Profil Budi Karya Sumadi - Menteri Perhubungan

Biografi Profil Biodata Budi Karya Sumadi - Menteri PerhubunganBudi Karya Sumadi menjadi salah satu nama baru yang muncul pada pergantian kabinet Juli 2016 ini. Budi yang masih menjabat Direktur Angkasa Pura II dikabarkan akan menjadi Menteri Perhubungan, menggantikan Ignasius Jonan. Lulusan jurusan arsitektur Universitas Gajah Mada tahun 1981 ini sudah malang melintang di berbagai proyek pembangunan kawasan di sekitar Jakarta. Setidaknya dari biodata Budi Karya, sudah sejak 1982 bekerja di PT Pembangunan Jaya sampai 2004 silam. Posisi tertinggi ia menduduki Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang memimpin pengembangan Ancol.

Biodata

Pendidikan
SD Muhamadyah (1969)
SMP Negeri I (1972)
SMA Xaverius (1975)
UGM Jurusan Arsitektur Lulus 1981

Biografi Profil Biodata Budi Karya Sumadi - Menteri PerhubunganKarir

Dirut Angkasa Pura II
2015-2016 : Direktur Utama Angkasa Pura II
2004-2013 : Direktur Utama PT Jakarta Propertindo
2004-2013 : Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk
2001-2013 : Komisaris PT Philindo
2001-2004 : Direktur Keuangan PT TIJA
2001-2004 : Direktur Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk
1996-2001 : Presiden Direktur PT Wisma Jaya Artek
1994-2001 : Direktur Pengembangan PT Jaya Garden Polis
1994-2001 : Direktur Keuangan PT Jaya Real Property Tbk
1994-2001 : Direktur Keuangan PT Jaya Land
1992-1994 : Wakil Direktur PT Jaya Land
1991-1992 : General Manager PT Semarang Bukit Jaya Metro
1989-1991 : Manager Marketing Property PT Pembangunan Jaya Ancol
1982-1991 : Staf Dept Real Estate pada Business Development Pembangunan & Property Management PT Pembangunan Jaya
Asisten Dosen Jurusan Arsitek FT UGM (1979-1980)
Ass. Perencana Design Center FT UGM (1979)

Hasil karya pria kelahiran Palembang 18 Desember 1956 ini juga banyak setelah didapuk menjadi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo tahun 2004-2013. Sejumlah megaproyek di Ibu Kota berhasil dibereskan, di antaranya, revitalisasi taman kota Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio serta penyelesaian rumah susun sederhana sewa di Marunda. Sebelum disebut menggantikan Jonan, Budi Karya sempat bersebrangan dengan kebijakan Jonan. Budi Karya tempo hari menolak permintaan Jonan untuk mencopot General Manager Bandara Soekarno-Hatta, akibat kesalahan ground handling yang dilakukan maskapai Lion Air pada 10 Mei lalu. Konflik dengan Jonan yang terahir ketika niat mengaktivkan Bandara Ultimete Soekarho Hatta ditentang Jonan, dengan alasan infrastruktut belum siap dan belum ada menara pengawas.