Biografi Nurhadi - Sekretaris Mahkamah Agung

Biografi Profil Biodata Nurhadi Ditangkap KPK - Wikipedia Buronan KpK -  Sekretaris Mahkamah AgungNurhadi adalah ketua Sekretariat Mahkamah Agung. Sekretariat Mahkamah Agung adalah aparatur tata usaha negara yang di dalam menjalankan tugas dan fungsinya berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Ketua Mahkamah Agung. Sekretariat Mahkamah Agung dipimpin oleh seorang Sekretaris Mahkamah Agung. Sekretaris Mahkamah Agung diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Ketua Mahkamah Agung. Sekretariat Mahkamah Agung mempunyai tugas membantu Ketua Mahkamah Agung dalam menyelenggarakan koordinasi dan pembinaan dukungan teknis, administrasi, organisasi dan finansial kepada seluruh unsur di lingkungan Mahkamah Agung dan Pengadilan di semua lingkungan Peradilan.

Kisah mengenai kekayaan Nurhadi pun terus mengalir. Sebuah sumber mengatakan Nurhadi memang seorang yang kaya. Bahkan saat melakukan syukuran atas diangkatnya menjadi Sekretaris MA, Nurhadi sempat menggelar wayangan semalam suntuk di Kudus. Empat helikopter konon disewa sebagai sarana transportasi Semarang-Kudus. Helikopter itu dipakai untuk mengangkut sejumlah pejabat dari Jakarta. Mengenai kekayaan lain, warga di sekitar rumah Nurhadi di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan sempat melihat ada kiriman mobil mewah Mini Cooper S, tahun 2009. Sementara dari Solo, Keraton Kasunanan Surakarta mengakui Nurhadi merupakan salah satu kerabat keraton keturunan dari Paku Buwono (PB) V. Di mana saat ini beliau bergelar Kanjeng Raden Aryo (KRA) sejak dua tahun lalu. Nurhadi memang dilahirkan dari lingkungan keluarga kaya. Sehingga tidak kaget jika saat ini kekayaan Nurhadi melimpah.

KPK masih belum mengungkap secara gamblang peran Nurhadi terkait kasus suap yang menjerat panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) Edy Nasution. Keterangan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) itu dianggap penting sehingga pemeriksaan terhadapnya segera dilakukan. Nurhadi sendiri telah dicegah oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM atas permintaan penyidik KPK. Status cegah terhadap Nurhadi itu berlangsung selama 6 bulan ke depan sejak diajukan pada bulan ini. Penyidik KPK pun telah melakukan penggeledahan di ruang kerja Nurhadi di MA serta di rumah mewah miliknya di Jalan Hang Lekir, Jakarta Selatan. Sejumlah uang dalam pecahan dolar Amerika Serikat pun turut disita penyidik KPK. Namun sayangnya KPK masih enggan membeberkan peruntukan uang tersebut, apakah terkait dengan tindak pidana atau memang milik pribadi Nurhadi yang didapat secara sah di mata hukum. KPK saat ini masih menelusuri asal muasal uang tersebut serta peruntukannya.