Showing posts with label Meninggal. Show all posts
Showing posts with label Meninggal. Show all posts

Biografi Mbah Minto Youtuber Klaten Meninggal Dunia

Biografi Profil Biodata Mbah Minto Klaten - Wafat Meninggal Dunia instagram ig Wikipedia IndonesiaMinto Suwito Siyam atau Mbah Minto lahir pada tahun 1936 berusia 85 tahun adalah warga Dusun Selorejo, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah yang meninggal dunia, Rabu 22 Desember 2021 pukul 21.15 WIB. Mbah Minto adalah bintang dagelan parodi yang muncul bersama konten kreator Ucup Klaten. Mbah Minto yang memiliki 4 orang anak yakni Tugiyo, Wijil, Tofik, dan Sudiono sudah memiliki 15 cucu dan 4 orang buyut. Mbah Minto viral di media sosial setelah muncul di kanal Youtube Ucup Klaten atau Muhammad Sofyan dengan video parodi berjudul Gagal Mudik. 

Mbah Minto merupakan sosok yang periang dengan gaya tertawa yang khas hingga membuat para penonton senang melihat aksilnya saat beradu akting dengan Ucup Klaten. Pada awal bermain di YouTube, Mbah Minto hanya dibayar sekitar Rp20.000 untuk sekali produksi vlog. Namun, setelah video parodi gagal mudik yang dibintanginya viral, bayaran Mbah Minto pun bertambah menjadi Rp 200.000 hingga Rp 300.000 sekali produksi. 

Mbah Minto masuk ke RS Islam sejak tanggal 13 Desember sekitar pukul 23. 52 WIB. Pemeran si mbok yang sempat moncer di YouTube dan membintangi beberapa iklan itu meninggal setelah dirawat di RS Islam Klaten pada Rabu (22/12/2021) sekitar pukul 21.00 WIB. Kabar meninggalnya Mbah Minto pun langsung viral di media sosial. Mulai dari WA grup, Facebook, Instagram dan Twitter dengan sederet ucapan bela sungkawa. 

Di grup Facebook info Klaten, kabar duka itu diunggah Rabu (22/12) tengah malam. Dalam postingan tersebut disertakan foto Mbah Minto dengan kemeja batik warna kuning krem. Postingan tersebut telah dibagikan 98 kali setelah 6 jam diunggah dengan 991 komentar. Di grup Facebook Kabar Klatren bahkan kabar duka itu diunggah dengan selebaran lelayu dan foto. Di dalam selebaran rencana pemakaman tertulis nama almarhumah Minto Suwito Siyam berumur 85 tahun. Meninggal di RSI pada Rabu (22/12/2021) pukul 21.00 WIB dan dimakamkan keesokan harinya pada pukul 14.00 di Sasonoloyo Wonosegaran Bugel.

Profil Bondan Winarno Tokoh Kuliner Indonesia

Biografi Profil Biodata Bondan Winarno Meninggal Tokoh Kuliner IndonesiaBondan Winarno (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 29 April 1950 – meninggal di Jakarta, 29 November 2017 pada umur 67 tahun) adalah seorang penulis dan wartawan Indonesia dengan berbagai kebisaan. Dia memelopori dan menjadi ketua Jalansutra, suatu komunitas wisata boga yang sangat terkenal di Indonesia. Dia juga menjadi presenter dalam acara kuliner di Trans TV, yaitu Wisata Kuliner. Ia terkenal dengan ungkapannya yaitu "Pokoe maknyus!", ungkapan ini sering diparodikan dalam suatu kondisi yang nyaman, enak dan lainnya. - Yvonne Winarno istri Bondan Winarno

Ketika Bondan masih anggota Pramuka dulu, lelaki berkulit cokelat ini aktif dalam aeromodelling. Ketika sudah berkeluarga, ia ikut terjun payung dan menjadi anggota Jakarta Flying Club. Sebenarnya, Bondan juga bercita-cita menjadi penerbang, selain guru dan wartawan. Ibunya ingin Bondan menjadi dokter, atau insinyur. Di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur, Universitas Diponegoro, Semarang, namun belum sempat selesai, Bondan sudah menjadi fotografer Puspen Hankam di Jakarta hingga tahun 1970. Setelah itu, ia berpindah-pindah kerja, tetapi tetap tidak lepas dari lingkup komunikasi massa.



Biografi Profil Biodata Bondan Winarno Meninggal Tokoh Kuliner IndonesiaSempat bertugas sebagai wartawan ke berbagai negeri, antara lain ke Kenya, Afrika. Sebagian pengalamannya dari negeri itu ia tuangkan menjadi cerpen berjudul Gazelle, yang kemudian memenangkan hadiah pertama lomba penulisan cerpen majalah Femina pada tahun 1984. Menulis sudah hampir merupakan kebiasaan bagi Bondan. Ia pun bisa menulis di mana saja, di pesawat udara, di mobil, atau bahkan di toilet. Hasil tulisannya dimuat berbagai penerbitan, misalnya Kompas, Sinar Harapan, dan Tempo. Pada majalah terakhir ini ia secara tetap Bondan mengisi Rubrik Kiat, yaitu kolom pendek soal-soal manajemen, dunia yang juga ia tekuni selama ini. - Anak: Gwendolin Amalia Winarno, Marisol Winarno, Eliseo Winarno

Sejak 1960 (umur 9–10 tahun), Bondan menjadi penulis lepas. Ia menulis di berbagai penerbitan seperti Kompas, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Tempo, Mutiara, Asian Wall Street Journal, dan lain-lain. Pada 1984-1987 ia menjadi redaktur kepala majalah SWA. Pada 1987-1994 ia beralih menjadi pengusaha dan menjabat sebagai Presiden Ocean Beauty International, sebuah perusahaan makanan laut yang berbasis di Seattle Washington, Amerika Serikat. Antara 1998-1999 ia menjadi konsultan untuk Bank Dunia di Jakarta, dan setelah itu, hingga 2000 ia menjadi direktur eksekutif dari sebuah organisasi pelestarian lingkungan. Pada 2001-2003 ia menjadi pemimpin redaksi harian Suara Pembaruan.

Adam Fabumi Si Bayi Mungil dan Lucu Meninggal

Biografi Profil Biodata Adam Fabumi Si Bayi Lucu Penyakit Trisomy 13 Meninggal DuniaAdam Fabumi si Bayi Mungil Lucu dilahirkan April 2017 lalu menderita penyakit langka bernama Trisomy 13. Adam memiliki kromosom ekstra yang menyebabkan cacat fisik, keterbelakangan mental berat, kelainan jantung bawaan, bibir sumbing di bagian dalam, ekstra jari tangan atau kaki, hingga masalah di bagian kepala karena tidak adanya pembuangan cair otak ke seluruh tubuh (dandy walker syndrom). Hal itu semua mempengaruhi motorik Adam yang membuatnya besar kemungkinan terkena hidrocefallus.

Orang tua Adam, Ratih dan Ludi, sudah menempuh segara cara dan upaya agar Adam bisa dirawat dan tumbuh layaknya bayi normal. Mulai dari membelikan ventilator hingga berobat ke Singapura. Namun takdir berkata lain. Rupanya, Tuhan lebih sayang dengan Adam. Hari ini, Rabu (22/11), Adam berpulang menghadap yang Maha Kuasa. Hal itu diumumkan oleh Prima Watie, perawat yang sehari-hari menjaga Adam, melalui akun media sosialnya. Watie mengunggah foto tersebut dan langsung dibanjiri oleh ucapan duka cita dari para netizen.

Banyak yang tidak menyangka kepergian Adam yang begitu cepat, padahal Adam mampu bertahan melewati masa-masa kritis dan dinginnya ruang NICU di rumah sakit. Ucapan duka juga datang dari penyanyi Nino Kayam. Lewat akun Instagram pribadinya, Nino mengunggah foto ketika ia melakukan syuting video klip terbaru bersama RAN yang berjudul 'Melawan Dunia'. Selamat jalan Adam, kelucuan dan canda tawamu tak akan pernah terlupakan.

Biografi Djohan Effendi Menteri Sekretaris Negara

Biografi Profil Biodata Djohan Effendi Meninggal Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia ke-9Djohan Effendi (lahir di Kandangan, Hulu Sungai Selatan, 1 Oktober 1939 – meninggal di Geelong, Victoria, 17 November 2017 pada umur 78 tahun) adalah menteri sekretariat negara Kabinet Persatuan Nasional era presiden Abdurrahman Wahid. Sebelumnya ia merupakan Staf Khusus Sekretaris Negara/Penulis Pidato Presiden Soeharto (1978-1995) dan ia telah menulis ratusan pidato untuk Presiden Soeharto. Ketika Abdurrahman Wahid menjabat sebagai presiden, ia diangkat sebagai Menteri Sekretaris Negara.

Ia dikenal sebagai pembela kelompok Ahmadiyah dan senior di kalangan aktivis liberal. Namanya masuk dalam buku “50 Tokoh Liberal di Indonesia” untuk kategori pionir atau pelopor gerakan liberal bersama dengan Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid. Bagi Djohan, Ahmadiyah mempunyai hak yang sama dalam menjalankan keyakinannya di Indonesia.

Ia dikenal sebagai sebagai pemikir Islam inklusif yang sangat liberal. Dalam memahami agama, Djohan sampai pada kesimpulan: "pada setiap agama terdapat kebenaran yang bisa diambil." Karena itu, ia sangat prihatin pada segala bentuk pertetangan yang mengatasnamakan agama. Karier Djohan sebagai penulis pidato Presiden tamat ketika ia "nekat" mendampingi K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berkunjung ke Israel, 1994. Kunjungan itu ditentang keras oleh sejumlah kelompok Islam. Bahkan, Moerdiono, Sekretaris Negara saat itu, juga ikut menyesalkannya.

Djohan Effendi, Menteri-Sekretaris Negara pada masa presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), meninggal dunia. Djohan meninggal di Australia. Hal serupa diungkapkan oleh anggota Jaringan Gusdurian yang mengatakan Djohan berada di Australia. Djohan Effendi pada usia 78 tahun di RS Geelong, Australia.

Biografi 3 Tokoh yang Meninggal 28 Mei 2017

Biografi Profil Biodata Aboeng Koesman Somawidjaja Mantan WaGub JaBarAboeng Koesman Somawidjaja Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat pada era Gubernur Aang Kunaefi, meninggal dunia pukul 22.30 WIB, Sabtu (27/05/2017) malam. Sesepuh Jabar ini wafat pada usianya yang ke 92 tahun. Dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Minggu (28/5/2017), Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memberikan ucapan belasungkawa. Sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi, Aher bersama istrinya Netty Prasetyani melayat ke rumah duka. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan Bapak Aboeng Koesman Somawidjaja. Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kami kehilangan satu sosok sesepuh Jawa Barat, Inohong Sunda yang pernah menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat periode 1981-1987," kata Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan, di rumah duka, Jalan Kalimantan No 10 Bandung, Minggu (28/5/2017).

Biografi Profil Biodata KH Mahfudz Ridwan LC Pengasuh PonPes Edi Mancoro SemarangKH Mahfudz Ridwan LC Pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang meninggal dunia, Minggu (28/5/2017) siang. Keluarga besar Nahdlatul Ulama kembali berduka. "Telah berpulang ke Rahmatullah ayahanda KH Mahfud Ridwan (Pengasuh PP Edi Mancoro Tuntang Kab. Semarang, Musytasyar PBNU) siang ini pukul 14.45. Semoga beliau khusnul khotimah lahul Fatihah (M Hanif Ridwan)," demikian bunyi pesan berantai ke sejumlah warga NU sepanjang Minggu sore ini. Adapun Muhammad Hanif Ridwan atau Gus Hanif adalah salah satu putra dari KH Mahfudz Ridwan LC. Namun, nomor ponselnya tidak bisa dihubungi hingga Minggu pukul 21.30.

Biografi Profil Biodata Priyo Aljabar Komedian Cak PriyoPriyo Aljabar atau Komedian yang kerap disapa 'Cak Priyo' meninggal dunia usai berjuang melawan penyakit tumor ganas liposarkoma atau kanker lemak di perutnya dalam setahun terakhir. Kabar duka kembali datang dari dunia komedi Indonesia. "Saya mendapat kabar Cak Priyo meninggal dunia sekitar pukul 21.12 tadi malam," ujar Suko Widodo, sahabat Priyo di Surabaya seperti dilansir Antara, Minggu (28/5). Suko menjadi partner Priyo saat memandu acara "Cangkrukan" di sebuah televisi swasta lokal di Surabaya pada tahun 2002-2009 silam. Sejak itu, hubungan keduanya berlanjut, salah satunya dalam menggagas forum dialog bulanan "Bangbang Wetan" di Surabaya. Tak heran, Suko menjadi salah satu orang yang merasa kehilangan sosok teman dekatnya itu.