Showing posts with label Geografi. Show all posts
Showing posts with label Geografi. Show all posts

Biografi Abraham Ortelius Kartografer Ahli Geografi

Biografi Profil Biodata Abraham Ortelius Kartografer dan Ahli GeografiAbraham Ortelius (Ortels , Orthellius , Wortels ; 14 April 1527 - 28 Juni 1598) adalah seorang kartografer dan ahli geografi Flemish , yang secara konvensional diakui sebagai pencipta atlas modern pertama, Theatrum Orbis Terrarum ( Teater Dunia ). Ortelius sering dianggap sebagai salah satu pendiri sekolah kartografi Belanda dan salah satu perwakilan sekolah paling terkenal di jaman keemasannya (sekitar 1570-an 1670-an). Publikasi atlasnya pada 1570 sering dianggap sebagai awal resmi dari zaman keemasan kartografi Belanda. Ia juga diyakini sebagai orang pertama yang membayangkan bahwa benua-benua itu bergabung bersama sebelum hanyut ke posisi sekarang.

Pada 1564 ia menerbitkan peta pertamanya, Typus Orbis Terrarum , peta dinding berdaun delapan dunia, di mana ia mengidentifikasi Regio Patalis dengan Locach sebagai perpanjangan utara dari Terra Australis , mencapai sejauh New Guinea . Peta ini kemudian muncul dalam bentuk tereduksi di Terrarum (satu-satunya salinan yang masih ada sekarang di Perpustakaan Universitas Basel ). [4] Ia juga menerbitkan peta Mesir dua lembar pada 1565, rencana kastil Brittenburg di pantai Belanda pada 1568, peta delapan lembar Asia pada 1567, dan peta enam-lembar Spanyol sebelum penampilan atlasnya.

Biografi Profil Biodata Abraham Ortelius Kartografer dan Ahli GeografiDi Inggris, kontak Ortelius termasuk William Camden , Richard Hakluyt , Thomas Penny , ahli puritan kontroversial, William Charke , dan Humphrey Llwyd , yang akan menyumbangkan peta Inggris dan Wales ke edisi Ortelius edisi 1573 dari Theatrum. Pada 1578 ia meletakkan dasar dari perawatan kritis geografi kuno oleh Synonymia geographica (dikeluarkan oleh pers Plantin di Antwerp dan diterbitkan kembali dalam bentuk diperluas sebagai Thesaurus geographicus pada 1587 dan diperluas lagi pada 1596. Dalam edisi terakhir ini, Ortelius mempertimbangkan kemungkinan pergeseran benua , hipotesis terbukti benar hanya beberapa abad kemudian).

Pada 1596 ia menerima presentasi dari kota Antwerpen, mirip dengan yang kemudian dianugerahkan pada Rubens . Kematiannya pada 28 Juni 1598, dan penguburannya di gereja St. Michael's Abbey, Antwerp , ditandai dengan duka publik. Kultus yang tenang, sine lite, uxore, prole (artinya - “disajikan dengan tenang, tanpa tuduhan, istri, dan keturunan.”), Membaca tulisan di batu nisannya .

Roald Amundsen Pertama ke Kutub Selatan

Biografi Profil Biodata Roald Amundsen orang pertama yang mencapai Kutub Selatan Flat EarthRoald Engelbregt Gravning Amundsen (16 July 1872 – 18 June 1928) adalah seorang Penjelajah Wilayah kutub berkebangsaan Norwegia. Ia memimpin eskpedisi Antartika pertama untuk mencapai Kutub Selatan antara 1910 dan 1912. Ia merupakan orang pertama yang mencapai kedua Kutub Utara dan Selatan. Ia juga dikenal sebagai orang pertama yang melewati Perlintasan Barat Laut. Ia menghilang di Juni 1928 ketika berpartisipasi dalam sebuah misi penyelamatan di Laut Barents. Amundsen bersama Douglas Mawson, Robert Falcon Scott dan Ernest Shackleton, merupakan para pemimpin ekspedisi kunci selama Zaman Heroik Penjelajahan Antartika.

Amundsen dilahirkan dalam sebuah keluarga pemilik kapal dan kapten-kapten kapal. Terinspirasi oleh penyeberangan Greenland yang dilakukan Fridtjof Nansen pada 1888, dia memutuskan untuk menjalani hidup menjelajahi dunia. Amundsen adalah orang pertama yang mencapai Kutub Selatan. Pada 19 Desember 1911, dia tiba di Kutub Selatan bersama rekan-rekannya. Robert Falcon Scott, seorang Inggris, tiba 35 hari kemudian. Kutub Selatan (geografis) ialah ujung selatan bumi (90° S), merupakan sumbu bumi. Penemu kutub asal Norwegia Roald Amundsen ialah orang pertama yang menemukan Kutub Selatan pada 14 Desember 1911. Saat ini terdapat banyak stasiun penelitian di Kutub Selatan.

Kutub Selatan magnetis ialah ujung medan magnet yang lurus menembus pusat bumi. Karena adanya sumbu itulah bumi berputar. Pada 1985 diketahui Kutub Selatan magnetis ada di 65°S 140°T. Kutub selatan disebut juga antartik, dan kutub selatan merupakan wilayah di dunia yang belum terjamah oleh manusia seutuhnya, karena kutub selatan tidak semuanya tersinari oleh matahari, makhluk hidup yang banyak tinggal di sini adalah pinguin. Meskipun kita sering menyaksikan penancapan bendera kemenangan yang menjadi simbol penjelajah masa lalu di Kutub Selatan, tetap saja Kutub Selatan merupakan satu-satunya tempat di Bumi yang tidak dimiliki oleh siapa pun dan tidak memiliki sejarah penduduk asli. Berdasarkan Perjanjian Antartika, dinyatakan bahwa tanah dan sumber daya yang ada hanya digunakan untuk tujuan damai dan ilmiah.

Biografi Edward Bransfield - Penemu Antartika

Biografi Profil Biodata Edward Bransfield - Penemu Benua Antartika Kutub SelatanEdward Bransfield (Ballinacurra, County Cork, Irlandia, 1785–1852) adalah seorang pelaut dan navigator dalam Angkatan Laut Kerajaan Britania Raya (Royal Navy) yang sering dianggap sebagai penemu benua Antartika. Ia masuk angkatan laut pada usia 18 tahun. Bransfield kemudian mengambil bagian dalam Pengeboman Aljir pada tahun 1817 dan lalu ditugaskan di Chili.

Setelah Kepulauan South Shetland ditemukan pada 1819 oleh William Smith, atasan Bransfield mengutus Bransfield dan Smith untuk menyelidiki lebih lanjut pulau-pulau yang baru ditemukan tersebut. Mereka kemudian menemukan Pulau King George dan pada 30 Januari 1820, menemukan Semenanjung Trinity, titik daratan Antartika yang paling utara. Tanpa sepengetahuan Bransfield, dua hari sebelumnya, seorang penjelajah asal Rusia, Fabian Gottlieb von Bellingshausen telah mencatat mengenai penemuan garis pantai yang dipenuhi es di tempat yang kini dikenal sebagai Antartika Timur.

Setelah Trinity, Bransfield kemudian menemukan Pulau Elephant dan Pulau Clarence. Saat kembali ke Chili dan menyampaikan hasil perjalanannya ke atasannya, pihak kerajaan Britania Raya ternyata tidak begitu tertarik dengan penemuan tersebut dan catatan harian Bransfield kini sudah hilang. Hanya peta-peta lautnya yang tersisa. Bransfield melalui sisa hidupnya tanpa pernah dikenal luas masyarakat meskipun telah melakukan penemuan penting. Ia meninggal dunia pada 1852 dan dikubur di Brighton, Inggris.

Antartika merupakan benua yang meliputi Kutub Selatan Bumi, hampir seluruhnya terletak di Lingkar Antartika dan dikelilingi oleh Samudra Pasifik, Samudra Atlantik dan Samudra Hindia. Dengan luas 14.0 juta km2 (5.4 juta sq mi), antartika adalah benua terluas kelima setelah Eurasia, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Sebagai perbandingan, Antartika hampir dua kali ukuran Australia. Sekitar 98% dari Antartika ditutupi oleh es yang rata-rata ketebalan minimal 19 kilometer (12 mi), seluruh daratan meluas tetapi di bagian utara mencapai Semenanjung Antartika.

Antartika memiliki kelembaban rata-rata terendah, suhu rata-rata terendah di antara semua benua di bumi, benua tertandus, benua berangin terkencang, dan memiliki elevasi rata-rata tertinggi dari semua benua. Antartika dianggap sebagai gurun, dengan curah hujan hanya 200 mm (8 inci) di sepanjang pantai dan jauh lebih sedikit di pedalaman. Tempat terdingin di muka bumi ini sebagian besar tertutup es sepanjang tahun mencapai -89°C (-129°F).

Biografi Inge Lehmann Penemu Inti Bumi

Wikipedia Indonesia Inge Lehmann Biography Inge Lehmann ForMemRS (13 Mei 1888 - 21 Februari 1993), adalah seorang Denmark seismolog yang menemukan bumi inti. Pada tahun 1936 ia mendalilkan dari data seismik yang ada bahwa bumi inti 's tidak satu lingkup cair, tetapi bahwa inti ada, yang memiliki sifat fisik yang berbeda dengan yang ada di inti luar. Kesimpulan ini cepat diterima oleh seismolog, yang hingga saat ini belum mampu mengusulkan hipotesis yang bisa diterapkan untuk pengamatan bahwa P-gelombang yang diciptakan oleh gempa bumi melambat ketika mencapai daerah-daerah tertentu dari dalam bumi.

Inge Lehmann lahir dan dibesarkan di Osterbro , bagian dari Kopenhagen . Dia adalah putri dari percobaan psikolog Alfred Georg Ludvik Lehmann (1858-1921). Dia menerima pendidikan sekolahnya di sebuah sekolah tinggi pedagogis progresif dipimpin oleh Hanna Adler, seorang bibi dari Niels Bohr . Menurut Lehmann, ayahnya dan Adler adalah dua pengaruh paling signifikan untuk pengembangan intelektual. Setelah sekolah selesai, ia belajar, dengan beberapa interupsi karena kesehatan yang buruk, matematika di University of Copenhagen dan Universitas Cambridge .

Ia melanjutkan studinya matematika di Cambridge 1910-1911 di Newhan College. Pada tahun 1911 Lehmann kembali dari Cambridge perasaan lelah dari pekerjaan, jadi dia memutuskan untuk menempatkan studi disisihkan untuk sementara waktu. Lehmann mengembangkan keterampilan komputasi baik dari kantor aktuaris ia bekerja selama beberapa tahun sampai dia melanjutkan studinya di Universitas Kopenhagen di tahun 1918. Dia menyelesaikan gelar calon magisterii dalam ilmu fisika dan matematika dalam dua tahun. Ketika ia kembali ke Denmark pada tahun 1923 ia menerima posisi di Universitas Kopenhagen sebagai asisten JF Steffensen, profesor ilmu aktuaria.

Setelah beberapa tahun bekerja di bisnis asuransi ia menjadi asisten geodesist Niels Erik Norlund , yang ditugaskan nya tugas menyiapkan observatorium seismologi di Denmark dan Greenland . Awal ketertarikannya pada seismologi tanggal kembali ke waktu ini. Pada tahun 1928 ia lulus ujian nya di geodesi dan menerima posisi sebagai geodesist negara dan kepala departemen seismologi di Geodetical Institut Denmark , yang dipimpin oleh Norlund. Dalam makalah berjudul P ', dia adalah orang pertama yang menafsirkan gelombang P kedatangan yang entah kenapa muncul dalam bayangan P gelombang inti bumi sebagai reflexions pada inti. [8] Penafsiran ini diadopsi dalam waktu dua sampai tiga tahun oleh lainnya terkemuka seismolog waktu, seperti Beno Gutenberg , Charles Richter , dan Harold Jeffreys . The Perang Dunia Kedua dan pendudukan Denmark oleh tentara Jerman terhambat kerja Lehmann dan kontak internasional nya secara signifikan selama tahun-tahun berikutnya.

Pada tahun-tahun terakhir hingga pensiun pada tahun 1953 hubungan antara dia dan anggota lain dari Geodetical Institute memburuk, mungkin sebagian karena ia memiliki sedikit kesabaran dengan rekan-rekan kurang kompeten. Setelah tahun 1953, Inge Lehmann pindah ke Amerika Serikat selama beberapa tahun dan berkolaborasi dengan Maurice Ewing dan Frank Press penyelidikan dari kerak bumi dan mantel atas . Selama pekerjaan ini, ia menemukan diskontinuitas seismik lain, yang terletak pada kedalaman antara 190 dan 250 km dan biasanya disebut sebagai " Lehmann diskontinuitas "untuk menghormati penemunya. Francis Birch mencatat bahwa "Lehmann diskontinuitas ditemukan melalui menuntut pengawasan dari seismik catatan oleh master seni hitam yang tidak ada jumlah komputerisasi kemungkinan menjadi pengganti lengkap ... "

Penemu Benua Amerika Sebenarnya Islam

Penemu Benua Amerika Sebenarnya adalah MuslimPresiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan penemu benua Amerika bukanlah Christophorus Columbus, sebagaimana termaktub dalam berbagai literatur sejarah. Ternyata penemuanya adalah muslim. Hal ini dibuktikan dengan adanya kuburan – kuburan kuna di benua Amerika yang ternyata bertuliskan aksara Arab, seperti Muhammad dan huruf arab.

Hal ini kemudian membuktikan penyebaran Islam di benua Amerika sudah terjadi sebelum abad kelima belas. Columbus sendiri mengakui dalam catatannya bahwa pelaut muslim sudah terlebih dahulu datang ke Amerika pada 1178 masehi. Hal ini dibuktikan Columbus dengan adanya masjid di atas gunung di Kuba.

Bukti kuat bahwa muslim adalah penemu benua Amerika adalah ditemukannya tulang-tulang bertuliskan huruf Arab. Hal ini dikemukakan dalam sebuah makalah yang ditulis akademisi Harvard, Barry Fell. Dialah yang menyimpulkan kuburan kuna di Amerika menggunakan aksara Islam.

Dulunya, kesimpulan ini tidak diterima. Sejarawan masa lalu menolak menyatakan Columbus melihat masjid di atas gunung di Kuba. Columbus disebut hanya melihat gunung yang diatasnya ada minaret. Dengan adanya bukti sejarah bahwa penemu benua Amerika adalah muslim, ilmuwan muslim semakin mendapatkan panggung.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Benua Amerika ditemukan oleh pelaut muslim pada abad ke-12, bukan oleh Christopher Columbus. “Hubungan antara Amerika Latin dan umat Muslim telah terbina sejak abad ke-12, bukan oleh Christopher Columbus, “ ujar Erdogan, seperti dilansir Al Jazeera, Minggu (16/11/2014). “Pelaut Muslim sudah ada di Benua Amerika pada 1178. Columbus pernah menyebut adanya sebuah masjid di sebuah bukit Kuba,” tambahnya lagi.

Erdogan juga mengatakan jika Turki akan membantu untuk membangun masjid di sebuah bukit Kuba, tempat di mana Columbus menemukan masjid tersebut. Kebanyakan buku sejarah mengatakan bahwa Columbus adalah penemu benua Amerika pada 1492. Columbus menemukan benua Amerika ketika ia bermaksud untuk mencari jalan ke India.

Sebuah artikel kontroversial terbit oleh seorang sejarahwan Youssef Mroueh pada 1996. Dalam artikel itu, Columbus pernah mengatakan bahwa dirinya melihat sebuah masjid di Kuba. Dengan adanya artikel tersebut menyebabkan pertanyaan siapakah yang menemuka Benua Amerika semakin menarik untuk ditelusuri lebih lanjut.

Biografi Gerardus Mercator Kartografer Flandria

Biografi Gerardus Mercator kartografer FlandriaGerardus Mercator (5 Maret 1512 – 2 Desember 1594) adalah seorang kartografer Flandria. Ia lahir di kota Rupelmonde. Gerardus Mercator memopulerkan peta proyeksi Mercator yang sangat berguna bagi para pengelana. Gerardus Mercator meninggal di kota Duisburg. Jenazahnya dimakamkan di gereja Santo Salvatorus. Kini, pameran karya-karyanya dapat dilihat di Duisburg dan di Museum Mercator, Sint-Niklaas, Belgia.

Flandria (bahasa Belanda Vlaanderen, Perancis Flandre, Jerman Flandern, Inggris Flanders) adalah sebuah negara bagian dalam rangka kerajaan federal Belgia. Flandria berbatasan dengan Belanda di sebelah utara dan timur, dengan Laut Utara di sebelah barat dan dengan Prancis serta Walonia di sebelah selatan. Selain itu kota Brussel yang merupakan negara bagian Belgia pula, dikelilingi secara keseluruhan oleh Flandria. Flandria memuat sekitar 60% penduduk Belgia.

Proyeksi Mercator adalah proyeksi peta silinder yang dipopulerkan oleh kartografer Flandria Gerardus Mercator pada tahun 1569. Proyeksi ini dapat digunakan untuk peta navigasi pelayaran. Kelemahan proyeksi Mercator adalah proyeksi ini menyimpangkan luas daerah yang jauh dari khatulistiwa. Contohnya, jarak antara Norwegia dan Greenland menjadi terlihat begitu jauh, atau luas Greenland terlihat lebih besar dari Amerika Selatan, yang sebenarnya lebih besar dari Greenland.

Secara umum, proyeksi peta dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari cara pemindahan data topografi dari permukaan Bumi ke atas permukaan peta. Proyeksi peta dapat dibagi menurut bidang proyeksi, kedudukan bidang proyeksi, jenis unsur (distorsi), dan modifikasi (gubahan).

Penemu Benua Australia - Biografi Willem Jansz

Willem Janszoon (1570-1630) gubernur kolonial dan ahli navigasi Belanda, ialah orang Eropa pertama yang berhasil melihat pantai Australia. Namanya kadang-kadang disingkat menjadi Willem Jansz. Janszoon bekerja untuk Hindia-Belanda selama beberapa periode (1603–1611, 1612–1616, termasuk periode sebagai gubernur Benteng Henricus di Pulau Solor. Benua Australia terletak di belahan bumi paling selatan. Ia bertetangga dengan benua Asia. Jika didasarkan pada ukurannya, maka Australia merupakan benua dengan cakupan wilayah yang paling kecil. Dan apabila didasarkan pada urutan penemuannya, Australia digolongkan sebagai benua termuda sebab memang ia merupakan benua yang ditemukan paling akhir.

Dunia mengakui nama Willem Janszoon (1570-1630) sebagai tokoh penemu Australia. Meskipun pada faktanya, nelayan dari Nusantara sudah berkunjung secara sporadis ke Australia jauh lebih dulu ketimbang Willem Jansz. Pria ini berkebangsaan Belanda. Ia seorang gubernur kolonial dan seorang ahli navigasi yang handal. Willem Jansz sendiri dipekerjakan oleh Kerajaan Belanda. Ia bahkan pernah bekerja sebagai gubernur Benteng Henricus yang terletak di Pulau Solor.Karir politik Willem Jansz ini cukup gemilang sebab ia juga pernah ditunjuk sebagai Dewan India. Ia juga pernah bertugas sebagai laksamana pelayaran untuk dewan Pertahanan Belanda. Bahkan pada tahun 1619, berkat jasanya, ia dihadiahi emas yang setara dengan 1000 gulden.

Sebagai penemu Australia, riwayat Willem Jansz sebenarnya kurang lengkap sebab sejarah bahkan luput mengetahui di mana ia dilahirkan dan pada tahun kapan ia mangkat. Yang tercatat dengan jelas justru riwayat eksplorasinya dalam pelayaran di kapal bernama Duyfken. Penemuan Benua Australia sebenarnya bukan tujuan utama dari rombongan Willem Jansz. Tujuan mereka sebenarnya berlayar dari Banten menuju ke pantai barat dari Pulau Papua. Dalam rangkaian perjalanan tersebut, Willem kemudian melabuhkan kapalnya sejenak di sebuah sungai bernama Pennefather yang terletak di pesisir barat Tanjung York Queensland. Berlabuhnya kapal Willem inilah yang dicatat dunia sebagai kunjungan pertama di wilayah Australia.

Beranjak pada tahun berikutnya, Willem kembali mengunjungi Benua Australia yang kedia kali. Kabarnya ia tiba di pesisir Australia Barat. Pada kunjungan kedua inilah, Willem mulai mengelilingi wilayah Australia secara penuh. Perjalanan Willem ini tercatat dengan baik pada sebuah peta yang disimpan dengan rapi di Amsterdam. Selama hidupnya, Willem Jansz banyak menghabiskan waktu di wilayah nusantara yang pada saat itu dikenal dengan nama Batavia. Ia tercatat kembali ke sana pada tahun 1627. Sekembalinya dari Batavia, ia kemudian memimpin ekspedisi menuju India. Perjalanan terakhir Willem tercatat pada tahun 1629 dimana ia berlayar kembali pulang ke Belanda.

Saat itu ia dikabarkan berumur kurang lebih 60 tahun.Keinginannya untuk pensiun pun muncul seiring dengan fisiknya yang perlahan menurun. Sayangnya, masa-masa pensiun Willem ini luput dari catatan sejarah. Bahkan tahun dan kota dimana ia meninggal juga tidak diketahui. Penemu Australia itu kemudian dianggap meninggal di tahun 1630. Penemu benua Australia yang sebenarnya kembali menghangat seperti bukan rumor yang seringkali didengar. Dilihat dari sisi lokasi geografinya, letak benua Australia sangat jauh dari wilayah Eropa.

Meskipun begitu, kebudayaan Eropa seperti menjelma dalam adat tradisi dan budaya Australia dengan begitu kental. Begitupula dengan sistem pemerintahannya. Padahal benua Australia ini terletak antara Samudera Hindia juga samudera Pasifik, tepatnya di sebelah barat laut Tasman dan laut Koral. Nama negara Inggris di belahan Negara Eropa seringkali diperdebatkan sebagai andil sejarah penemu benya Australia yang sebenarnya. Sementara itu, tidak bisa dipungkiri kalau bangsa lainnya seperti Spanyol maupun Portugis yang berjasa membukakan awal jalan mereka. Terlepas dari kontroversi masalah kebenaran itu, setidaknya kita bisa menelusuri sejarah dulu di mana bangsa Eropa sering melakukan misi perjalanan sekaligus menyiarkan agama mereka. Tidak menutup kemungkinan di antara bangsa itulah yang menemukan benua Australia lebih awal.

Biografi Alfred Russel Wallace Teori Seleksi Alam

Biografi A R Wallace Pencipta Garis WallaceAlfred Russel Wallace O.M., F.R.S. (lahir 8 Januari 1823 – meninggal 7 November 1913 pada umur 90 tahun) dikenal sebagai seorang naturalis, penjelajah, pengembara, ahli antropologi dan ahli biologi dari Britania Raya. Ia terkenal sebagai orang yang mengusulkan sebuah teori tentang seleksi alam, dimana kemudian hari malah membuat Charles Darwin lebih terkenal dari dia dengan teorinya sendiri. Jika kita mempelajari dunia hewan di negara Indonesia maka kita akan mendengar dan mempelajari tentang “garis Wallace”. Garis yang bertujuan memisahkan perbedaan berbagai jenis hewan yang berada di daerah bagian timur dan bagian barat wilayah Indonesia.

Alfred Russel Wallace adalah seorang ahli ilmu alam berkebangsaan Inggris yang terlahir pada tahun 1823 yang telah menetapkan garis pembatas ini. Kehidupan masa kecilnya ia menyukai bacaan dan ilmu pengetahuan. Dan setelah Wallace meningkat Remaja dia memutuskan dan memusatkan perhatiannya pada kehidupan hewan. Dia mempelopori penyelidikan secara modern tentang geografi hewan yang lebih dikenal dengan animal geography. Beberapa tahun kemudian ia mengungkapkan perlu adanya garis khayal karena ini penting untuk memisahkan dunia hewan Asia dengan Australia.

Di Indonesia A R Wallace menetapkan garis Wallacenya yaitu garis yang membujur melewati selat Lombok, Selat Makasar, Laut Mindoro ke Taiwan. Disebelah barat garis Wallace faunanya bersifat Asia seperti Gajkah, Badak, Harimau, Kera dan Oramng Utan. Sedang disebelah Timur faunanya bersifat Australia seperti Kangguru, Kasuari, Kiwi, dll. Banyak para ahli yang bersikap tak acuh dengan gagasan Wallace ini, namun setelah melalui perdebatan, diskusi dan penyelidikan yang dalam barulah teori Wallace ini diterima dengan baik.

Diantara catatan penting yang pernah dibuatnya ia mengatakan bahwa pentingnya garis tersebut ialah karena tidak semua jenis binatang hidup di suatu tempat walaupun satu daratan. Sebagai contoh misalnya, jenis binatang di Irian mirip dengan hewan yang ada di benua Australia walaupun daerah itu berbeda dan masih wilayah Indionesia. Alfred Russel Wallace meninggal tahun 1913 dengan meninggalkan teorinya yang bernama Garis Wallace.

Ia banyak melakukan penelitian lapangan, dimana untuk pertama kalinya dilakukan di sungai Amazon pada tahun 1846 saat ia masih berusia 23 tahun dan kemudian di Kepulauan Nusantara. Dia ketika itu mengoleksi aneka serangga dari ekspedisi Amazon. Kemudian koleksinya dia bawa pulang ke Eropa yang gandrung terhadap temuan baru dari belahan dunia lain. Koleksi serangga itu laku dijual dan modal itu menjadi titik awal penjelajahan Wallace di Nusantara. Pada perjalanan antara tahun 1848 hingga tahun 1854, Ia tiba di Singapura. Selama delapan tahun kemudian (1854 - 1862) ia menjelajah berbagai wilayah di Nusantara.

Dari penjelajahan itu, ia membukukannya ke dalam sebuah catatan yang berjudul The Malay Archipelago. Selama ekspedisinya di Nusantara, diperkirakan dia telah menempuh jarak tidak kurang dari 22.500 kilometer, melakukan 60 atau 70 kali perjalanan terpisah, dan mengumpulkan 125.660 spesimen fauna meliputi 8.050 spesimen burung, 7.500 spesimen kerangka dan tulang aneka satwa, 310 spesimen mamalia, serta 100 spesimen reptil. Selebihnya, mencapai 109.700 spesimen serangga, termasuk kupu-kupu yang paling disukainya.

Kebiasaannya mencatat perjalanan dan menyelamatkan catatan-catatan itu dengan cara mengirimkan ke Inggris melalui pos kapal-kapal dagang Eropa, termasuk ketika singgah di Pulau Ternate antara tanggal 8 Januari 1858 dan 25 Maret 1858, ketika ia terserang malaria memaksakan diri menulis surat dan mengirimkan kepada ilmuwan pujaannya, Charles Darwin di Inggris. Dalam penjelajahannya di bumi Nusantara ia menemukan sebuah garis imajiner yang membagi flora dan fauna di Indonesia menjadi dua bagian besar. Garis ini dikemudian hari dikenal sebagai Garis Wallace, dimana di satu bagiannya, bentuk flora dan faunanya masih mempunya hubungan dengan flora dan fauna dari Australia dan memiliki ciri-ciri yang sangat mirip. Sedangkan di bagian yang lainnya sangat mirip dengan flora dan fauna dari Asia.

Ia dianggap sebagai ahli terkemuka di abad ke-19 dalam bidang penyebaran spesied binatang dan kadang-kadang dikenal sebagai Bapak dari Biogeografi Evolusi, sebuah kajian tentang spesies apa, tinggal dimana dan mengapa. Ia adalah salah seorang dari pemikir revolusioner pada abad ke-19 dan memberikan banyak masukan kepada pembangunan "teori evolusi" selain juga salah seorang penemu dari "teori seleksi alam". Termasuk didalamnya adalah konsep keanekaragaman warna dalam dunia fauna, dan juga "Efek Wallace", sebuah kesimpulan tentang bagaimana seleksi alam dapat memberikan kontribusi pada keanekaragaman fauna.

Biografi Al-Idrisi - Penemu Globe Peta Bola Dunia

Penemu Globe Peta Bola Dunia - Al-IdrisiGlobe adalah bola dunia berukuran kecil dalam bentuk tiga dimensi dengan kemiringan 66 ⅛ ° pada garis ekliptika (bidang edar bumi)dan dengan kemiringan 23 ⅛ ° dari matahari. Globe juga bisa disebut sebagai model tiruan bumi yang memberikan gambaran bentuk bumi sehingga mendekati bentuk sebenarnya. Kata "globe" berasal dari kata "globus" (bahasa Latin) yang berarti bola yang bulat.

Abu Abdullah Muhammad al-Idrisi al-Qurtubi al-Hasani al-Sabti atau singkatnya Al-Idrisi (1100 – 1165 atau 1166) adalah pakar geografi, kartografi, mesirologi, dan pengembara yang tinggal di Sisilia, tepatnya di istana Raja Roger II. Muhammad al-Idrisi lahir di kota Afrika Utara Ceuta (Sabtah) yang termasuk bagian Kekaisaran Murabitun dan wafat di Sisilia. Al-Idrisi merupakan keturunan para penguasa Idrisiyyah di Maroko, yang merupakan keturunan Hasan bin Ali, putra Ali dan cucu nabi Muhammad.

Al-Idrisi (1100 - 1166 M) dikenal masyarakat Barat sebagai seorang ahli Geografi yang telah membuat bola dunia dari bahan perak seberat 400 ons untuk Raja Roger II dari Sicilia (Sekarang kita kenal sebagai nama pulau di selatan Italia). Beberapa mahasiswa menyanjungnya sebagai ahli Geografi terbesar di abad pertengahan. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad Ibn Muhammad Ibn Abdullah Ibn Idris Ash Sharif. Ia dilahirkan di Ceuta, Spanyol tahun 493 H/1100 M. "Syarif Al Idrisi adalah dosen ilmu Geografi bagi orang-orang Eropa dan senantiasa dianggap sebagai guru di sana selama tiga abad, karena pada waktu itu belum ada suatu peta dunia selain yang telah dibuatnya". (Goother, ahli sejarah).

Idris menempuh pendidikannya di Cordova. Seperti Geografer lainnya, ia pun bepergian ke tempat-tempat yang jauh termasuk Asia dan Afrika, untuk mengumpulkan data Geografi. Mayoritas Geografer muslim di masa Idris, telah mampu membuat ukuran permukaan bumi yang akurat. Ketika itu beberapa peta dunia juga telah dibuat, namun tak sesempurna karya Idris. Dari bahan-bahan yang telah dikumpulkan, Idris mengkombinasikan sendiri temuan-temuannya menjadi sebuah pengetahuan baru. Karyanya banyak menyajikan data komprehensif dari setiap wilayah di dunia. Sehingga saat itu Idris menjadi sangat dikenal dan mulai dilirik oleh kalangan navigator laut Eropa dan militer.

Kemasyhuran Idris dan kompetensinya di bidang Geografi terdengar oleh Roger II, Raja Norman dari Sicilia (1129-1140 M). Roger II mengundang dan memfasilitasi Idris untuk membuat peta dunia paling baru saat itu. Idris menyanggupi, namun ia mengajukan syarat bahwa dalam peta itu ia ingin memasukkan data wilayah Sicilia yang pernah berada di bawah kekuasaan kaum muslimin sebelum Raja Roger berkuasa. Peta pesanan sang Raja diwujudkan Idris ke dalam bentuk bola dunia (globe) seberat 400 ons, yang secara cermat memuat danau dan sungai, kota-kota besar, daratan serta pegunungan.

Idris membedakan pula antara tanah yang subur (pertanian) dan tanah yang gersang. Ia juga memasukkan beberapa informasi tentang jarak, panjang dan ketinggian secara tepat. Bola dunianya itu dilengkapi dengan Kitab Al-Rujari (Roger's book), sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Roger. Buku ini digambarkan sebagai bentuk deskripsi paling teliti dan cermat di dunia pada abad pertengahan. Buku Idris lainnya yang berjudul Nuzhat al-Mushtaq fi Ikhtiraq al-Afaq (Kesenangan untuk Orang-orang yang Ingin Mengadakan Perjalanan Menembus Berbagai Iklim) menjadi sebuah ensiklopedi yang berisi peta secara detil dan informasi lengkap negara negara Eropa.

Setelah menyelesaikan buku itu, Idris membuat kembali sebuah kompilasi ensiklopedi yang lebih komprehensif berjudul Rawd Unnas wa-Nuzhat al-Nafs (Kenikmatan Lelaki dan Kesenangan Jiwa). Pengetahuannya tentang kaum negro dari Timbuktu di Sudan dan asal sumber air sungai Nil di Mesir menjadi salah satu bukti keakuratannya yang menakjubkan. Selain bidang Geografi Idris juga memberi sumbangan bagi perkembangan ilmu kedokteran. Ketika itu ia menyusun sebuah buku berjudul Kitab Al Jamili Sifat Ashtat al Nabatat.

Dalam buku tersebut, Idris membuat pandangan dan memadukan semua literatur dari berbagai subjek ilmu kedokteran serta menggabungkannya dengan metode pengobatan ilmuwan Islam ditambah dengan beberapa riset yang dikumpulkannya ketika ia melakukan perjalanan. Misalnya nama-nama obat dalam beberapa bahasa, termasuk Berber (Arab), Suriah, Persia, Hindi, Yunani dan bahasa Latin. Beberapa karyanya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, diantaranya ke bahasa Spanyol (1793), Jerman (1828), Perancis (1840) oleh Amedie Jaubert, dan ke bahasa Italia (1885).

Selama beberapa abad, karya-karyanya menjadi buku yang sangat populer di daratan Eropa. Salah satu bukunya yang telah diterjemahkan, diterbitkan di Roma pada tahun 1619. Nama Al-Idris tidak dicantumkan pada terjemahan tersebut. Christopher Columbus menggunakan peta asli yang dibuat oleh Idris. Al Idris wafat pada tahun 560 H/1165 M. - Tokoh Ilmuwan Penemu - Al-Idrisi - Penemu Globe Peta Bola Dunia Pertama kali -

Biografi Al-Ya'qubi - Tokoh Ahli Geografi Islam

Biografi Al-Ya'qubi - Tokoh Ahli Geografi IslamKemajuan di bidang ilmu pengetahuan pernah dirasakan umat Islam berabad-abad lampau. Ketika itu, banyak ilmuwan dan cendekiawan Muslim mengharu biru jagad keilmuan dunia yang hingga kini pun karya-karya mereka masih menjadi bahan rujukan. Dalam kaitan ini, seorang Muslim bernama al-Ya'qubi terkenal sebagai ahli di bidang ilmu geografi. Sejarah mencatat, dia hidup di Baghdad pada masa pemerintahan khalifah Abbasiyah, al-Mu'tamid (257 H/870 M - 279 H/892 M). Selain pakar pada bidang geografi, al-Ya'qubi juga dikenal sebagai seorang sejarawan dan pengembara. Tidak diketahui secara pasti tanggal lahir dari tokoh bernama lengkap Ahmad bin Abi Ya'qub Ishaq bin Ja'far bin Wahab bin Waddih ini. Hanya yang jelas, kakeknya adalah seorang maula' (budak) khalifah Abbasiyah, al-Mansur. Kariernya terbilang cukup cemerlang di kerajaan. Ia misalnya pernah menjadi sekretaris al-khalifah (negara) Abbasiyah. Ia juga sempat mengadakan pengembaraan panjang ke Armenia, Transoksania (Asia Tengah), Iran, India, Mesir, Hedzjaz (Hijaz) serta Afrika Utara. Dalam pengembaraannya tersebut banyak informasi mengenai sejarah dan geografi yang ia peroleh.

Berdasarkan pengalamannya pergi ke sejumlah negara, maka pada tahun 891 al-Ya'qubi menulis sebuah buku berjudul Kitab al-Buldan (Buku Negeri-negeri). Buku ini termasuk kitab yang tertua dalam sejarah ilmu geografi dunia. Karenanya, buku tersebut pun lantas diterbitkan kembali oleh sebuah penerbit di Leiden, Belanda, dengan mengambil judul Ibn Waddih qui dicitur al-Ya'qubi historiae. Di samping itu, bagi negara-negara yang dikunjungi dan termuat dalam buku tadi, merupakan informasi kesejarahan tidak ternilai. Pada awal bukunya, al-Ya'qubi menerangkan secara terperinci kota Baghdad dan Samarra (utara Baghdad). Setelah itu berturut-turut ia menggambarkan mengenai negeri Iran, Semenanjung Arabia, Suriah, Mesir, Nubia (utara Sudan), Afrika Utara dan lainnya. Tak hanya mengenai geografi wilayah, buku itu juga menerangkan tentang keadaan sosial dan sejarah dinasti-dinasti yang sedang berkuasa di masing-masing negeri.

Ada satu buku karyanya lagi yang juga terkenal, yakni Tarikh al-Ya'qubi, buku ini pun sudah diterbitkan kembali di Leiden dalam dua jilid. Dalam bukunya al-Ya'qubi masih mempertahankan ciri khasnya, yakni kronologis yang akurat. Pada jilid pertama, difokuskan pada sejarah dunia kuno, seperti peristiwa-peristiwa yang berhubungan pada penciptaan alam semesta, Nabi Adam AS dan putra-putranya, peristiwa banjir besar pada zaman Nabi Nuh AS dan masih banyak lagi. Kemudian ia melukiskan sejarah kerajaankerajaan kuno, semisal Assyria, Babylonia, Abessinia, India, Yunani, Romawi, Persia, Cina, Armenia dan lain-lain. Dalam setiap kali melukiskan kerajaan-kerajaan itu, dia kerap mengdeskripsikan keterangan geografis, iklim, agama serta kepercayaan dan perkembangan ilmu pengetahuan mereka, termasuk filsafat dan kebudayaannya. Sementara jilid kedua, berisi sejarah Islam yang disusun berdasarkan urutan para khalifah, hingga tahun 259 H pada masa pemerintahan al-Mu'tamid. Diawali dengan kelahiran, riwayat hidup serta perang yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, baru kemudian tentang para khalifah. Berkenaan dengan metode penulisan jilid kedua ini, ia mengatakan, "Saya menulis kitab ini berdasarkan riwayat-riwayat para ilmuwan dan ahli hadis yang lalu, termasuk tulisan-tulisan para sejarawan yang berkaitan dengan as-siyar (riwayat hidup Nabi Muhammad SAW), al-akhbar wa at-tarikh (berita dan sejarah). Saya tidak berpretensi bahwa buku ini merupakan karya yang orisinal. Saya berusaha mengumpulkan makalah dan riwayat itu, meskipun sebenarnya karya-karya itu berbeda beda dalam menyebutkan tahun dan peristiwanya."

Di samping dua buku tadi, al-Ya'qubi juga meninggalkan sebuah makalah yang merupakan penggalan lain dari Tarikh al-Ya'qubi yang diterbitkan oleh Matbaah an-Najaf al-Asyraf di Irak dan sebuah karya singkat berjudul Musyakalah an-Nass li Zamanihim (Kesamaan Manusia pada Masa Mereka). Buku yang satu ini --sudah diterbitkan kembali di Beirut-- membahas bagaimana masyarakat berusaha mengikuti dan mencontoh kehidupan para penguasa, terutama tentang para khalifah Umayyah dan Abbasiyah. Kitab al-Buldan bisa disebut sebagai kitab paling berharga dalam bentuk karya rihlah (pengembaraan) dan ilmu geografi. Di dalamnya dijelaskan pengembaraan yang dia lakukan dan tugas-tugas negara yang dia emban, yaitu pada masa dinasti Tahiriah di Khurasan dan dinasti Tulun di Mesir dan Suriah, di samping sejumlah informasi yang dikutipnya dari yang lain. Al-Ya'qubi menggunakan langgam sejarah sendiri tanpa mengikuti langgam sejarah sebelumnya. Ia juga berusaha mengembangkan pendekatan eksperimental dalam menulis.

Pengembaraan al-Ya'qubi ke Transoksania memberikan manfaat besar bagi generasi berikutnya. Misalnya, ia menyaksikan langsung bagaimana para khalifah Abbasiyah mengambil anak-anak berkebangsaan Turki dan Fergana di Turkistan, dan menuangkannya dalam buku al-Buldan. Ia berkata, "Ekspansi Islam sudah sampai ke negeri Transoksania. Para pegawai di sana mengirimkan hadiah-hadiah kepada khalifah, di antaranya dalam bentuk anak-anak berkebangsaan Turki dan Fergana. Pengambilan seperti itu semakin mudah pada masa al-Mu'tasim karena ibunya berasal dari sana. Pengambilan anak-anak itu mencapai jumlah ribuan, sebagian dibeli dan sebagian lagi dalam bentuk hadiah. Jumlah mereka terus bertambah banyak hingga mencapai 18 ribu, semuanya menetap di Baghdad. Penduduk Baghdad menjadi resah karena tingkah laku mereka yang buruk. Sehubungan dengan itu, al-Mu'tasim kemudian mendirikan sebuah kota di sebelah utara Baghdad untuk mereka, yaitu kota Samarra. Sebagian besar mereka kemudian dijadikan tentara." Setiap kali, al-Ya'qubi menceritakan secara mendetil tentang negeri-negeri yang pernah dikunjunginya. Jalan-jalan digambarkan dengan sangat terperinci, begitu pula ladangladang gandum, perkebunan kurma, taman-taman dan sungai serta sumber-sumber air, sebagaimana ia menggambarkan corak masyarakatnya yang majemuk. (yus/ensiklopedi islam)[republika.co.id]

Penemu Benua Amerika Pertama - Columbus

Penemu Benua Amerika PertamaAmerika adalah sebuah benua di dunia yang merujuk kepada wilayah daratan di antara Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik. Benua ini umumnya dibagi menjadi 3 yaitu Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Istilah ini juga merujuk kepada wilayah Karibia, pulau-pulau sekitar Laut Karibia, dan Greenland (namun bukan Islandia). Orang banyak mengenal bahwa Christopher Columbus adalah penemu Benua Amerika. Ketahuilah bahwa Columbus bukanlah orang pertama yang tiba di Amerika, karena yang ia dapati sudah diduduki.

Ia juga bukanlah orang Eropa pertama yang sampai ke benua itu karena sekarang telah diakui secara meluas bahwa orang-orang Viking dari Eropa Utara telah berkunjung ke Amerika Utara pada abad ke 11 dan mendirikan koloni L'Anse aux Meadows untuk jangka waktu singkat. Terdapat perkiraan bahwa pelayar yang tidak dikenali pernah melawat ke Amerika sebelum Columbus dan membekalkannya dengan sumber untuk kejayaannya. Terdapat juga banyak teori mengenai ekspedisi ke Amerika oleh berbagai orang sepanjang masa itu.

Christopher ColumbusChristopher Columbus (30 Oktober 1451 – 20 Mei 1506) adalah seorang penjelajah dan pedagang asal Genoa, Italia, yang menyeberangi Samudera Atlantik dan sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492. Perjalanan tersebut didanai oleh Ratu Isabella dari Castilian Spanyol setelah ratu tersebut berhasil menaklukkan Andalusia. Ia percaya bahwa Bumi berbentuk bola kecil dan beranggap sebuah kapal dapat sampai ke Timur Jauh melalui jalur barat.

Garis besar kisah Colombus bukan masalah baru. Dia dilahirkan di Genoa, Itali, tahun 1451. Tatkala berangkat dewasa, dia menjadi nakhoda kapal dan seorang navigator yang cekatan. Akhirnya Colombus yakin bukan mustahil menemukan jalan lebih praktis ke daerah Asia di timur dengan cara berlayar ke arah barat melintasi Samudra Atlantik dan dia dengan tekun merintis tekadnya. Tentu saja niat besar ini tidak bakal terlaksana tanpa biaya cukup. Karena itulah Colombus membujuk Ratu Isabella I menyediakan anggaran untuk ekspedisi percobaannya.

Kapalnya melepas sauh pelabuhan Spanyol tanggal 3 Agustus 1492. Melabuh pertama di Kepulauan Canary di lepas pantai Afrika. Membongkar sauh di Kepulauan Canary tanggal 6 September dan berlayar laju arah ke barat. Sebuah pelayaran yang bukan main panjang, sehingga tidak aneh jika para awak kapal merasa ngeri dan kepingin balik saja. Colombus? Tidak! Perjalanan mesti diteruskan, sekali layar terkembang pantang digulung. Dan tanggal 2 Oktober 1492 bagaikan seutas sutera hijau daratan tampak di haluan.

Colombus mengira bahwa pulau tersebut masih belum berpenghuni sama sekali. Mereka berorintasi menjadikan pulau tersebut sebagai perluasan wilayah Spanyol. Tetapi setelah menerobos masuk, Columbus ternyata kaget menemukan bangunan yang persis pernah ia lihat sebelumnya ketika mendarat di Afrika. Bangunan megah itu adalah Masjid yang dipakai oleh Orang-orang Islam untuk beribadah. Semula Columbus disambut dengan ramah oleh suku Indian, tetapi setelah ketahuan niat buruknya datang di pulau itu, Colombus banyak mendapat resistensi dari penduduk setempat.

Beberapa armada kapal milik rombongan Colombus ditenggelamkan oleh suku Indian sebab mereka merasa terganggu dan terancam oleh kedatangan Colombus. Colombus kembali ke Spanyol bulan Maret berikutnya dari penjelajahan yang dahsyat itu disambut orang dengan penuh penghormatan. Sesudah itu dia melakukan serentetan pelayaran melintas Atlantik dengan harapan menjejakkan kaki di Cina dan Jepang. Tetapi sia-sia! Colombus tetap bersiteguh bahwa dia sudah menemukan jalur perjalanan ke Asia Timur jauh sebelum orang lain sadar.

Penemuan benua Amerika dilakukan oleh beberapa orang. Khasykhasy Ibn Said Ibnu Aswad dari Cordoba, Penemu pertama benua Amerika dan berikutnya orang-orang Viking dari Eropa Utara - Viking Vinland :
1. Gunnbjörn Ulfsson, yang pertama kali melihat Greenland kira-kira tahun 900-an
2. Bjarni Herjólfsson, yang melihat Amerika Utara (Labrador, Canada) sekitar tahun 986

3. Leif Eriksson (bahasa Islandia lama: Leifr Eiríksson; Islandia, hidup sekitar tahun 970–sekitar 1020) adalah seorang penjelajah, putra Erik Si Merah (Eiríkr rauði). Ibunya adalah Þjoðhildr. Ayahnya telah memulai dua koloni Norwegia, Pemukiman Barat dan Pemukiman Timur, di Greenland yang dia namakan. Leif mulai menjelajah sekitar tahun 1000 untuk mengikuti rute Bjarni dari arah yang sebaliknya. Leif Eriksson, dikatakan telah mendarat di Amerika Utara (Newfoundland, Canada). Untuk memperingati tibanya Eriksson di Amerika Utara pada tahun 1000, sejak tahun 1964 tanggal 9 Oktober diperingati sebagai Hari Leif Eriksson di Amerika Serikat.

Laksamana Cheng Ho4. Cheng Ho atau Zheng He (Hanyu Pinyin: Zhèng Hé, Wade-Giles: Cheng Ho; nama asli: Hanyu Pinyin: Ma Sanbao; nama Arab: Haji Mahmud Shams) (1371 - 1433), adalah seorang pelaut dan penjelajah Tiongkok terkenal yang melakukan beberapa penjelajahan antara tahun 1405 hingga 1433. Dia biasa kita kenal dengan panggilan Laksamana Cheng Ho.

5. Christopher Columbus kapalnya melepas sauh pelabuhan Spanyol tanggal 3 Agustus 1492 menyeberangi Samudera Atlantik. Melabuh pertama di Kepulauan Canary di lepas pantai Afrika. Membongkar sauh di Kepulauan Canary tanggal 6 September dan berlayar laju arah ke barat. Sebuah pelayaran yang bukan main panjang. Dan tanggal 2 Oktober 1492 bagaikan seutas sutera hijau daratan tampak di haluan. Colombus sampai ke benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492.

6. John Cabot dikenal di Italia sebagai Giovanni Caboto 1450 - 1499 adalah seorang navigator dan penjelajah Italia yang pada tahun 1497 menemukan bagian dari Amerika Utara di bawah komisi dari Henry VII dari Inggris sejak Viking Norwegia pada abad kesebelas. Dia mendarat di pulau Newfoundland dan menjadi orang Eropa pertama sejak Viking menjelajahi daratan Amerika Utara dan yang pertama untuk mencari Northwest Passage yaitu rute laut melalui Samudera Arktik di sepanjang pantai utara Amerika Utara kepulauan Arktik Kanada, yang menghubungkan Atlantik dan Samudra Pasifik. Meninggalkan Bristol, ekspedisi berlayar melewati Irlandia dan melintasi Atlantik membuat pendaratan di suatu tempat di pantai Amerika Utara pada tanggal 24 Juni 1497.

7. Berikutnya beberapa pengelana seperti : Santa Brendan - Pangeran Madoc - Henry I Sinclair - Pangeran Orkney - #Tokoh Ilmuwan Penemu - Penemu Benua Amerika Pertama -

Perbandingan Kapal Columbus dan Kapal Cheng HoChristopher Colombus, dalam upaya mencari jalan dari Eropa ke Timur tak sengaja menemui benua Amerika yang membuatnya lebih berpengaruh dalam sejarah dunia di luar dugaannya sendiri. Penemuannya sekaligus merupakan mahkota eksplorasi dan kolonisasi Dunia Baru dan sekaligus pula merupakan tonggak penting dalam sejarah. Colombus bagaikan membuka pintu bagi bangsa Eropa dua benua untuk pemukiman baru, menyebar penduduk dan menyediakan sumber kekayaan mineral dan isi bumi yang pada gilirannya mengubah wajah Eropa. Berbarengan dengan itu, penemuannya juga mengakibatkan hancurnya kebudayaan bangsa Indian.

Dalam jangka panjang, penemuan itu melahirkan satu bangsa baru di benua belahan Barat yang dengan amat cepatnya membedakan diri dengan bangsa Indian selaku penduduk asli. Walhasil, Colombus membawa perubahan besar bagi bangsa-bangsa di Dunia Lama. Ratu Isabella menjanjikan Colombus jadi gubernur di pulau mana pun yang ditemuinya. Akhlak Colombus tidaklah sepenuhnya dikagumi. Dia terkenal kikir dan Sifat inilah yang menyebabkan dia menghadapi kesulitan memperoleh tunjangan dana dari Ratu Isabella karena Colombus terlampau menampakkan keserakahannya tatkala melakukan tawar-menawar.

Tetapi, selaku administrator dia betul-betul tidak becus sehingga dipecat dari jabatannya dan dikirim pulang ke Spanyol dengan tangan terbelenggu. Tetapi sesampainya di Spanyol dia dibebaskan hanya saja tak pernah diberi jabatan lagi. Kabar angin mengatakan Colombus mati dalam kemiskinan tanpa ada dana apa pun. Tatkala kematiannya di tahun 1506, kabar lain, ada jugalah sedikit harta kekayaannya. Juga --walaupun tidak pantas menuduhnya menurut ukuran etika jaman sekarang-- dia memperlakukan orang-orang Indian dengan kekejaman yang sangat.

Biografi Abel Tasman - Penemu Pulau Tasmania

Biografi Abel Tasman - Penemu Pulau TasmaniaAbel Janszoon Tasman (lahir di Lutjegast, Groningen pada tahun 1603 – meninggal di Batavia, 10 Oktober 1659) adalah penjelajah dan pedagang berkebangsaan Belanda yang terkenal dengan perjalanannya pada 1642 dan 1644 untuk Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Ia adalah orang Eropa pertama yang diketahui mencapai kepulauan Tanah Van Diemen (sekarang Tasmania) dan Selandia Baru serta melihat kepulauan Fiji pada tahun 1643. Ia dan awak kapalnya berhasil memetakan cukup banyak bagian Australia, Selandia Baru, dan Kepulauan Pasifik yang mereka temui. Abel Tasman menghabiskan sisa hidupnya sebagai tuan tanah di Batavia dan meninggal di sana.

Tasmania adalah sebuah negara bagian Australia dan pulau dengan nama yang sama. Beribukota di Hobart, negara bagian ini memiliki luas wilayah daratan 22.357 km² dan populasi 484.700 jiwa (2005). Letaknya 200 km di sebelah selatan Australia Daratan, dengan Selat Bass sebagai pemisah. Negara bagian ini juga mengelola Pulau Macquarie.

Selandia Baru (dalam bahasa Maori disebut Aotearoa (artinya Tanah Berawan Putih Panjang); bahasa Inggris: New Zealand) adalah sebuah negara kepulauan di barat daya Samudera Pasifik; kira-kira 1.500 kilometer di tenggara Australia, di seberang Laut Tasman; dan kira-kira 1.000 kilometer di selatan negara-negara kepulauan Pasifik, yakni Kaledonia Baru, Fiji, dan Tonga. Negara ini terdiri dari dua pulau besar (Pulau Utara dan Pulau Selatan) dan beberapa pulau lainnya yang lebih kecil. Karena letaknya yang jauh, Selandia Baru merupakan kepulauan terakhir yang didiami oleh manusia.

Orang Eropa pertama yang diketahui mencapai Selandia Baru adalah penjelajah Belanda, Abel Tasman dan para awak kapalnya pada tahun 1642. Dalam sebuah pertemuan yang menegangkan, empat awak kapal terbunuh dan paling sedikit seorang Māori terpukul oleh canister shot. Orang Eropa tidak mengunjungi lagi Selandia Baru sampai tahun 1769 ketika penjelajah Britania, James Cook, memetakan hampir semua pesisirnya. Setelah Cook, Selandia Baru dikunjungi oleh beberapa kapal pemburu paus, pemburu anjing laut, dan kapal dagang Eropa dan Amerika Utara. Mereka menjual makanan, peralatan logam, persenjataan, dan barang-barang lain untuk memperoleh damar, artefak, air.

Kentang dan senapan lontak yang diperkenalkan telah mengubah pertanian dan peperangan Māori. Kentang menyediakan surplus makanan yang andal, yang memungkinkan kampanye militer lebih panjang dan berkelanjutan. Perang senapan antar-suku telah mencapai 600 pertempuran antara tahun 1801 sampai 1840, dan telah menewaskan 30.000–40.000 Māori. Sejak awal abad ke-19, misionaris Kristen mulai menetap di Selandia Baru, dan berjaya mengubah keyakinan sebagian besar populasi Māori. Populasi Māori berkurang hingga menjadi 40 persen dari keadaan sebelum pertemuan dengan orang Eropa pada abad ke-19; penyakit-penyakit yang dibawaserta oleh orang Eropa telah menjadi faktor utama.

Penemu Benua Afrika Bangsa Nusantara Kuno

Pelaut Indonesia Penjelajah Samudra Pertama - Dengan berdasar pada sumber sejarah yang berlimpah, Dick bercerita tentang pelaut-pelaut nusantara yang sudah menjejakkan kaki di Afrika sejak abad ke-5 M. Jauh sebelum bangsa Eropa mengenal Afrika dan jauh sebelum bangsa Arab berlayar ke Zanzibar. Ceng Ho apalagi, pelaut China yang pernah mengadakan muhibah ke Semarang pada abad ke-14 M ini jelas ketinggalan dari moyang kita.

Yang menarik, penelitian Dick-read tentang pelaut nusantara ini seperti kebetulan. Awalnya, ia datang ke mozambik pada 1957 untuk meneliti masa lalu Afrika. Disana. untuk pertama kalinya mendengar bagaimana masyarakat Madagaskar fasih berbicara dengan bahasa Austronesia laiknya pemukim di wilayah pasifik. Ia juga tertarik dengan perompak Madagaskar yang menggunakan Kano (perahu yang mempunyai penyeimbang di kanan-kiri) yang mirip perahu khas Asia timur. Ketertarikannya memuncak setelah ia banyak menghadiri seminar tentang masa lalu Afrika, yang menyiratkan adanya banyak hubungan antara Nusantara dan sejarah Afrika.

Dalam penelusurannya, Dick-read menemukan bukti-bukti mutakhir bahwa pelaut Nusantara telah menaklukkan samudra hindia dan berlayar sampai Afrika Sebelum bangsa Eropa, Arab, dan Cina memulai penjelajahan bahari mereka. Diantara bukti tersebut adalah banyaknya kesamaan alat-alat musik, teknologi perahu, bahan makanan, budaya dan bahasa bangsa Zanj (ras Afro-Indonesia) dengan yang ada di Nusantara. Di sana, ditemukan sebuah alat musik sejenis Xilophon atau yang kita kenal sebagai Gambang dan beberapa jenis alat musik dari bambu yang merupakan alat musik khas Nusantara. Ada juga kesamaan pada seni pahat patung milik suku Ife, Nigeria dengan patung dan relief perahu yang ada di Borobudur.

Beberapa tanaman khas Indonesia yang juga tak luput di hijrahkan ke sana, semisal pisang raja, ubi jalar, keladi dan jagung. Menurut penelitian George Murdock, profesor berkebangsaan Amerika pada 1959, tanaman-tanaman itu dibawa orang-orang Indonesia saat melakukan perjalan ke Madagaskar (h.237).

Bukan itu saja, di dalam buku ini anda akan menemukan berbagai hipotesa mengejutkan mengenai kehebatan pelaut Nusantara. Diantaranya, rentang antara abad ke-5 dan ke-7 M, kapal-kapal Nusantara banyak mendominasi pelayaran dagang di Asia. Pada waktu itu perdagangan bangsa Cina banyak bergantung pada jasa para pelaut Nusantara. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa perkapalan Cina ternyata banyak mengadopsi teknologi dari Indonesia. Bahkan kapal Jung yang banyak dipakai orang Cina ternyata dipelajari dari pelaut Nusantara.

Di afrika juga ada masyarakat yang disebut Zanj yang mendominasi pantai timur Afrika hampir sepanjang millennium pertama masehi. Lalu siapakah Zanj, yang namanya merupakan asal dari nama bangsa Azania, Zanzibar dan Tanzania? Tak banyak diketahui. Tapi ada petunjuk yang mengarahkan kesamaan Zanj Afrika dengan Zanaj atau Zabag di Sumatera.

Dalam hal ini, Dick mengajukan dugaan kuat keterikatan Zanj, Swarnadwipa dan Sumatera. Swarnadwipa yang berarti Pulau emas merupakan nama lain Sumatera. Hal ini dapat dilihat dalam legenda Hindhu Nusantara. Dick menduga, banyaknya emas di Sumatera ini dibawa oleh Zanj dan pelaut nusantara dari Zimbabwe, Afrika. Karena, Dick juga menemukan bukti yang menyatakan tambang-tambang emas di Zimbabwe mulanya dirintis oleh pelaut Nusantara yang datang ke sana. Sebagian tak kembali dan membentuk ras Afro-Indonesia. Mungkin ras inilah yang disebut Zanj (halaman 113).

Tradisi besar maritim Nusantara - Jauh sebelum kedatangan orang-orang Eropa di perairan Nusantara pada paruh pertama abad XVI, pelaut-pelaut negeri ini telah menguasai laut dan tampil sebagai penjelajah samudra. Kronik China serta risalah-risalah musafir Arab dan Persia menorehkan catatan agung tentang tradisi besar kelautan nenek moyang bangsa Indonesia.

Serangkaian penelitian mutakhir yang dilakukan Robert Dick-Read (Penjelajah Bahari: Pengaruh Peradaban Nusantara di Afrika, 2008) bahkan memperlihatkan fenomena mengagumkan. Afrikanis dari London University ini, antara lain, menyoroti bagaimana peran pelaut-pelaut nomaden dari wilayah berbahasa Austronesia, yang kini bernama Indonesia, meninggalkan jejak peradaban yang cukup signifikan di sejumlah tempat di Afrika. Buku ini bercerita tentang pelaut-pelaut Nusantara yang berlayar sampai ke Afrika pada masa lampau, jauh sebelum bangsa Eropa mengenal Afrika selain gurun Saharanya, dan jauh sebelum bangsa Arab dan Shirazi menemukan kota kota-kota eksotis di pantai timur Afrika seperti Kilwa, Lamu dan Zanzibar.

Pendek kata, penelitian dalam buku ini mengungkap bukti-bukti mutakhir bahwa para pelaut Nusantara telah menaklukkan samudra jauh sebelum bangsa Eropa, Arab dan China memulai zaman penjelajajahn bahari mereka. Sejak abad ke-5 M,para pelaut Nusantara telah mampu menyeberangi Samudera Hindia hingga mencapai Afrika.

Para petualang Nusantara ini bukan hanya singgah di Afrika. Mereka juga meninggalkan banyak jejak di kebudayaan di seluruh Afrika. Mereka memperkenalkan jenis-jenis tanaman baru, teknologi, musik, dan seni yang pengaruhnya masih bisa ditemukan dalam kebudayaan Afrika sekarang.

Dalam buku ini, ada beberapa hipotesis yang cukup mengejutkan :

- antara abad ke-5 dan ke-7, kapal-kapal Nusantara mendominasi pelayaran dagang di Asia

- pada abad-abad itu, perdagangan bansga China banyak bergantung pada jasa para pelaut Nusantara

- sebagian teknologi kapal jung dipelajari bangsa China dari pelaut-pelaut Nusantara, bukan sebaliknya

- dari manakah asal emas berlimpah yang membuat Sumatera dijuluki Swarnadwipa (Pulau Emas) ? Mungkinakah dari Zimbabwe. Mungkinkah tambang-tambang emas kuno di Zimbabwe dibangun oleh para perantau Nusantara ?

Meskipun sejak 500 tahun sebelum Masehi orang-orang China sudah mengembangkan beragam jenis kapal dalam berbagai ukuran, hingga abad VII kecil sekali peran kapal China dalam pelayaran laut lepas. Jung-jung China lebih banyak melayani angkutan sungai dan pantai.

Tentang hal ini, Oliver W Wolters (1967) mencatat bahwa dalam hal hubungan perdagangan melalui laut antara Indonesia dan China—juga antara China dan India Selatan serta Persia—pada abad V-VII, terdapat indikasi bahwa bangsa China hanya mengenal pengiriman barang oleh bangsa Indonesia.