Biodata Zahra Zubaidah Pelukis Cantik Bandung

Biografi Profil Biodata Zahrah Zubaedah - Pelukis Hijaber Cantik BandungZahra Zubaidah seoran Pelukis Cantik Kota Bandung yang multi talenta. Zahrah Zubaidah (20), gadis yang melukis wajah Soekarno dan Nelson Mandela dengan crayon. Lukisan itu kini tersebar di berbagai sudut Kota Bandung untuk memperingati 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Perempuan yang akrab disapa Zahrah ini tinggal di Jalan Tubagus Ismail, Kota Bandung.

Keterlibatannya menjadi bagian KAA tahun ini tidak direncanakan sebelumnya. Orangtuanya lah yang mempertemukanya langsung dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pada Februari lalu. Namun bukan untuk KAA. "Saya sedang mencari beasiswa untuk meneruskan kuliah. Saya sudah memilih dan diterima di salahsatu perguruan tinggi seni di Skotlandia, namun biayanya besar. Makanya saya ditemani abi dan umi ke pemkot, mau tanya apakah ada beasiswa dari Pemkot. Ternyata tidak ada," ungkap lajang kelahiran 1995 ini.

Biografi Profil Biodata Zahrah Zubaidah - Pelukis Hijaber Cantik BandungZahrah mengaku sedikit kecewa saat mengetahui tidak ada beasiswa dari Pemkot. Namun beberapa saat kemudian, wali kota yang tertarik dengan beberapa lukisan crayon yang ia bawa, tiba-tiba menawarkannya untuk membuat lukisan Presiden RI Soekarno dan Nelson Mandela. Saat itu Zahrah membawa tiga lukisan. Satu lukisan wajah neneknya, satu lukisan wajah cleaning service saat ia sekolah SMA di Skotlandia, dan satu lukisan bunga.

"Kang Emil benar-benar orang cerdas, beliau bisa langsung menemukan solusi. Dia bahkan minta saya juga melukis dia dan istrinya, dan seluruh wali kota Bandung sejak jaman Belanda. Saya enggak percaya, ini amanah besar," ujar gadis keturunan Arab ini dengan mata berbinar. Zahrah mengaku amanah yang diberikan padanya oleh Emil, jauh lebih dari apa yang ia harapkan yaitu beasiswa. "Ini jauh lebih berharga dibandingkan Kang Emil langsung memberikan beasiswa," ujarnya.

Biografi Profil Biodata Zahra Zubaedah - Pelukis Hijaber Cantik BandungSetelah mendapat pesanan itu, Zahrah akhirnya pulang ke rumah dan langsung melukis. Ia diberi waktu 10 hari untuk menyelesaikan lukisan wajah Soekarno dan Nelson Mandela. Ia mengaku waktu 10 hari yang diberikan padanya, delapan hari dipakai untuk melukis wajah Sukarno. Ia kesulitan, sebab semua fotonya yang ia dapatkan hitam putih. Sementara Nelson Mandela lebih mudah, karena ada fotonya yang berwarna. "Sulit untuk menentukan warna kulitnya," ujar lulusan Norwich High School di Inggris ini. Untuk referensi warna kulit Sukarno, Zahrah menggunakan foto Presiden Jokowi. "Jadi kulitnya melihat warna kulit Jokowi dan Mandela," cetusnya.

Tak hanya itu, ia juga mengaku sulit mencari ekspresi yang pas untuk ia lukis. Awalnya ia menyerahkan lukisan wajah Soekarno dan Mandela dengan ekspresi serius. "Namun saya diminta lagi melukis dengan ekspresi berbeda. Dari pemkot memberikan foto keduanya yang sedang tersenyum yang kebetulan posisi menghadapnya sama," ujar gadis cantik ini yang kini juga terjun dalam dunia model. Ia kini mengaku sangat senang, lukisannya terpakai dan tersebar di hampir semua media promosi KAA. "Saya senang karya saya bermanfaat. Karena sebaik-baiknya orang adalah bermanfaat bagi sekitarnya," tuturnya dengan tersenyum manis.