Muhamad Arga - Bocah 17 Bulan Kota Bogor

Biografi Profil Biodata Muhamad Arga - Bocah 17 Bulan asal Kota BogorMuhamad Arga, bocah 17 bulan, asal Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, diduga meninggal akibat tindak kekerasan. Arga meninggal usai dibawa main oleh majikan ibunya. Putra pasangan Muhamad Soleh, 25, dan Delima Agustini, 20, itu meninggal Sabtu, 19 Maret. Keluarga mendapati luka lebam di beberapa bagian tubuh Arga, di antaranya pipi kanan dan kiri, dahi, hidung, bibir, punggung, dan dada.

Paman korban, Jaelani, 29, menjelaskan kabar kematian Arga pertama kali didapatkan keluarga melalui Delima, sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu Trisno, majikan Delima, menghubungi dan memintanya datang ke Rumah Sakit Marzuki Mahdi. "Sesampainya di rumah sakit, Arga sudah tak bernyawa. Adik saya (Delima) tidak diberitahu penyebab Arga meninggal," kata Jaelani di lokasi pembongkaran makam, Sabtu (26/3/2016).

Keluarga sempat menanyakan penyebab kematian Muhammad Arga kepada keluarga Trisno dan pihak rumah sakit. Namun, mereka tidak mendapat jawaban pasti, hanya diminta untuk bertabah. "Dari rumah sakit pun tidak bisa memberikan banyak keterangan karena informasinya keluarga majikan tidak mau mendaftar saat penanganan Arga di rumah sakit. Keponakan saya sudah meninggal sebelum ditangani rumah sakit," kata dia.

Majikan Delima kemudian mengantarkan jenazah Arga ke rumah duka. Saat dimandikan, keluarga dan warga sekitar mendapati beberapa luka lebam di tubuh korban. Sebelum meninggal, Arga dijemput seseorang bernama Ririn dan dibawa ke rumah majikannya di Cilendek Pabuaran, sekitar pukul 07.30 WIB. Ririn merupakan kerabat Delima, sekaligus rekan kerja sesama pembantu rumah tangga. "Ririn bawa Arga duluan saat berangkat kerja, menyusul Delima. Sesampainya di rumah majikan, Delima tidak bertemu anaknya di sana," kata dia.

Saat Delima tiba di tempat kerja, Arga sedang dibawa main oleh salah satu keluarga majikan bernama Rio. Delima sempat bertemu Rio dan menanyakan keberadaan anaknya. "Rio bilang, tenang saja Arga lagi main sama saya. Kemudian Rio keluar rumah hingga akhirnya Pak Trisno menelpon Delima untuk datang ke RS Marzuki Mahdi," tuturnya. Sementara itu, Muhamad Soleh mengatakan sejak Arga dimakamkan, keluarga majikan istrinya sempat satu kali mendatanginya. "Sempat ke sini satu kali, saat itu majikan istri saya memberikan uang Rp350 ribu untuk tambahan biaya tahlilan," kata dia.

Soleh berharap polisi mengungkap penyebab kematian anaknya dan menangkap pelaku penganiayaan jika hasil penyelidikan Arga benar-benar meninggal lantaran tindakan kekerasan. Tim Forensik Polres Bogor Kota membongkar dan memeriksa jenazah Arga untuk mengetahui kematiannya. Namun, usai pembongkaran tidak ada polisi yang bisa dimintai keterangan.