakai adalah Alkitab.

Dalam dua tahun, sekolah minggu dibuka di beberapa sekolah dan di sekitar Gloucester. Raikes kemudian mempublikasikan sekolah minggu melalui Gentleman's Magazine dan juga Arminian Magazine pada 1784. Akhirnya atas bantuan John Wesley (pendiri Gereja Methodis), kehadiran sekolah minggu diterima juga oleh gereja, mula-mula oleh Gereja Methodis, akhirnya gereja-gereja Protestan lain. Pada tahun 1831, sekolah minggu di Inggris telah mengajar 1.250.000 anak, sekitar 25 persen dari populasi.

Biografi Immanuel Kant - Tokoh Filsafat Jerman

Biografi Immanuel Kant - Tokoh Filsafat JermanImmanuel Kant lahir di Königsberg, 22 April 1724 dan meninggal di kota yang sama tanggal 12 Februari 1804. Dia adalah seorang filsuf Jerman yang telah menulis karya yang terpenting yaitu Kritik der Reinen Vernunft, 1781. Dalam bukunya ini ia “membatasi pengetahuan manusia”. Atau dengan kata lain “apa yang bisa diketahui manusia.” Ia menyatakan ini dengan memberikan tiga pertanyaan : Apakah yang bisa kuketahui? Apakah yang harus kulakukan? Apakah yang bisa kuharapkan? Pertanyaan ini dijawab sebagai berikut :

Apa-apa yang bisa diketahui manusia hanyalah yang dipersepsi dengan panca indria. Lain daripada itu merupakan “ilusi” saja, hanyalah ide. Semua yang harus dilakukan manusia harus bisa diangkat menjadi sebuah peraturan umum. Hal ini disebut dengan istilah “imperatif kategoris”. Contoh: orang sebaiknya jangan mencuri, sebab apabila hal ini diangkat menjadi peraturan umum, maka apabila semua orang mencuri, masyarakat tidak akan jalan. Yang bisa diharapkan manusia ditentukan oleh akal budinya. Inilah yang memutuskan pengharapan manusia. Ketiga pertanyaan di atas ini bisa digabung dan ditambahkan menjadi pertanyaan keempat: “Apakah itu manusia?”

Daftar karyanya
· 1755: Allgemeine Naturgeschichte und Theorie des Himmels
· 1755: meditationum quaerandam de igne saccincta delinetatio
· 1755: Neue Erhellung der ersten Grundsätze metaphysischer Erkenntnisse
· 1756: Physische Monadologie
· 1756: Neue Anmerkungen zur Erläuterung der Theorie der Winde
· 1762: Die falsche Spitzfindigkeit der vier syllogistischen Figuren
· 1763: Versuch, den Begriff der negativen Größen in der Weltweisheit einzuführen
· 1763: Untersuchung über die Deutlichkeit der Grundsätze der natürlichen Theologie und Moral
· 1763: Der einzige mögliche Beweisgrund zu einer Demonstration für das Dasein Gottes
· 1764: Beobachtungen über das Gefühl des Schönen und Erhabenen
· 1764: Über die Krankheit des Kopfes
· 1766: Träume eines Geistersehers erläutert durch Träume der Metaphysik. (Über Emanuel Swedenborg)
· 1770: Über die Form und die Prinzipien der sinnlichen und intelligiblen Welt. (De mundi sensibilis atque intelligibillis forma et principiis.)
· 1775: Über die verschiedenen Rassen der Menschen
· 1781: Auflage der Kritik der reinen Vernunft
· 1783: Prolegomena zu einer jeden künftigen Metaphysik, die als Wissenschaft wird auftreten können
· 1784: Idee zu einer allgemeinen Geschichte in weltbürgerlicher Absicht
· 1784: Beantwortung der Frage: Was ist Aufklärung
· 1785: Grundlegung der Metaphysik der Sitten
· 1786: Metaphysische Anfangsgründe der Naturwissenschaft
· 1786: Mutmaßlicher Anfang der Menschengeschichte
· 1787: Kritik der reinen Vernunft 2., stark erweiterte Auflage
· 1788: Kritik der praktischen Vernunft
· 1790: Kritik der Urteilskraft
· 1793: Die Religion innerhalb der Grenzen der bloßen Vernunft
· 1793: Über den Gemeinspruch: Das mag in der Theorie richtig sein, taugt aber nicht für die Praxis
· 1794: Das Ende aller Dinge
· 1795: Zum ewigen Frieden
· 1797: Die Metaphysik der Sitten
· 1798: Der Streit der Fakultäten
· 1798: Anthropologie in pragmatischer Hinsicht abgefasst

Biografi Baron d'Holbach - Filsuf Penulis Perancis

Paul-Henri Thiry, Baron d'Holbach (8 Desember 1723 - 21 Januari 1789) adalah seorang penulis Perancis-Jerman, filsuf, penulis ensiklopedia dan tokoh terkemuka dalam Pencerahan Perancis. Ia dilahirkan di Dietrich Heinrich Paulus Edesheim, dekat Landau di Pfalz RMG, tapi tinggal dan bekerja di Paris. Ia dikenal karena kekafirannya dan untuk tulisan-tulisan yang luas terhadap agama, yang paling terkenal diantaranya adalah System of Nature (1770). Ibu Holbach's (née Holbach) adalah putri kolektor pajak Pangeran-Uskup. Ayahnya, Johann Jakob Dietrich, adalah petani anggur. Dia dibesarkan di Paris oleh pamannya Franz Adam Holbach, yang telah menjadi jutawan dengan berspekulasi di bursa saham Paris. Dengan dukungan keuangannya, d'Holbach kuliah di University of Leiden 1744-1748 dan menikahi sepupunya keduanya, Basile-Geneviève d'Aine, pada 1749.

Pada 1753 paman dan ayahnya meninggal, meninggalkan d'Holbach warisan besar. Pada 1754, istrinya meninggal dari penyakit yang tidak diketahui. Holbach pindah ke provinsi untuk jangka waktu singkat dengan temannya, Baron Grimm dan pada tahun berikutnya menerima dispensasi khusus dari Paus untuk menikahi saudara istri almarhum, Charlotte-Susanne d'Aine. Meskipun ia banyak menghabiskan waktunya di tanah negara di Grandval, d'Holbach menggunakan harta untuk mempertahankan salah satu salon Paris terkenal dan mewah, yang segera menjadi tempat pertemuan penting bagi para kontributor Encyclopédie. Pertemuan diadakan secara teratur dua kali seminggu, pada hari Minggu dan Kamis, di rumah Holbach's di rue Royale, Butte Saint-Roche sekitar 1750-1780. Pengunjung ke salon itu khusus laki-laki, dan nada diskusi tinggi, sering memperluas topik lebih luas dibandingkan dengan salon lain.

Bersama dengan makanan yang sangat baik, anggur mahal, dan lebih dari 3000 volume perpustakaan, banyak menarik pengunjung terkemuka. Di antara pelanggan tetap hadir di holbachique-salon kalangan teman-teman berminat sama adalah sebagai berikut: Diderot, Grimm, Condillac, Condorcet, D'Alembert, Marmontel, Turgot, La Condamine, Raynal, Helvétius, Galiani, Morellet, Naigeon dan, untuk waktu Jean-Jacques Rousseau. salon ini juga dikunjungi oleh cendekiawan Inggris terkemuka, di antara mereka Adam Smith, David Hume, John Wilkes, Horace Walpole dan Edward Gibbon. D'Holbach dikenal karena kemurahan hatinya, sering menyediakan dukungan finansial diam-diam atau secara anonim kepada teman-temannya, di antara mereka Diderot. Diperkirakan bahwa ateis saleh Wolmar dalam Jean-Jacques Rousseau's Julie, ou la nouvelle Héloïse didasarkan pada d'Holbach.

Holbach meninggal di Paris tanggal 21 Januari 1789, beberapa bulan sebelum Revolusi Perancis. Karangannya berbagai karya anti-agama tidak menjadi dikenal secara luas sampai awal abad ke 19. Untuk Encyclopédie d'Holbach mengarang dan diterjemahkan sejumlah besar artikel tentang topik mulai dari politik dan agama untuk kimia dan mineralogi. Sebagai Jerman yang telah menjadi seorang Prancis naturalisasi, ia melakukan banyak terjemahan Jerman karya kontemporer dari filsafat alam ke dalam bahasa Prancis. Dari 1751 dan 1765 ia memberikan kontribusi sekitar empat ratus artikel untuk proyek ini, sebagian besar pada mata pelajaran ilmiah, di samping untuk melayani sebagai editor beberapa buku tentang filsafat alam.

D'Holbach mungkin juga telah menulis beberapa entri meremehkan agama non-Kristen, dimaksudkan sebagai kritik terselubung kekristenan itu sendiri. Meskipun kontribusi yang luas kepada Encyclopédie, d'Holbach lebih dikenal hari ini untuk tulisan filosofisnya, yang semuanya diterbitkan secara anonim atau dengan nama samaran dan dicetak di luar Perancis, biasanya di Amsterdam. filsafat adalah tegas materialistik dan ateistik dan saat ini dikategorikan ke dalam gerakan filsafat yang disebut materialisme Perancis. Pada 1761 Christianisme dévoilé ("Kristen Unveiled") muncul, di mana ia menyerang agama Kristen dan pada umumnya sebagai rintangan bagi kemajuan moral kemanusiaan. The deistic Voltaire menolak untuk filsafat Holbach. Kekristenan Unveiled diikuti oleh orang lain, terutama La sacrée Menular (1768 - "The Menular Suci"), Théologie yg mudah dipindahkan (1768 - "Portable Theology") dan Essai sur les préjugés (1770 - "Essay on prasangka"). D'Holbach dibantu oleh Jacques-André Naigeon, yang kemudian akan menjadi pelaksana sastra.

Pada 1770, d'Holbach menerbitkan bukunya yang paling terkenal, The System of Nature (Le Systeme de la alam), dengan nama Jean-Baptiste de Mirabaud, sekretaris dari Akademi Ilmiah Perancis yang meninggal sepuluh tahun sebelumnya. Menyangkal keberadaan dewa dan menolak untuk mengakui sebagai bukti semua sebuah argumen apriori, d'Holbach melihat di alam semesta tidak menyimpan materi dalam gerak, terikat oleh hukum alam tak terhindarkan sebab dan akibat. Sistem Alam adalah karya yang panjang dan luas menyajikan pandangan naturalistik secara menyeluruh dunia. Beberapa ahli telah menunjukkan bahwa Denis Diderot adalah teman pribadi d'Holbach dan tidak jelas sampai sejauh mana d'Holbach dipengaruhi oleh dia. Mungkin Diderot telah menulis bagian dari Sistem Alam, namun dari tingkat kontribusi Diderot terhadap Sistem Alam, filsafat Holbach tetap "puncak dari materialisme Perancis dan ateisme".

Tujuan D'Holbach dalam menantang agama terutama moral: Dia melihat institusi Kristen sebagai suatu hambatan yang besar bagi perbaikan masyarakat. Baginya, dasar moralitas itu harus dicari bukan dalam Kitab Suci tetapi dalam kebahagiaan: The eksplisit ateistik dan materialistis Sistem Alam disajikan inti dari ide radikal yang sezaman, baik gereja dan philosophes mengganggu, sehingga memicu reaksi yang kuat. Gereja Katolik di Prancis mengancam dengan penarikan dukungan keuangan secara efektif menekan sirkulasi buku. Teolog unggulan Nicolas-Sylvestre Bergier menulis sanggahan dari berjudul Systeme matérialisme Examen du (Materialisme diperiksa). Voltaire menangkap penanya untuk menolak filosofi dari Systeme dalam artikel "Dieu" dalam philosophique Dictionnaire, sementara Frederick Agung juga menyusun jawaban untuk itu. Prinsipnya diringkas dalam bentuk yang lebih populer di d'Common Sense Holbach's, atau Natural Menentang Ide untuk Supernatural (Bon Sens, pada idées aux idées opposees naturelles surnaturelles) (Amsterdam, 1772).

Dalam karya terakhirnya, perhatian Holbach bergeser dari metafisika agama ke pertanyaan moral dan politik. Dalam Systeme sosial (1773), politique naturelle (1773-1774) dan Semangat universelle (1776) dia mencoba menjelaskan sistem moralitas di tempat Kristen begitu keras menyerang, tetapi tulisan ini tidak populer atau berpengaruh. D'Holbach sangat kritis terhadap penyalahgunaan kekuasaan di Perancis dan luar negeri. Bertentangan dengan semangat revolusioner, ia menyeru kelas terdidik untuk mereformasi sistem pemerintahan yang korup dan memperingatkan terhadap revolusi, demokrasi dan aturan massa. Dilihatnya politik dan etika dipengaruhi oleh materialis Inggris Thomas Hobbes. D'Holbach pribadi telah menterjemahkan Hobbes 'De Homine ("Man") ke dalam bahasa Prancis. Filsafat materialistik Baron d'Holbach memiliki pengaruh dalam materialisme historis dari Karl Marx, yang mempelajari ide d'Holbach dan Helvetius pemikir Perancis.

Biografi Soren Kierkegaard Tokoh Filsafat Teologi

Biografi Soren Aabye Kierkegaard Tokoh Filsafat Teologi KierkegaardSøren Aabye Kierkegaard (5 Mei 1813-11 November 1855) adalah seorang filsuf dan teolog abad ke-19 yang berasal dari Denmark. Kierkegaard sendiri melihat dirinya sebagai seseorang yang religius dan seorang anti-filsuf, tetapi sekarang ia dianggap sebagai bapaknya filsafat eksistensialisme. Kierkegaard menjembatani jurang yang ada antara filsafat Hegelian dan apa yang kemudian menjadi Eksistensialisme. Kierkegaard terutama adalah seorang kritikus Hegel pada masanya dan apa yang dilihatnya sebagai formalitas hampa dari Gereja Denmark. Filsafatnya merupakan sebuah reaksi terhadap dialektik Hegel.

Banyak dari karya-karya Kierkegaard membahas masalah-masalah agama seperti misalnya hakikat iman, lembaga Gereja Kristen, etika dan teologi Kristen, dan emosi serta perasaan individu ketika diperhadapkan dengan pilihan-pilihan eksistensial. Karena itu, karya Kierkegaard kadang-kadang digambarkan sebagai eksistensialisme Kristen dan psikologi eksistensial. Karena ia menulis kebanyakan karya awalnya dengan menggunakan berbagai nama samaran, yang seringkali mengomentari dan mengkritik karya-karyanya yang lain yang ditulis dengan menggunakan nama samaran lain, sangatlah sulit untuk membedakan antara apa yang benar-benar diyakini oleh Kierkegaard dengan apa yang dikemukakannya sebagai argumen dari posisi seorang pseudo-pengarang. Ludwig Wittgenstein berpendapat bahwa Kierkegaard "sejauh ini, adalah pemikir yang paling mendalam dari abad ke-19"

Søren Aabye Kierkegaard lahir 5 Mei 1813 di Kopenhagen, Denmark dan meninggal dikota yang sama 11 November 1855. Ia adalah seorang filsuf dan teolog abad ke-19. Kierkegaard sendiri melihat dirinya sebagai seseorang religius dan anti-filsuf, tetapi sekarang ia dianggap sebagai bapaknya filsafat eksistensialisme. Kierkegaard menjembatani jurang antara filsafat Hegelian dan apa yang kemudian menjadi Eksistensialisme. Kierkegaard seorang kritikus Hegel pada masanya dan apa yang dilihatnya sebagai formalitas hampa dari Gereja Denmark. Dia seorang ahli Filsafat Eropa pada Zaman Keemasan. Tradisi Sastra dan Seni, pendahulu dari Eksistensialisme, Pasca-modernisme, Pascastrukturalisme, Psikologi eksistensial, Neo ortodoksi. Minat utamanya pada bidang Agama, Metafisika, Epistemologi, Estetika, Etika, Psikologi. Gagasan pentingnya membuat ia dianggap sebagai Bapak Eksistensialisme, kecemasan, keputusasaan eksistensial, Tiga ranah keberadaan manusia, Ksatria iman, Subyektivitas adalah Kebenaran. Ia dipengaruhi Hegel, Abraham, Luther, Kant, Hamann, Lessing, Socrates (Plato, Xenophon, Aristophanes)

Søren Kierkegaard dilahirkan dalam sebuah keluarga kaya di Kopenhagen, ibukota Denmark. Ibunya bernama Anne Sørensdatter Lund Kierkegaard sedang Ayahnya Michael Pedersen Kierkegaard adalah seseorang yang sangat saleh. Ia yakin bahwa ia telah dikutuk Tuhan dan karena itu ia percaya bahwa tak satupun dari anaknya akan mencapai umur melebihi usia Yesus Kristus, yaitu 33 tahun. Ia percaya bahwa dosa-dosa pribadinya seperti misalnya mengutuki nama Allah di masa mudanya dan kemungkinan juga menghamili ibu Kierkegaard di luar nikah menyebabkan ia layak menerima hukuman ini. Meskipun banyak dari ketujuh anaknya meninggal dalam usia muda, ramalannya tidak terbukti ketika dua dari mereka melewati usia ini. Perkenalan dengan pemahaman tentang dosa di masa mudanya dan hubungannya dengan ayahnya meletakkan dasar bagi banyak karya Kierkegaard. Meskipun sifat ayahnya melankolis dari segi keagamaan, Kierkegaard mempunyai hubungan yang erat.

Ayah Kierkegaard meninggal 9 Agustus 1838 pada usia 82 tahun. Sebelum meninggal ia meminta Søren agar menjadi pendeta. Søren sangat terpengaruh pengalaman keagamaan dan kehiudpan ayahnya dan merasa terbeban untuk memenuhi kehendaknya. Dua hari kemudian, pada 11 Agustus, Kierkegaard menulis: "Ayah meninggal dunia hari Rabu. Saya sungguh berharap bahwa ia dapat hidup beberapa tahun lebih lama lagi, dan saya menganggap kematiannya sebagai penghorbanan terakhir yang dibuatnya karena cinta kasihnya kepada saya; ia meninggal karena saya agar, bila mungkin, saya masih dapat menjadi sesuatu. Dari semua yang telah saya warisi daripadanya, kenangan akan dia, potretnya dalam keadaan yang sangat berbeda (transfigured), sungguh berharga bagi saya dan saya akan berusaha untuk melestarikan (kenangannya) agar aman tersembunyi dari dunia."

Kierkegaard masuk ke Sekolah Kebajikan Warga, memperoleh nilai yang sangat baik dalam bahasa Latin dan sejarah. Ia melanjutkan pelajarannya dalam bidang teologi di Universitas Kopenhagen, namun sementara di sana ia semakin tertarik akan filsafat dan literatur. Di universitas, Kierkegaard menulis disertasinya, Tentang Konsep Ironi dengan Rujukan Terus-menerus kepada Socrates, yang oleh panel universitas dianggap sebagai karya yang penting dan dipikirkan dengan baik, namun agak terlalu berbunga-bunga dan bersifat sastrawi untuk menjadi sebuah tesis filsafat. Kierkegaard lulus pada 20 Oktober 1841 dengan gelar Magistri Artium, yang kini setara dengan Ph.D. Dengan warisan keluarganya, Kierkegaard dapat membiayai pendidikannya, ongkos hidupnya dan beberapa penerbitan karyanya.

Filsafatnya merupakan sebuah reaksi terhadap dialektik Hegel. Banyak dari karya-karya Kierkegaard membahas masalah agama seperti misalnya hakikat iman, lembaga Gereja Kristen, etika dan teologi Kristen dan emosi serta perasaan individu ketika diperhadapkan dengan pilihan eksistensial. Karena itu, karya Kierkegaard kadang digambarkan sebagai eksistensialisme Kristen dan psikologi eksistensial. Karena ia menulis kebanyakan karya awalnya dengan menggunakan berbagai nama samaran, yang seringkali mengomentari dan mengkritik karya-karyanya yang lain yang ditulis dengan menggunakan nama samaran lain, sangatlah sulit untuk membedakan antara apa yang benar-benar diyakini oleh Kierkegaard dengan apa yang dikemukakannya sebagai argumen dari posisi seorang pseudo-pengarang. Ludwig Wittgenstein berpendapat bahwa Kierkegaard "sejauh ini, adalah pemikir yang paling mendalam dari abad ke-19".

Sebuah aspek penting kehidupan Kierkegaard adalah pertunangannya yang putus dengan Regine Olsen (1822 - 1904). Kierkegaard berjumpa dengan Regine pada 8 Mei 1837 dan tertarik kepadanya. Kierkegaard menulis tentang cintanya kepada Regine : “Engkau ratu hatiku yang tersimpan di lubuk hatiku yang terdalam, dalam kepenuhan pikiranku, di sana... ilahi yang tak dikenal! Oh, dapatkah aku sungguh-sungguh mempercayai dongeng-dongeng si penyair, bahwa ketika seseorang melihat sebuah obyek cintanya, ia membayangkan bahwa ia sudah pernah melihatnya dahulu kala, bahwa semua cinta seperti halnya semua pengetahuan adalah kenangan semata, bahwa cinta pun mempunyai nubuat-nubuatnya di dalam diri pribadi.... tampaknya bagiku bahwa aku harus memiliki kecantikan dari semua gadis agar dapat menandingi kecantikanmu; bahwa aku harus mengelilingi dunia untuk menemukan tempat yang tidak kumiliki dan yang merupakan misteri terdalam dari keseluruhan keberadaanku yang mengarah ke depan dan pada saat berikutnya engkau begitu dekat kepadaku, mengisi jiwaku dengan begitu dahsyat sehingga aku berubah (transfigured) bagi diriku sendiri dan merasakan sungguh nikmat berada di sini. —Søren Kierkegaard, Journals (2 Februari 1839)

Pada 8 September 1840, Kierkegaard meminang Regine. Namun, Kierkegaard merasa kecewa dan melankolis tentang pernikahan. Kurang dari setahun setelah pinangannya, ia memutuskannya pada 11 Agustus 1841. Kierkegaard menyebutkan keyakinannya bahwa sifat "melankolis"nya membuatnya tidak cocok untuk menikah. Biasanya diyakini bahwa keduanya memang sangat saling mencintai, barangkali bahkan juga setelah Regine menikah dengan Johan Frederik Schlegel (1817–1896), seorang pegawai negeri terkemuka (jangan dikacaukan dengan filsuf Jerman Friedrich von Schlegel, (1772-1829) ). Pada umumnya hubungan mereka terbatas pada pertemuan kebetulan di jalan di Kopenhagen. Namun, beberapa tahun kemudian, Kierkegaard bahkan sampai meminta izin suami Regine untuk berbicara dengan Regine, namun Schlegel menolak. Tak lama kemudian, pasangan itu berangkat meninggalkan Denmark, karena Schlegel telah diangkat menjadi Gubernur di Hindia Barat Denmark. Pada saat Regine kembali ke Denmark, Kierkegaard telah meninggal dunia. Regine Schlegel hidup hingga 1904 dan pada saat kematiannya, ia dikuburkan dekat Kierkegaard di Pemakaman Assistens di Kopenhagen.

Karya Kierkegaard baru tersedia luas beberapa dasawarsa setelah kematiannya. Pada tahun-tahun setelah meninggalnya, Gereja Negara Denmark, sebuah institusi penting di Denmark pada saat itu, menjauhi karyanya dan menganjurkan orang Denmark lainnya untuk melakukan hal yang sama. Selain itu, kurang dikenalnya bahasa Denmark, dibandingkan dengan bahasa Jerman, Perancis dan Inggris, membuat hampir tidak mungkin bagi Kierkegaard untuk mendapatkan pembaca-pembaca non-Denmark. Akademikus pertama yang mengarahkan perhatian kepada Kierkegaard adalah sesama orang Denmark Georg Brandes yang menerbitkan dalam bahasa Jerman dan Denmark. Brandes menyampaikan kuliah resminya yang pertama tentang Kierkegaard dan menolong memperkenalkan Kierkegaard ke seluruh Eropa. Pada 1877, Brandes juga menerbitkan buku pertama tentang filsafat dan kehidupan Kierkegaard. Dramatis Henrik Ibsen tertarik terhadap Kierkegaard dan memperkenalkan karyanya ke seluruh Skandinavia. Terjemahan independen dalam bahasa Jerman dari beberapa karya Kierkegaard mulai muncul pada 1870-an, terjemahan akademis dalam bahasa Jerman dari seluruh karya Kierkegaard menunggu hingga 1910-an.

Terjemahan ini dimungkinkan karena pengaruh Kierkegaard terhadap para pemikir dan penulis Jerman, Perancis dan Inggris abad ke-20 mulai terasa. Pada 1930-an, terjemahan akademis pertama dalam bahasa Inggris, oleh Alexander Dru, David F. Swenson, Douglas V. Steere dan Walter Lowrie muncul, di bawah usaha editorial dari editor Oxford University Press, Charles Williams. Terjemahan akademis yang kedua dalam bahasa Inggris dan yang terdapat luas diterbitkan oleh Princeton University Press pada 1970-an, 1980-an, 1990-an, di bawah pengawasan Howard V. Hong dan Edna H. Hong. Terjemahan resmi ketiga, di bawah pengawasan Pusat Penelitian Søren Kierkegaard, akan mencapai 55 jilid dan diharapkan akan selesai setelah 2009.

Banyak filsuf abad ke-20, baik yang teistik maupun yang ateistik, meminjam banyak konsep dari Kierkegaard, termasuk pemahaman tentang angst (kecemasan), keputusasaan, serta pentingnya individu. Sebagai seorang filsuf ia menjadi sangat termasyhur pada tahun 1930-an, sebagian besar karena naik daunnya gerakan eksistensialis yang menunjuk kepadanya sebagai seorang pendahulu, meskipun kini ia sendiri dipandang sebagai seorang pemikir yang sangat penting dan berpengaruh. Para filsuf dan teolog yang dipengaruhi oleh Kierkegaard termasuk Karl Barth, Simone de Beauvoir, Martin Buber, Rudolf Bultmann, Albert Camus, Martin Heidegger, Abraham Joshua Heschel, Karl Jaspers, Gabriel Marcel, Maurice Merleau-Ponty, Franz Rosenzweig, Jean-Paul Sartre, Joseph Soloveitchik, Paul Tillich, Miguel de Unamuno, Hans Urs von Balthasar.

Anarkisme ilmiah Paul Feyerabend diilhami oleh gagasan Kierkegaard tentang subyektivitas sebagai kebenaran. Ludwig Wittgenstein sangat dipengaruhi dan harus mengakui keunggulan Kierkegaard dan mengklaim bahwa "Betapapun juga, Kierkegaard jauh terlalu dalam bagi saya.. Karl Popper merujuk kepada Kierkegaard sebagai "pembaharu besar dalam etika Kristen, yang memaparkan moralitas Kristen yang resmi pada zamannya sebagai kemnafikan yang anti-Kristen dan anti-kemanusiaan". Para filsuf kontemporer seperti Emmanuel Lévinas, Hans-Georg Gadamer, Jacques Derrida, Jürgen Habermas, Alasdair MacIntyre, dan Richard Rorty, meskipun kadang-kadang sangat kritis, juga telah mengadaptasi beberapa pemikiran Kierkegaard. Jerry Fodor pernah menulis bahwa Kierkegaard adalah "seorang empu dan jauh berada di luar liga tempat kami semua [para filsuf] bermain".

Kierkegaard banyak sekali mempengaruhi literatur abad ke-20. Tokoh-tokoh yang sangat dipengaruhi oleh karya-karyanya termasuk Walker Percy, W.H. Auden, Franz Kafka, David Lodge, dan John Updike. Kierkegaard juga sangat berpengaruh terhadap psikologi dan ia dapat dianggap sebagai pendiri psikologi Kristen dan psikologi dan terapi eksistensial. Para psikolog dan terapis eksistensialis (seringkalid isebut "humanistik") termasuk Ludwig Binswanger, Victor Frankl, Erich Fromm, Carl Rogers, dan Rollo May. May mendasarkan bukunya The Meaning of Anxiety (Makna Kecemasan) pada karya Kierkegaard Konsep tentang Kecemasan. Karya sosiologis Kierkegaard Dua Zaman: Zaman Revolusi dan Masa Kini memberikan kritik yang menarik terhadap modernitas. Kierkegaard juga dilihat sebagai pendahulu penting dari pasca-modernisme. Kierkegaard meramalkan bahwa setelah kematiannya ia akan terkenal dan membayangkan bahwa karyanya akan dipelajari dan diteliti dengan intensif.

Dalam jurnal-jurnalnya, ia menulis : Apa yang dibutuhkan zaman ini bukanlah seorang jenius sebab jenius sudah cukup banyak. Yang dibutuhkan adalah martir, yang rela taat hingga mati untuk mengajarkan manusia agar taat hingga mati. Apa yang dibutuhkan zaman ini adalah kebangkitan. Dan karena itu suatu hari kelak, bukan hanya tulisan-tulisan saya tetapi juga seluruh hidup saya, seluruh misteri yang membangkitkan tanda tanya tentang mesin ini akan dipelajari dan dipelajari terus. Saya tidak akan pernah melupakan bagaimana Tuhan menolong saya dan karena itu adalah harapan saya terakhir bahwa segala sesuatunya adalah untuk kemuliaan-Nya —Søren Kierkegaard, Journals (20 November 1847)

Daftar karya Søren Kierkegaard
· (1841) Konsep Ironi (Om Begrebet Ironi med stadigt Hensyn til Socrates)
· (1843) Ini/Itu (Enten - Eller)
· (1843) Takut dan Gentar (Frygt og Bæven)
· (1843) Repetisi (Gjentagelsen)
· (1844) Fragmen Filsafat (Philosophiske Smuler)
· (1844) Konsep tentang Kecemasan (Begrebet Angest)
· (1845) Tahap-tahap Jalan Kehidupan (Stadier paa Livets Vei)
· (1846) Menyimpulkan Catatan Penutup yang Tidak Ilmiah bagi Fragmenfragmen

Filsafat (Afsluttende uvidenskabelig Efterskrift)
· (1847) Wacana Membangun dalam Berbagai Roh (Opbyggelige Taler iforskjellig Aand)
· (1847) Karya Cinta Kasih (Kjerlighedens Gjerninger)
· (1848) Wacana Kristen (Christelige Taler)
· (1849) Nestapa Hingga Mati (Sygdommen til Døden)
· (1850) Praktik dalam Kekristenan (Indøvelse i Christendom)

Biografi Jean-Jacques Rousseau Tokoh Filsafat

Biografi Jean-Jacques Rousseau Biography FilsafatFilosof tenar Jean-Jacques Rousseau lahir di Jenewa, Swiss, bundanya meninggal tak lama sesudah melahirkannya. Di umur sepuluh tahun ayahnya diusir meninggalkan Jenewa dan hiduplah Rousseau seorang diri. Kemudian Rousseau sendiri meninggalkan Jenewa tahun 1728 ketika umurnya menginjak enam belas tahun. Bertahun Rousseau tak terkenal namanya samasekali, berkelana dari satu tempat ke tempat lain, dan bekerja di satu tempat dan pindah kerja di tempat lain. Di sela-sela itu dia terlibat percintaan dengan Therese Levasseur, punya lima anak di luar perkawinan. Dia tempatkan kelima anak itu di asrama anak-anak yang tidak ketahuan bapak-ibunya.

Pada tahun 1750 mendadak Rousseau jadi tenar. Akademi Dijon menawarkan hadiah esai terbaik tentang pokok soal: apakah seni dan ilmu pengetahuan memang punya manfaat buat kemanusiaan, berhasil dapat hadiah pertama. Sesudah itu namanya melangit. Beruntun muncullah karya-karya lainnya, termasuk Discourse on the Origin of Inequality (1755); La nouvelle Heloise (1761); Emile (1762); The Social Contract (1762); Confessions (1770) yang kesemuanya itu melambungkan kemasyhurannya. Tambahan lagi, karena Rousseau suka musik, dia menggubah dua opera masing-masing Les muses galantes dan Le devin du village.

Kendati mulanya Rousseau sahabat sejumlah penulis pembaharu Perancis --termasuk Denis Diderot dan Jean d'Alambert, jalan pikirannya segera bersimpang jalan tajam dengan mereka. Karena Rousseau menentang rencana Voltaire mendirikan sebuah teater di Jenewa (Rousseau bersikeras bahwa teater merupakan sekolah yang membejatkan moral), Rousseau dibenci habis-habisan oleh Voltaire. Disamping itu, citra rasa Rousseau berbeda amat dengan rasionalisme Voltaire dan kaum Encyclopedist. Mulai tahun 1762 dan seterusnya, Rousseau menghadapi kesulitan dengan pihak penguasa karena tulisan-tulisan politiknya. Beberapa kawan dekatnya mulai menjauh darinya dan bersamaan dengan saat itulah Rousseau tampak mengalami kelainan jiwa. Selama dua puluh tahun sisa hidupnya, dia umumnya menjadi orang penuh benci dan kecewa serta dirundung kemurungan tak bahagia. Dia meninggal dunia 1778 di Ermenonville Perancis.

Tulisan-tulisan Rousseau orang bilang merupakan faktor penting bagi pertumbuhan sosialisme, romantisme, totaliterisme, anti-rasionalisme, serta perintis jalan ke arah pecahnya Revolusi Perancis dan merupakan penyumbang buat ide-ide modern menuju demokrasi dan persamaan. Dia juga dianggap punya sumbangan penting dalam hal pengaruh teori pendidikan modern. Telah lama dipermasalahkan di bidang teoritis bahwa manusia hampir pada hakekatnya merupakan produk alam sekitarnya (karena itu mudah berubah serta peka). Anggapan ini berasal pula dari tulisan-tulisan Rousseau. Dan sudah barang tentu, dia pun punya saham dalam hal pemikiran bahwa teknologi modern dan masyarakat itu sesuatu yang buruk. Dia pula yang memperkenalkan khayalan tentang "kualitas keprimitifan." Pada mulanya Rousseau tidak pernah menggunakan sebutan itu, dan juga dia tidak merupakan seorang pengagum penduduk pribumi pulau-pulau di laut selatan, atau pun orang-orang Indian. Pikiran tentang apa yang disebut "kualitas keprimitifan" telah dikenal jauh sebelum jaman Rousseau, dan penyair Inggris kenamaan, John Dryden, sudah menggunakan sebutan yang persis begitu lebih dari seabad sebelum Rousseau lahir ke dunia. Dan bukan pula Rousseau yang berpendapat dan bersikap bahwa masyarakat itu dasarnya brengsek. Malah sebaliknya, dia senantiasa menekankan bahwa masyarakat itu perlu untuk manusia.

Dan akan halnya Rousseau-lah yang mula-mula mencetuskan gagasan "kontrak sosial" itu pun sepenuhnya palsu. Gagasan ini sudah didiskusikan panjang-lebar oleh John Locke yang hasil karyanya sudah diterbitkan jauh sebelum Rousseau lahir. Bukti menunjukkan, filosof Inggris yang masyhur Thomas Hobbes telah pula mendiskusikan pikiran ini (kontrak sosial) bahkan sebelum John Locke. Banyak para pemikir mengusulkan bahwa faktor lingkungan punya makna penting dalam pembentukan karakter manusia, karena itu saya pikir tak ada alasan mengaitkan ini dengan pikiran Rousseau karena toh memang menjadi pendapat umum. Begitu juga nasionalisme, sudah merupakan faktor pendorong utama jauh sebelum Rousseau hidup dan peranannya dalam pertumbuhan nasionalisme ini tidaklah seberapa.

Rousseau seorang anti-rasionalis diukur dari wataknya, khusus bertentangan dengan para penulis masyhur Perancis pada jamannya. Tetapi, anti-rasionalis bukanlah pula barang baru; kepercayaan politis serta sosial kita sering bertolak dari emosi dan prasangka, kendati kita coba-coba menyebutnya rasional sekedar satu alasan untuk meyakinkan mereka. Rousseau memperkecil makna penting pendidikan anak-anak lewat buku bacaannya, karena dianggapnya lebih efektif belajar lewat pengalaman. (Kebetulan, Rousseau seorang penganjur gigih agar bayi minum susu ibu). Kedengarannya mencengangkan betapa seorang yang meninggalkan anaknya sendiri punya keberanian beri ceramah perihal bagaimana memelihara dan membesarkan anak-anak, tetapi tak usah diragukan bahwa gagasan-gagasan Rousseau punya pengaruh mendalam pada teori pendidikan modern.

Banyak pikiran menarik dan orisinal terdapat dalam tulisan-tulisan politik Rousseau. Tetapi yang paling menonjol dari kesemuanya itu adalah gairahnya yang berkobar-kobar terhadap terjelmanya persamaan hak dan derajat, dan perasaan yang membawa bahwa struktur masyarakat yang ada merupakan sesuatu yang tak tertahankan ketidakadilannya. ("Manusia dilahirkan merdeka; dan di mana-mana dia terbelenggu oleh rantai"). Rousseau sendiri tidak menganjurkan tindak kekerasan, tetapi jelas dia menggoda orang lain memilih revolusi kekerasan untuk mencapai perbaikan tingkat demi tingkat. Pandangan Rousseau terhadap milik pribadi (dan juga terhadap pelbagai pokok masalah) sering bertentangan satu sama lain. Pernah dia menggambarkan hak milik pribadi itu merupakan "hak yang paling suci dari semua hak penduduk." Tetapi, bisa juga dibilang bahwa serangannya terhadap hak milik pribadi punya akibat lebih besar terhadap sikap para pembacanya ketimbang komentar-komentarnya yang bernada memuji dan menyanjung. Rousseau merupakan salah satu dari penulis modern pertama yang punya arti penting melabrak habis lembaga hak milik pribadi, karena itu dia bisa dianggap selaku pemula dari faham sosialisme dan komunisme modern.

Teori Rousseau di bidang konstitusi. Ide sentral tentang "Kontrak sosial" adalah, menurut bunyi kalimat Rousseau sendiri "pengalihan secara total seluruh hak-hak orang per orang kepada masyarakat secara keseluruhan." Kalimat ini mempersempit ruang gerak buat kebebasan pribadi atau untuk hak-hak asasi. Rousseau sendiri adalah seorang pembangkang terhadap penguasa, tetapi pengaruh pokok dari bukunya dapat dibuktikan kemudian oleh negara-negara totaliter. Rousseau dikritik sebagai seorang kehinggapan penyakit syaraf yang gawat (belum lagi anggapan bahwa dia sinting), sebagai seorang lelaki chauvinis, seorang pemikir yang bikin resah dan pikirannya tidak praktis. Kritik-kritik macam ini umumnya dapat dibenarkan. Tetapi, yang lebih penting dari kekurangan-kekurangan yang ada pada Rousseau adalah pandangannya yang tajam dan kecerdasan yang orisinal yang terus berlangsung mempengaruhi pemikiran modern selama lebih dari dua abad.

Biografi Tokoh Wanita BerGelar Ph.D Pertama

Elena Lucrezia Cornaro PiscopiaPada tanggal 25 Juni 1678 seorang Wanita muda bernama Elena Lucrezia Cornaro Piscopia mendapat gelar Master and Doctor of Philosophy (Magistra et Doctrix Philosophiae). Waniat yang berasal dari Padua Italia tersebut tercatat sebagai wanita pertama di dunia yang berhasil meraih gelar Ph.D. Begitu banyaknya pengunjung yang ingin menyaksikan wisuda sang wanita tersebut sehingga upacara tidak dilakukan di bangsal universitas seperti biasanya tetapi dialihkan ke gedung kathedral.

Elena lahir pada tahun1646. Ayahnya Giovan Battista Cornaro adalah seorang bangsawan terkemuka Venesia yang kaa raya. Keluarga Cornaro pada umumnya memang menjadi tokoh masyarakat pada zaman itu. Giovan Battista sendiri sangat berpengaruhdan dengan pengaruhnya itu ia berhasil menentang larangan pada masa itu yang melarang wanita menempuh pendidikan tinggi. Kendati demikian pemerintah Itali tetap melarang Elena mengambil gelar doctor untuk theologi. Wanita ini kemudian memilih ilmu filsafat.

Elene tidak hanya cerdas dalam ilmu matematika dan astronomi, tetapi juga pandai berain musik dan mengarang lagu. Ingatanya tajam dan ia fasih berbahasa Francis, Spanyol, Hebrew, Latin dan Yunani. Ketika ayahnya berniat mengerahkan sejumlah seniman untuk membangun istananya di Grand Canal, Elena menganjurkan agar biaya untuk itu didermakan saja untuk orang miskin.

Elena ia tidak menikah dan sampai akhir hayatnya ia tetap menekuni ilmu filsafat. Ayahnya menyediakan sebuah istana dengan 4 pelayan dan seorang dokter pribadi. Tetapi Elena hidup secara sederhana di dalam istana tersebut, ia bahklan lebih suka makan dari piring biasa yang dipakai orang-orang miskin. Elena meninggal pada tahun 1684 dan gambar Elena masih bisa dijumpai di jendela “Stained Glass” di Perpustakaan Vassar College, Amerika Serikat.

Biografi John Locke Tokoh Filsafat Demokrasi

Biografi John Locke Tokoh Filsafat DemokrasiJohn Locke (lahir 29 Agustus 1632 – meninggal 28 Oktober 1704 pada umur 72 tahun) adalah seorang filsuf dari Inggris yang menjadi salah satu tokoh utama dari pendekatan empirisme. Selain itu, di dalam bidang filsafat politik, Locke juga dikenal sebagai filsuf negara liberal. Bersama dengan rekannya, Isaac Newton, Locke dipandang sebagai salah satu figur terpenting di era Pencerahan. Selain itu, Locke menandai lahirnya era Modern dan juga era pasca-Descartes (post-Cartesian), karena pendekatan Descartes tidak lagi menjadi satu-satunya pendekatan yang dominan di dalam pendekatan filsafat waktu itu. Kemudian Locke juga menekankan pentingnya pendekatan empiris dan juga pentingnya eksperimen-eksperimen di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

Filosof pertama yang menghimpun secara terpadu gagasan dasar konstitusi demokratis adalah orang Inggris: John Locke. Pikiran-pikirannya memancarkan pengaruh kuat kepada para dedengkot pendiri Republik Amerika Serikat. Bukan itu saja, pengaruhnya juga kuat merasuk ke dalam kalbu gerakan pembaharu Perancis. Locke dilahirkan tahun 1632 di Wrington, Inggris. Dia memperoleh pendidikan di Universitas Oxford, peroleh gelar sarjana muda tahun 1656 dan gelar sarjana penuh tahun 1658. Selaku remaja dia tertarik sangat pada ilmu pengetahuan dan di umur tiga puluh enam tahun dia terpilih jadi anggota "Royal Society." Dia menjadi sahabat kental ahli kimia terkenal Robert Boyle dan kemudian hampir sepanjang hidupnya jadi teman dekat Isaac Newton. Kepada bidang kedokteran pun dia tertarik dan meraih gelar sarjana muda di bidang itu meskipun cuma sekali-sekali saja berpraktek.

Titik balik dalam kehidupan Locke adalah perkenalannya dengan Pangeran Shaftesbury. Dia jadi sekretarisnya dan menjadi dokter keluarga. Shaftesbury seorang jurubicara penting bagi pikiran liberal sehingga walau sebentar pernah dia dipenjara oleh Raja Charles II akibat kegiatan politiknya. Tahun 1682 Shaftesbury lari ke Negeri Belanda dan mati disana tahun berikutnya. Locke, berkat hubungannya yang begitu akrab dengan mendiang, senantiasa diawasi dan dibayang-bayangi, karena itu memaksanya juga lari ke Negeri Belanda tahun 1683. Dia menetap di negeri itu sampai pengganti Raja Charles, Raja James II digulingkan oleh sebuah revolusi yang berhasil. Locke pulang ke kampungnya tahun 1689 dan seterusnya menetap di Inggris. Tak pernah sekali pun kawin, dan mati di tahun 1704.

Buku pertama yang membikin Locke masyhur adalah An Essay Concerning Human Understanding (Esai tentang saling pengertian manusia), terbit tahun 1690. Di situ dipersoalkan asal-usul, hakikat, dan keterbatasan pengetahuan manusia. Ide-ide Locke pada gilirannya mempengaruhi filosof-filosof seperti Pendeta George Berkeley, David Hume dan Immanuel Kant. Kendati esai itu hasil karya Locke yang paling orisinal dan merupakan salah satu dari filosofi klasik yang masyhur, pengaruhnya tidaklah sebesar tulisan-tulisan ihwal masalah politiknya. Dalam buku A Letter Concerning Toleration (Masalah yang berkaitan dengan toleransi) yang terbit tahun 1689, Locke menekankan bahwa negara jangan ikut campur terlampau banyak dalam hal kebebasan menjalankan ibadah menurut kepercayaan agama masing-masing. Locke bukanlah orang Inggris pertama yang mengusulkan adanya toleransi agama dari semua sekte Protestan. Tetapi argumennya yang kuat yang dilontarkannya, yang berpihak kepada perlunya ada toleransi merupakan faktor dukungan penduduk terhadap sikap pandangannya.

Lebih dari itu, Locke mengembangkan prinsip toleransinya kepada golongan non-Kristen: "... baik penganut kepercayaan primitif, atau Islam maupun Yahudi tidak boleh dikurangi hak-hak sipilnya dalam negara semata-mata atas pertimbangan agama." Tetapi, Locke percaya bahwa toleransi ini tidak berlaku bagi golongan Katolik karena Locke yakin mereka tergantung pada bantuan kekuatan luar, dan juga tak ada toleransi bagi kaum atheis. Dengan ukuran jaman kini dia boleh dibilang teramat berlapang dada, tetapi beralasan memandangnya dari hubungan dengan ide-ide pada jamannya. Fakta mencatat, alasan-alasan yang dikemukakannya demi terciptanya toleransi agama lebih meyakinkan pembacanya dari pengecualianpengecualian yang dibuatnya. Kini, berkat adanya tulisan-tulisan Locke, toleransi agama sudah meluas bahkan pada golongan-golongan yang tadinya dikucilkan.

Arti penting Locke lainnya adalah bukunya Two Treatises of Government (Dua persepakatan dengan pemerintah) terbit tahun 1689 yang isinya merupakan penyuguhan ide dasar yang menekankan arti penting konstitusi demokrasi liberal. Buku itu berpengaruh terhadap pikiran politik seluruh dunia yang berbahasa Inggris. Locke yakin seyakin-yakinnya bahwa tiap manusia memiliki hak alamiah, dan ini bukan sekedar menyangkut hal hidup, tetapi juga kebebasan pribadi dan hak atas pemilikan sesuatu. Tugas utama pemerintah adalah melindungi penduduk dan hak milik warga negara. Pandangan ini acap kali disebut "teori jaga malam oleh pemerintah."

Menolak anggapan hak suci raja, Locke menekankan bahwa pemerintah baru dapat menjalankan kekuasaannya atas persetujuan yang diperintah. "Kemerdekaan pribadi dalam masyarakat berada di bawah kekuasaan legislatif yang disepakati dalam suatu negara." Dengan tegas Locke menekankan sesuatu yang disebutnya "kontrak sosial." Pikiran ini sebagian berasal dari tulisan-tulisan filosof Inggris terdahulu, Thomas Hobbes (1588-1679). Tetapi, jika Hobbes menggunakan "kontrak sosial" ini untuk memperkokoh absolutisme, Locke melihat "kontrak sosial" itu dapat diganti:

" ... bilamana legislator mencoba merampas dan menghancurkan hak milik penduduk, atau menguranginya dan mengarah kepada perbudakan di bawah kekuasaan, mereka berada dalam keadaan perang dengan penduduk, dan karenanya penduduk terbebas dari kesalahan apabila membangkang dan biarlah mereka berlindung pada naungan Tuhan yang memang menyediakan penjagaan buat semua manusia dari kekerasan dan kemajuan."

Juga, masih menjadi kekuatan rakyat untuk menjungkirkan dan mengganti badan perwakilannya begitu melihat wakil-wakil mereka berbuat bertentangan dengan kepercayaaii yang diletakkan di pundak mereka "sikap gigih Locke mempertahankan hak melakukan revolusi amat kuatnya mempengaruhi Thomas Jefferson dan kaum revolusioner Amerika lainnya. Locke berpegang teguh pada perlu adanya pemisahan kekuasaan. Dia menganggap kekuasaan legislatif harus lebih unggul ketimbang eksekutif dan kekuasaan yudikatif yang dianggapnya merupakan cabang dari eksekutif. Selaku orang yang percaya terhadap keunggulan kekuasaan legislatif. Locke hampir senantiasa menentang hak pengadilan yang memutuskan bahwa tindakan legislatif itu tidak konstitusional.

Meski Locke bersiteguh atas prinsip kekuasaan mayoritas, tetapi dijelaskannya bahwa suatu pemerintahan tidaklah memiliki kekuasaan tanpa batas. Mayoritas harus tidak merusak hakikat hak-hak manusia. Suatu pemerintahan hanya dapat dibenarkan merampas hak milik atas perkenan yang diperintah. (Di Amerika, gagasan ini dinyatakan dalam slogan, "Tidak ada pajak tanpa adanya perwakilan.") Jelas sekali, pandangan-pandangan Locke menggambarkan gagasan pihak penggerak revolusi Amerika seabad sebelum kejadian itu berlangsung. Pengaruhnya atas Thomas Jefferson amatlah mengesankan. Pikiran Locke merasuk ke benua Eropa, khususnya Perancis, merupakan fakta tak langsung yang mendorong revolusi Perancis dan Deklarasi Hak-hak Asasi Manusia. Meskipun tokoh-tokoh seperti Voltaire dan Thomas Jefferson lebih terkenal daripada Locke, tulisan-tulisannya mendahului mereka dan punya pengaruh kuat terhadap mereka.

Biografi Plato - Tokoh Filsafat Yunani Kuno

Biografi Plato - Tokoh Filosof Yunani KunoFilosof Yunani kuno Plato merupakan cikal bakal filosof politik Barat dan sekaligus dedengkot pemikiran etika dan metafisika mereka. Pendapat-pendapatnya di bidang ini sudah terbaca luas lebih dari 2300 tahun. Tak pelak lagi Plato berkedudukan bagai bapak moyangnya pemikir Barat. Plato yang lahir sekitar 427 SM - meninggal sekitar 347 SM adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, penulis philosophical dialogues dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid Socrates. Pemikiran Plato pun banyak dipengaruhi oleh Socrates. Plato adalah guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik yang di dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan "ideal". Dia juga menulis 'Hukum' dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama. Salah satu perumpamaan Plato yang termasyhur adalah perumpaan tentang orang di gua. Cicero mengatakan Plato scribend est mortuus (Plato meninggal ketika sedang menulis).

Plato dilahirkan dari kalangan famili Athena kenamaan sekitar tahun 427 SM. Di masa remaja dia berkenalan dengan filosof kesohor Socrates yang jadi guru sekaligus sahabatnya. Tahun 399 SM tatkala Socrates berumur tujuh puluh tahun, Socrates diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar berbuat brengsek dan merusak akhlak angkatan muda Athena. Socrates dikutuk dan dihukum mati. Pelaksanaan hukum mati Socrates yang disebut Plato "orang terbijaksana, terjujur, terbaik dari semua manusia yang saya pernah kenal" membikin Plato benci kepada pemerintahan demokratis.

Tak lama sesudah Socrates meninggal, Plato pergi meninggalkan Athena dan selama sepuluh-dua belas tahun mengembara ke mana kaki membawa.Sekitar tahun 387 SM dia kembali ke Athena, mendirikan perguruan di sana, sebuah akademi yang berjalan lebih dari 900 tahun. Plato menghabiskan sisa umurnya yang empat puluh tahun di Athena, mengajar dan menulis ihwal filsafat. Muridnya yang masyhur, Aristoteles yang jadi murid akademi di umur tujuh belas tahun sedangkan Plato waktu itu sudah menginjak umur enam puluh tahun.

Plato menulis tak kurang dari tiga puluh enam buku, kebanyakan menyangkut masalah politik dan etika selain metafisika dan teologi. Tentu saja mustahil mengikhtisarkan isi semua buku itu hanya dalam beberapa kalimat. Tetapi dengan risiko menyederhanakan pikiran-pikirannya, teringkas pokok-pokok gagasan politiknya.yang dipaparkan dalam buku yang kesohor “Republik” yang mewakili pikiran-pikirannya tentang bentuk masyarakat yang menurutnya ideal.

Bentuk terbaik dari suatu pemerintahan, usul Plato adalah pemerintahan yang dipegang oleh kaum aristokrat. Yang dimaksud aristokrat di sini bukannya aristokrat yang diukur dari takaran kualitas, yaitu pemerintah yang digerakkan oleh putera terbaik dan terbijak dalam negeri itu. Orang-orang ini mesti dipilih bukan lewat pungutan suara penduduk melainkan lewat proses keputusan bersama. Orang-orang yang sudah jadi anggota penguasa atau disebut "guardian" harus menambah orang-orang yang sederajat semata-mata atas dasar pertimbangan kualitas.

Plato percaya bahwa bagi semua orang, entah dia lelaki atau perempuan mesti disediakan kesempatan memperlihatkan kebolehannya selaku anggota "guardian". Plato merupakan filosof utama yang pertama dan dalam jangka waktu lama nyatanya memang cuma dia yang mengusulkan persamaan kesempatan tanpa memandang jenis. Untuk membuktikan persamaan pemberian kesempatannya Plato menganjurkan agar pertumbuhan dan pendidikan anak-anak dikelola negara. Anak-anak pertama-tama harus memperoleh latihan fisik yang menyeluruh, tetapi segi musik, matematika dan disiplin ilmu lainnya tidak boleh diabaikan. Pada beberapa tahap ujian ekstensif harus diadakan. Mereka yang kurang maju dialurkan ikut serta terlibat dalam kegiatan ekonomi masyarakat, sedangkan yang maju harus terus melanjutkan dan menerima gemblengan latihan. Penambahan pendidikan ini harus termasuk juga mendalami filosofi yang oleh Plato dimaksud menelaah doktrin bentuk ideal faham metafisikanya.

Keanggotaan guardian tidak dengan sendirinya menarik perhatian masyarakat. Sebab, jadi guardian tidaklah banyak mendapatkan duit. Mereka hanya dibolehkan memiliki harta pribadi dalam jumlah terbatas dan tak boleh punya tanah buat rumah pribadinya. Mereka menerima gaji tertentu dan tetap (itu pun dalam jumlah yang tak seberapa) dan tidak dibolehkan punya emas atau perak. Anggota guardian tidak diperkenankan punya famili yang terpisah tempatnya, mereka harus makan berbareng, punya pasangan bersama. Imbalan buat pentolan-pentolan filosof ini bukannya kekayaan melainkan kepuasan dalam hal melayani kepentingan umum. Begitulah ringkasnya sebuah republik yang ideal menurut Plato.

Republik terbaca luas selama berabad-abad. Tetapi harus dicatat, sistem politik yang dianjurkan didalamnya belum pernah secara nyata dipraktekkan sebagai model pemerintahan mana pun. Selama masa antara jaman Plato hingga kini umumnya negara-negara Eropa menganut sistem kerajaan. Di abad-abad belakangan ini beberapa negara menganut bentuk pemerintah demokratis. Ada juga yang menganut sistem pemerintahan militer atau di bawah tiran demagog seperti misalnya Hitler dan Mussolini. Tak satu pun pemerintahan-pemerintahan ini punya kemiripan dengan republik ideal Plato. Teori Plato tak pernah jadi anutan partai politik mana pun atau jadi basis gerakan politik seperti halnya terjadi pada ajaran-ajaran Karl Marx.

Memang benar tak satu pun pemerintahan sipil di Eropa disandarkan atas model Plato secara langsung. Namun terdapat persamaan yang mengagumkan antara posisi gereja Katolik di Eropa abad tengah dengan "kelas guardian" Plato. Gereja Katolik abad pertengahan terdiri dari kaum elite yang mempertahankan diri sendiri agar tidak layu dan tersisihkan, yang anggotanya mendapat latihan-latihan filosofis resmi. Pada prinsipnya semua pria tak peduli dari mana asal-usulnya dapat dipilih masuk kependetaan (meski tidak untuk wanita). Juga pada prinsipnya para pendeta itu tak punya famili dan memang diarahkan semata-mata agar mereka memusatkan perhatian pada kelompok mereka sendiri, bukannya nafsu keagungan disanjung-sanjung.

Peranan partai Komunis di Uni Soviet juga ada yang membandingkannya dengan "kelas guardian" Plato dalam dia punya republik ideal. Di sini pun kita temukan kelompok elite yang kesemuanya terlatih dengan filosofi resmi. Gagasan Plato juga mempengaruhi struktur pemerintahan Amerika Serikat. Banyak anggota konvensi konstitusi Amerika mengenal dan tak asing dengan gagasan-gagasan politik Plato. Konstitusi Amerika Serikat membuka kemungkinan menggali dan mempengaruhi kehendak rakyat. Dan juga diinginkan sebagai sarana memilih orang-orang yang paling bijak dan paling baik untuk memerintah negara. Sebagai tambahan teori politiknya, diskusinya di bidang etika dan metafisika telah mempengaruhi banyak filosof yang datang belakangan.