Profil Biodata Istanti Guru SD Cantik Pekalongan

Biografi Istanti Guru SD Cantik Facebook Meninggal Hamil BanyumasIstanti berusia 26 tahun Guru Kelas IV A di SD Negeri Kraton, Pekalongan, Jawa Tengah ditemukan meninggal di tempat kos. Berdasarkan hasil autopsi, wanita yang hamil tua 8 bulan dari Desa Cindaga RT 01 RW 01 Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas itu meninggal dibunuh dengan cara dibekap hingga mati lemas. Korban ditemukan tak bernyawa di tempat kos, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Pasir Sari, Pekalongan Barat, Sabtu (6/12) malam.

Sebelumnya, tak ada hal mencurigakan, bahkan korban dipastikan sehat, sehingga kematian korban sangat mengagetkan. “Motornya tidak ada, saya kira pergi,” kata teman korban Melinda, orang yang pertama tahu korban telah meninggal. “Korban mati lemas karena mulutnya dibungkam,” kata dokter Forensik Polda Jateng AKP dr Summy Hastri Purwanti usai autopsi di RSUD Keraton, Pekalongan, Minggu (7/12/2014). Selain itu, dari hasil pemeriksaan fisik, ada luka di jari manis korban. Diduga pelaku mengambil paksa cincin korban.

Kapolsek Pekalongan Barat, Kompol Hartono, mengaku masih memeriksa barang bukti dan saksi-saksi. Berdasarkan informasi, suami korban juga berprofesi sebagai guru SD tapi bertugas di Banyumas. Mereka menikah setahun lalu. “Beberapa barang korban hilang. Kami masih mendalami kasus ini,” ungkapnya. Polisi masih menyelidiki kejadian ini. Saksi-saksi diperiksa, tapi jejak pelaku belum terendus. “Harta korban hilang, seperti motor, kalung, dan cincin kawin,” kata Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Hartono.

Sebelumnya di media FB, ia curhat tentang keseharian dan kehamilan. Di akun Facebook, korban yang hamil tua itu memasang foto diri dan bayi yang sedang tersenyum. Ia menulis status terakhir di akun Facebooknya pada 11 November 2014 lalu. “Capeeekny y Alloh. . . . Moga2 pintere, rajine, semangate, mandirine, smua yg bk2 yg q lakukan turun ke jabang bayi. Amin YRA.”

Beberapa teman korban mengamini status berisi doa tersebut. Sebulan sebelumnya, korban juga membuat status tentang anak. Ia mengaku bermimpi anaknya adalah laki-laki. Status tersebut ditulis pada 5 Oktober. Korban yang berasal dari Banyumas dan hidup terpisah dengan suaminya itu ditemukan tak bernyawa di tempat kosnya, Jalan Teuku Umar, Pasir Sari, Pekalongan Barat, Sabtu (6/12) malam.

Berdasarkan autopsi Polda Jateng, korban lemas karena mulutnya dibungkam. Di jari manisnya ada luka, diduga seseorang mengambil paksa cincin korban. Motor korban juga hilang. Hari ini usai autopsi, korban dibawa ke rumah duka di Banyumas untuk dimakamkan. Polisi masih menyelidiki kejadian ini. Saksi-saksi diperiksa, tapi jejak pelaku belum terendus. "Harta korban hilang, seperti motor, kalung, dan cincin kawin," kata Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Harton.

Sementara itu, dua hari sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, ternyata korban pernah berpesan kepada rekan seprofesinya yaitu kalau besok dia tidak ada, tolong titip anak-anak. Seperti itulah kira-kira kalimat terakhir almarhumah Istanti yang terus diingat Dwi Ayu, salah satu guru Kelas V SDN Kraton, Kota Pekalongan, dua hari sebelum Istanti meninggal dunia.

Dwi Ayu tak menyangka, kalimat itu menjadi salah satu firasat bagi rekan-rekan guru di SDN Kraton akan ditinggal oleh Istanti. Menurut Dwi, kalimat tersebut diucapkan Istanti pada Kamis (4/12) siang. Dwi pun menuruti permintaan Istanti. File atau data berisi nilai-nilai seluruh siswa Kelas IV A yang selama ini diampu Istanti, disalin ke laptop milik Dwi Ayu. Namun yang disalin itu hanya dua nilai pengamatan. Sehingga masih kurang dua nilai lagi, yakni nilai ketrampilan dan nilai pengetahuan.

Kepala SDN Kraton, Suwartaya, menjelaskan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kota Pekalongan terkait dengan meninggalnya Istanti. Suwartoyo menambahkan, meninggalnya Istanti memunculkan rasa solidaritas dan empati luar biasa dari kalangan guru dan Dinas Pendidikan setempat. Sebagian rekan sesama guru di SDN Kraton ikut bertakziah ke Banyumas, sebagai wujud belasungkawa mendalam atas kematian Istanti. (Berbagai Sumber)


#Lihat pula : Pembunuh Guru SDN Kraton Kota Pekalongan Tertangkap - Inilah Pembunuh Guru SDN Kraton Kota Pekalongan