Martua Manangi Ambarita Ninja Warrior Indonesia

Biografi Profil Biodata Martua Manangi Ambarita Ninja Warrior IndonesiaMartua Manangi Ambarita, Pemuda 21 tahun yang berasal dari Danau Toba merupakan pejuang tercepat di Semi Final Stage 2 Sasuke Ninja Warrior Indonesia. Pekerjaan sehari-hari Martua sebagai buruh kasar atau kuli angkut di Medan. Dia rela untuk datang sendiri ke jakarta sendiri untuk mengadu skill di Sasuke Ninja Warrior Indonesia. Meskipun hanya basic kuli angkut, ia bisa mengungguli rekan-rekan lainnya yang memiliki background olahraga.

Tampil dengan mengenakan ikat kepala ternyata memberikan sebuah keberuntungan untuk Martua Ambarita. Martua telah membuktikan ia bisa menaklukkan Semifinal Stage 1 dan 2. Pada warrior stage lalu ia mampu menaklukkan dengan waktu 24,73 detik, hanya terpaut 2 detik dari aspar dan 0,08 milisecond dari ahmad munanjar pejuang yang telah gugur sebelumnya. Dia sangat percaya diri dan rasa ambisiusnya tinggi ia mampu mencapai semifinal Stage 1 dan 2. Dan terbukti di semifinal Stage 2 dia menjadi yang tercepat diantara 11 pesaingnya yang sama-sama lolos ke Semi Final Stage 3 Sasuke Ninja Warrior Indonesia.

Martua dapat lolos dari Warrior Stage dengan catatan waktu yang 24.73 detik. Martua sanggup mengalahkan catatan waktu dari Edmund Jep dengan selisih waktu 6.75 detik. Persiapan khusus juga dilakukan oleh buruh kasar berusia 20 tahun ini. Ia mempersiapkan jari-jarinya agar bisa lebih kuat, dan juga melatih otot tangannya. "Persiapan saya itu memperkuat jari-jari saya, dan melatih otot tangan saya untuk menaklukkan Log Grip," ujar Martua.

Menurutnya, saingan terberatnya adalah semua peserta yang lolos di Challenge Stage. Ia tidak menyangka dapat lolos dari Warrior Stage dengan catatan waktu positif. Untuk meluapkan kebahagaiannya, Martua menggunakan kepalanya ketika menekan tombol kemenangan. Dirinya bangga bisa lolos dan melewati para pesaingnya. "Sebenarnya saya tidak sangka bisa lolos, karena berat-berat semua. Jadi butuh latihan dan fisik yang fit," tutupnya.