Showing posts with label Alat Kantor. Show all posts
Showing posts with label Alat Kantor. Show all posts

Biografi Ladislao José Biro Penemu Pulpen Pertama

Biografi Profil Biodata Ladislao José Biro Biography - Penemu Pulpen ModernLászló József Bíró (bahasa Hongaria: Bíró László József, bahasa Spanyol: Ladislao Biro; lahir 29 September 1899 – meninggal 24 November 1985 pada umur 86 tahun) adalah pencipta pulpen modern. Produksi pulpen pertamanya ditampilkan pada suatu pameran internasional di Budapest, Hongaria pada tahun 1931. Ciptaan ini dipatenkan di Paris pada tahun 1938.

Pena bolpoin atau bolpen (bahasa Inggris: ballpoint pen) adalah alat tulis yang ujungnya menggunakan bola kecil yang berputar untuk mengontrol pengeluaran tinta kental yang disimpan dalam kolom berbentuk silinder. Ujung bolpen berupa bola kecil dari kuningan, baja, atau tungsten karbida yang diameternya berbeda-beda, umumnya 0,7 hingga 1,2 mm. Besar diameter bola berpengaruh pada ketebalan tulisan di atas kertas. Tinta kering dalam seketika setelah bersentuhan dengan kertas. Bolpoin berbeda dengan pulpen, bolpoin berharga murah dan bebas pemeliharaan.

Biografi Profil Biodata Ladislao José Biro Biography - Penemu Pulpen ModernBolpoin diciptakan oleh jurnalis Hungaria, László Biró pada tahun 1938. Biro memperhatikan bahwa tinta yang digunakan dalam percetakan surat kabar mengering dengan cepat dan tidak meninggalkan noda pada kertasnya. Kesulitan-kesulitan lain saat menggunakan pena untuk mengoreksi naskah-naskah yang ditulis pada kertas tipis seperti tinta yang melebar, tumpah atau kertas yang sobek karena sabetan pena yang cukup tajam.

Sebagai seorang wartawan, ia mengamati bahwa tinta yang digunakan pada surat kabar dapat kering dengan cepat, sehingga kertas menjadi kering dan bebas dari kotoran karena tinta. Uji coba jenis tinta yang sama pada fountain pen (pena dengan tinta encer) ternyata gagal karena tinta tersebut tidak mau mengalir ke ujung pena karena masih terlalu pekat untuk pipa kapiler pena. Bersama saudaranya Georg, seorang kimiawan, ia mengembangkan jenis ujung baru yang mengandung bola yang bebas berputar di dalam wadahnya; mengambil tinta dalam dari tempat tinta sewaktu berputar dan mengantar tinta ke atas kertas sewaktu berputar kembali.

Christopher Latham Sholes - Penemu Mesin Ketik

Penemu Mesin Tik Ketik - Christopher Latham SholesChristopher Latham Sholes (14 Februari 1819 - 17 Februari 1890) adalah seorang penemu Amerika yang menemukan mesin tik praktis dan keyboard QWERTY pertama kali yang masih digunakan sampai sekarang. Ia juga seorang penerbit surat kabar dan politisi Wisconsin.

Masa muda dan karir politik

Christopher Sholes Lahir di Mooresburg, Pennsylvania 14 Februari 1819. Sholes pindah ke dekat Danville, Pennsylvania dan bekerja di sana untuk magang di percetakan. Setelah selesai magang , Sholes pindah ke Milwaukee, Wisconsin pada tahun 1837.

Ia menjadi penerbit surat kabar dan politisi sebagai Senat di Negara Bagian Wisconsin( 1848-1849) sebagai Demokrat, di Majelis Negara Wisconsin(1852-1853) sebagai Soiler Gratis, dan di sebagai Senat di partai Republik(1856-1857). Dia berperan dalam gerakan yang berhasil menghapuskan hukuman mati di Wisconsin : korannya, The Kenosha Telegraph, melaporkan pada persidangan John McCaffary pada tahun 1851, dan kemudian pada tahun 1853 ia memimpin kampanye di Majelis Negara Wisconsin. Dia adalah adik dari Charles Sholes (1816-1867) yang juga seorang penerbit surat kabar dan politisi yang bertugas di kedua majelis Wisconsin State Legislatif dan sebagai walikota Kenosha.

Papan Ketik

Mesin Ketik QWERTY karya Christopher Latham Sholes, Mesin ketik Sholes, 1873. Buffalo History Museum
Mesin ketik pertama kali yang sukses secara komersil diciptakan oleh C. Latham Sholes, Carlos Glidden dan Samuel W. Soule pada tahun 1867. Penemuan ini kemudian memperoleh hak paten dan dibeli oleh E. Remington and Sons, sebuah perusahaan manufaktur.

Walaupun demikian, mesin ini pada awalnya masih memiliki beberapa kekurangan antara lain juru tulis tidak dapat melihat hasil ketikan secara langsung dan adanya kesulitan akan penempatan tuts yang digunakan untuk kembali pada posisi semula. Hal ini kemudian dapat diatasi dengan munculnya “visible typewriters” seperti mesin ketik Oliver pada tahun 1895.

Tata letak ”qwerty” pada papan ketik sudah menjadi standardisasi dan tetap digunakan hingga saat ini. Pada tahun 1874, Sholes dan Glidden menciptakan mesin ketik dengan tata letak papan ketik ”qwerty”. Tata letak ini telah menjadi standar dalam mesin ketik dan papan ketik komputer yang berbahasa Inggris. Tipe ”qwerty” disesuaikan di beberapa negara lain, seperti ”qzerty” di Itali, ”azerty” di Perancis, dan ”qwertz” di Jerman. Tata letak ini dianggap kurang efisien karena memperlambat juru tulis dalam mengetik. Walaupun demikian, tata letak seperti ini dapat mengurangi frekuensi typebar yang mengganjal dan macet pada mesin.

Kemudian muncul sejumlah usulan mengenai tata letak yang radikal, seperti “Dvorak”, tetapi tidak ada yang mampu menggantikan ”qwerty”. Mesin ketik ”Blickebsderfer” dengan tata letak ”Dhiatensor” mempunyai kemungkinan sebagai usaha pertama yang mengoptimalkan tata letak mesin ketik untuk keuntungan efisiensi.

QWERTY adalah salah satu jenis tata letak tombol-tombol pada keyboard. Dinamakan demikian karena tombol-tombol huruf Q, W, E, R, T, dan Y berada secara berurutan seperti terlihat dalam baris paling atas dari papan ketik ini (yaitu yang dipakai pada kebanyakan keyboard komputer saat ini).

Biografi Cai Lun atau Ts’ai Lun Penemu Kertas

Biografi Cai Lun atau Ts’ai Lun Penemu KertasTs'ai Lun besar kemungkinan sebuah nama yang asing kedengaran di kuping pembaca. Menimbang betapa penting penemuannya, amatlah mengherankan orang-orang Barat meremehkannya begitu saja. Tidak sedikit ensiklopedia besar tak mencantumkan namanya barang sepatah pun. Ditilik dari sudut arti penting kegunaan kertas amat langkanya Ts'ai Lun disebut-sebut bisa menimbulkan sangkaan jangan-jangan Ts'ai Lun sebuah figur tak menentu dan tidak bisa dipercaya ada atau tidaknya. Tetapi, penyelidikan membuktikan dengan jelas bahwa Ts'ai Lun itu benar-benar ada.

Dia seorang pegawai negeri pada pengadilan kerajaan yang di tahun 105 M mempersembahkan contoh kertas kepada Kaisar Ho Ti. Catatan Cina tentang penemuan Ts'ai Lun ini terdapat dalam penulisan sejarah resmi dinasti Han dan sepenuhnya terus terang serta dapat dipercaya. Orang-orang Cina senantiasa menghubungkan nama Ts'ai Lun dengan penemu kertas dan tersohor di seluruh Cina.

Tak banyak yang dapat diketahui perihal kehidupan Ts'ai Lun, kecuali ada menyebut dia itu orang kebirian. Tercatat pula kaisar teramat girang dengan penemuan Ts'ai Lun dan ia membuatnya naik pangkat, dapat gelar kebangsawanan dan dengan sendirinya jadi kaya raya. Tetapi belakangan dia terlibat dalam komplotan anti istana yang menyeret ke kejatuhannya. Catatan-catatan Cina menyebut sesudah dia disepak, Ts'ai Lun mandi bersih-bersih, mengenakan gaunnya yang terindah, lantas meneguk racun.

Penggunaan kertas meluas di seluruh Cina pada abad ke-2 dan dalam beberapa abad saja Cina sudah sanggup mengekspor kertas ke negara-negara Asia. Lama sekali Cina merahasiakan cara pembikinan kertas ini. Di tahun 751 beberapa tenaga ahli pembikin kertas tertawan oleh orang-orang Arab sehingga dalam tempo singkat kertas sudah diprodusir di Bagdad dan Sarmarkand. Teknik pembikinan kertas menyebar ke seluruh dunia Arab dan baru di abad ke-12 orang-orang Eropa belajar teknik ini. Sesudah itulah pemakaian kertas mulai berkembang luas dan sesudah Gutenberg menemukan mesin cetak modern.

Kini penggunaan kertas begitu umumnya sehingga tak seorang pun sanggup membayangkan bagaimana bentuk dunia tanpa kertas. Di Cina sebelum penemuan Ts'ai Lun umumnya buku dibuat dari bambu. Keruan saja buku macam itu terlampau berat dan repot. Memang ada juga buku yang dibuat dari sutera tetapi harganya amat mahal buat umum. Sedangkan di Barat sebelum ada kertas, buku ditulis di atas kulit kambing atau lembu. Material ini sebagai pengganti papyrus yang digemari oleh orang-orang Yunani, Romawi dan Mesir. Baik kulit maupun papyrus bukan saja termasuk barang langka tetapi juga harga sulit terjangkau.

Sekarang, entah buku entah barang tulisan lain dapat diprodusir secara murah dan sekaligus dalam jumlah besar-besaran. Ini semua berkat adanya kertas. Memang arti penting kertas tidaklah begitu menonjol tanpa adanya mesin cetak, tetapi sebaliknya mesin cetak pun tak banyak makna tanpa adanya bahan kertas yang begitu banyak dan begitu murah.

Biografi Chester Carlson Penemu Mesin Fotocopy

Biografi Chester Flood Carlson Penemu Mesin FotocopyUntuk pertama kalinya proses peng-copy-an sistem xerography diciptakan oleh Chester F Carlson orang Amerika pada tanggal 22 Oktober 1938. Disebut sistem xerography karena proses penyalinannya berlangsung dalam keadaan kering Pada saat ditemukannya, Carlson dibantu oleh seorang ahli fisikawan bernama Otto Kornei.

Carlson menjalankan eksperimennya berdasarkan dua gejala yaitu pertama adanya gaya tarik menarik antara dua benda bermuatan listrik tak senama dan yang kedua adalah gejala foto konduktivitas yang menyatakan bahwa bila suatu berkas cahaya tiba diatas permukaan bahan tertentu, maka nilai konduktivitas dari bahan tersebut akan bertambah atau dengan kata lain besar tahanan listrik bahan pada tempat dimana terkena berkas cahaya menjadi berkurang.

Pada hari ditemukannya xerography ini Carlson dan Otto menyiapkan ruangan yang gelap tanpa ada cahaya yang masuk. Mereka mempersiapkan plat seng yang dilapisi emulsi sulfursebagai bahan foto kondusi dan mereka menulis huruf-huruf 10-22-38 ASTORIA di atas plat kaca atau slide. Kemudian Carlson dan Otto menggosok keras-keras permukaan pelat seng dengan sapu tangan agar terjadi penimbunan listrik negatif di atas permukaan. Kemudian meletakkan dibawah pelat kaca dan mereka meletakkan kedua lapisan yang rangkap itu dibawah lampu pijar yang sangat terang untuk mendapatkan cahaya kuat beberapa lama.

Setelah itu kaca slide diangkat dan ditaburi bubuk lycopodium diatas permukaan pelat sulfur. Secara hati-hati permukaan ditiup agar bubuk lycopodium terhembus dan yang tertiup itu dapat meninggalkan suatu bagian dari bubuk yang sedah membentuk huruf-huruf yang tertera di atas plat kaca. Mereka memindahkan apa yang tertulis diatas plat tadi ke atas kertas lilindan dipanasi agar lilinnya meleleh sehingga pada akhirnya diatas kertas tercetak copy yang diinginkan. Percobaan ini dilakukan berulang-ulang oleh Carlson untuk meyakinkan dirinya bahwa pada hari itu sebenarnya ia telah menemukan sebuah teknologi copy yang cemerlang.

Pada tahun 1947 xerography dipatenkan dan dikembangkan lebih lanjut oleh Carlson dibawah naungan sebuah perusahaan kecil dibidang kertas foto bernama Haloid yang akhirnya berubah jadi nama XEROX sampai kemudian pada tahun 1959 Carlson berhasil membuat mesin copynya yang pertama berkode 914, mesin copy yang paling sukses pada waktu itu dengan kemampuan peng-copy-an diatas kertas datar dengan cepat yang hanya dengan menekan tombol salinannya dapat keluar.

Sejak penemuan Carlson perusahaan Haloid menjadi perusahaan raksasa dan bertahun-tahun memproduksi mesin fotocopy dengan merek yang sangat terkenal yaitu XEROX dan merupakan perusahaan pelopor di bidang perfoto-copyan. Bahkan Xerox telah menghasilkan mesin fotocopy yang menggunakan sinar laser, yaitu mesin copy Xerox dengan type 9700 dan Xerox mampu menghasilkan mesin copy untuk gambar dengan type Xerox 2080

Penemu Kertas Pertama - Cai Lun atau Ts’ai Lun

Cai Lun Ts’ai Lun - Penemu KertasKertas yang kita kenal sekarang memiliki sejarah penemuan yang panjang, selembar kertas yang tipis dan rata dihasilkan dengan kompresi serat yang berasal dari pulp. Serat yang digunakan biasanya adalah alami, dan mengandung selulosa dan hemiselulosa. Kertas dikenal sebagai media utama untuk menulis, mencetak serta melukis, selain itu kertas juga digunakan untuk keperluan lainnnya misalnya sebagai pembersih (tissue) yang digunakan untuk hidangan, kebersihan ataupun toilet.

Adanya kertas merupakan revolusi baru dalam dunia tulis menulis yang menyumbangkan arti besar dalam peradaban dunia. Sebelum ditemukan kertas, bangsa-bangsa dahulu menggunakan tablet dari tanah lempung yang dibakar. Hal ini bisa dijumpai dari peradaban bangsa Sumeria, Prasasti dari batu, kayu, bambu, kulit atau tulang binatang, sutra, bahkan daun lontar yang dirangkai seperti dijumpai pada naskah naskah Nusantara beberapa abad lampau.

Sejak Zaman dahulu peradaban Mesir Kuno telah menggunakan papirus sebagai media tulis menulis. Penggunaan papirus sebagai media tulis menulis ini digunakan pada peradaban Mesir Kuno pada masa wangsa firaun kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar ke seantero Eropa, meskipun penggunaan papirus masih dirasakan sangat mahal. Dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas.

Tercatat dalam sejarah adalah peradaban Cina yang menyumbangkan kertas bagi Dunia. Penemu kertas dari negeri Cina yang terkenal adalah Tsai Lun yang menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero China pada tahun 101 Masehi. Penemuan ini akhirnya menyebar ke Jepang dan Korea seiring menyebarnya bangsa-bangsa China ke timur dan berkembangnya peradaban di kawasan itu meskipun pada awalnya cara pembuatan kertas merupakan hal yang sangat rahasia.

Pada akhirnya, teknik pembuatan kertas tersebut jatuh ke tangan orang-orang Arab pada masa Abbasiyah terutama setelah kalahnya pasukan Dinasti Tang dalam Pertempuran Talas pada tahun 751 Masehi di mana para tawanan-tawanan perang mengajarkan cara pembuatan kertas kepada orang-orang Arab sehingga pada zaman Abbasiyah, muncullah pusat-pusat industri kertas baik di Bagdad maupun Samarkand dan kota-kota industri lainnya, kemudian menyebar ke Italia dan India, lalu Eropa khususnya setelah Perang Salib dan jatuhnya Grenada dari bangsa Moor ke tangan orang-orang Spanyol serta ke seluruh dunia.

Pembuatan kertas

Pada tahun 1799, seorang Prancis bernama Nicholas Louis Robert menemukan proses untuk membuat lembaran-lembaran kertas dalam satu wire screen yang bergerak, dengan melalui perbaikan-perbaikan alat ini kini dikenal sebagai mesin Fourdrinier. Penemuan mesin silinder oleh John Dickinson pada tahun 1809 telah menyebabkan meningkatnya penggunaan mesin Fourdrinier dalam pembuatan kertas-kertas tipis. Tahun 1826, steam cylinder untuk pertama kalinya digunakan dalam pengeringan dan pada tahun 1927 Amerika Serikat mulai menggunakan mesin Fourdrinier.

Peningkatan produksi oleh mesin Fourdrinier dan mesin silinder telah menyebabkan meningkatnya kebutuhan bahan baku kain bekas yang makin lama makin berkurang. Tahun 1814, Friedrich Gottlob Keller menemukan proses mekanik pembuatan pulp dari kayu, tapi kualitas kertas yang dihasilkan masih rendah. Sekitar tahun 1853-1854, Charles Watt dan Hugh Burgess mengembangkan pembuatan kertas dengan menggunakan proses soda. Tahun 1857, seorang kimiawan dari Amerika bernama Benjamin Chew Tilghman mendapatkan British Patent untuk proses sulfit. Pulp yang dihasilkan dari proses sulfit ini bagus dan siap diputihkan. Proses kraft dihasilkan dari eksperimen dasar oleh Carl Dahl pada tahun 1884 di Danzig. Proses ini biasa disebut proses sulfat, karena Na2SO4 digunakan sebagai make-up kimia untuk sisa larutan pemasak.

Cai Lun (Hanzi: 蔡倫, simplify 蔡伦 , pinyin: Cài Lún, Wade-Giles: Ts’ai Lun) ialah penemu kertas berkebangsaan Tionghoa yang hidup di zaman Dinasti Han, abad ke-1 - abad ke-2 Masehi. Lahir di Guiyang (sekarang di wilayah provinsi Hunan), ia bernama lengkap Cai Jingzhong (sering pula dipanggil Jingzhong ((敬仲)), ia adalah seorang kasim Cina yang bekerja sebagai pegawai negara pada pengadilan kekaisaran. Secara tradisional dia dianggap sebagai penemu kertas (paper) dan proses pembuatan kertas, dalam bentuk yang dikenal di zaman modern meski bentuknya belum sesempurna sekarang ini. Meskipun bentuk awal kertas sudah ada di Cina sejak abad ke-2 SM, namun ia telah berjasa dalam perbaikan signifikan pertama dan standardisasi pembuatan kertas dengan menambahkan bahan-bahan baru yang penting ke dalam komposisinya.

Penemuan kertas - Pada zaman kuno tulisan dan prasasti umumnya dilakukan pada tablet bambu atau potongan sutra yang disebut chih. Tapi karena harga sutra yang mahal dan beratnya bambu, membuat kedua media tersebut tidak nyaman untuk digunakan. Tshai Lun [Cai Lun] kemudian mendapatkan ide membuat kertas dari kulit pohon, sisa-sisa rami, kain kain, dan jaring ikan. Saat ini kertas telah digunakan di mana-mana dan dikenal dengan 'kertas dari Marquis Tshai'.

Cai Lun membuat kertas dari kulit kayu murbei. Bagian dalamnya direndam di air dan dipukul-pukul sehingga seratnya lepas. Bersama dengan kulit, direndam juga bahan rami, kain bekas, dan jala ikan. Setelah menjadi bubur, bahan ini ditekan hingga tipis dan dijemur. Lalu jadilah kertas yang mutunya masih belum sebagus sekarang.

Pada tahun 105 M ia mempersembahkan contoh kertas pada Kaisar Han Hedi. Catatan tentang penemuan kertas ini terdapat dalam penulisan sejarah resmi Dinasti Han. Konon kaisar amat girang atas penemuan Cai Lun, dan Cai Lun pun naik pangkat, mendapat gelar kebangsawanan dan menjadi cukong.

Kematian - Belakangan ia terlibat dalam komplotan anti istana (Ia terlibat dalam intrik istana sebagai
pendukung Empress Dou) yang membuatnya disepak dari kerajaan. Pada 121, cucu Consort Song Kaisar An dari Han berkuasa setelah kematian Ratu Deng dan Cai diperintahkan untuk melapor ke penjara. Sebelum ia melaporkan, ia bunuh diri dengan minum racun setelah mandi dan berpakaian jubah sutra halus. Cai kemudian dihormati dan dipuja. Fei Zhu dari Dinasti Song (960-1279) menulis bahwa sebuah kuil untuk menghormati Cai Lun telah didirikan di Chengdu.

Pengaruh - Pencipta penemuan yang sangat penting ini sedikit sekali dikenal di luar Asia Timur. Setelah Cai menemukan proses pembuatan kertas di 105, kertas menjadi banyak digunakan sebagai media menulis di Cina pada abad ke-3. Hal Ini memungkinkan China untuk mengembangkan peradabannya (melalui sastra dan literasi ) jauh lebih cepat daripada menggunakan bahan penulisan yang sebelumnya (terutama bambu dan sutra ).

Pada abad ke-7, teknik pembuatan kertas China telah menyebar ke Korea, Vietnam, dan Jepang. Pada tahun 751, beberapa pembuat kertas Cina ditangkap oleh orang-orang Arab setelah pasukan Tang dikalahkan dalam Pertempuran Talas River. Teknik pembuatan kertas kemudian menyebar ke Barat. Ketika kertas pertama kali diperkenalkan ke Eropa di abad ke-12, secara bertahap merevolusi cara komunikasi tertulis dapat menyebar dari satu wilayah ke wilayah lain. Seiring dengan kontak antara Arab dan Eropa selama Perang Salib, meluasnya penggunaan kertas dibantu pondasi Scholastic Age di Eropa.